MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 128


__ADS_3

...***...


Jangan hanya menilai seseorang hanya karena kau merasa berada di atasnya. Lihatlah?. Jika dia telah menunjukkan siapa dirinya, maka kau akan terkejut siapa dirinya yang sebenarnya. karena itulah kau Jangan melihat seseorang hanya karena satu kali ini saja.


Kira off.


Pukul 10.12.


Osamu Kei dan Madoka Yuna menuju tempat yang di mana pelaku yang dikatakan oleh kira sebelumnya.


"Apakah aku percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh kira?." Madoka Yuna bukan bermaksud untuk meragukan apa yang telah dikatakan oleh Kira, akan tetapi ini sangat aneh baginya.


"Mari kita coba. Jika kita tidak mencobanya, maka kita tidak akan mengetahui hasil yang dikatakan oleh kira pada kita." Osamu Kei sepertinya mempercayai apa yang telah dikatakan oleh Kira padanya.


"Baiklah, jika memang berkata seperti itu, maka aku juga akan percaya." Madoka Yuna tentunya percaya dengan apa yang dikatakan oleh Osamu Kei.


"Kalau begitu kita harus segera bertindak, supaya kita mengetahui kejadian yang sebenarnya." Osamu Kei terlihat tersenyum kecil.


...***...


Di Kantor kepolisian.


Kichiro Seira masih belum percaya dengan apa yang telah dikatakan ole Kira. Baginya itu adalah hal yang sangat mustahil, ia tidak bisa menerima kenyataan itu.


flashback on.


Kira belum menjawab pertanyaan dari Osamu Kei, Kira menatap mereka semua dengan tatapan yang sangat misterius.


"Tangkap matsunaga imamura. Maka kita akan mengetahui kebenaran itu." Ucap Kira pada saat itu.


"Apakah kau yakin dengan apa yang kau katakan kira?" Osamu Kei hanya tidak ingin kecewa dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.


"Percayalah dengan apa yang aku katakan." Kira tersenyum kecil. "Jika aku salah, aku akan menjadi jaminannya." Dengan penuh percaya diri ia berkata seperti itu pada mereka semua.


"Baiklah, jika memang itu yang kau katakan. Aku akan percaya dengan apapun yang kau katakan." Osamu Kei mencoba mempercayai apapun yang dikatakan Kira.


"Baiklah. Sebagai seorang ketua, aku harap kalian benar-benar dapat menyelesaikan masalah ini dengan cepat." Katashi Arata juga mempercayai apapun yang dikatakan oleh Kira.


"Aku akan melakukannya." Madoka Yuna juga tampak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kira.

__ADS_1


"Kau ini punya nyali sekali kira." Masahiko Katsu benar-benar kagum dengan apa yang telah dilakukan Kira. "Nanti jika kau berhasil, mungkin aku juga akan meminta bantuan darimu ya?." Masahiko Katsu terlihat sangat bersemangat dengan apa yang akan terjadi.


"Aku akan membantu katsu senpai kapanpun yang senpai butuhkan." Kira tentunya tidak bisa mendak Permintaan dari Masahiko Katsu.


"Kenapa kau begitu percaya dengan apa yang anak baru itu katakan, katsu?." Kichiro Seira Menatap kearah Mashiko Katsu. Hatinya belum bisa menerima begitu saja, ia masih belum per kira dengan apa yang dikatakan Kira, mengenai siapa pelaku dalam kejadian lintasan kereta api.


Flashback off.


...***...


Di tempat bus yang merupakan lokasi terjadinya kecelakaan maut. Kira sedang memperhatikan bagaimana lokasi itu.  Seakan-akan matanya dapat menangkap apa saja yang berada di sana. Mata iblisnya dapat menangkap sebuah kejadian yang sangat mengejutkan.


"Ada seseorang bertopeng berdiri tak jauh dari sini." Kira seakan-akan dpat meliht apa saja yang yang tidak dpat oleh manusia normal. "Selain itu seseorang yang pada saat itu sedang berdiri di sini. seseorang yang dalam keadaan yang tenggelam di dalam kegelapan yang sangat luar biasa." Kira dapat merasakan bagaimana kegelapan yang seakan-akan telah menyeretnya ke dalam lubang kegelapn yang tidak biasa. "Apakah itu adalah Kegelapan yang berasal dari rasa sakit hati yang berlebihan ?." Kira mencoba memikirkan kemungkinan itu. "Iblis hasrat dorongan, itu telah masuk ke dalam tubuhnya, memberikan dorongan yang sngat luar biasa." Kira merinding ketika merasakan bagaimna dalamnya kegelapan itu mnyebar di lokasi itu. "Sayang sekali aku belum bisa melihat siapa orang itu." Kira sedikit kecewa dengan itu. "Tapi setidaknya aku telah dapat melihat siapa yang telah melakukan itu." Kira tersenyum kecil. Karena dalam kasus itu ia dapat melihat siapa yang telah mendorong korban. "Aku harus memberitahu pada katsu senpai, bahwa aku sangat membutuhkan bantuan darinya." Kira merogoh kantongnya untuk mengambil smartphone-nya. Tentunya ia ingin mnghubungi Masahiko Katsu.


...***...


Di sebuah tempat.


Osamu kei dan Madoka Yuna, saat itu telah berada di depen rumah serang pemuda?. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kira. Seharusnya memang telah berada di Kediaman Matsunaga Imamura. "Kita telah sampai. Apa yang akan kita lakukan sekarang?." Madoka Yuna Agak ragu dengan apa akan ia lakukan.


"Kita telah mendapatkan surat resmi dari ketua untuk melakukan penangkapan. Masalah interogasi kita serahkan pada kira nantinya." Osamu Kei juga sedang berusaha untuk menguatkan hatinya.


Osamu Kei menekan bel pintu rumah itu. Kebetulan pada saat itu pintu rumah itu, langsung dibuka oleh seorang, jadinya mereka tidak menunggu terlalu lama. "Permisi. Maaf, jika kami menggangu." Madoka Yuna mersa sungkan.


"Mau mencari siapa?." Seorang wanita yang sudah berumur sedikit bingung dengan kedatangan dua orang yang sama sekali tidak la ketahui sama sekali.


"Maaf, jika kami mengganggu bibi. Tapi kami adalah petugas kepolisian kota higashiyama." Madoka Yuna yang menjawabnya.


"Petugas kepolisian?." Wanita itu terkejut mendengarkan ucapan itu.


"Ya, kami petugas kepolisian." Balas Madoka Yuna.


"Tapi apa yang membuat kalian datang ke sini?." Tentunya wanita itu ingin mengetahui alasan kedatangan mereka.


"Kami sedang mencari keberadaan matsunaga imamura." Jawab Madoka Yuna. Sedangkan Osamu Kei memperlihatkan surat penangkapan itu. "Matsunaga imamura pada saat ini dalam pengejaran kepolisian, matsunaga san telah melakukan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan." Osamu Kei menjelaskan kenapa mereka mencari Matsunaga Imamura pada saat itu. Dan kebetulan pada saat itu orang yang mereka cari muncul tepat dihadapan mereka.


"Imamura kun. Memangnya kejahatan apa yang telah kau lakukan?. Sehingga kedua polisi ini datang menemui mu?." Wanita Itu terlihat sangat terpukul karena anaknya telah melakukan kejahatan?.


...***...

__ADS_1


Pada saat itu, Katashi Arata Sedang mengamati kantor yang pada saat itu sedang lengang, karena mereka sedang melakukan tugas masing-masing.


"Meskipun kasus ini agak rumit, tapi dengan kehadiran Kira, aku berharap dapat membuka jalan bagi kami untuk menemukan siapa yang telah dalang dari kasus aneh ini." Dalam hatinya sangat berharap dapat menyelesaikan masalah itu dengan sangat cepat. "Meskipun aku tidak mengerti dengan apa yang dia lakukan, aku sangat ingin dia menyelesaikan masalah rumit ini sesegera mungkin." Saat itu ia ingat bagaimana pertama kali bertemu dengan Kira di sebuah tempat yang sangat tidak terduga sama sekali. "Kau jangan sampai Mengecewakan aku kira." Sebagai orang yang membawa Kira ke kantor, tentunya ia berharap banyak pada Kira.


...***...


Di rumah sakit umum anak.


Mitsuru Ran saat ini sedang berusaha untuk dekat dengan Misaki Ruka. Dokter Ran sedang menemani Ruka bermain di ruang rawatnya.


"Mainannya banyak sekali. Apakah ini akan baik-baik saja?." Ruka sangat bingung dengan sikap Ran yang tiba-tiba saja bersikap baik padanya. "Apakah ayah tidak akan marah jika aku memainkan mainan sebanyak ini?." Dengan perasaan takut ia bertanya seperti itu pda dokter Ran.


"Tida apa-apa. Aku tahu kau akan bosan karena tidak bisa keluar dari ruangan ini." Dokter Ran sangat memahami bagaimana perasaan bosan yang dirasakan oleh Ruka. "Apalagi dalam keadaan pemulihan seperti ini, kau memang harus tetap dalam keadaan aman." Dalam hatinya sangat berharap ia dapat membantu Ruka untuk memulihkan kembali mentalnya. "Aku sangat tidak tega dengan apa yang kau rasakan." Dalam. hatinya saat itu benar-benar bersimpati pada Ruka. "Tidak apa-apa, aku yakin ayahmu akan setuju dengan ini." Dokter Ran tersenyum kecil, tangannya mengelus rambut Ruka dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih, karena telah mengizinkan aku untuk mendapatkan mainan ini." Ruka terlihat sangat senang, senyumannya terlihat sangat manis. Suasana hatinya sedikit. berubah setelah menerima itu semua dari Ran.


"Syukurlah jika kau suka." Dokter Ran juga sangat senang karena melihat senyuman yang mengembang di wajah Ruka. "Kalau begitu, mari kita nikmati hari ini dengan Main sepuasnya." Ran terlihat sangat bersemangat.


"Ya." Ruka juga terlihat sangat bersemangat.


...**...


Di ruang pengamatan.


Tetsu Wakana sedang mengamati rekaman CCTV yang mereka dapatkan pada saat itu. Namun ia belum dapat melihat hal yang ganjal dari rekaman CCTV.


"Bagaimana mungkin si inu itu dapat menemukan pelakunya hanya dengan melihatnya saja?." Tetsu Wakana sangat tidak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya. Pada saat itu mereka semua sungguh menyimak dengan baik apa yang telah dikatakan oleh Kira pada mereka semua tentang rekaman CCTV yang ia lihat.


Flashback on.


Mereka semua mendengarkan analisis dari Kira. Pada saat itu mereka sangat bingung dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.


"Memangnya apa yang dapat kau lihat dari rekaman cctv itu, inuzuka kun?." Tetsu Wakana yang kali ini bertanya pada Kira.


Kira melihat ke arah Tetsu Wakana. " Apakah kau tidak lihat?. Ini adalah matsunaga imamura, dan pada saat itu ia sedang mendorong seseorang dengan sangat mudahnya tanpa diketahui oleh orang lain." Kira menjelaskan pada mereka semua.


"Bagaimana caranya dia melakukan itu!." Bentak Kichiro Seira dengan sangat keras. "Bukankah itu tempat yang sangat ramai?!. Berdesakan sambil menunggu bis yang datang, pasti ada bentuk sentuhan, pasti seseorang yang dapat melihat itu!." Bentaknya lagi dengan suasana hati yang sangat sesak. "Kau pikir dia hantu dapat menembus seseorang untuk mendorong wanita itu?." Entah kenapa emosinya meledak begitu saja.


Mereka semua hanya mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh kira pada mereka, dan mereka melihat bagaimana kemarahan itu ditunjukkan oleh Kichiro Seira. Suasana pada saat itu sedang tidak baik-baik saja, apalagi berdebat Kichiro Seira dan Kira yang tidak ada habisnya dengan ego masing-masing.

__ADS_1


...**...


__ADS_2