
...***...
Kira on.
Yho!
Pembaca tercinta. Ini masih mengulas cerita sebelumnya. Harap dimengerti, jangan bosan untuk membaca kisah. Bagaimana ulasannya?. Baca terus ceritanya.
Pada saat itu, Sakurai senpai terlihat sangat gugup. Dan aku dapat merasakan apa yang ia rasakan pada saat itu. Aku sangat merasakan bagaimana Pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan salah satu pelaku yang terlibat dalam kasus undangan berdarah yang telah memakan Puluhan nyawa yang tidak berdosa.
Pukh!!!
"Tenanglah sakurai." Kira tahu bahwa Sakurai masih gugup. "Karena ini adalah interogasi pertama, setelah sekian lama bersabar menunggu hari ini datang. Jadi aku harap kau lebih tenang dan jangan kaku begitu." Kira mengerti perasaan Sakurai saat ini.
"Aku telah mencobanya. Namun hatiku memanas kira. Kau yang mengetahui bagaimana aku pada saat itu bukan?." Ucapnya dengan perasaan bercampur aduk, ia tidak dapat menahan perasannya yang bergemuruh memenuhi rongga dadanya. "Aku tidak sabar lagi ingin mendengarkan pengakuan darinya, bahwa dia adalah salah satu pelaku yang terlibat dalam kasus undangan berdarah." Sakurai hampir prustasi.
"Tatap mataku sakurai." Kira memegang kedua pundak Sakurai, ia hanya ingin Sakurai tenang, tidak panik ataupun gelisah. "Dengarkan apa yang aku katakan." Kira memberi sugesti pada Sakurai.
Sakurai mencoba menatap mata Kira dengan lembut, entah mengapa ia merasakan ada kekuatan mengalir di dalam dirinya. Perlahan ia merasa tenang, tenang dan lebih tenang dari sebelumnya. "Tentunya aku memahami kau seperti apa. Karena itulah kau jangan sampai menyerah. Aku adalah orang yang akan mendukungmu. Orang yang akan menjadi tameng mu, hingga akhirnya kau mengetahui siapa dalang dibalik kejahatan keji itu." Kira sangat yakin atas apa yang ia ucapkan pada Nakamoto Sakurai. "Aku telah bersumpah akan menjadi anjingmu yang paling setia." Lanjutnya lagi.
__ADS_1
Aku sangat merasa simpati padanya berapa tahan tidak bertemu, kondisinya malah mengenaskan seperti itu?. Tapi aku sangat terkesan dengan kemarahan yang ia rasakan pada saat itu. Ketika Haruki Murakami berang merendahkan Pekerjaan yang ia lakukan.
"Aku memiliki banyak catatan kejahatan?. Seperti inikah kepolisian higashiyama?. Kalian hanyalah sekumpulan orang-orang yang tidak punya pekerjaan selain mencari-cari kesalahan orang lain?. Benar-benar pekerjaan yang tidak berguna sama sekali." Haruki Murakami malah mengejek tugas seorang kepolisian?. "Kenapa kalian sangat suka sekali mencampuri masalah pribadi orang lain hanya karena merasa itu adalah pekerjaan kalian?." Lanjutnya.
Ctakh!!!.
Sakurai dan Kira sangat jelas mendengarkan apa yang mereka dengar. "Orang ini benar-benar ingin aku kuliti sampai mati." Dalam hati Kira dan Sakurai merasa sangat marah.
"Dengar ya, penjahat busuk!." Sakurai tidak tahan lagi dengan apa yang ia dengar. "Jika saja orang seperti kau tidak lahir ke dunia ini, maka aku tidak perlu susah-susah masuk tes kepolisian hanya untuk menangkap pelaku busuk seperti kau!." Sakurai hampir saja menerjang Haruki Murakami, jika saja Kira tidak segera menahannya. "Jika kau merasa itu adalah privasi, maka kau sebaiknya duduk dengan tenang di rumahmu!." Bentak Sakurai dengan suara yang sangat keras.
"A-a-apa?!. Kau mau menggunakan kekerasan padaku?." Haruki Murakami sedikit takut dengan raut wajah Sakurai yang terlihat sangat menyeramkan.
Sakurai menggebrak meja itu dengan sangat keras, sehingga membuat Kira dan Haruki Murakami sedikit terkejut.
"Dengar ya penjahat bodoh!. Jika kau masih saja bermain-main dan tidak serius dalam interogasi ini. Akan aku bunuh kau!. Karena kau telah membunuh anak dan istriku!." Mata Sakurai seakan-akan memerah menyala. "Aku rela masuk penjara karena aku telah membunuhmu juga!." Ingin rasanya Sakurai mencongkel mata Haruki Murakami.
Deg!!!.
Kira saat itu merasakan gejolak yang dirasakan oleh Sakurai. Gejolak yang membuat darahnya terasa sangat panas. Sehingga saat itu juga ia mengaktifkan mata iblisnya. Kekakuan mata iblis yang dapat menembus apa saja yang bisa ia lihat dari mata seseorang.
__ADS_1
Ya, menurutku itu adalah hal yang sangat wajar jika seseorang marah. Jika kau melakukan kejahatan, maka kau akan ditegur. Apakah kau berpikir melakukan kesalahan atau kejahatan dengan sesuka hatimu?. Tentu saja itu tidak bisa. Dunia ini bukan hanya kau saja yang ingin hidup, bahkan hewanpun akan marah jika kau sakiti. Tapi untuk saat ini aku tidak akan membahas masalah itu. karena pada saat itu aku merasakan gejolak yang sangat luar biasa dari Sakurai senpai. Aku dapat merasakan bagaimana gejolak yang ia rasakan pada saat itu. Sungguh sangat luar biasa membara gejolak itu.
Kekuatan mata iblis yang aku miliki akan bekerja dengan baik, jika Sakurai mengeluarkan gejolak ingin membunuh seseorang. Dan saat ini aku menangkap gejolak itu darinya, karena itulah aku bisa menggunakan kekuatan mata iblisku dengan baik. Jadi kekuatan mata iblis ini tidak bisa aktif begitu saja. Jika tuannya tidak merasakan gejolak ingin membunuh itu. Selain itu ada keinginan serta hasrat yang ingin ia ketahui dari seseorang, sehingga aku bisa menggunakan kekuatan itu dengan maksimal. Meskipun nyawaku sebagai taruhannya. Jadi simak terus ceritanya, supaya lebih mengerti bagaimana caranya aku menggunakan kekuatan mata iblis ini.
Ya!. Mata iblis yang aku miliki merespon dengan sangat baik bagaimana gejolak itu. Rasanya aku dapat melihat semua yang telah disembunyikan oleh penjahat itu.
Sementara itu, Haruki Murakami juga dapat merasakan bagaimana panasnya ruangan itu. Saat ini dapat merasakan bagaimana dua mata iblis yang sedang menatap ke arahnya. "Kenapa aku merasa tidak nyaman sama sekali?. Sebenarnya apa yang tejadi?." Dalam hatinya sangat gelisah dengan apa yang terjadi.
"Aku ingin lihat, seberapa besar nyalinya saat berhadapan denganku." Kira menyeringai lebar, sambil membayangkan, hal aneh apa yang akan ia lakukan. "Aku yakin kau tidak akan bisa menghindarinya lagi, apalagi berani mempermainkan aku!." Lanjutnya.
"Heh!. Percuma saja. Aku tidak takut dengan ancaman yang kau berikan padaku." Haruki Murakami sama sekali tidak takut?. Apakah benar seperti itu?.
"Terserah kau saja mau berkata apa." Sakurai merasa sangat dongkol, meskipun ia tidak bisa melihat apa yang dilihat Kira, tapi setidaknya Kira mengatakan padanya, cukup rasakan kemarahan yang kau rasakan ketika kehilangan orang-orang yang kau cintai. Maka dengan mudahnya aku akan melihat apa yang telah ia lalui saat itu. "Aku telah merasakan kemarahan itu. Aku sangat membenci orang-orang yang telah berani merenggut orang yang sangat aku cintai." Dalam hati Sakurai merasakan kemarahan, kesedihan, serta kepedihan ketika kehilangan orang-orang yang sangat ia cintai.
Karena perasaan yang kami rasakan sama maka dengan sangat mudah kami melakukan itu. Simak terus ceritanya, temukan jawabannya ya.
Kira off.
...***...
__ADS_1