
...***...
Kira on.
Hai, apakah pembaca tercinta masih menikmati kisah ini dengan baik?. Bagaimana pendapatmu tentang kisah ini?. Berikan tanggapannya di kolom komentar. Setidaknya penulis yang tidak berwujud ini bisa mengetahui dimana letak kesalahannya. Terima kasih atas dukungannya ya pembaca tercinta. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti. Salam penuh cinta.
Kira off.
Menurut penglihatan Kira, Takahashi Mizuki harusnya berada di daerah ini. Mereka mendatangi kontrakan yang lumayan ramai, dan banyak anak-anak?.
"Bagaimana bisa seorang pembunuh sadis tinggal di kawasan seperti ini?." Sakurai memarkir mobilnya, mengamati lantai dua, dimana Takahashi Mizuki tinggal. "Rasanya sangat menakutkan tinggal di kawasan amekaze yang sekarang." Matanya mengamati sekitarnya.
"Ya, mau bagaimana lagi. Ini adalah amekaze, jadi tidak ada yang berani menyentuh mereka." Kira hanya tertawa kecil melihat wajah Sakurai yang sedang kesal.
"Hum, segera saja." Sakurai turun dari mobil, ia mengamati dengan seksama kontrakan bertingkat itu. Setelah itu ia bergerak, ingin segera menangkap Takahashi Mizuki. Tapi sepertinya kedatangannya menarik perhatian mereka yang berada di sekitar kontrakan itu.
"Sepertinya mereka memang tidak bersahabat sama sekali." Kira dapat merasakan hawa yang tidak menyenangkan sama sekali. Tatapan mata mereka yang menyelidiki kedatangan mereka untuk apa. "Berhati-hatilah Sakurai. Sepertinya mereka bukan orang biasa." Bisik Kira memperingatkan Sakurai.
"Hum." Sakurai hanya cuek saja. Ia terus berjalan hingga ia berada di depan pintu kontrakan yang diduga ada Takahashi Mizuki di dalamnya.
Tok!. Tok!. Tok!.
"Sumimasen. Takahashi san?. Apakah kau berada di dalam?." Sakurai masih bersikap ramah. "Jika kau berada di dalam maka dengarkan apa yang kami katakan." Lanjutnya.
Deg!!!.
Sedangkan Takahashi Mizuki yang berada di dalam sangat terkejut. Karena nyawanya dalam bahaya, jika saja mereka memutar kenop pintu kontrakannya. Ia baru saja terbangun karena terkejut mendengarkan seseorang mengetuk pintunya?.
"Sial!. Siapa yang datang di saat seperti ini?. Aku bisa mati terbunuh jika dia memutar kenop pintu itu." Keadaannya saat ini tidak sangat baik. Dalam keadaan terikat, mulutnya yang diselotip, sehingga ia tidak bisa berbicara ataupun bergerak dari sana. "Apa yang harus aku lakukan?. Wanita sialan itu benar-benar telah menipuku!. Aku tidak mau berkahir seperti ini!." Dalam kepanikan yang ia rasakan, ia mencoba untuk memikirkan cara melarikan diri dari sana. "Akan aku bunuh wanita laknat itu!." Ia bertekad akan membalas perbuatan wanita itu?. Apakah ia bisa melakukan itu?.
Sementara itu Sakurai yan dari tadi tidak sabar lagi. Karena tidak ada tanggapan dari dalam, hingga ia menggedor pintu dengan keras.
"Hoi!. Takahashi san!. Keluarlah!. Aku tahu kau berada di dalam!." Sakurai benar-benar emosi.
"Bukan saja pintunya, aku yakin dia ada di dalam." Kira juga tidak sabar karena tidak ada tanggapan dari Takahashi. "Tidak mungkin aku salah dalam menemukan lokasi." Dalam hatinya sedikit jengkel.
"Baiklah, aku akan membuka pintu ini dengan paksa." Sakurai memutar kenop pintu itu.
Dor!!!.
Terdengar suara tembakan yang sangat keras, membuat Sakurai dan Kita terkejut. Apakah yang terjadi sebenarnya?. Kenapa terdengar suara tembakan dari dalam?. Temukan jawabannya.
...***...
Sementara itu Naoki dan Ryoma saat ini sedang mengamati Sayaka. Karena itu adalah permintaan dari Kira yang sedikit mencurigai Sayaka akan terlibat dalam kerusuhan kasus Undangan Berdarah. Namun saat ini keduanya sedang santai di kantor. Meskipun banyak polisi lain yang bertugas di kantor, namun saat ini di ruangan mereka yang ada Naoki dan Ryoma saja. Lalu kemana Sayaka?. Katanya ia sedang melakukan sesuatu untuk memastikan sesuatu?. Terdengar sangat aneh dan tidak masuk akal.
"Tapi kenapa kira si anjing itu bisa mencurigai sayaka adalah mata-mata yang dikirim oleh seseorang untuk memantau pergerakan mereka?. Untuk apa dua orang gila itu ingin memantau sayaka?." Ryoma penasaran dengan apa yang sebenarnya dicurigai Kira pada Sayaka Akimoto.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti. Namun saat ini mereka semua tidak ada di kantor. Aku yakin mereka saat ini sedang melakukan hal bodoh lagi." Naoki sebenarnya tidak mau terlibat apapun, namun ia mendapatkan ancaman dari Kira. Karena itulah ia terpaksa melakukan itu.
"Ya, mungkin saja seperti itu. Sedangkan kita berdua di sini melakukan hal yang tidak berguna sama sekali." Ryoma merasa lelah dengan apa yang ia jalani sekarang. Apakah ia akan berhenti saja menjadi polisi?. Atau ia meminta tugas di tempat lain?.
Kembali ke hari itu.
Hari sebelum mereka berpisah, hari dimana sebelum mereka kembali ke kawasan Higashiyama. Saat itu Kira meminta keduanya untuk melakukan apa yang diminta oleh Kira.
"Aku ingin kalian memantau sayaka. Dia masih baru, aku yakin dia butuh bimbingan dari kalian." Itulah pesannya sebelum pergi.
"Jika kami tidak mau melakukannya?. Kau mau apa?." Ia bertanya pada Kira dengan santainya.
"Aku akan menendang kalian keluar dari sini. Dan bahkan tidak bisa hidup dengan aman." Itulah ancaman Kira pada mereka berdua.
Kembali hari ini.
"Sungguh sangat menyebalkan." Dalam hati Ryoma dan Naoki mengutuk Kira. Hidup mereka terasa sangat berat karena ancaman itu.
"Berani sekali anjing sialan itu mengancam kami. Lagipula, dia tidak berada di kantor." Naoki sangat kesal.
"Apakah kita pergi mencari keberadaannya dimana?. Rasanya itu bukan pekerjaan ku." Rengek Ryoma dengan malasnya.
"Baiklah, jika sampai besok dia belum kembali maka kita harus melakukannya." Naoki mencoba mempertimbangkan apa yang akan ia lakukan setelah ini.
Apakah mereka akan melakukannya?. Atau mengabaikannya?. Temukan jawabannya dalam kisah ini.
...***...
Deg!!!.
"Apakah itu tadi suara tembakan kira?!." Jantungnya berdebar kencang.
"Sepertinya begitu sakurai!." Kira seketika merasakan hawa yang tidak biasa.
Duakh!. Duakh!. Duakh!
"Hoi!. BUKA PINTUNYA!. JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU!." Sakurai menggedor kuat pintunya. Ia takut terjadi sesuatu pada Takahashi Mizuki di dalam kontraknya.
"Jebol saja pintunya!." Kira menggeser Sakurai ke samping, ia terjang pintu itu beberapa kali hingga pintu itu terbuka dengan paksa.
DUAKH!!!.
Kira mendobrak pintu itu dengan sangat kuatnya.
Deg!!!.
Mata keduanya terbelalak terkejut melihat kondisi Takahashi Mizuki saat ini. Sepertinya ini adalah kabar yang sangat buruk, sangat buruk dari yang mereka bayangkan.
__ADS_1
"Hoi!. Takahashi mizuki!." Sakurai mendekati Takahashi Mizuki yang sudah tidak sadarkan diri. "Bangun kau!. Kau tidak boleh mati sebelum kau menjawab pertanyaan dariku!." Sakurai berusaha untuk membangunkan Takahashi Mizuki. Ia tampar kuat Takahashi Mizuki agar lelaki itu bangun?. "Hoi!. Apakah kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan, hah?!. Kau tidak boleh mati sebelum aku mendengarkan pengakuanmu!." Amarahnya semakin membuncah karena Takahashi Mizuki tidak merespon sama sekali.
Sedangkan Kira melihat ada sebuah senapan yang ditempelkan di kenop pintu itu. Sehingga siapa saja yang membuka pintu itu akan melepaskan tembakan ke arah Takahashi Mizuki.
"Percuma saja sakurai. Kau hajar dengan sekuat tenaga pun dia tidak akan bangun!." Kira mendekatinya.
"Dia tidak boleh mati!. Apakah kau tidak lihat?!." Ia benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya.
Kira mendorong pelan Sakurai hingga bergeser ke samping beberapa langkah. "Serahkan padaku, biar kau lihat melalui tatapan matanya apa yang terjadi sebelum kita sampai di sini." Kira berdiri di hadapan Takahashi Mizuki, ia tatap mata itu dengan lebih fokus lagi.
Deg!!!.
Saat itu ada beberapa orang yang datang dengan wajah yang tidak bersahabat sama sekali.
"Hei!. Apa yang telah kalian lakukan padanya?."
"Apakah kalian yang telah membunuhnya?!."
"Mereka telah membunuhnya!."
Ketiga laki-laki itu terlihat marah, mereka menuduh Sakurai dan Kira telah membunuh Takahashi Mizuki. Tapi ketika mereka bertiga hendak menghajar Sakurai dan Kira, saat itu pula ada dua orang polisi yang datang. Sehingga keributan itu bisa dihindari, karena ketiga laki-laki itu sepertinya mengenali kedua polisi itu.
"Serahkan sisanya pada kami." Ia hanya tersenyum kecil menatap mereka semua.
"Bereskan mereka, karena mereka telah melakukan pembunuhan di wilayah kita ini." Tatapannya begitu tajam ke arah Sakurai dan Kira.
"Kalau begitu kalian kembalilah." Balasnya dengan santainya. "Biarkan kami yang melakukan pekerjaan ini. Kalian kembali ke tempat kalian." Ucapannya lagu.
"Terserah kalian saja." Setelah itu ketiga laki-laki itu keluar dari kontrakan Takahashi Mizuki.
"Sepertinya kalian ada urusan penting dengannya." Dengan santainya ia berkata seperti itu.
"Kalian ikut kami ke kantor polisi." Temannya yang satunya lagi masih memperlihatkan sikap baiknya.
"Boleh saja kami ikut, tapi bawa dia sekalian. Ada yang ingin aku pastikan lagi darinya." Kira melirik ke arah jasad Takahashi Mizuki. Ia tidak akan meninggalkan Takahashi Mizuki begitu saja.
"Terserah kalian saja. Namun yang pasti aku ingin meminta keterangan dari kalian berdua. Berikan kami penjelasan yang mungkin bisa membuat kalian lolos dari wilayah ini dengan aman." Ia menyeringai lebar, karena ia merasa berkuasa di wilayah itu.
"Kau-." Sakurai sakit hati mendengarkan apa yang dikatakan polisi yang ada di hadapannya ini.
"Tenanglah sakurai. Kau tidak usah terpancing amarah. Akan berbahaya jika mereka mencari celah untuk menahan kita di sini." Kira berbisik untuk menenangkan Sakurai agar tidak terpancing amarah mereka.
Sakurai dan Kira hanya pasrah saja ketika mereka dibawa dari kontrakan Takahashi Mizuki. Apakah mereka akan dituduh sebagai tersangka dalam masalah ini?. Entahlah, mereka tidak tahu sama sekali dengan kejadian yang menyeret mereka ke dalam kasus yang berbeda. Apakah mereka akan mendapatkan masalah dalam kasus itu?. Temukan jawabannya. Simak terus ceritanya.
Kira on.
Sepertinya ada seseorang yang telah bermain-main denganku. Dia telah mengetahui, jika kami akan segera ke sini. Sehingga ia membuat drama ini di kawasan amekaze. Sepertinya ini memang sangat rapi, sehingga kami masuk ke dalam jebakan yang telah ia buat. Tapi tunggu saja, sampai sejauh mana ia akan terus melakukan itu?. Akan aku lihat siapa dia yang sebenarnya. Sangat gelisah sekali apa yang ia kerjakan.
__ADS_1
Kira off.
...***...