
...**...
Kira on.
Banyak masalah yang terjadi di dunia ini, termasuk masalah yang sedang kau hadapi itu. Apakah kau memiliki kemampuan yang sangat luar biasa untuk menyelesaikan masala itu dengan baik nantinya?. Maka kau yan akan menentukan itu semua nantinya. Jangan sampai kau terbawa arus kegelapan yang sangat merugikan nantinya. Aku hanya ingin memastikan apakah kau tidak tenggelam, yang perlu kau pastikan adalah jika kau telah masuk ke jalur yang benar.
Kira off.
Di ruang interogasi Kira dan Katsu saat ini sedang bersama seoang wanita. Ichikawa Masayuki, itulah nama wanita itu. Seorang wanita yang diduga telah melakukan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan begitu saja.
"Nona ichikawa masayuki, dua puluh tiga tahun." Masahiko Katsu menyebutkan nama identitas asli wanita itu.
"Untuk apa kalian membawa aku ke sini?." Ia terlihat sangat tidak suka dengan kondisi yang ia hadapi saat ini.
"Kau telah melakukan kejahatan yang sangat luar biasa. Karena itulah, kau hari ini berurusan dengan kami." Kali ini Kira yang bersuara.
"Heh!." Wanita itu terdengar mendengus kesal karena Ia tidak menyangka akan berurusan dengan Polisi. "Kalian tidak memiliki bukti apapun untuk menjeratku dalam masalah apapun. Jadi bebaskan aku sekarang juga karena aku tidak mungkin melakukan hal keji itu." Ichikawa Masayuki merasa tidak bersalah sama sekali. "Memangnya kejahatan apa yang telah aku lakukan?. Sehingga kalian menangkap aku?. Katakan padaku apa yang telah aku lakukan sehingga kalian menangkap aku?." Wanita itu tidak tenang sama sekali karena Ia terlihat sangat gugup.
"Aku katakan padamu nona, bahwa jika ada seseorang yang dipanggil oleh kepolisian, maka ia telah melakukan kesalahan." Masahiko Katsu mencoba untuk bersikap sabar karena itu adalah wanita.
"Heh!. Buktikan padaku kejahatan apa yang telah aku lakukan?." Ichikawa Masayuki seperti sedang menantang mereka untuk membuktikan bahwa ia memang telah melakukan kejahatan?.
__ADS_1
"Aku harap kau tidak menyesal karena telah berani menantang aku nona." Kira menyeringai lebar, seakan-akan pada saat itu ia telah menghipnotis Ichikawa Masayuki untuk mengatakan kebenaran yang ia sembunyikan dari semua orang.
Deg!.
Wanita itu seakan-akan terhipnotis ke dalam ruang dan waktu saat kejadian itu. Ia terlihat kebingungan karena tidak mengerti bagaimana itu bisa terjadi.
"Kau akan melihat semua kebenaran yang telah terjadi pada saat itu. Aku yakin kau tidak akan bisa menghindari apa yang telah kau lakukan pada saat itu." Suara kera terdengar sangat jelas.
Karena ruangan itu begitu gelap wanita itu tidak bisa melihat apapun sehingga ia terlihat sangat marah ketika hanya mendengar suara seseorang saja berbicara padanya. "Keluar kau!. Berani sekali ku mempermainkan aku seperti itu!. Jangan hanya main di belakang saja berat sekali kau melakukan itu padaku!." Ichikawa Masayuki mengeluarkan semua amarah yang ia rasakan pada saat itu.
"Kau yakin ingin melihat wujudku seperti apa?. Maka akan ku perlihatkan padamu!." Kira keluar dari suatu tempat sehingga membuat wanita itu sangat terkejut.
"Buknkh ka sndiri yang ingn mmbuktikn jika dirimu tid melakukan kejahatan?." Kira trliht tersenyum kecil.
Sementara itu di alam nyata.
Masahiko Katsu terlihat bingung dengan tatapan keduanya yang berbeda dari yang sebelumnya. "Sebenarnya apa yang telah dilakukan oleh kira?. Kenapa wanita itu seakan-akan sedang terpaku melihat ke arahnya?." Dalam hati Masahiko Katsu hanya melihat itu tanpa banyak komentar.
Kembali ke dalam alam bawah sadar keduanya.
"Akan aku perlihatkan padamu, bagaimana kejadian itu." Kira menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Seketika ruangan itu berganti dengan apa yang telah ia lakukan. Ichikawa Masayuki mendapatkan sebuah pesan yang berisikan dorongan dan hasrat. Ia membaca pesan itu dengan suasana yang bergemuruh, karena pesan itu berasal dari orang yang sama sekali tidak ia ketahui.
"Aku tahu kau memiliki hasrat yang sangat luar biasa. Akan tetapi, apakah aku bisa memberikan dorongan padanya untuk melakukan hasrat yang kau rasakan pada saat itu?." Itulah isi pesan tersebut.
Namun bukan hanya itu saja yang terjadi pada saat itu. Dalam suasana hati yang bergemuruh ia berjalan meninggalkan tempat itu, menuju sebuah tempat yang telah mendorong hasratnya untuk melakukan apa yang ada di dalam pikirannya saat itu.
"Bayangan hitam?." Ichikawa Masayuki melihat sosok bayangan hitam yang seakan-akan masuk ke dalam tubuhnya pada saat itu.
"Ya, pada saat itu kau telah diikuti oleh bayangan hitam. Bayangan yang merupakan hasrat dorongan kegelapan yang kau simpan. Rasa sakit hati yang kau rasakan, membuatmu melakukan kejahatan itu tanpa sadar." Kira menjelaskan pada Ichikawa Masayuki. "Kau telah dibutakan oleh kegelapan yang telah kau rasakan. Rasa cemburu yang berlebihan, mengekang seseorang, serta ingin menguasai diri seseorang." Kira sangat tidak suka dengan apa yang ia lihat dari mata wanita itu. "Apakah kau tidak melihat rasa sedih apa yang telah ia lakukan?. Kau telah memberikan tekanan yang sangat luar biasa pada seseorang yang telah mencintai dirimu dengan sepenuh hati." Kira dapat merasakan perasaan sedih yang dirasakan oleh Asano Murasaki.
Seketika ruangan itu berganti dengan tempat lain, ruangan yang menggambarkan bagaimana keadaan Asano Murasaki setelah mendapatkan tekanan yang sangat luar biasa dari seseorang yang sangat ia cintai?.
"Kenapa dia malah tidak percaya dengan apa yang aku katakan?." Dengan penuh amarah ia melampiaskan semua yang ia rasakan. "Aku telah memenuhi semua yang dia inginkan!. Tapi tetap saja dia memperlakukan aku seperti itu!. Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang dia inginkan sebenarnya!." Asano Murasaki tidak mengerti dengan jalan pikiran pacarnya.
Namun setelah ia melampiaskan semua kemarahan itu, ia kembali bersikap baik seperti sedia kala. Ia melupakan apa yang telah terjadi?. Ia masih bersikap baik pada Ichikawa Masayuki yang terkadang memang selalu memancing kemarahan yang ia rasakan. Tapi ia selalu bersabar dengan sikap pacarnya yang sangat keterlaluan.
"Kau bisa melihat itu dengan matamu. Dia adalah tipe laki-laki yang sangat setia. Dia tidak pernah berniat untuk berselingkuh sedikitpun. Tapi kau malah memperlakukan dirinya seperti itu. Sungguh kau tidak memiliki hati nurani sedikitpun sebagai seorang wanita." Kira terlihat sangat kecewa dengan sikap Ichikawa Masayuki.
"Hiks!. Hiks!. Jadi ini adalah salahku?." Dalam hatinya mulai menyesal karena telah menyia-nyiakan perasaan cinta seseorang padanya.
...***...
__ADS_1