
...***...
Distrik Fanatik.
Di kediaman Yoshino Osamura.
Pada saat Masahiko Katsu dan Madoka Yuna untuk memasuki rumah itu, tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh sebuah tendangan yang sangat kuat. Karena mereka tidak siap dengan tendangan itu tentunya mereka terjajar beberapa langkah dari pintu utama itu. Keduanya meringis sakit, karena perut mereka ditendang sangat kuat oleh seseorang.
"Kegh!." Madoka Yuna terlihat sangat kesakitan.
"Yuna!." Masahiko Katsu sangat terkejut melihat keadaan temannya. "Bertahanlah." Masahiko Katsu mencoba membantu temannya untuk berdiri.
"Siapa kalian?." Saat itu ada suara seorang laki-laki yang bertanya seperti itu pada mereka. "Berani sekali kalian masuk ke dalam rumahku tanpa izin dari ku." Matanya menatap tajam ke arah keduanya.
"Yoshino osamura." Masahiko Katsu melihat dengan tatapan tajam ke arah laki-laki itu.
"Dia benar-benar yoshino osamura." Madoka Yuna sangat yakin dengan apa yang telah ia lihat pada saat itu.
"Ada keperluan apa kalian datang ke rumahku?." Dari tatapan matanya ia terlihat sangat sombong, merasa berkuasa dengan apa yang telah ia miliki. "Katakan padaku siapa yang telah berani mengirim kalian untuk datang ke rumahku?." Ia menatap mereka dengan tatapan yang penuh kecurigaan.
"Tunggu sebentar." Masahiko Katsu tersenyum kecil. "Aku janji ini tidak akan lama." Senyumannya terlihat sangat ramah, akan tetapi tidak ada yang mengetahui bagaimana suasana hatinya pada saat itu.
"Aku harap kau tidak menggunakan kekerasan, katsu." Madoka Yuna terlihat sangat cemas dengan apa yang akan dilakukan oleh Masahiko Katsu. "Aku tahu kau bukanlah orang yang mau diajak bicara, jika telah merasa diremehkan oleh seseorang." Madoka Yuna merasakan firasat yang tidak baik, jika ia melihat raut wajah dari Masahiko Katsu.
"Kau tenang saja." Masahiko Katsu menepuk pundak Madoka Yuna dengan pelan. Setelah itu ia berjalan beberapa langkah, agar bisa berdiri di hadapan Yoshino Osamura.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, sialan!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. "Apakah kau tidak memiliki mulut untuk menjawab apa yang telah aku tanyakan padamu?!." Sepertinya ia bukanlah tipe orang yang sabar.
Akan tetapi itu sama sekali tidak mengganggu Masahiko Katsu. "Heh!." Masahiko Katsu mendengus kesal. "Aku adalah kepolisian dari kota higashiyama." Masahiko Katsu menunjukkan ID identitas yang ia bawa ke mana saja. "Aku juga membawa surat izin penangkapan untukmu yang telah melakukan kejahatan." Ucapnya lagi.
"Hah?." Yoshino Osamura sedikit heran dengan apa yang telah ia dengar. "Memangnya kejahatan apa yang telah aku lakukan?!." Ia masih terlihat sangat tenang, tidak merasa melakukan kejahatan apapun.
"Kasus bus distrik fanatik itu adalah kejahatan yang telah kau lakukan." Masahiko Katsu mungkin memberikan beberapa petunjuk atau binatang atas apa yang telah dilakukan oleh Yoshino Osamura.
"Hah?." Yoshino Osamura sedikit ketika mendengar kata bus.
__ADS_1
"Sebaiknya kau ikut dengan kami dengan cara yang baik. Karena hari ini aku masih berbaik hati untuk berkata, dan mengajakmu dengan cara yang baik." Masahiko Katsu terlihat sedang berusaha untuk menahan amarahnya.
"Aku tidak melakukan kejahatan apapun!. Sebaiknya kalian pergi dari sini!. Karena aku tidak akan pernah menerima siapapun!." Yoshino Osamura sebenarnya sangat gugup karena ada yang mengetahui tentang kejadian bis itu.
"Kami akan pergi jika kamu bersama dirimu." Masahiko Katsu terlihat sangat serius dengan apa yang ia katakan.
...***...
Pukul 14.30
Sangat disayangkan sekali pada saat itu Katashi Arata hanya sendirian berada di sana. Karena semua anggotanya berada di tempat masing-masing mengerjakan tugas. "Suasana tempat ini menjadi sepi dari apa yang aku duga dari yang sebelumnya." Dalam hatinya sangat bingung. "Aku juga memiliki tugas yang sangat penting, loh?." Ingin rasanya ia mengeluh pada mereka semua. "Perasaanku sangat gelisah sekali, akan tetapi dia tidak datang pada hari ini." Padahal ia sangat ingin meminta bantuan Kira yang mungkin saja bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya pada saat itu. "Apa yang harus aku lakukan, jika mereka semua pergi dari ruangan ini?." Entah kenapa pada saat itu ia ingin merengek dengan keadaan yang dihadapi. "Mungkin aku bisa mengatakan masalah yang rumah ini pada seseorang." Dalam hatinya sangat berharap jika ada seseorang dapat membantu dirinya.
Sementara itu, di ruangan yang berbeda. Osamu Kei dan Tetsu Wakana sedang mencoba menganalisis kasus yang terjadi. Mereka mencoba meneliti, apa yang telah dikatakan oleh Kira, mengenai petunjuk tentang siapa yang telah melakukan kejahatan di sebuah tempat keramaian.
"Katagiri blue. Nama yang cukup aneh." Osamu Kei membacakan nama itu dengan suasana hati yang tidak nyaman sama sekali. "Sedangkan korban adalah natsuki amamiya." Ia juga melihat dokumen lainnya. "Apakah hanya ingin saja dokumennya kita temukan?." Osamu Kei bertanya pada rekan kerjanya.
"Dari data yang aku dapatkan, natsuki amamiya pernah menjual obat narkotika, yang dicampur pada minuman yang dijual pada tempat umum." Tetsu Wakana membacakan dokumen lain yang ia dapatkan. "Berdasarkan informasi yang aku dapatkan, ada beberapa korban yang meninggal karena tidak bisa menerima obat itu. Mereka meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan." Sebagai seorang polisi tentunya ia sangat mudah mendapatkan informasi itu. "Dari salah satu korban yang ada, terdapat nama katagiri rose, adik perempuan dari katagiri blue." Tetsu Wakana menyerahkan foto pada Osamu Kei, tak lupa identitas korban.
"Jadi ini?. Alasan presiden yang dilakukan oleh saudara yang tidak terima, jika orang yang dicintainya dibunuh dengan cara yang seperti itu?." Osamu Kei menebak alasan kemungkinan dibalik pembunuhan itu terjadi.
"Kira mengatakan, mereka sendiri yang ingin menjual diri mereka pada iblis kegelapan hasrat dorongan. Karena bagi mereka hanya itu satu-satunya cara untuk balas dalam atas apa yang mereka rasakan." Osamu Kei juga mendengarkan apa yang telah dijelaskan oleh kira pada mereka.
Flashback on.
Pukul 19.35
Setelah melakukan interogasi, Osamu Kei langsung memperlihatkan pada Kira tentang rekaman yang ada di lintasan kereta api. Sepertinya mereka tadi cukup menyelesaikan kasus di bis itu saja.
"Karena kau jarang berada di kantor, makanya aku ingin meminta bantuan padamu malam ini." Osamu Kei sebenarnya merasa sungkan untuk meminta bantuan pada Kira, tapi ia terpaksa melakukan itu untuk segera menyelesaikan kasus yang terjadi. "Maafkan aku jika aku memaksamu untuk memperhatikan rekaman yang terjadi di lintasan kereta api." Tapi ia terlihat seperti sedang memohon pada kira untuk membantunya.
"Baiklah aku akan membantu kalian hari ini saja." Kira hanya bisa menghela nafasnya saja, apalagi ketika ia melihat keseriusan dari mata keduanya. "Baiklah, dengarkan dengan baik penjelasan dariku nantinya." Kira menekan tombol play pada keyboard tersebut.
"Kau memang sangat baik sekali kira. Aku janji, jika kami menyelesaikan kasus ini aku akan mentraktirmu." Osamu Kei sangat senang mendengarnya, hingga ia ingin memberi sesuatu pada Kira nantinya.
"Aku juga akan mentraktirmu nantinya." Tetsu Wakana juga senang mendengar ucapan Kira.
__ADS_1
"Terserah kalian saja." Kira sebenarnya tidak mengharapkan imbalan apapun, akan tetapi jika mereka yang berkata seperti itu ia tidak bisa menolaknya.
Cukup lama juga baginya untuk melihat bagaimana kecelakaan itu terjadi. Ia dapat melihat bagaimana keadaan mengenaskan itu terjadi begitu saja tanpa adanya seseorang yang dapat melihat atau mencegah kejadian itu.
"Apakah kalian bisa memperhatikan orang ini?." Kira tekan tombol pause pada video itu, ia menunjuk pada seseorang yang berdiri tidak jauh dari korban.
"Ya, aku melihatnya." Osamu Kei mencoba memfokuskan pandangannya pada apa yang ditunjuk oleh Kira.
"Dia yang telah melakukan kejahatan itu." Dengan matanya tentunya ia dapat melihat itu.
"Eh?. Bagaimana bisa?!." Osamu Kei dan Tetsu Wakana terkejut mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Kira.
"Kami tidak melihat dia melakukan apapun selain duduk di motornya. Beberapa menit kemudian tiba-tiba saja wanita itu melompat tepat ketika kereta api itu mendekati mereka." Osamu Kei sama sekali tidak melihat gerak-gerik mencurigakan yang dilakukan oleh pemuda itu.
"Ya, aku hanya melihat dia duduk manis saja di motornya. Bagaimana caranya dia melakukan itu?." Tetsu Wakana juga sangat heran dengan apa yang telah dikatakan oleh kira.
"Seperti yang telah aku perlihatkan sebelumnya. Pemuda itu menggunakan kekuatan gaib hasrat dorongan iblis, yang membuatnya melakukan itu dengan sangat mudahnya." Kira menjelaskan apa yang telah ia lihat pada saat itu.
Osamu Kei dan Tetsu Wakana terdiam sejenak, mereka mencoba memikirkan apa yang telah dikatakan oleh Kira.
"Hasrat dorongan manusia sebenarnya saat mengerikan, mereka telah menjual dirinya pada iblis yang telah mendorong mereka jauh lebih tenggelam ke dalam kegelapan. Hasrat dorongan yang telah membawa mereka ke dalam kegelapan yang sangat mengerikan." Kira dapat melihat itu dengan jelas dari video itu.
"Lalu apa yang harus kami lakukan?. Untuk membuktikan jika dia telah melakukan kejahatan itu?." Osamu Kei masih bingung dengan apa yang akan ia lakukan.
"Meskipun kita tidak bisa membuktikan secara fakta tentang kejahatan yang telah dilakukan oleh katagiri blue, aku yakin masih ada kejahatan lainnya yang dapat menjeratnya masuk ke ranah hukum." Kira tersenyum kecil menatap keduanya. "Kita adalah kepolisian yang memiliki jaringan yang sangat besar, sangat mudah untuk kita mengatasi masalah ini. Aku yakin senpai berdua mengerti dengan apa yang telah aku katakan." Kira mengedipkan matanya, meskipun dia bukanlah tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain, akan tetapi ia memahami bagaimana perasaan seseorang.
"Um." Osamu Kei dan Tetsu Wakana tentunya mengerti dengan apa yang telah dikatakan oleh kira.
"Terima kasih atas bantuan yang telah kau berikan pada kami." Osamu Kei merasa lega.
"Aku tidak akan melupakan janjiku untuk mentraktirmu kira." Tetsu Wakana juga memahaminya dengan sangat baik, serta semangat untuk melakukan rencana mereka.
Flashback off.
...***...
__ADS_1