
...***...
Kira menatap gedung yang sangat tinggi di depannya. Saat itu ia sedang melihat suasana yang sedang terjadi. Dengan mata iblisnya ia dapat melihat semua yang ada di depannya. Kekuatan mata iblis yang sangat luar biasa, sehingga ia dapat melihat kejadian-kejadian yang dirasakan oleh seseorang yang ada di depan matanya. "Manusia itu tidak lepas dari masalah. Masalah yang silih berganti datang untuk menguji kekuatan hati dan pikiran setiap manusia. Apakah mereka sanggup dengan apa yang menimpa mereka selama ini." Kira melangkahkan kakinya melewati mereka semua yang sedang dilanda oleh masalah. "Masalah yang dirasakan oleh manusia, entah itu masalah kecil ataupun masalah yang sangat besar. Namun siapa yang ingin memiliki masalah dalam hidupnya?. Di dunia ini mereka sangat tamak, sehingga ketika mereka diuji dengan masalah. Hati mereka saat itu sangat rapuh, dan yang pastinya mereka akan mengeluh kepada yang menciptakan mereka. Mereka hanya menginginkan kebahagiaan tanpa adanya perasaan sakit yang bendera mereka selama ini." Kira yang melewati mereka semua hanya tersenyum kecil namun hatinya merasa sangat miris dengan keluhan mereka itu. "Bisakah mereka menghadapi masalah yang ada di dalam hati mereka sendiri?. Hanya mereka yang dapat menjawab itu semua." Kira hanya melihat saja masalah yang mereka hadapi karena tidak mungkin ia membantu mereka semua untuk meringankan beban yang ada di dalam pikiran mereka masing-masing.
Kira telah sampai menuju ke sebuah rumah sakit umum, di mana anak kecil itu dirawat oleh dokter ahli anak-anak. Tentunya untuk masa pemulihan mental anak itu, setelah apa yang ia lihat pada saat itu.
"Selamat pagi inuzuka san." Dokter cantik itu menyambut kedatangan Kira dengan senyuman yang sangat ramah.
"Selamat pagi bu dokter." Balas Kira dengan senyuman ramah pula.
"Apakah anda ingin melihat keadaan misaki ruka?." Mitsuru Ran, itulah nama dokter cantik yang telah merawat anak kecil yang dibawa oleh kira ke rumah sakit umum itu.
"Ah iya, aku memang ingin melihat keadaannya. Karena aku sangat khawatir dengan keadaan psikisnya yang mungkin masih tergoncang." Kira sangat memperhatikan anak itu.
"Saat ini belum ada perkembangan tentang anak itu. Tapi setidaknya ia masih mau mendengarkan apa yang telah kami katakan walaupun tidak banyak." Sebagai seorang dokter tentunya ia akan melakukan dengan sabar, apalagi yang dihadapinya adalah seorang anak kecil yang sedang rawan.
"Syukurlah jika memang seperti itu. Kalau begitu aku ingin melihat keadaannya bagaimana." Tujuan Kira datang ke sana bukan hanya untuk menanyakan keadaan anak itu saja, tentunya ia ingin melihat perkembangan anak itu sejauh mana ia berinteraksi dengan yang lainnya.
...***...
__ADS_1
Di Distrik fanatik.
Osamu Kei dan. Madoka Yuna yang berada di sana untuk memeriksa apa yang terjadi sebenarnya. Karena pada saat itu ada sebuah laporan yang masuk mengenai beberapa kasus. Di mana seseorang yang sedang menunggu Bus di terminal bus tiba-tiba saja terdorong dan tentunya itu terlindas oleh bus tersebut.
Pada terminal bus, ada sebuah rekaman CCTV yang tentunya merekam apa saja yang beraktivitas di sana.
"Kami dari kepolisian ingin melihat hasil rekaman CCTV yang terjadi dua hari yang lalu. Mohon kerjasamanya." Osamu Kei dan Madoka Yuna memperlihatkan identitas mereka ada beberapa staf yang bekerja di sana.
"Baiklah, ikuti saya." Salah satu dari anggota yang bertugas pada saat itu mempersilahkan kedua anggota polisi itu untuk mengikutinya.
"Bagaimana pendapat kalian mengenai masalah yang terjadi itu?. Apakah menurut kalian itu adalah sebuah kecelakaan atau sebuah peristiwa yang sengaja dilakukan oleh seseorang?." Osamu Kei mencoba untuk bertanya kepada seorang wanita yang telah menunjukkan di mana tempat pemantauan CCTV itu berada.
"Menurut kami itu adalah sebuah kecelakaan yang teledor dari penumpang. Karena mereka yang berdesakan dan tidak sabaran untuk masuk ke dalam bus." Wanita itu menjawab dari segi apa yang telah ia lihat dari CCTV.
"Apakah saya telah melakukan kesalahan dengan tidak melapor masalah itu kepada pihak Kepolisian?." Wanita itu sepertinya tidak ingin disalahkan begitu saja karena ia memang tidak merasa bersalah.
"Harus, tentu seharusnya kalian melaporkan masalah ini kepada kepolisian. Karena masalah ini bukan hanya terjadi sekali saja. Distrik fanatik bukanlah kotak kecil, bukanlah kota yang hanya menumpang nama pada kota besar higashiyama saja. Akan tetapi distrik ini juga merupakan tempat di mana kaum elit berkumpul di sini." Jawab Madoka Yuna sedikit heran dengan sikap wanita itu.
"Kalau begitu saya perwakilan dari stasiun bus distrik kota fanatik meminta maaf karena tidak melaporkan masalah ini." Wanita itu meminta maaf kepada kedua kepolisian itu. "Lalu apa yang akan pak polisi dan ibu polisi lakukan dengan rekaman ini?." Ia bertanya kepada mereka.
__ADS_1
"Aku ingin kau mengcopy data rekaman pada hari itu, karena kami akan meneliti dengan baik apa yang terjadi sebenarnya pada saat itu." Osamu Kei yang menjawab pertanyaan itu.
"Baiklah pak akan aku lakukan." Segera mencari data dua hari yang lalu tentang rekaman CCTV kecelakaan yang sangat mengejutkan bagi mereka semua.
...***...
Semetara di sisi lainnya.
Ada seseorang yang memiliki ambisi yang sangat luar biasa di dalam hatinya pada saat itu. Langkahnya yang sangat santai membuat siapa saja hampir tidak dapat merasakan bagaimana langkahnya pada saat itu. Kehadirannya sangat tipis, sehingga orang-orang di sana tidak dapat merasakan kehadirannya. Di tengah keramaian yang dimana orang-orang sedang fokus untuk melakukan apa yang ada di depan mereka. Menunggu jalan pintas menuju Kota sebelah untuk melakukan pekerjaan mereka. Namun siapa yang menyangka, ada seorang wanita muda yang tiba-tiba saja melompat ke dalam laut?. Sontak saja itu membuat mereka yang melihat itu sangat histeris.
"Apa yang telah dilakukanya?."
"Panggil petugas kepolisian!."
Mereka semua sangat panik dengan apa yang telah mereka saksikan pada saat itu.
Namun ada beberapa orang yang mencoba mengabaikan itu, seakan-akan mereka tidak mengetahui apa yang terjadi pada saat itu. Tapi masih ada yang bersimpati karena jiwa kepedulian mereka. Apalagi Jembatan penyeberangan itu memiliki ketinggian yang lumayan.
" Halo pak?. Kami di lokasi penyebrangan kota higashiyama utara. Kami ingin melaporkan jika ada seseorang yang telah melompat ke laut pak." Setidaknya seperti itulah laporan yang mereka katakan pada pihak yang lebih berwajib.
__ADS_1
Mereka semua tidak berani mengambil keputusan karena itu bukanlah tugas tanggung jawab mereka. Simak terus ceritanya.
...*** ...