MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 58


__ADS_3

...


Kira on.


Seperti yang aku katakan sebelumnya. Pada beberapa hari ke depan kita akan review ulang mengenai apa yang terjadi. Karena itulah Mohon pengertian dari pembaca tercinta. Mohon dukungannya selalu ya. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta sekalian.


Naman pada saat itu Sakurai senpai sangat khawatir dengan apa yang ia rasakan saat itu. Mungkin karena Pengarah mentalnya?. Apakah memang seperti itu?."


"Apa yang membuatmu gelisah sakurai?." Kira melirik ke arah Sakurai.


"Aku telah berhasil menangkap salah satu pelaku karena bantuanmu kira." Sakurai sama sekali tidak senang, dan tidak tenang?. "Ini sama saja bukan usahaku sendiri. Rasanya aku tidak berguna sama sekali." Lanjutnya lagi.


"Hum, jangan dramatis dalam keadaan seperti ini sakurai." Kira merasa aneh dengan ucapan Sakurai. "Kau harusnya menyadarinya sakurai. Jika kau saat ini memang tidak sendirian. Karena aku memang ingin menyelamatkan dirimu. Karena itulah jangan merasa sendirian." Kira hanya tersenyum kecil untuk menghibur Sakurai agar tidak berkecil hati.


"Huuffh." Sakurai menghela nafasnya dengan pelan. "Terima kasih, inu chan." Dengan wajah datar seperti itu ia mengucapkan terima kasih?.


Nah, kan?. Hatinya benar-benar sangat rapuh, tapi aku terus berusaha untuk membangkitkan apa yang ia rasakan pada saat itu. Aku hanya tidak ingin stress lagi sama seperti yang telah ia alami pada saat setelah ia mendapatkan kabar yang sangat tidak baik. Aku benar-benar harus menghibur dirinya.


"Bagaimana kalau kita berjalan-jalan sebentar sambil meregangkan otot-otot kita setelah berlari seharian?." Kira kembali menepuk pundak Sakurai.


"Baiklah. Tapi setelah itu aku ingin pulang, aku ingin istirahat. Supaya besok bisa melakukan interogasi dengan baik." Sakurai juga tidak ingin merusak mood Kira yang selalu berusaha untuk menjaga dirinya.


"Yeiy. Aku suka dengan yang itu." Kira terlihat semangat dengan apa yang dikatakan oleh Sakurai.


Hanya itu yang bisa aku lakukan untuknya. Aku tidak bisa berkata atau memberikannya harapan yang lebih dari itu. Tapi aku telah berjanji akan selalu melindunginya dari ancaman apapun termasuk dari wanita berbahaya itu.

__ADS_1


"Heh!. Aku tidak peduli!." Bantah wanita bertopeng itu dengan sangat kesalnya. "Tidak mungkin ada yang bisa menghentikan apa yang telah aku lakukan selama ini." Dengan percaya diri ia berkata seperti itu?.


"Nyonya benar. Saya sangat yakin, tidak ada yang berani menghadapi kekuatan nyonya." Ucapnya dengan senyuman lebar yang sangat menakutkan.


"Kalau begitu mari kita lakukan dengan baik." Wanita itu terlihat sangat bersemangat, hingga ia ingin menikmati pembunuhan lagi.


"Tentunya saja nyonya. Saya akan melakukannya dengan baik untuk nyonya." Pemuda itu tidak mau mengecewakan wanita yang telah mengajaknya masuk ke dalam kubangan hitam yang sangat parah.


"Kalau begitu mari kita cari target berikutnya. Karena aku sangat lapar." Wanita itu sangat tidak manusiawi sekali.


"Dengan senang hati saya akan melakukannya." Pemuda itu selalu menuruti apa saja, tidak membantah secara berlebihan atas yang terjadi?.


"Aku menunggunya dengan baik." Ia malah menyeringai lebar.


Pembaca tercinta bisa membaca sendiri, bagaimana dan apa saja yang akan dilakukan oleh wanita dan laki-laki itu yang tak lain adalah orang yang sama. Sungguh Sangat menyeramkan. Tapi bukan hanya masalah itu saja yang disebabkan oleh mereka. Termasuk masalah dari kedua anak buah Sakurai Senpai yang sama sekali tidak membantunya.


"Matanya cukup jeli juga, meski sedang mengejar korban tapi masih sempat mengamati sekitar." Batin Ryoma berusaha bersikap biasa saja, apalagi tatapan Kira yang tidak bersahabat.


"Mengerikan juga ni orang." Batin Naoki, ia ingin mengutuk Sakurai yang berkata seperti itu. Namun apa daya ia tidak bisa melawan ataupun membantah.


"Baiklah, aku dan Kira akan melakukan interogasi, dan tugas kalian kali ini mengawasi di luar." Sakurai memberikan tugas pada keduanya. "Aku harap kali ini kalian bisa diandalkan. Cukup berjaga di luar saja, jangan sampai ada yang masuk ke ruangan itu termasuk kalian berdua." Lanjutnya.


"Kami mengerti." Keduanya hanya menurut saja?.


"Apaan coba?. Hanya itu saja, aku kira ada perubahan?. Apa jangan-jangan mereka yakin karena apa yang dikatakan sakurai senpai?. Sangat cepat sekali pikiran mereka berubah, benar-benar tidak bisa diajak ke arah yang pasti." Dalam hati Kira kecewa dengan apa yang ia lihat tadi. "Kenapa mereka tidak boleh ikut ke dalam?." Kira mencoba menguji alasan kenapa Sakurai melarang mereka masuk ke dalam.

__ADS_1


"Hm?." Kira menatap balik mata Naoki, membuat Naoki terkejut dan memalingkan wajahnya karena kaget.


"Sial!." Keduanya berusaha menghindari tatapan Kira yang penuh curiga pada keduanya.


"Kira, ayo kita siapkan semuanya." Sakurai mengajak pergi Kira, sebab ada yang harus ia lakukan sebelum interogasi di mulai.


"Ryoukai (mengerti!)." Kira selalu mengikuti Sakurai kemanapun lelaki itu pergi. Karena itulah Kira dianggap anjing penjaga Sakurai di kalangan polisi meski mereka baru satu bulan belakangan ini bekerja bersama.


"Kalian berdua." Kira menatap keduanya sebelum ia memasuki ruangan itu. "Tidak ada pekerjaan yang sia-sia di dunia ini, kecuali yang kalian kerjakan hanyalah mengeluh karena kalian tidak mampu mengerjakannya." Ucap Kira sebelum meninggalkan Naoki dan Ryoma, ia tersenyum ramah menatap keduanya, kemudian melangkah pergi menyusul Sakurai yang telah melenggang duluan. Tidak ada tanggapan dari mereka, sebab mereka tidak bisa mencerna apa maksud perkataan Kira.


Pada saat aku salah menduga. Hasilnya sangat mencengangkan. Aku pikir dia akan menolaknya, atau memarahi mereka. Tapi malah berkata seperti itu?. Sangat baik sekali dia, sehingga Sangat mudah untuk disakiti.


"Hah?. Apaan coba?." Ryoma merasa jengkel dengan sikap Kira, juga senyuman Kira yang memuakkan.


"Wajar saja aku mengeluh jika aku bekerja di bawah ketua bodoh dan tidak berguna seperti Nakamoto Sakurai yang sudah gila itu." Keluh Naoki, meski ia akui perkataan Kira ada benarnya. Tapi siapa yang tidak mengeluh coba? Mereka hampir saja terseret dalam masalah besar selama bekerja dengan Sakurai Nakamoto.


Bahkan dia tidak menyadari jika kedua anak buahnya sama sekali tidak menyukainya. Itulah Kenapa membuat aku semakin kesal padanya. Apalagi ketakutan yang ia rasakan pada saat itu sangatlah luar biasa ketika menginterogasi seseorang.


"Sakurai senpai." Dalam hati Kira dapat merasakan hawa kemarahan yang dirasakan oleh Sakurai saat ini. "Apakah kau gugup karena kali ini kau benar-benar menangkap salah satu pelaku itu sakurai senpai?." Kira merasa cemas dengan keadaan Sakurai.


"Jadi dia?. Dia yang telah melakukan kejahatan itu?." Dalam hatinya mencoba untuk menenangkan dirinya agar terlihat normal. "Aku tidak boleh emosi terlalu cepat." Meskipun terasa sangat sulit, tapi ia harus mencobanya.


Apalagi disisi lain ada yang berkata seperti itu. Ingin rasanya aku membunuh orang itu dan mengatakan, orang gila mana yang kau sebutkan?. Tapi sayangnya aku hanya diam sambil menyimak saja. karena author yang tidak berwujud itu tidak menginginkan aku untuk ikut campur


"Bagaimana mungkin orang gila itu bisa mengatasi masalah?. Apakah dia ingin mencoba menghibur dirinya yang pernah gagal?." Ia mencoba untuk memikirkan ke arah sana. "Lagipula dia tidak akan bertahan lama, meskipun saat ini ia memiliki anjing penjaga baru bernama kira.

__ADS_1


Ya, seperti itulah. Simak terus ceritanya ya.


Kira off


__ADS_2