
...***...
Kira on.
Apa yang kau anggap itu adalah hal yang mudah terkadang terasa sangat aneh bagi orang lain. Tapi ingat satu hal, bahwa di dunia ini ada hal yang memang tidak kau ketahui, tapi bisa diketahui oleh beberapa orang yang memiliki kemampuan yang seperti itu. Jika kau bertanya kemampuan seperti apa?. Maka akan aku tunjukkan pada kalian semua bagaimana aku melakukan itu. Akazuki Daiji!. Kau adalah orang yang paling ingin aku tangkap di dunia ini.
Kira off.
Mereka masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kira. Bagaimana mungkin seseorang bisa menembus kaca dengan mudahnya?. Apakah mereka hantu atau sejenisnya yang dapat melakukan itu?.
"Bagaimana mungkin kau bisa melakukan itu?!. Kau bisa menembus kaca?!. Apakah seperti itu yang dilakukan si bedebah penjahat busuk itu?." Satoru Iwata yang selalu marah-marah malah bertanya seperti itu pada Kira?.
"Lebih kurang seperti itu." Jawab Kira dengan santainya.
"Hah?!." Mereka semua langsung mengerumuninya. Namun setelah itu ia tolak dengan kerasa mereka karena nafasnya sangat sesak dengan tindakan mereka.
"Jika kalian tidak percaya aku juga tidak bisa mengulangi apa yang kalian inginkan. Tapi." Sambil merapikan pakaian ia berkata seperti itu.
"Tapi apalagi?!." Dengan serentaknya mereka berkata seperti itu pada Kira. Hampir saja mereka menyerang Kira jika ia tidak segera mengindari itu dengan sangat baik.
"Setelah membunuh hideki yukawa, dia meneruskan perjalanannya." Ucap Kira sambil menunjukkan kemana arah Akazuki Daiji pergi meninggalkan ruangan itu. Tapi dia malah melakukan hal yang sama seperti sebelum, yaitunya menembus dinding kaca itu?!. Bagaimana mungkin dia melakukan itu sebanyak dua kali?!.
"Oi?!. Kenapa kau malah menebus kaca itu?!." Teriak mereka dengan suara yang sangat keras. Dengan langkah yang sangat cepat mereka mengikuti Kira yang sama sekali tidak mendengarkan apa yang mereka katakan.
"Akan aku tunjukkan pada kalian bagaimana dan apa saja yang telah ia lakukan selama dia pergi menuju gunung berkabut merah." Begitu mereka mengejarnya, Kira berkata seperti itu.
"Kau jangan sembarangan dalam berbicara!." Satoru Iwata benar-benar berada di dalam puncak kemarahan yang ia rasakan.
"Heh!. Aku tidak sembarangan!." Balas Kira dengan kesalnya.
"Memangnya apa yang ingin kau lakukan anak bodoh?!." Kali ini Atsushi Ichirou yang berkata seperti itu. Ia sangat kesal sekali dengan apa yang ia dengar.
"Diam kau mulut busuk!. Berani sekali kau mengatai aku bodoh!." Balas Kira, ia sangat sakit hati dikatai bodoh oleh orang lain.
"Ketua?!. Harap jangan biarkan dia melakukan hal yang sangat bodoh." Satoru Iwata kembali berkata dengan penuh amarah.
"Lakukan saja. Jika dia berkata yang tidak-tidak maka kita hajar saja dia." Hanya itu balasan dari Hitoshi Tetsuya sebagai ketua mereka.
"He?!." Kira mendengus kesal.
"Lalu bagaimana dengan aku?!." Kinoshita Tamamura bertanya pada mereka, sehingga menarik perhatian mereka.
"Kenapa kau malah ikut?!." Satoru Iwata semakin kesal mendengarnya.
"Aku hanya penasaran saja." Jawabnya agak takut, ia tidak menyangka jika mereka semua memiliki emosi jiwa yang berbeda-beda.
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi setelah ini?!. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu. Di dalam hutan Kabut Berdarah.
Akazuki Daiji sedang berbicara dengan seseorang yang saat itu menginginkan kematian seseorang. Siapa lagi jika bukan Hideki Yukawa.
"Aku telah membunuh hideki yukawa. Dia pantas mati." Dengan santainya ia berkata seperti itu.
"Tentu saja dia pantas mati. Karena dia telah memperkosa adikku." Dengan amarah yang bergejolak ia berkata seperti itu.
"Jadi apa yang akan kau lakukan setelah dia mati?. Apakah kau merasa jika dendam yang kau rasakan telah terbalaskan?!." Akazuki Daiji sangat penasaran atas apa yang telah dilakukan seseorang itu.
"Mungkin saja seperti itu. Karena aku sangat membenci dirinya. Dia yang sangat ingin aku bunuh di dunia ini." Hatinya seakan-akan telah mati sejak kejadian itu.
"Melalui tanganku maksudmu?!." Akazuki Daiji memperlihatkan tangannya yang selalu dilumuri oleh darah.
"Dari kabar yang telah beredar kau adalah orang yang sangat pantas untuk membunuh." Ia selalu melihat berita tentang sosok Akazuki Daiji yang sangat menyeramkan. "Karena itulah aku meminta bantuan padamu untuk membunuh bedebah itu." Ucapnya lagi.
"Ho?!. Jadi begitu?!. Aku tidak keberatan sama sekali." Tentunya ia tidak keberatan karena dia adalah pembunuh tingkat atas.
"Tapi aku tidak menyangka jika kau membunuh siapa saja yang telah kau lewati. Mereka yang berusaha untuk menghentikanmu." Bahkan kabar itu pun ia dapatkan dari media. "Itu sangat gila sekali." Entah kagum atau apa, tapi itu sesuatu yang sangat gila baginya.
"Aku masih ingin bersenang-senang dengan nyawa seseorang." Dengan sangat percaya diri ia berkata seperti itu?. "Aku ingin mengasah kemampuan iblis membunuh yang ada di dalam diriku ini." Apakah memang seperti itu tujuannya?!.. "Hasrat yang sangat besar untuk membunuh membuat aku merasakan sensasi yang sangat menyenangkan." Terkadang memang seperti itulah yang ia rasakan.
Tapi yang jadi pertanyaan adalah, siapa orang yang meminta Akazuki Daiji membunuh Hideki Yukawa?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu Kira dan yang lainnya berjalan sangat jauh. Tentunya mereka menuju lokasi kedua terjadinya pembunuhan setelah lokasi utama adalah Hideki Yukawa. Kaki mereka terasa sangat pegal karena mengikuti aksi gila yang dilakukan oleh Kira.
"Kau memang gila?!. Sejauh ini kita berjalan?!." Satoru Iwata kembali marah-marah pada Kira.
Namun saat itu Yamato Nadeshiko yang saat itu sedang bertugas di sana sangat terkejut melihat Hitoshi Tetsuya.
"Ada apa kalian di sini?!." Saking terkejutnya ia hampir tidak bisa berkata apa-apa.
"Oh?!. Yamato nadeshiko san?!." Begitu juga dengan Hitoshi Tetsuya yang sedikit tampak kelelahan.
"Hitoshi san?!. Apa yang kau lakukan?!. Dan kenapa kau jalan kaki dengan anak buahmu, juga bukankah kau adalah anggota forensik?!. Kenapa kau malah ikut berjalan kaki dengan mereka semua?!." Banyak hal yang membuat ia terkejut dengan mereka yang telah berkeringat banyak seperti itu.
"Jangan banyak bertanya!." Saking lelahnya mereka semua malah menyerbu Yamato Nadeshiko dengan perkataan seperti itu, tentu saja membuatnya sangat terkejut.
"Hah?!." Apa salahnya ia bertanya seperti itu, kan?.
__ADS_1
"Dan kau!. Katakan pada kami apa yang terjadi di sini!." Atsushi Ichirou benar-benar tidak tahan lagi. Kakinya benar-benar terasa sangat sakit.
"Kau tadi mengatakan jika pembunuhan terjadi di sini. Seorang polisi terbunuh di sini karena dia berusaha untuk menghentikan si bedebah penjahat busuk itu." Lanjut Satoru Iwata dengan penuh amarah. Sedangkan Hitoshi Tetsuya dan Kinoshita Tamamura hanya diam saja, tenaga mereka benar-benar terkuras habis rasanya.
"Hah?!." Yamato Nadeshiko sangat heran dengan apa yang akan mereka lakukan.
"Baik. Akan aku katakan." Kira terlihat bersemangat kembali.
"Kau jangan berbicara yang aneh ya?!." Ancam Satoru Iwata.
"Apakah kau bisa berdiri di depan sana?." Kira malah meminta Satoru Iwata untuk berdiri di sana.
"Kenapa harus aku?!." Ia bertanya karena heran.
"Ayolah. Kau tadi yang mengatakan ingin mengetahui bagaimana kejadian mengerikan di sini kan?!." Kira sedikit kesal dengan sikap Satoru Iwata.
"Lakukan saja!." Perintah Hitoshi Tetsuya dengan kesalnya.
"O-o-ok!." Satoru Iwata sangat terkejut melihat ketuanya yang sedang kesal?.
Satoru Iwata berdiri di tempat yang diminta oleh Kira, setelah itu ia menjelaskan kondisi seperti apa pembunuhan itu terjadi. Kira seperti sedang memegang sebuah pisau seperti seorang ninja hebat yang ingin bertarung dengan musuhnya. Selanjutnya ia berjalan dengan sangat cepat menuju Satoru Iwata. Tentunya mereka yang melihat itu sangat terkejut. Bagaimana mungkin Kira dapat melakukan itu?.
"Saat itu dengan memegang pisau merah yang ada di tangannya. Saat itu ia melihat ada seorang anggota polisi yang saat itu menghadang langkahnya. Setelah itu dengan langkah yang sangat cepat si knife blood menarik kuat pundak, setelah itu ia tikam dengan kuat pundak itu." Ucapnya sambil memperagakan apa yang ia katakan.
"Keghakh!." Satoru Iwata menjerit sakit, seakan-akan ia benar-benar ditikam dengan menggunakan pisau asli. Sedangkan mereka yang yang melihat itu merinding takut?.
"Aku rasa bukan hanya satu tikaman saja yang membuatnya meninggal saat itu. Dia membalikkan tubuh pak polisi itu setelah dia tarik dengan kuat pisau itu. Dia tidak peduli sama sekali dengan teriakan dari korban. Dan parahnya dia menikam punggung kiri yang telah di jantung korban. Sehingga korban tewas pada saat itu." Kira benar-benar melakukannya lagi. Saat itu Satoru Iwata benar-benar seperti dibunuh asli oleh Kira.
"Uhuk!." Nafasnya terasa sangat sesak. "Kau benar-benar gila!." Teriak Satoru Iwata dengan penuh ketakutan yang luar biasa. Ia tidak bisa membayangkan jika ia benar-benar dibunuh seperti itu oleh seseorang yang memiliki jiwa membunuh tingkat gila.
Sedangkan mereka yang memperhatikan itu hampir saja tidak bisa berkedip dengan mode yang biasa.
"Apakah memang benar seperti itu yang terjadi pada saat itu?." Atsushi Ichirou yang bertanya pada Yamato Nadeshiko yang terpana melihat itu.
"Aku sangat yakin korban di bunuh dengan cara yang seperti itu." Kira yang menjawabnya?. "Yamato san. Pak polisi yang tewas itu meninggal dengan luka tikam di bahu kiri, juga bekas tikaman di punggung kirinya bukan?." Kira tersenyum kecil sambil bertanya seperti itu.
"Ba-ba-bagaimana mungkin kau bisa mengetahui itu?." Padahal media atau apapun itu tidak mengetahui bagaimana kondisi korban yang ada di lokasi ini meninggal seperti apa. Tapi kenapa Kira mengetahuinya?.
"Heh!. Aku telah mengetahui semuanya dengan mata iblis yang aku miliki." Entah itu adalah bentuk menyombongkan diri atau apa, tapi mereka tidak suka dengan tatapan Kira yang sangat mengerikan.
"Kau memang terlihat seperti iblis yang sangat mengerikan!." Satoru Iwata ingin mencongkel mata itu.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
Next halaman.
__ADS_1
...*** ...