
...***...
Kira on
Karena persiapannya telah selesai, aku akan ke sana bersama sakurai senpai. Aku tidak sabar ingin melihat apa yang terjadi di sana. Apa yang terekam di sana. Aku sangat penasaran sekali. Tapi apa yang terekam di sana?. Akan aku lihat semuanya saat aku sampai di sana. Apakah yang akan aku lakukan nantinya?. Selain itu aku juga bisa melihat mereka semua yang telah menunggu kami di sana. Mataku dapat menangkap siapa saja yang ada di sana. Apakah kalian terkejut dengan kemampuan yang aku miliki?. Itu adalah kekuatan dari Mata iblis yang aku miliki. Jadi wajar saja aku dapat melihatnya. Itu karena aku adalah polisi hebat kira (Killer). Heh!. Siapa yang bisa melakukan itu selain diriku?. Tentu saja tidak ada.
Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Terima kasih atas dukungannya, semoga saja cerita ini sampai pada Nakayama Masei (中山麻聖) . Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta.
Kira off.
Saat ini Kira dan Sakurai hampir mendekati kediaman Kozara Uehara. Kira meminta Sakurai menghentikan mobilnya. Karena ada sesuatu yang ingin ia lihat dari kejauhan pada saat itu.
"Apakah bisa berhenti sebentar sakurai?." Kira hanya ingin melihat apa yang telah digambarkan dalam pikirannya saat ini. Sakurai menghentikan laju mobilnya. "Sepertinya ada hal yang sangat menarik di depan sana terjadi tanpa aku duga sebelumnya." Kira terlihat menyeringai sangat lebar.
"Memangnya kau bisa melihat apa di depan sana kira?. Sehingga kau menghentikan mobil ini?." Sakurai begitu penasaran dengan apa yang ingin direncanakan Kira. "Apakah ada hal menarik yang membuatmu menghentikan perjalanan ini?." Sakurai tidak mengerti kenapa Kira menyuruhnya berhenti.
Kira mengaktifkan mata iblis nya. Mata yang bisa melihat apa saja. Tapi sepertinya mata itu terhubung dengan baik apa yang dilihat oleh Sakurai, sehingga ia bisa melihat apa yang ada di depan matanya dengan jelas. Tentunya itu membuat Sakurai mempercayai kekuatan Kira yang sangat hebat.
Deg!!!.
Sakurai sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini. Sangat jelas ia melihat siapa saja yang berada di sana. "Kira, kau menyadari jika mereka melakukan ini untuk menangkap kira berdua?." Sakurai hanya ingin memastikannya. "Kau mengetahuinya, kan?. Jika mereka memang telah menunggu kita di sana?." Percaya atau tidak, namun ia telah membuktikannya sendiri kebenaran tentang itu.
"Bisa saja dibilang seperti itu. Tapi aku tidak menyangka akan melihat mereka sebanyak itu untuk menyambut kedatangan kita sakurai." Kira malah menyeringai lebar melihat sebanyak apa mereka yang kini berada di depannya.
"Heh!. Kau sangat curang sekali kira!." Sakurai bahkan sampai menyeringai lebar melihat itu. "Kau memperlihatkan hal yang sangat tidak biasa padaku. Kau memang seorang iblis yang bisa melakukan apa saja." Sakurai tidak pernah merasakan perasaan seperti itu sebelumnya.
"Apa yang akan kau lakukan sakurai, setelah kau melihat itu semua apa kau akan mundur dari sini?." Kira memancing emosi yang dirasakan oleh Sakurai saat ini. "Berikan aku jawaban yang sangat memuaskan sakurai." Senyumannya terlihat sangat mengerikan.
"Heh!. Selangkah lagi kita akan sampai kira. Kau pikir aku akan mundur begitu saja setelah mengetahui semuanya?. Jangan buat aku mundur begitu saja." Sakurai tidak akan mundur begitu saja. "Kau pikir aku akan takut hanya karena apa yang akan mereka lakukan padaku?!." Ia sangat kesal mendengarkan perkataan Kira. "Heh!. Jangan buat aku tertawa gila dengan sikap pengecut seperti itu!." Saking kesalnya ia berkata sambil mendengus marah.
"Baiklah, jika memang itu keputusan yang telah kau buat. Aku akan melakukan sesuatu untuk bisa masuk ke sana dengan akan." Matanya menangkap dua orang yang ingin ia lihat. "Kita memiliki dua orang yang bisa kita andalkan untuk masuk dengan mudah." Kira menunjuk ke arah ruangan dimana Kozara Uehara terbunuh.
"Sepertinya mereka memang sangat membantu kita sakurai." Kira sangat senang melihat keduanya yang kini sedang menjaga ruangan itu dengan baik.
"Wah!. Kau memang hebat kira. Aku sangat terkesan sekali dengan apa yang telah kau persiapkan selama ini. Suatu hari nanti aku akan mengucapakan terima kasih dengan benar padamu." Sakurai merasa sangat beruntung, karena Kira sangat membantunya. Ia tidak menduga, jika selama ini ia memiliki seseorang yang benar-benar dapat membantu dirinya. "Bahkan aku bisa melihat dimana naoki, juga ryoma berada. Sungguh mata yang sangat luas biasa yang pernah aku lihat." Dalam hati Sakurai mengagumi apa yang dilakukan Kira.
"Kalau begitu mari kita masuk, tidak perlu membuang-buang waktu lagi. Jangan sampai mereka menyadari kedatangan kita." Kira hanya bisa melakukannya dalam beberapa detik saja sebelum mereka melihat apa yang ia lakukan supaya mereka semua tidak menyadari kedatangannya juga Sakurai. "Jika kita ketahuan sebelum masuk, maka rencana yang aku buat akan sia-sia, begitu juga dengan bantuan yang diberikan naoki dan ryoma akan sia-sia. Jangan sampai daisuke watanabe melihat kita melewatinya." Lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Kalau begitu lakukan dengan cepat." Sakurai tentunya tidak mau itu terjadi padanya. Karena itulah ia meminta Kira segera melakukan itu.
Kira menepuk pundak Sakurai, setelah itu mereka seperti menghilang dari sana. Sakurai merasa seperti berjalan di atas angin, sehingga ia tidak dapat merasakan jejaknya barang setapak pun. Meskipun ia melihat mereka semua masih melakukan pengintaian. Tapi kenapa mereka tidak menyadari keberadaannya sama sekali. Apakah Kira benar-benar telah menggunakan kekuatannya untuk segera masuk ke dalam?. Entahlah, namun yang pasti, saat ini ia telah berada di dalam ruangan itu.
"Kerja yang bagus, naoki, ryoma." Kira melihat Naoki dan Ryoma masih berada di ruangan itu.
"He?!." Keduanya sangat terkejut dengan kedatangan Kira dan Sakurai yang sama sekali tidak mereka sadari. "Kira?. Sakurai san?." Naoki dan Ryoma sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini. Mereka berdua tidak menyangka jika Sakurai dan Kira telah sampai di ruangan ini?.
"Kapan kalian sampai di sini?. Kenapa lama sekali datang ke sini?." Naoki terlihat sangat khawatir. "Kenapa kalian tidak memberi kabar pada kami!." Dalam kepanikan itu ada beberapa pertanyaan yang ia lontarkan pada saat itu.
"Benar itu, kau sangat lama sekali kira. Aku hampir saja kabur dari ruangan ini karena tidak tahan lagi." Ryoma benar-benar merasa khawatir dengan apa yang akan mereka lakukan akan diketahui oleh mereka semua. "Kau benar-benar menyebalkan!." Teriak Ryoma penuh dengan amarah yang membara.
Keduanya menahan perasaan gugup, sangat takut ketahuan oleh Daisuke Watanabe, karena itulah mereka selalu waspada. Tapi saat itu keduanya datang entah dari mana.
"Maaf, ada yang harus aku pastikan tadi. Jadi kami agak lama datangnya." Kira hanya tertawa kecil. "Tapi setidaknya kalian sangat membantu sekali. Terima kasih ya naoki, ryoma." Kira sangat senang atas bantuan dari keduanya
"Hehehe!. Rasanya aku jadi malu karena kau berkata kira." Ryoma malah tersipu malu saat Kira mengucapkan terima kasih padanya.
"Ya, ya, ya, kau harus membayarnya nanti. Aku melakukan ini semua karena kasihan padamu saja kira. Ahahaha!." Begitu juga dengan Naoki yang tidak pernah melihat raut wajah Kira seperti itu sebelumnya.
"Kalau begitu jelaskan pada kami kenapa kau menyuruh kami melakukan itu?." Ryoma masih penasaran.
"Benar tuh!. Jelaskan pada kami!." Desak Naoki dengan perasaan takut. Namun ketika Kira hendak menjelaskan pada mereka, Sakurai?.
"Ekhem!." Sakurai sedikit memberi kode pada mereka, sehingga mereka terdiam dan memperhatikan dirinya.
"Eh?!." Mereka semua sangat terkejut melihat ekspresi Sakurai yang sangat menakutkan. Hawa yang ditunjukkan Sakurai pada saat itu sangat menakutkan dari yang sebelumnya.
"Nanti saja ceritanya. Karena masih ada yang harus kita lakukan." Sepertinya Sakurai saat ini tidak mau membuang banyak waktu. "Kira, cepat lakukan apa yang harus kau lakukan!." Sakurai menatap tajam ke arah Akira.
Glugh!!!.
Bahkan Kira sendiri sangat takut melihat gejolak yang sedang ia rasakan pada saat itu. "Sungguh hawa yang sangat mengerikan dari yang sebelumnya." Dalam hati Kira merasa lebih bersemangat, namun ada perasaan takut disaat yang bersamaan.
"Sepertinya sakurai san terlihat sangat berbeda hari ini." Dalam hati Naoki memperhatikan sorot mata Sakurai yang berbeda. "Apakah karena ia difitnah karena telah melakukan hal yang tidak mungkin ia lakukan?." Naoki dapat merasakan itu. Susana yang sangat berbeda yang ia rasakan.
"Sakurai san. Kau telah melalui banyak masalah yang berat. Hari ini kau terlihat sangat menyeramkan." Dalam hati Ryoma berkata seperti itu. Ia dapat merasakan ada perubahan dari Sakurai saat ini.
__ADS_1
"Ryoukai!. Sakurai sama. Dengan senang hati akan hamba lakukan." Kira tersenyum kecil, entah kenapa ia merasa lebih bersemangat dari yang sebelumnya. "Dan kalian berdua, aku mohon kerjasamanya ya?." Lanjutnya lagi sambil melirik ke arah Naoki dan Ryoma.
"Kami dari tadi siap melakukannya." Naoki juga penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan.
"Katakan saja instruksinya, kami akan melakukannya." Ryoma hanya pasrah saja. Tidak mau bertanya apapun lagi mengenai perasaan penasarannya.
"Kalian berdua bersiap saja di lampu sorot, jika mereka semua masuk ke ruangan ini." Kira mengedipkan matanya sebagai tanda meminta bantuan pad mereka.
"Haik!. Siap laksanakan." Naoki dan Ryoma segera menuju posisi masing-masing. Meskipun mereka tidak mengerti apa yang akan dilakukan Kira dan Sakurai, maka nanti mereka akan melihatnya dari pada banyak bertanya sekarang.
"Setelah ini aku akan melihat apa saja yang telah direkam di ruangan ini. Akan aku lihat semuanya." Kira menyeringai lebar dengan mata yang terlihat memerah menyala. "Nah, kita mulai saja." Dengan mata iblisnya, ia mulai melakukannya dengan sangat baik.
"Melihat apa yang telah direkam di ruangan ini?. Maksudnya cctv kah?. Tapi bagaimana mungkin dia bisa melihat rekaman cctv dari ruangan ini?." Dalam hati Naoki dan Ryoma tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kira. Tapi apa yang dilakukan Kira hanyalah menyentuh beberapa tempat, dan Sakurai juga melihat kemana arah yang dilihat oleh Kira. Rasanya sangat aneh dan tidak masuk akal apa yang mereka lakukan saat ini.
Sementara itu yang dilihat oleh Kira dan Sakurai. Kira yang kini telah sengaja memperlihatkan kekuatannya pada Sakurai, berbagi penglihatan pada Sakurai agar ia tidak susah-susah lagi menjelaskan apa yang terjadi pada Sakurai.
"Sepertinya wanita dan pengikutnya itu masuk ke ruangan ini, untuk mempersiapkan semua drama itu. Tapi kozara uehara sama sekali tidak menyadarinya, bahwa ia telah dijebak oleh mereka." Kira memperhatikan itu dengan baik, begitu juga dengan Sakurai.
"Mereka sengaja memasang cctv di sini supaya merekam semua yang terjadi di sini. Merekam aktor yang mereka hias menyerupai wajah kita, serta membunuh kozara. Sungguh rendahan sekali, berani-beraninya dia menyewa aktor tidak berguna untuk melakukan kejahatan." Sakurai sangat geram dengan apa yang ia lihat saat ini. Ia mengamati semua yang ada di ruangan itu, tidak ada satupun yang terlewatkan di sana.
"Sepertinya ruangan ini banyak menyimpan semua ingatan tentang apa yang terjadi pada hari ketika kozara uehara terbunuh." Kira menyentuh setiap bagian yang ada di ruangan itu. Ia memperhatikan semuanya dengan teliti.
Sedangkan Ryoma dan Naoki melihat dengan tatapan heran. "Sebenarnya mereka melakukan apa?. Tapi kenapa mereka berkata seolah-olah memang melihat kejadian di sana?." Dalam hati Ryoma tidak mengerti sama sekali.
"Mereka ini polisi atau paranormal pencari jejak spiritual yang mencari sebuah mistis di suatu tempat?. Sangat aneh sekali." Naoki benar-benar tidak mengerti sama sekali dengan apa yang mereka lakukan. Rasanya sangat miris sekali tidak memahami apa yang mereka kerjakan. "Baru kali ini aku melihat mereka melakukan itu dari dekat. Entah kenapa rasanya sangat aneh dan tidak masuk akal." Naoki hanya melihat apa yang mereka lakukan. Ia juga tidak berani mengomentarinya.
"Sial!. Sebenarnya apa yang mereka lakukan?. Mereka tadi berkata apa saja yang direkam oleh ruangan ini?." Kepala Ryoma terasa sangat sakit. Karena ia tidak mengerti dengan apa yang ia lihat saat ini.
Kira on.
Mereka melakukan pekerjaan bodoh ini dengan sangat rapi. Apakah mereka tidak bisa melakukannya dengan benar?. Rasanya sangat mudah untuk dilakukan oleh orang awam. Apakah mereka ini hanyalah orang amatir yang mencoba menikmati sebuah kematian di ruangan yang berbeda?. Sangat bodoh dan tidak diperhitungkan dalam bertindak. Hanya menikmati saja?. Heh!. Rasanya aku ingin tertawa melihat tingkah amatir mereka. Sangat membosankan, dan membuang waktu saja. Rasanya sangat menyebalkan sekali.
Kira off.
Namun saat itu, Kira seperti sedang mendengarkan beberapa langkah kaki, ah tidak. Banyak langkah kaki yang masuk ke sana. Sepertinya mereka telah menyadari jika ada yang aneh di dalam ruangan tempat pembunuhan itu terjadi. Karena itulah mereka ingin memastikan jika ruangan itu ada orang lain?. Apa yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka ketahuan berada di dalam ruangan itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawabnya. Temukan jawabannya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Salam penuh cinta
...***...
__ADS_1