MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 102


__ADS_3

...***...


Di Rumah Sakit umum Kota Higashiyama.


Ternyata Kira dibawa seseorang ke sana. Saat ini ia sedang dirawat karena luka yang ia alami, serta tidak sadarkan diri setelah bertarung dengan Akazuki Daiji. Namun perlahan-lahan ia dapat merasakan kembali dirinya hingga ia terdengar meringis sakit.


"Kegh." Terdengar rintihan dari bibirnya yang pucat. "Kepalaku sakit sekali." Kepalanya juga terasa sangat sakit yang tidak biasa karena masih memproses penangkapan informasi di dalam kegelapan yang dipeeli oleh Akazuki Daiji. Kira mencoba untuk duduk, dan saat itu ia melihat teman-temanya yang ternyata telah melihat kondisinya?.


"Kau masih hidup rupanya baka inu!." Satoru Iwata sangat senang melihat Kira bangun. "Kau ditemukan dalam keadaan setengah hidup di jalan. Kau benar-benar seperti seekor inu (anjing) hutan habis berburu." Ia mengacak-acak rambut Kira. Sebenarnya ia sangat khawatir dengan keselamatan Kira.


"Urusai baka saru." Kira sangat kesal dengan apa yang dikatakan Satoru Iwata saat itu. Jika saja kondisinya tidak masih sakit, pasti akan dia hajar seniornya itu.


"Hah?. Siapa yang kau sebut saru( monyet)." Satoru protes ketika Kira menyebut dirinya monyet?.


"Oi, oi, oi, jangan berkelahi di sini." Koji Isao dan Atsushi Ichirou mencoba melerai Satoru Iwata yang pada dasarnya mudah terpancing emosi.


"Ekhem." Hitoshi Tetsuya memberi kode pada mereka agar diam. "Sebaiknya kalian diam saja untuk saat ini." Matanya melotot tajam ke arah mereka semua, membuat mereka sedikit merinding.


"Baik!." Mereka semua hanya menurut saja dari pada kena amukan ketua mereka.


"Katakan padaku, apakah kau merubah rencana yang telah kau katakan pada kami?." Kali ini ia bertanya dengan sangat serius pada Kira. "Aku yakin kau telah mengubah rencana yang awalnya kau buat. Katakan padaku." Entah kenapa ia sangat yakin dengan itu.


"Perubahan rencana?." Satoru Iwata, Koji Isao dan Atsushi Ichirou heran mendengarkan itu.


"Ya, perubahan rencana." Hitoshi Tetsuya kembali menatap ke arah Kira dengan lebih serius lagi.


"Apakah itu benar?. Kenapa kau mengubah rencananya?." Satoru Iwata sangat heran dengan itu.


"Pantas saja tidak ada kabar atau berita korban berjatuhan malam tadi." Atsushi Ichirou memang tidak mendengarkan kabar adanya korban pembunuhan dari Akazuki Daiji.


"Apakah kau telah melakukan sesuatu yang sangat gila disaat itu?. Sehingga akazuki daiji tidak jadi membunuh seseorang yang ingin ia bunuh?." Satoru Iwata yang bertanya karena ia tidak suka menunggu jawaban terlalu lama.


"Ya!." Jawab Kira dengan tegas. "Aku mendatanginya sebelum dia melakukan aksi pembunuhan itu." Jawabnya lagi.


"Apa?." Mereka sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kira. Bagaimana mungkin ia berani melakukan itu sendirian?.


"Kau pasti gila!." Satoru Iwata menyebut Kira sangat gila.


"Ok!. Kau memang sangat gila." Koji Isao bahkan sampai shock mendengarkan ucapan Kira.

__ADS_1


"Aku yakin kau sudah gila!." Atsushi Ichirou juga ikutan mengatai Kira adalah orang gila.


Bagaimana reaksi Kira saat mereka mengatakan dirinya adalah orang gila?. Simak terus ceritanya.


...***...


Hutan Gunung Kabut Merah.


Akazuki Daiji sangat putus asa setelah diserang oleh Kira. Ia tidak menyangka akan mendapatkan musuh yang sangat aneh.


"Polisi gila itu telah berhasil melukai tanganku!." Ia menatap tangan kanannya yang ditikam oleh polisi itu. "Bagaimana mungkin aku bisa dikalahkan begitu saja?!." Ia sama sekali tidak terima dengan kekalahan itu. "Tapi sorot mata itu, juga sorot mata iblis!. Apakah dia iblis yang baik hati?!." Ia masih ingat bagaimana mata yang sama sekali tidak takut ketika berhadapan dengannya. "Hahaha!. Ini membuat aku jadi gila!. Apakah kepolisian telah putus asa sehingga menyewa seorang iblis untuk menghentikan aku?!." Ia tertawa aneh karena membayangkan apa yang telah ia lalui malam tadi?. "Hahaha ini adalah sebuah kehormatan bagiku bisa berhadapan dengan seseorang yang memiliki kekuatan iblis." Tapi entah kenapa ia sangat senang mendapatkan lawan yang kuat?. "Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik, dan ada sedikit tantangan bagiku." Ada tantangan lain yang membuatnya merasa sensasi yang berbeda. "Lihat saja nanti ketika tanganku telah sembuh kembali. Maka akan aku bunuh dia terlebih dahulu." Ucapnya tanpa perasaan ragu. "Kekuatan iblis berhadapan dengan iblis." Ia malah terlihat sangat senang. Karena mendapatkan lawan yang sangat kuat, yang dapat menghentikan dirinya?.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sedangkan di pusat Kepolisian kota Higashiyama.


"Malam ini tidak ada laporan tentang korban yang berjatuhan." Atsuhiro Kurogami melaporkan apa yang tejadi pada Komisaris Jendral Daisuke Hiroyuki.


"Tidak ada?." Ia mengulangi ucapan anak buahnya itu.


"Apakah mereka mulai bergerak?." Karena penasaran ia bertanya pada anak buahnya.


"Belum ada yang tahu apakah mereka sudah bergerak atau belum. Namun dua hari ini belum ada laporan tentang korban yang dibunuh oleh akazuki daiji." Hanya itu yang dapat ia jawab saat itu.


"Kalau begitu kita lihat tiga hari kedepannya. Jika belum ada laporan tentang korban akazuki daiji, maka panggil hitoshi tetsuya." Itulah yang diperintahkan Komisaris Jendral Daisuke Hiroyuki pada Atsuhiro Kurogami.


"Siap pak!." Tentunya ia akan menerima tugas itu dengan sangat baik. Setalah itu ia pergi meninggalkan ruangan itu.


"Apakah mereka bergerak secara diam-diam?. Ini sangat aneh sekali." Dalam hatinya sangat heran dengan apa yang ia dapatkan. "Apa yang mereka lakukan sehingga akazuki daiji tidak melakukan aksinya?." Ia sangat bingung dengan situasinya. "Atau memang akazuki daiji tidak bergerak?. Ini memang sangat aneh." Kemungkinan memang seperti itu. Tidak mudah menghentikan Akazuki Daiji si iblis pembunuh sadis yang tidak memiliki jiwa kemanusiaan.


Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.


...***...


Kembali ke Rumah Sakit umum Kota Higashiyama.


Kira masih menjelaskan pada mereka semua tentang malam tadi. Malam dimana ia berhadapan dengan Akazuki Daiji si iblis pembunuh sadis.

__ADS_1


"Sebelum aku sampai di rumah, aku sempat berpikir, kenapa aku tidak menghentikannya sebelum dia turun gunung." Itulah awal nekat yang ia rasakan pada saat itu. "Dari pada membiarkan dia membunuh seseorang yang tidak aku ketahui siapa targetnya, lebih baik aku hentikan saja dia." Lanjutnya lagi dengan sangat yakin dan percaya diri jika ia mampu melakukan itu.


"Huo?. Benar-benar gila." Satoru Iwata seperti kehilangan kata-kata yang lain, hingga kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.


"Hanya kau yang bisa kira." Koji Isao bahkan mengacungkan tangannya saking sakitnya dengan apa yang dilakukan Kira.


"Berisik!. Dengarkan aku menjelaskannya sampai selesai." Kira benar-benar kesal mendengarnya, hingga ia sedikit membentak mereka berdua.


"Siap!. Silahkan jelaskan." Keduanya tanpa sadar malah menurut dengan apa yang dikatakan Kira.


"Jadi kau menunggunya turun gunung?." Hitoshi Tetsuya lanjut bertanya karena ia masih penasaran.


"Ya, aku bergegas menuju gerbang hutan gunung kabut merah untuk menunggu kedatangannya." Jawab Kira sambil mengingat apa yang terjadi malam itu. "Saat itu dia telah siap berburu." Lanjutnya sambil terus bercerita. "Aku sempat bertarung dengannya. Ternyata dia memang cukup tangguh sebagai seorang iblis pembunuh. Tanpa perasaan yang ragu dia menikam seseorang dengan menggunakan pisau merahnya." Kira masih ingat ketika paha kirinya yang di sayat dengan pisau merah itu.


"Jadi kau sempat bertarung dengannya?!." Koji Isao benar-benar histeris mendengarkan ucapan Kira.


"Memangnya kalian pikir luka di kaki ku ini disebabkan oleh siapa?. Maksud kalian aku terjatuh hingga terluka seperti ini?." Kira benar-benar sangat kesal dengan ucapan Koji Isao.


"Ish. Kau ini ternyata pemarah juga kira." Koji Isao sangat terkejut melihat Kira yang marah padanya. Sedangkan yang lainnya sedang mencerna dengan baik apa yang telah dikatakan Kira tadinya.


"Tapi aku tidak menduga kau lebih gila dari akazuki daiji. Dengan gilanya kau menantangnya berduel?. Aku yakin kau sebenarnya juga seorang pembunuh." Satoru Iwata tidak habis pikir dengan sikap nekad yang dilakukan Kira.


"Aku memang ingin membunuhnya." Jawabnya dengan santainya, membuat mereka kembali hampir histeris.


"Hah?." Serentak mereka bereaksi seperti itu?. Kira memang gila, itulah yang mereka pikirkan.


"Setidaknya untuk beberapa minggu ke depan dia tidak akan beraksi karena aku telah berhasil melukai tangan kanannya." Kira tersenyum kecil sambil memberikan informasi penting itu pada mereka.


"Kau berhasil melukai tangan kanannya?." Atsushi Ichirou terkejut mendengarnya.


"Ketua. Aku minta bantuan padamu. Periksa kirihata nozomi, dan tangkap yamamoto shohei atas kepemilikan benda antik palsu juga kasus penipuan penjualan saham yang dia lakukan pada beberapa orang yang mungkin terlibat dalam masalah besar ini." Ia tidak menjawab pertanyaan dari Atsushi Ichirou, namun ia meminta bantuan pada Hitoshi Tetsuya.


"Yamamoto shohei si pemilik rumah antik itu yang kau maksudkan kira?." Hitoshi Tetsuya bingung dengan apa yang dikatakan Kira.


"Ya. Karena yang ingin dibunuh oleh akazuki daiji malam tadi harusnya dia, atas permintaan kirihata nozomi. Karena itulah aku minta bantuan padamu ketua, untuk menangkap kedua orang itu. Aku yakin akan banyak orang-orang penting yang terlibat dalam masalah itu." Kira menjelaskan pada ketuanya kenapa ia meminta bantuan untuk menangkap mereka semua.


Apakah yang akan terjadi jika?. Apakah Kira akan melakukan hal yang sangat tidak terduga setelah ini?. Apa yang ingin dia lakukan sebenarnya pada mereka semua?. Simak terus ceritanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2