MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 137


__ADS_3

...***...


Kira on.


Banyak hal yang kadang tidak bisa kita tebak di dunia ini, tapi apa kita boleh berharap pada suatu kejadian yang membuat kita merasa untung?. Kegelapan yang ada di dalam hati manusia memang sangat mengerikan, takdir telah mempermainkan seseorang, takdir yang membuat seseorang merasa hidupnya serba kekurangan.


Kira off.


Di kantor kepolisian kota Higashiyama.


Telah menyelesaikan pekerjaan mereka memutuskan untuk menuju rumah Kichiro Seira.


"Jadi?. Kita telah setuju untuk memastikan bahwa kita akan ke rumahnya?." Tetsu Wakana memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu.


"Rasanya aku mendapatkan firasat yang sangat buruk mengenai itu." Masahiko Katsu dapat merasakan hal yang mengerikan.


Mereka semua hanya tertawa kecil mendengarkan apa yang dikatakan oleh Masahiko Katsu.


"Kau jangan berpikiran buruk dulu, katsu-san." Madoka Yuna Kichiro Seira.


Akan tetapi pada saat itu ketika mereka hendak meninggalkan halaman kantor. Mata mereka menangkap sosok Kichiro Seira yang sedang bersama seseorang.


"Kichiro-san?." Amaya Hanako hendak mendekati Kichiro Seira, akan tetapi pada saat itu tangannya ditahan oleh Kira. "Eh?." Tentunya ia terkejut atas apa yang dilakukan oleh Kira.


"Yo?." Kira dengan santainya menyapa Kichiro Seira. "Sepertinya kau memiliki kegelapan yang sangat tidak biasa. Apakah telah terjadi sesuatu padamu?." Kira dapat lihat gumpalan kegelapan yang menyelimuti tubuh Kichiro Seira pada saat itu. "Ho?. Ternyata kau telah jatuh ke dalam lubang kegelapan. Sangat disayangkan sekali, seorang polisi profesional seperti kau telah melahirkan benih iblis hasrat dorongan." Kira menangkap semua melalui mata iblisnya.


"Eh?." Mereka semua sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira.


"Apa yang kau maksudkan kira?." Masahiko Katsu tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Kira.


"Bisakah kau jelaskan pada kami, atas apa yang telah kau lihat itu kira?." Osamu Kei merasakan firasat yang sangat tidak enak sama sekali mengenai itu.

__ADS_1


"Apa yang kau lihat darinya kira chan?." Madoka Yuna ingin memastikan sendiri atas apa yang dikatakan Kira.


...***...


Sementara itu, di sebuah tempat.


Seorang pemuda yang memiliki kekuatan iblis sedang menatap ke bawah. Saat ini ia sedang berada di atas bangunan yang paling tinggi, matanya menatap lebar banyak orang yang berjalan di bawahnya, ia merasa paling tinggi dari yang lainnya. "Untuk saat ini aku akan bersantai sejenak sebelum aku bertemu dengan makhluk kegelapan itu." Ia malah menyeringai lebar membayangkan pertemuan mereka nantinya. "Tapi orang-orang di bawah sana terlihat sangat enak untuk dijadikan bahan percobaan kekuatan baruku." Dalam hatinya merasakan gejolak hasrat dorongan yang sangat luar biasa. "Baiklah kalau begitu aku akan mencoba menahan diriku." Mungkin saat itu ia berkata pada dirinya yang lainnya untuk menahan dirinya. Sungguh pemuda yang sangat mengerikan, pemuda yang memiliki kekuatan iblis yang sangat tidak baik.


...***...


Di kediaman Inuzuka Kira.


Dokter Ran baru saja selesai menemani Ruka mandi. Ia sangat senang karena Ruka merasa lebih nyaman bersamanya.


"Bagaimana?." Ruka dengan sangat polosnya bertanya seperti itu.


"Ruka chan terlihat sangat manis sekali dengan pakaian yang seperti ini." Dengan senyuman yang manisnya berkata seperti itu untuk memuji betapa manisnya penampilan Ruka pada saat itu.


"Eh?. Benarkah?." Ruka merasa sangat berdebar-debar ketika mendengarkan ucapan itu. "Apakah itu benar?." Sekali lagi ia bertanya untuk memastikan apakah yang dia dengar itu benar atau tidak.


...***...


Kembali ke halaman kantor kepolisian kota Higashiyama.


"Dia ini." Dalam hati Kira telah memastikan itu semua. Kira telah memastikan sendiri bagaimana penampilan Kichiro Seira yang tidak bisa dilihat oleh Masahiko Katsu cs.


Duakh!.


"Kegh!."


Wanita yang datang bersama Kichiro Seira meringis sakit. Karena pundaknya dipukul keras oleh Kichiro Seira hingga ambruk pingsan.

__ADS_1


Deg!.


Mereka semua sangat terkejut melihat itu. Mereka tidak menduga jika Kichiro Seira tela menggunakan kekerasan pada seseorang.


"Kenapa kau melakukan itu bedebah!." Masahiko Katsu benar-benar tidak tahan melihat itu.


"Dia adalah seorang penjahat yang telah mendorong korban di kereta api. Dia salah satu pelaku diantara banyak pelaku lainnya yang berhasil aku tangkap." Dengan seandainya ia berkata seperti itu.


"Jadi kau telah mengetahui siapa yang telah melakukan itu?." Amaya Hanako dari tadi hanya diam saja tentunya terkejut mendengar itu.


"Aku melihatnya." Kichiro Seira tersenyum kecil menatap temannya itu. "Aku telah mengetahui siapa pelakunya." Senymannya kali ini terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya. "Jika kau ingin bekerja sama dengan anjing itu, kau boleh melakukannya. Aku tidak akan memaksamu untuk terus bekerja sama denganku." Saat itu matanya menangkap apa yang sedang dirasakan oleh Amaya Hanako.


Deg!.


Amaya Hanako sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kichiro Seira. Ia tidak menduga jika Kichiro Seira dapat membaca pikirannya.


"Kau ini memang wanita yang paling aku benci di dunia ini." Madoka Yuna menahan emosinya. "Dari dulu kau adalah orang yang paling kubenci di dunia ini." Lanjutnya.


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan." Kichiro Seira tidak terganggu sama sekali dengan ucapan itu. "Bahkan jika kau berniat untuk membunuhku saat ini pun, aku tidak takut sama sekali padamu." Ia menyeringai dengan lebarnya.


"Kegh!." Madoka Yuna sangat geram mendengar itu.


"Apakah kau bisa melakukan sesuatu padanya kira?." Tetsu Wakana menepuk pundak Kira.


Kira melirik ke arah seniornya, ia dapat menangkap harapan yang sangat besar dari mata seniornya itu. "Dia yang telah memilih untuk tenggelam ke dalam kegelapan. Karena ia merasa frustasi dengan apa yang telah aku lakukan." Kira memang tidak dapat memastikan apakah ia dapat melakukan itu atau tidak.


"Kalau begitu aku yang akan menghentikannya." Masahiko Katsu melangkah maju. Meskipun ia tidak yakin dengan apa yang akan ia lakukan, setidaknya ia harus mencobanya.


"Kau yakin bisa menghentikan aku?. Katsu kun?." Kichiro Seira menyerang lebar melihat sikap yang ditunjukkan oleh Kichiro Seira. "Kau jangan berlaga sombong seperti itu di hadapanku. Nantinya kau akan menyesal atas apa yang telah kau lakukan padaku selama ini." Suasana hatinya pada saat itu benar-benar sangat membara.


"Heh!." Masahiko Katsu mendengus kesal. "Dari dulu aku memang tidak menyukaimu. Karena itulah aku harus menghentikan mu." Masahiko Katsu mencoba untuk menguatkan hatinya. "Walaupun kau dalam wujud iblis sekalipun, akan aku tunjukkan kekuatan hati yang bersih seorang polisi itu seperti apa." Masahiko Katsu menguatkan hati dan pikirannya untuk melakukan hal yang ia anggap itu adalah sebuah kebenaran. Bagaimana lanjutan kisah itu?. Simak terus ceritanya ya.

__ADS_1


Next halaman.


...***...


__ADS_2