MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 121


__ADS_3

...***...


Kira on.


Ada hal yang kadang bisa kita lakukan. Apakah kau bertanya hal apa saja yang bisa kita lakukan sebagai manusia biasa?. Aku akan jawab, itu adalah mengubah takdir. Takdir?. Takdir apa yang kau ubah?. Manusia mana yang bisa mengubah takdir?. Apakah dia ingin menandingi kekuatan Tuhan?. Sehingga ia mengubah takdir?. Ada, ada takdir yang bisa diubah manusia. Yaitunya dengan tindakan yang ia lakukan di dalam kehidupan sehari-hari. Jika kau masih bertanya-tanya mengenai itu, maka simak dengan baik kisah ini. Maka kau akan menemukan jawaban yang kau inginkan bagaimana manusia itu bisa mengubah takdir di dalam hidupnya.


Kira off.


Keesokan harinya.


Kira kembali menemui Michio Rei untuk menyelesaikan masalah yang akan mereka hadapi?. Tapi sebelum itu ia harus mendapatkan izin menggeledah apartemen itu dengan izin polisi setempat?.


"Ini surat izin dari kepolisian setempat, serta dari pihak perusahaan seperti yang kau inginkan." Michio Rei menyerahkan dua surat izin itu. Sehingga ia lebih leluasa masuk ke apartemen itu sebagai petugas kepolisian yang sah. Karena ia tidak ingin ribut dengan pemilik apartemen nantinya jika ada kendala mengenai apa saja yang akan mereka lakukan.


"Ok!. Dengan begitu aku akan lebih tenang." Kira tersenyum kecil. "Kau memang teman terbaik yang pernah ada." Kira selalu kagum dengan apa yang dilakukan Michio Rei, meskipun temannya itu bukan satuan kepolisian, tapi bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Kau jangan berlebihan. Aku hanya tidak ingin perusahaan yang aku cintai itu, mendapatkan pandangan yang buruk. Hanya karena ada salah satu anggotanya bunuh diri. Jadi aku dimintai oleh bos ku untuk melakukan ini." Michio Rei hanya tertawa kecil. Baginya menyelesaikan kasus itu sangat penting, karena temannya sangat baik. Ia seakan-akan tidak rela ada yang telah berbuat jahat pada temannya itu.


"Baiklah. Kita mulai saja." Kira langsung segera bertindak, ia tidak ingin membuang-buang waktu terlalu lama.


Apakah ia berhasil melakukan tugasnya sebagai seorang polisi?. Simak terus ceritanya.


...**...


Sementara itu di Kantor Pusat Kepolisian Higashiyama.


Kichiro Seira dari tadi telah berusaha untuk menghubungi Kira, akan tetapi tetap saja tidak bisa. Apalagi Kira belum juga sampai di kantor?. Tentunya itu membuat Kichiro Seira semakin ingin mengamuk, membanting apa saja yang ada di hadapannya saat itu.

__ADS_1


Brakh!.


"Anak baru itu memang benar-benar memancing amarahku!." Kichiro Seira menggebrak mejanya dengan sangat keras, hingga menarik perhatian dari beberapa rekannya yang berada di sana.


"Kali ini apalagi masalahmu padanya?." Katashi Arata yang tadinya sedang fokus, kini malah melihat Kichiro Seira dengan sangat kesalnya.


"Sebagai seorang ketua harusnya arata san mengatakan padanya tugasnya sebagai seorang polisi!." Kichiro Seira malah menyembur Katashi Arata dengan ucapan seperti itu. "lihat sekarang?. Pekerjaan apa yang telah dia lakukan?. Tidak ada satupun pekerjaan di kantor ini yang dapat ia bantu!." Dengan penuh amarah ia berkata seperti itu.


"Dia telah melakukan tugasnya sangat baik." Masahiko Katsu yang mendengarkan ucapan itu merasa tidak senang sama sekali. Ada perasaan bentuk sikap protes yang ia tunjukkan pada saat itu.


"Tapi kenapa dia malah mengabaikan panggilan dariku?!. Jika memang dia telah melakukan tugasnya dengan sangat baik?!." Kichiro Seira masih marah. "Memangnya tugas apa yang telah ia lakukan?!." Bentuknya dengan suara yang sangat keras.


"Saat ini dia sedang menyelidiki kasus kematian di sebuah apartemen. Kau pikir dia hanya bermain-main saja?!. Jangan seenaknya saja kau pada teman baru ku itu ya?!." Masahiko Katsu sangat jengkel dengan apa yang telah dikatakan oleh Kichiro Seira. "Kau pikir kau saja yang memiliki tugas yang sangat penting saat ini?!. Hah?!." Masahiko Katsu memperlihatkan kemarahannya.


"Kenapa kalian malah bertengkar di saat yang tidak tepat?." Katashi Arata mencoba untuk mengingatkan mereka agar tidak bertengkar?.


Akan tetapi pada saat itu ketika mereka sedang bertengkar, smartphone Masahiko Katsu berbunyi, sehingga mengalihkan dunia mereka?.


"Lihat?!. Dia lebih menghubungi aku dari pada kau yang seperti seorang serigala buduk pemarah seperti kau yang merasa berkuasa, anak kecil ingusan pun tidak sudi berhadapan denganmu!." Masahiko Katsu memperlihatkan nama siapa yang kini menghubunginya. "Heh!." Ia mendengus kesal, setelah itu ia pergi meninggalkan Kichiro Seira yang sedang terperangah tidak percaya. "Ya?. Kira?. Apakah kau mengalami masalah?. Katakan kau berada dimana?. Aku akan segera ke sana untuk membantumu." Masahiko Katsu dengan tenangnya bertanya seperti itu pada Kira yang berada di seberang sana?.


"Awas saja kau katsu!. Akan aku bunuh kau nantinya." Kichiro Seira sangat panas, sungguh ia tidak bisa menerima dengan apa yang ia rasakan pada saat itu.


"Perang diantara mereka masih saja berlanjut." Katashi Arata menatap bosan pada keduanya yang sama sekali tidak bisa akur.


...***...


Sementara itu, Kira yang baru saja selesai menghubungi Masahiko Katsu.

__ADS_1


"Ok, temanku akan membantuku untuk mencari keberadaan orang ini. Karena masalah sumber kesedihan yang dirasakan oleh temanmu itu berasal darinya." Kira memperhatikan bagaimana ruangan apartemen yang dipenuhi oleh kesedihan yang sangat mendalam.


"He?. Kau yakin memang seperti itu masalahnya?." Michio Rei hampir tidak percaya dengan ucapan Kira. "Tapi aku rasa bukan itu penyebab ia bunuh diri." Baginya itu adalah hal yang sangat mustahil.


"Memang bukan hanya dia saja yang menyebabkan temanmu itu bunuh diri." Kira memperhatikan foto dua orang yang sedang kasmaran. "Saat itu ada seseorang yang datang ke sini dengan menggunakan pakaian serba hitam. Dia datang dengan mata yang dipenuhi oleh hasrat membunuh yang sangat luar biasa." Kira memperhatikan bagaimana kejadian itu dengan mata iblis yang ia miliki.


"Hah?. Jadi dia memang dibunuh?." Michio Rei sangat bingung dengan penjelasan dari Kira.


"Dia memang dibunuh." Kira tidak salah dalam melihat. "Dia dibunuh oleh seseorang dengan hasrat dendam karena telah menyakiti seseorang." Kira berjalan ke arah tempat dimana pembunuhan itu terjadi. "Tapi dia memiliki hawa yang berbeda dengan seseorang yang aku lihat pada saat itu." Kira mempertajam lagi pandangannya, supaya ia dapat melihat dengan jelas bagiamana orang misterius itu melakukan kejahatannya.


"Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan." Michio Rei sungguh tidak dapat mencerna kata-kata Kira.


"Dia mendorong temanmu dengan cara yang seperti ini." Kira mempraktekkan apa yang telah ia lihat. "Ada seseorang yang masuk ke ruangan ini, dengan sangat cepat ia mencengkram leher temanmu, setelah ia ia dorong dengan kuat." Kira memperlihatkan bagaimana kejadian itu pada Rei.


"Semudah itukah?." Rei sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.


"Ya, semudah itu. Kejahatan tercepat yang pernah dilakukan oleh seorang penjahat kejam." Kira sedikit merinding dengan kekuatan kegelapan yang ditunjukkan oleh pembunuh sadis itu. "Karena itulah aku ingin memastikan sesuatu dari wanita itu." Kira ingin mengetahui kebenaran yang ditunjukkan pembunuh itu.


"Lakukan sesuatu yang mudah aku mengerti. Jangan buat aku bingung." Michio Rei sangat bingung, karena ia tidak memahami situasinya.


"Kejahatan ini mendorong banyak orang untuk melakukan kejahatan yang sangat tidak manusiawi." Kira sangat tidak suka dengan kejahatan yang telah ditunjukkan olek dua orang yang seakan-akan dalam kesatuan kejahatan yang membuatnya ingin segera menghentikan sosok hitam yang sebenarnya. "Sosok iblis hasrat yang memberikan dorongan pada seseorang untuk melakukan kejahatan. Sungguh, aku sangat ingin membunuhnya dengan tanganku ini." Kira menunjukkan sikap tidak sukanya?.


"Kau terlihat sangat menyeramkan sekali kira." Rei sedikit bergidik ngeri melihat penampilan Kira yang sang seakan-akan hendak menerkam seseorang.


"Aku yakin sosok hitam itulah yang mendorong ibunya ruka chan. Akan aku bunuh dia." Dalam hati Kira telah membuat tekad yang sangat kuat untuk menghentikan sosok hitam itu dengan kekuatan penuh.


...***...

__ADS_1


__ADS_2