MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 101


__ADS_3

...***...


Kira on.


Akan aku hadapi ketakutan itu dengan keberanian yang tidak terduga. Aku juga ingin menguji nyali yang ada di dalam diriku sejauh mana aku bisa melangkah. Namun malam ini akan aku pertaruhkan dengan beberapa pertukaran nyawa yang mungkin menjadi tumbalnya malam ini. Iblis bertemu dengan iblis, aku yakin semuanya akan selesai. Bagaimana kelanjutannya?. Simak terus ceritanya.


Kira off.


Malam yang sunyi di depan gerbang hutan gunung kabut merah. Akazuki Daiji telah siap dengan pisau yang ia bawa untuk berburu malam ini. Sambil berjalan ia mengucapkan beberapa kata yang mungkin menghilangkan kesunyian malam ketika ia hendak melangkah dari hutan gunung kabut merah.


"Malam ini adalah malam yang sangat baik." Ia menyeringai lebar sambil mengucapkan kalimat tersebut. "Malam ini gagak akan mati dengan cara yang mengenaskan. Rasanya aku sangat kasihan padanya." Senyumannya tidak sesuai dengan apa yang ia ucapkan.


Namun saat itu ia sangat terkejut karena ada suara yang menyambung kata-kata yang ia ucapkan.


"Aku pun merasa kasihan padanya, karena ia tidak jadi berburu malam ini." Seseorang dari arah sampingnya menyambung ucapannya?. Berani sekali orang itu menyambung kata-kata yang ia rangkai?.


"Kau?!." Ia melihat ke arah seseorang yang belum ia kenali karena malam itu agak gelap?. "Siapa kau?!." Sorot matanya semakin tajam saat matanya menangkap sosok itu. "Kenapa kau bisa berada di sini?!." Ada bentuk kemarahan yang ia tunjukkan pada saat itu. Apakah ia akan marah dengan apa yang telah terjadi?.


"Aku rasa ini adalah zona yang aman untuk kita berbicara." Ia tidak menjawab pernyataan Akazuki Daiji, namun ia malah menunjukkan posisinya yang berdiri sekarang dimana. "Bukankah seperti itu?. Akazuki daiji?." Ia terlihat tersenyum walaupun di tengah gelapnya malam dan suasana sekitar?.


"Ho?. Sepertinya kau bukan orang biasa." Akazuki Daiji saat itu dapat merasakan jika ada yang berbeda dengan orang yang telah berani datang padanya saat ini. "Karena bukan orang biasa yang berani menantang aku, sebelum aku membunuh seseorang." Entah kenapa saat itu ia merasa tertarik karena ada yang berani datang padanya?. Apakah ia akan mendapatkan lawan yang kuat sebelum ia berburu?.


"Aku pikir juga seperti itu. Aku akan menghentikan dirimu setelah kau beraksi." Dengan santainya ia berkata seperti itu, ia tidak takut sama sekali ketika melihat Akazuki Daiji memainkan pisaunya beberapa kali dihadapannya.


"Lalu?. Kenapa kau berubah pikiran?." Akazuki Daiji sedikit heran dengan itu.


"Aku hanya berpikir, jika aku menghentikan mu setelah membunuh seseorang, dan memikirkan siapa target berikutnya yang akan kau bunuh, maka aku merasa kesulitan." Ia sedikit menjelaskan kenapa ia tidak jadi menghentikan Akazuki Daiji setelah beraksi. "Tapi sebelum aku kembali ke rumah, aku sempat berpikir kenapa tidak aku hentikan saja kau sebelum kau membunuh orang lain?. Dari pada banyak korban yang berjatuhan karena ulahmu yang tidak bertanggungjawab." Ia sama sekali tidak suka dengan hasil yang seperti itu.


"He?. Hebat sekali kau ini. Memang bukan sembarangan polisi." Ia sedikit kagum dengan keberanian polisi yang kini ingin menantang dirinya?. "Tapi kenapa kau bisa menebak jika aku akan keluar jam seperti ini?. Apakah kau menungguku sejak tadi sore?." Itulah yang membuat ia penasaran, kenapa ada seseorang yang mau memikirkan hal sepele seperti itu?.


"Tidak seperti itu konsep nya." Kira sepertinya tidak setuju dengan apa yang dikatakan Akazuki Daiji. "Aku menebak kapan kau keluar dari hutan gunung kabut merah, serta memperkirakan jarak dari kota ke sini berapa lama sebelum jam sebelas malam. Makanya aku menebak kau akan turun gunung jam seperti ini." Jawabnya dengan penuh percaya diri, dan ia sedang bersiap-siap karena ada gerakan aneh dari Akazuki Daiji.

__ADS_1


"Sangat luar biasa. Ahaha!. Sangat luar biasa." Siapa yang menduga jika Akazuki Daiji malah menertawakan Kira?.


"Kau tidak usah tertawa. Tawamu itu membuat telingaku sakit, dan enggan mendengarkan suara tawamu yang jelek itu." Kira memang sangat tidak suka dengan tawa yang ditunjukkan oleh Akazuki Daiji.


"Apa kau bilang?!." Akazuki Daiji sangat marah dengan apa yang ia dengar, sehingga ia menghentikan tawanya. "Berani sekali kau menghina aku!." Suaranya terdengar sangat marah, dan sangat menyeramkan.


"Memang tipe seorang pembunuh sejati. Cepat sekali marah nya." Kira sudah menduga itu, karena itulah ia memancing amarah Akazuki Daiji.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu Hitoshi Tetsuya saat ini sedang berada di rumahnya. Ia masih memikirkan apa yang telah dilakukan oleh Inuzuka Kira. Bagaimana mungkin ada anggota kepolisian seperti Inuzuka Kira?. Ia juga tidak ingat sejak kapan Kira bergabung dengan teamnya?.


"Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ingin dilakukan inuzuka kira?." Ia sedikit merasa aneh saat ia menyebutkan nama Kira. "Apakah dia benar-benar seorang polisi?. Tapi kenapa dia memiliki kemampuan yang sangat aneh?. Sebenar apa tujuannya?." Ia juga bingung dengan kemampuan yang dimiliki oleh Kira. "Semua kasus yang terjadi di rumah korban dan apa saja yang terjadi di lokasi ia mengetahuinya." Hitoshi Tetsuya sudah lama menjadi polisi, namun ia tidak pernah melihat yang seperti itu. "Aku sangat penasaran bagaimana dia bisa masuk ke dalam kepolisian higashiyama, serta masuk ke dalam anak buahku?." Saat ini ia sedang bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengenai itu.


"Inuzuka kira. Sungguh nama yang sangat aneh sekali." Ia juga bingung mau berkata apa tentang Inuzuka Kira yang seakan-akan memiliki kemampuan untuk melihat segala hal yang telah terjadi, dan apa yang akan terjadi.


Apakah ia masih bisa percaya jika kepolisian memiliki kemampuan seperti itu?. Simak terus ceritanya.


Tak jauh dari gerbang hutan gunung kabut merah. Saat ini Kira sedang main kejar-kejaran dengan Akazuki Daiji. Ia tidak menduga jika ada seorang kepolisian memili kemampuan bertarung yang sangat hebat seperti itu.


"Siapa kau sebenarnya?." Ia menghindari beberapa serangan yang datang padanya. "Kau memiliki kemampuan yang tidak biasa?!." Lawannya sama sekali tidak takut dengan pisau merah miliknya?.


"Aku tahu kau seorang iblis pembunuh kejam. Tapi aku lebih tahu kau itu seperti apa akazuki daiji pengecut!." Bukan hanya pukulan saja yang dilayangkan Kira, namun sepakan kuat hampir saja membuat Akazuki Daiji dapat dilumpuhkan olehnya.


"Diam kau bedebah!." Akazuki Daiji mulai panik, ia tidak menduga akan mendapatkan lawan yang sepadan?.


"Aku pasti akan menghentikanmu!. Apapun itu." Ia tersenyum lebar karena ia berhasil memojokkan Akazuki Daiji saat itu. "Karena kau hanyalah pembunuh paling pengecut yang pernah aku incar." Dengan sangat percaya diri ia terus menyudutkan Akazuki Daiji.


"Diam kau!." Saat itu amarahnya memuncak hingga ia dapat menendang kuat kaki Kira hingga tertunduk jatuh berlutut, saat itu tangan Akazuki Daiji menggoreskan paha kiri Kira dengan sangat kuat hingga ia berteriak kesakitan.

__ADS_1


"Egkah!." Kira sangat terkejut karena paha kirinya dilukai Akazuki Daiji, namun saat itu ia menendang perut Akazuki Daiji dengan sangat kuatnya menggunakan kaki kanannya, hingga Akazuki Daiji yang tadinya bersandar di pohon berteriak kesakitan karena perutnya terasa sangat sakit.


"Keghakh!." Akazuki Daiji berteriak keras, tubuhnya terbungkuk menahan sakit, kesempatan itu digunakan Kira untuk kembali menyerangnya dengan memukul kuat punggung Akazuki Daiji.


"Ohokh!." Akazuki Daiji sedikit terbatuk dan ambruk ke tanah karena serangan itu. Namun bukan hanya itu saja, Kira membalikkan cekay tubuh Akazuki Daiji yang sedang kesakitan.


"Heh!." Ia menyeringai lebar saat melihat Akazuki Daiji yang tidak berdaya sambil menahan sakit?. "Pisau mu sama sekali tidak tajam." Ucapnya sambil merebut pisau merah itu dari tangan Akazuki Daiji, tentunya itu membuatnya terkejut.


"Hah?!." Posisi Akazuki Daiji sangat tidak menguntungkan, ia saat ini sedang berada di bawah. Saat itu pula ia melihat seringaian yang lebih menyeramkan di dalam hidupnya. Matanya melotot lebar ketika Kira memperlihatkan ada pisau yang lebih tajam dari pada miliknya?.


"Pisau pembunuh yang sesungguhnya seperti ini." Kira semakin tersenyum lebar, pisau yang sangat tajam di dalam kegelapan malam bersinar dengan warna merah darah yang mengerikan. Akazuki Daiji saat itu merasakan sensasi tempat pembunuhan yang sangat mengerikan daripada yang pernah ia lakukan sebelumnya.


Crakh!.


Tanpa ragu Kira menusuk kuat tangan kanan Akazuki Daiji, hingga membuat Akazuki Daiji berteriak keras, dan mengakui jika polisi itu adalah orang gila.


"Keghakh!." Saking sakitnya tangannya saat ditusuk kuat oleh oleh Kira. "Kau bedebah sinting!." Ia berusaha melepaskan diri dari Kira dengan menyerang Kira. Pisaunya berhasil ia rebut kembali.


"Aku memang bedebah sinting!. Banyak yang berkata seperti itu padaku!." Kira segera bangkit setelah ia diserang Akazuki Daiji.


"Akan aku ingat ini!." Akazuki Daiji sangat kesal, ia tidak memiliki pilihan lain selain melarikan diri sebelum ia berburu?. Malam ini ada hambatan yang sama sekali tidak ia duga.


"Hoi!. Jangan kabur kau!." Kira mencoba untuk mengejarnya, akan tetapi pahanya berdenyut sakit. "Kegh!." Pahanya mengalirkan darah yang sangat banyak. "Sial!. Dia menerobos alam liar yang penuh jebakan dengan santainya, tapi dia masih bisa berteriak gila seperti itu?. Dia itu memang bukan manusia." Matanya menangkap bagaimana Akazuki Daiji yang melarikan diri. "Kegh!. Tangannya itu ternyata cepat juga dalam bergerak." Ia tidak marah, malah ia menyeringai kecil membayangkan itu.


Sedangkan Akazuki Daiji sangat panik ketika ia mencabut pisau yang menancap di tangannya itu.


"Sial!. Sial!." Umpatnya dengan sangat marah. "Tangan kananku!. Tangan kananku!." Ia berusaha mencabut pisau itu. Namun ia tidak berteriak selain mengumpat marah. "Siapa orang gila yang berani menghadang ku?!." Amarahnya semakin membuncah karena itu. "Kenapa dia bisa membaca pola serangan yang telah aku buatkan untuknya?." Semua serangannya seakan-akan sangat mudah dibaca begitu saja oleh musuhnya. "Akan aku bunuh dia setelah aku berhasil menyembuhkan kembali tanganku!." Setelah membuang pisau yang entah dari mana dikeluarkan polisi gila itu ia tidak paham, namun ia harus segera pergi meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Kira saat ini sedang meninggalkan tempat itu. Ia harus segera meninggalkan tempat itu. Ternyata tekena pisau merah milik Akazuki Daiji yang dipengaruhi hawa jahat serta keinginan buruk membuat tubuhnya semakin sakit.


"Oh?!. Sial!. Aku harus segera ke rumah sakit, jika aku tidak ingin mati kehabisan darah." Darahnya juga tidak mau berhenti begitu saja karena itu. Apa yang harus ia lakukan dalam kondisi yang seperti itu?. "Tadi aku sempat melihat ke arah matanya dan-. Bhuek!." Kira sampai merinding sendiri saat melihat apa saja yang ada di dalam mata Akazuki Daiji. Sungguh ia tidak menduga akan melihat kegelapan yang sangat kental dari pembunuh gila itu. "Sakit, sesak, kepalaku sakit sakit sekali. Bajingan busuk itu ternyata menyimpan kegelapan yang sangat mengerikan." Kepalanya berdenyut sakit karena menangkap semua gambaran kegelapan dari Akazuki Daiji. Hingga menyedot kesadarannya, ia tidak bisa bergerak lagi karena kegelapan itu seperti sedang menelan habis dirinya, tenaganya. Kira telah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Kira telah jatuh di dalam kegelapan yang mengambil semua kesadarannya.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi pada Kira jika ia tidak sadarkan diri seperti itu?. Siapa yang akan membantunya?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta.


...***...


__ADS_2