
...***...
Kira on.
Yho!. Pembaca tercinta, sepertinya aku masih harus banyak istirahat. Karena aku terlalu memaksakan diri untuk menggunakan tenaga dalamku. Tapi sepertinya Sakurai senpai ingat ketika kami bertemu dengannya pertama kalinya. Ya, itu adalah masa SMA. Itu sudah sangat lama sekali, dan tentunya ia tidak terlalu mengingatnya. Tapi dalam kisah ini tidak akan diceritakan bagaimana aku melewati masa itu, karena itu sangat membosankan. Sedangkan aku harus segera menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Karena aku tidak mau melepaskan ketiga orang itu tanpa mengorek langsung keterangan tentang mereka yang sebenarnya. Apakah yang akan terjadi setelah ini?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya pembaca tercinta. Jangan lupa tambahkan favoritnya. Semoga kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti.
Kira off.
Namun pada saat mereka hendak melanjutkan cerita tentang Sakurai yang ternyata satu sekolah dengan Kira dan Hiroshi Aoyama tidak bisa mereka lakukan karena pada saat itu Kira membuka matanya. Tentunya mereka sangat terkejut dengan apa yang terjadi.
"Hooo kira!." Dengan kompaknya mereka menyebut nama Kira.
"Hum?." Dengan santainya Kira duduk tanpa merasakan sakit setelah ditusuk dan terkena tembakan, namun ia masih bisa bergerak dengan tenangnya?.
"Dia ini benar-benar anjing gila. Jika manusia biasa mana mungkin masih sanggup hidup setelah menerima luka separah itu." Dalam hati Ryoma sangat takut setelah mengetahui siapa Kira.
"Lukanya tidak berbekas sama sekali. Sudah aku duga, kira memang orang gila." Dalam hati Naoki ngeri melihat Kira yang seperti itu.
"Aku tahu apa yang kalian berdua pikirkan tentangku saat ini." Kira melihat ke arah Naoki dan Ryoma.
Deg!!!!.
"Hmph!. Siapa yang peduli!." Keduanya sangat terkejut?. Tapi memang seperti itulah Kira yang sebenarnya.
"Kau terlihat baik-baik saja kira." Sakurai sangat senang melihat Kira telah bangun. "Itu artinya kau siap untuk besok kira." Sakurai sebenarnya sangat mencemaskan keadaan Kira, akan tetapi ia tidak bisa memperlihatkan itu pada mereka semua.
"Aku baik-baik saja sakurai." Balas Kira dengan senyuman ramah. "Tentunya aku siap untuk besok." Kira terlihat sangat percaya diri dengan apa yang akan ia lakukan.
__ADS_1
"Syukurlah kau baik-baik saja kira." Hiroshi Aoyama juga sangat senang melihat temannya baik-baik saja.
"Oh, aocchi." Kira tidak menduga akan melihat temannya.
"Aocchi?." Sakurai, Ryoma, dan Naoki sangat terkejut mendengar Kira menyebut Nama Hiroshi Aoyama dengan sebutan Aocchi?.
"Selera yang boleh juga." Dalam hati mereka sedikit bingung dengan panggilan seperti itu.
Duakh!!!.
Hiroshi Aoyama menjitak kepala Kira dengan sangat keras. "Berisik!. Berani sekali kau memanggilku dengan sebutan seperti itu." Ucapnya dengan kesalnya. "Rasanya aku ingin membunuhmu setelah kau mengatakan ada hal gawat yang akan terjadi padamu." Lanjutnya sambil mengusap tangannya yang berdenyut sakit. Kepala Kira ternyata cukup keras juga sehingga tangannya berdenyut sakit.
"Ayolah aocchi. Aku baru saja bangun, dan kau malah memperlakukan aku dengan sangat kasar." Kira mengelus kepalanya yang terasa sakit.
"Berisik!. Kau pikir aku akan bersikap baik padamu hanya karena kau baru bangun?. Jangan bercanda padaku kira." Tatapannya tidak bersahabat sama sekali.
Kembali ke masa itu.
Ketika Kira menyeka darahnya, dan entah kenapa ia mendapatkan gambaran yang buruk tentang dirinya. Itu adalah salah satu kemampuan yang ia miliki selain melihat masa depan seseorang.
Dan kebetulan sekali, pada saat itu ada pesan masuk dari Naoki yang mengatakan jika Sakurai ditangkap oleh Erika Toda.
Dari tidak berguna 1.
Ini kabar buruk, sakurai san telah ditangkap oleh Erika Toda. Kami tidak bisa berbuat banyak. Lalu apa yang harus kami lakukan?.
Setidaknya itulah yang tertulis di pesan singkat itu. Kira langsung mengirim pesan pada Naoki agar seger bertindak. Ia tidak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya. Setelah itu ia menghubungi temannya Hiroshi Aoyama dengan Video call.
__ADS_1
Begitu mereka tersambung, Hiroshi Aoyama sangat terkejut melihat keadaan Kira yang sangat kacau dari yang sebelumnya.
"Oi, kira!. Apa yang terjadi padamu?. Kenapa penampilanmu seperti seseorang habis bertarung dengan ratusan orang?." Hiroshi Aoyama sedikit ngeri melihat penampilan Kira saat ini.
"Jangan tanyakan keadaanku saat ini. Karena ada hal penting yang ingin aku katakan padamu." Kira seperti sedang terburu-buru.
"Oh, katakan padaku. Mungkin saja aku bisa membantumu." Hiroshi Aoyama sepertinya memahami kondisi Kira pada saat itu.
"Sakurai senpai telah ditangkap oleh erika toda." Suasana hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja setelah mengetahui jika Sakurai tertangkap?.
"Apakah kau ingin aku membebaskan sakurai senpai?." Hiroshi Aoyama mencoba menebak apa yang diinginkan oleh Kira.
"Tidak!. Aku tidak ingin kau melakukan itu." Balas Kira dengan sangat cepat.
"Lalu apa yang kau inginkan?." Hiroshi Aoyama bertanya lagi. Apakah ada hal yang sangat penting yang diinginkan oleh Kira?.
"Mungkin setelah ini aku akan dibunuh oleh beberapa orang yang menginginkan kematianku. Dan ada kemungkinan mayatku akan dibakar di gereja yang terpencil. Aku percayakan tubuhku padamu. Jaga dengan baik sampai sidang sakurai senpai tiba. Selain itu bekerja samalah dengan naoki juga ryoma untuk mencari keberadaanku. Kau yakin kau bisa mengetahui dimana letak gereja terpencil untuk membakar jenazah." Kira menjelaskan pada Hiroshi Aoyama.
"Jadi kau menginginkan aku membantumu dari pada membantu sakurai senpai?. Apakah kau tidak salah?." Hiroshi Aoyama hanya ingin memastikan kebenarannya. Mungkin saja Kira salah dalam berucap?.
"Aku tidak salah." Balas Kira dengan cepat. "Jika aku terpisah dari sakurai senpai terlalu lama, aku takut aku tidak bisa dibangkitkan lagi olehnya. Tapi, jika aku bisa bangkit lebih cepat, maka aku bisa diselamatkan olehnya. Hanya kau saja yang bisa aku andalkan karena kau lebih mengetahui seluk-beluk daerah terpencil." Kira terlihat sangat memohon agar Hiroshi Aoyama dapat membantunya.
"Baiklah. Jika memang itu yang kau inginkan, maka aku akan membantumu kira." Hiroshi Aoyama akan melakukannya.
"Terima kasih aocchi." Kira terlihat sedang menahan sesuatu. Setelah itu ia memutuskan Video call tersebut. Masih ada hal yang harus ia lakukan, masih belum selesai pekerjaannya. "Sial!. Sakurai senpai malah tertangkap." Umpat Kira dengan kesalnya. "Wanita itu mulai bergerak, sepertinya dia benar-benar ingin menghentikan aku." Dalam hatinya sangat sakit hati dengan apa yang mereka rencanakan untuk membunuhnya.
Apakah yang akan terjadi setelah ini?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Apakah Kira mampu menghentikan mereka semua yang berniat jahat pada Sakurai?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya.
__ADS_1
...***...