
...***...
Kira on.
Aku adalah orang yang sangat serius jika melakukan sesuatu. Jadi jangan ragu jika kau menginginkan informasi yang sangat penting. Jika kau ingin apapun tentang sesuatu, atau tentang seseorang yang ingin kau ketahui maka tanyakan saja padaku. Akan aku perlihatkan apa saja yang ingin kau ketahui tentang apa saja. Mata iblis ini adalah mata yang dapat melihat apa saja selagi itu terhubung dengan apa yang ingin kau lihat. Entah itu kejadian masa lalu ataupun masa depan, aku bisa melihatnya dengan sangat jelas sekali. Aku adalah Akuma Rinku, iblis penghubung dua dunia yang dapat mengetahui apa saja.
Kira off.
Di kantor kepolisian kota Higashiyama.
Saat ini mereka sedang menginterogasi Yamamoto Shohei, salah satu korban yang mungkin selamat dari maut Akazuki Daiji. Saat ini ia ditahan karena informasi yang didapatkan dari Inuzuka Kira.
"Dari mana kau mendapatkan informasi itu?. Kenapa kau bisa mengetahui segala hal tentangku?. Apakah kau telah diam-diam menyelidiki tentang aku?." Yamamoto Shohei sangat meragukan apa yang dikatakan Kira?. Namun ia sangat terkejut karena mereka mengetahui tentang dirinya?.
"Kau tidak perlu mengetahui dimana aku mendapatkan itu semua." Kira tersenyum kecil, dan ia masih terlihat sangat santai. "Kau akui saja kejahatan yang telah kau lakukan. Harusnya kau berterima kasih padaku. Karena aku yang telah menghalangi akazuki daiji untuk membunuhmu." Lanjut Kira dengan senyuman lebar. Saat ini ia sedang melihat apa saja yang ada di mata Yamamoto Shohei.
"Hum?. Aku tidak berbohong padamu, kan?." Satoru Iwata tersenyum penuh dengan kemenangan saat Yamamoto Shohei melihat ke arahnya.
"Kau mau tahu siapa yang telah meminta Akazuki daiji untuk membunuhmu?." Kira kali ini yang bertanya. Setidaknya ada empat orang orang yang berada di ruangan itu untuk interogasi.
"Dia." Tanpa ragu Kira menunjuk ke arah Kirihata Nozomi. "Dia yang telah kau tipu dengan sangat kejam." Kira juga merasakan amarah yang diperlihatkan oleh Kirihata Nozomi ketika ia menyebutkan namanya.
"Kau?!. Beraninya kau meminta akazuki daiji membunuhku!." Yamamoto Shohei hampir saja menyerang Kirihata Nozomi, namun berhasil ditahan oleh Satoru Iwata.
"Kau sebaiknya jangan memperlihatkan kekuasaan mu padaku." Satoru Iwata memberikan peringatan pada Yamamoto Shohei.
"Apakah kau tahu?. Kadang ada polisi yang kejam loh?." Kira menatap tajam ke arah Yamamoto Shohei seakan-akan memberikan gambaran padanya. "Seperti yang ingin dilakukan akazuki daiji yang ingin membunuhmu dengan cara menggantung mayat mu di depan rumahmu yang super mewah itu. Supaya semua orang mengetahui jika kau adalah seorang penipu busuk yang telah bermain-main dengan orang yang salah." Kira benar-benar memberikan gambaran itu melalui penglihatan Yamamoto Shohei. Membuat laki-laki itu sangat ketakutan. Sedangkan Satoru Iwata dan Kirihata Nozomi yang melihat itu sama sekali tidak percaya melihat itu. Wajah pucat pasi Yamamoto Shohei ketika melihat gambaran tentang dirinya yang dibunuh dengan cara yang mengerikan seperti itu. Gambaran itu ia dapatkan ketika bertarung dengan Akazuki Daiji saat itu.
__ADS_1
"Sebaiknya kau perbaiki diri." Kira menepuk pundak Yamamoto Shohei, supaya ia menghilangkan gambaran itu. "Kau masih hidup hari ini adalah sebuah keajaiban yang patut kau syukuri. Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang tidak bisa didapatkan oleh orang lain. Jadi kau harusnya sadar diri." Lanjut Kira seakan-akan memberikan nasihat yang sangat penting.
Yamamoto Shohei tidak berkata apa-apa selain mengingat bagaimana kematian yang ia terima jika memang ia adalah target dari Akazuki Daiji.
"Tahan dia, atas tuduhan kasus penipuan." Dari luar Hitoshi Tetsuya yang menyaksikan itu memberi perintah pada Satoru Iwata.
"Baik ketua." Satoru Iwata dengan senang hati melakukan itu. Ia membawa Yamamoto Shohei dari ruangan itu. Setelah itu giliran Atsushi Ichirou yang masuk, karena ia yang bertanggung jawab menjemput Kirihata Nozomi.
"Dan kau. Katakan padaku dengan jelas, bagaimana kau bisa menemui akazuki daiji di hutan kabut merah." Kira melanjutkan interogasi yang ia lakukan.
"Katakan saja. Harta yang kami sita dari yamamoto shohei akan aku berikan padamu sebanyak yang dia tipu." Atsushi Ichirou mencoba negosiasi. "Tapi sebagai gantinya kau ceritakan semuanya pada kami bagaimana kau datang ke sana." Ya, dia benar-benar menyogok Kirihata Nozomi agar berkata jujur padanya.
"Um. Baiklah." Sepertinya Kirihata Nozomi benar-benar terpancing akan sogokan itu.
Bagiamana kelanjutannya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Akazuki Daiji sedang mengamati tangannya yang sedang diperban. Tangannya yang sangat ia banggakan untuk membunuh orang-orang tanpa pikir panjang. Tangan yang ia gunakan untuk menghabisi nyawa seseorang dengan mudahnya.
"Obat ini cukup manjur juga?. Tapi malam ini aku masih belum bisa beraksi." Suasana hatinya sangat senang karena ia tidak lagi merasakan sakit. "Aku harus memikirkan cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini." Pikirannya yang liar itu sedang memikirkan hal gila apa yang akan ia lakukan nantinya. "Polisi kurang ajar itu ternyata tidak bisa dianggap Entang. Tapi aku tidak akan kalah begitu saja padanya." Namun disaat yang bersamaan ia merasa sakit hati pada polisi yang telah membuat ia terluka seperti itu. Ia tidak akan lupa dengan kejadian pada saat itu. "Apakah dia akan menungguku lagi sebelum aku memulia aksi ku?." Ia mencoba menebaknya. Ia mencoba duduk dengan tenang di kursi yang ada di ruangan kecil itu. "Aku benar-benar harus mengasah pisau ku hingga tajam. Berani sekali dia mengatakan jika pisau ku ini tidak tajam?." Matanya melihat ke arah pisau merah yang sangat ia cintai, dan yang paling ia banggakan saat membunuh orang lain. "Akan aku bunuh dia. Akan aku tikam jantungnya hingga ia tidak bisa bernafas lagi." Imajinasinya semakin liar dan gila membayangkan bagaimana caranya ia membunuh polisi itu. "Aku adalah iblis yang paling tinggi diantara lainnya. Tidak akan aku biakan dia menghina harga diriku hanya karena dia bisa melukai tanganku." Ya, itulah dirinya yang tidak mau kalah dari apapun itu. "Akan kita lihat siapa yang akan menang pada akhirnya." Ia menyeringai lebar sambil membayangkan pertarungan mereka nantinya. "Tunggu saja hingga akhirnya itu tiba." Setelah itu ia ambil pisaunya, ia perhatikan dengan baik.
Apakah yang akan ia lakukan setelah itu?. Simak terus ceritanya.
...***...
Kantor kepolisian kota Higashiyama.
__ADS_1
Mereka telah selesai melakukan interogasi pada Kirihata Nozomi. Saat ini mereka sedang berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan setelah itu.
"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah kita mendapatkan informasi cara masuk ke dalam hutan itu?." Satoru Iwata sangat penasaran.
"Tidak, hutan itu sangat berbahaya. Jika kita masuk ke dalam sana maka kita akan terbunuh dengan sia-sia." Kira tidak akan membiarkan teman-temannya masuk ke dalam hutan yang berbahaya itu.
"Terbunuh dengan sia-sia?." Hitoshi Tetsuya sangat terkejut mendengarnya. "Apa maksudnya itu?." Ia sangat tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Kira.
"Karena yang akan selamat keluar dari sana hanya mereka yang meminta bantuan pada akazuki daiji saja." Jawab Kira sambil mengingat apa saja yang ia lihat dari mata Kirihata Nozomi. "Mereka di sana bukankah orang sembarangan. Mereka adalah iblis pemilik kekuatan yang berbeda-beda. Kita akan mati mengenaskan jika kita memaksa masuk ke dalam hutan itu." Itulah yang ia lihat dari mata itu.
"Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan." Koji Isao terlihat pusing memikirkan apa yang telah dikatakan Kira.
"Apakah kau bisa mengatakan padaku dengan bahasa yang lebih mudah lagi?. Aku kurang paham." Atsushi Ichirou pun bahkan tidak bisa mencerna apa yang dikatakan Kira pada mereka.
"Sederhana saja. Mereka semua itu mantan narapidana yang memiliki banyak pengalaman melarikan diri, serta mempertahankan wilayah mereka. Sehingga mereka memasang banyak ranjau yang mematikan jika merasa terancam, sehingga itu akan membunuh kita sebelum kita sampai di markas mereka yang sesungguhnya." Kira menjelaskan pada mereka semua dengan agak bingung.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?." Satoru Iwata kali ini yang bertanya.
"Satu-satunya cara adalah menghentikan akazuki daiji dengan cara apapun. Hanya akazuki daiji kunci dari semuanya." Kira terlihat sangat berambisi, sehingga ia menampilkan senyuman yang sangat mengerikan.
"Masalahnya adalah, bagaimana caranya kita mengatasi akazuki daiji." Hitoshi Tetsuya yang menyimak sedikit memahami apa yang dikatakan Kira, hingga ia bertanya bagaimana caranya mengatasi Akazuki Daiji si iblis yang memiliki hasrat membunuh paling gila di dunia.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka berhasil menghentikan Akazuki Daiji untuk selamanya?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta.
Next.
...***...
__ADS_1