
...**...
Kira on.
Ini adalah kisah baru, Kisah yang menceritakan Pembunuhan Sadis yang sangat tidak bertanggung jawab sama sekali. Dan aku sangat muak Sekali dengan apa yang telah dia lakukan. Akan aku tangkap dia, akan aku lihat sejauh mana dia mampu berlari dari apa yang telah dia lakukan setelah membunuh banyak nyawa yang melayang?. Sungguh kejam apa yang telah dia lakukan. Akan aku tangkap dia suatu hari nanti.
Higashiyama, kota yang dikelilingi oleh pegunungan yang sangat tinggi dan curam. Sehingga menyimpan sejuta misteri yang belum terpecahkan. Begitu banyak hal gaib yang terjadi. Bahkan tersebar berita, banyak buronan yang kabur ke sana untuk melindungi diri mereka. Termasuk ketika penjahat kelas atas yang bernama Akazuki Daiji. Tentunya kepolisian Higashiyama tidak akan membiarkan masalah itu begitu saja, hingga saat ini mereka melakukan pencarian. Karena kejahatan yang ia lakukan sangat berbahaya, sangat tidak manusiawi. Sehingga ia mendapatkan julukan knife blood, seorang penjahat yang membunuh seseorang dengan menggunakan pisau merah yang sangat tajam.
Hari ini, kepolisian Higashiyama sedang rapat untuk membahas tentang Akazuki Daiji yang berada di gunung kabur berdarah.
"Kita telah melakukan beberapa kali tinjauan di daerah gunung kabut berdarah. Akan tetapi hasilnya tetap sama saja. Belum menghasilkan apapun di sana. Bahkan kita beberapa kali mengalami kecelakaan, serta jatuh korban." Dengan perasaan sedih yang dirasakan oleh Daisuke Hiroyuki. "Kita benar-benar harus bekerja dengan keras untuk menghentikan akazuki daiji. Karena dalam satu bulan ini dia telah membunuh banyak nyawa yang tak berdosa." Lanjutnya lagi. Rasanya ia benar-benar tidak sanggup untuk meneruskan pengejaran ini Karena Akazuki Daiji sangat sulit untuk diatasi. "Sesegera mungkin kita harus segera menyelesaikan kasus ini, supaya tidak lagi menimbulkan korban yang lebih banyak lagi." Daisuke Hiroyuki terlihat sangat gelisah. Sebagai pemimpin tertinggi di kawasan Higashiyama. Ini merupakan tugas yang sangat sulit baginya. Apalagi tekanan demi tekanan yang ia terima dari berbagai pihak membuat tingkat stresnya semakin memuncak.
Namun dalam suasana yang seperti itu. Ada beberapa kelompok orang yang bertugas, mereka adalah kelompok harimau, itu yang mereka beri julukan. Diantara mereka sedang berdebat dengan suara berbisik-bisik.
"Memangnya saat dia beraksi dia tidak bisa dihentikan dengan tembakan?. Bunuh saja dia, jika memang dia penjahat besar yang harus kita bunuh pada akhirnya."
"Baka inu." Satoru Iwata berbisik ke arah temannya yang baru saja bergabung. Ia terlihat sedikit kesal. "Jika kami bisa melakukan itu, sudah lama kami melakukan itu. Bahkan dulu kami pernah berniat untuk mengebom itu gunung kabut berdarah supaya orang-orang jahat di sana mati semua." Lanjutnya sambil mengingat apa yang mereka rencanakan pada saat itu.
"Oh. Gitu ya?." Hanya itu saja tanggapan darinya?.
__ADS_1
"Kau itu masih baru, jadi kau belum mengerti situasinya." Bisiknya lagi, karena ia tidak mau menjadi pusat perhatian. Rapat ini sangatlah penting bagi kepolisian Higashiyama.
Setelah membahas banyak hal, dan strategi seperti apa yang akan mereka gunakan untuk menangkap Akazuki Daiji, mereka semua bubar untuk melakukan tindakan selanjutnya. Hitoshi Tetsuya keluar bersama anak buahnya yang meninggalkan ruangan rapat.
"Apa yang akan kita lakukan setelah ini ketua?. Apakah kita tidak memiliki cara untuk menangkap akazuki daiji?." Atsushi Ichirou langsung bertanya. Karena mereka memang harus bergerak dengan sangat cepat.
"Kita sama-sama mengetahui, jika akazuki daiji adalah orang yang sangat licik!. Bahkan dia tidak segan-segan membunuh siapa siapa saja yang menghalanginya." Hitoshi Tetsuya mengingat kembali informasi yang ia dapatkan. "Mengenai apa yang akan kita lakukan-." Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, salah satu anak buahnya malah memotong pembicaraannya.
"Harus menemukan siapa yang akan menjadi target dari apa yang ia incar." Inuzuka Killer yang meneruskan ucapan Hitoshi Tetsuya. Tentunya itu membuat mereka semua melihat ke arahnya.
Duakh!!!.
"Sangat tidak sopan. Berani sekali kau menyela pembicaraan orang lain. Hah?!. Kau mau aku bunuh?." Satoru Iwata bahkan memiting kepala Kira saking kesalnya. Mungkin tadi di dalam ruangan ia masih memahami jika Kira belum mengerti situasi, tapi kali ini ia sangat kurang ajar.
"Oi!. Jaga ucapanmu pemula." Koji Isao, dan Atsushi Ichirou sangat kesal juga mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira.
"Hum." Hitoshi Tetsuya sedang memikirkan yang dikatakan oleh Kira mengenai apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. "Aku rasa itu ide yang cukup baik." Hitoshi Tetsuya sedang memikirkan cara apa yang akan mereka lakukan untuk menghentikan Akazuki Daiji.
"Eh?!." Mereka semua sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Hitoshi Tetsuya. Tidak biasanya ia mau mendengarkan apa yang dikatakan seseorang. Tapi lihat apa ini?. Ia bahkan mendengarkan apa yang dikatakan oleh seseorang pemula?.
__ADS_1
"Eh tunggu." Satoru Iwata langsung mendekati ketuanya. "Apakah itu tidak salah ketua?." Ia bertanya seperti itu karena tidak yakin dengan apa yang akan dilakukan oleh ketuanya.
"Aku tidak salah." Balas ketuanya melirik ke arah Satoru Iwata yang terlihat sedang meragukan apa yang ia katakan.
"Tapi bagaimana caranya kita membuat jebakan itu?." Koji Isao juga mendekati ketuanya. "Pasti sangat berbahaya jika kita asal-asalan saja." Lanjutnya lagi dengan sangat takutnya.
"Benar apa yang dikatakan isao-san. Kita akan mengalami bahaya yang terlalu tinggi jika kita tidak mengetahui siapa yang akan menjadi targetnya." Atsushi Ichirou merasa keberatan dengan ide itu.
Apakah kita tidak bisa memikirkan ide lain ketua?." Satoru Iwata kembali bertanya.
"Kalau begitu kalian yang pikirkan." Sepertinya Hitoshi Tetsuya sudah menyerah karena mereka banyak protes. "Saat ini kepalaku sedang sakit, jadi kalian jangan ganggu aku untuk sementara waktu. Kalian mengerti?." Setelah berkata seperti itu ia bergegas meninggalkan mereka semua tanpa mendengarkan tanggapan dari mereka semua.
"Ketua?. Tunggu bentar." Mereka berusaha untuk menghentikan Hitoshi Tetsuya, akan tetapi tidak berhasil. Setelah itu mereka semua melihat ke arah Kira yang seakan-akan tidak peduli sama sekali dengan apa yang terjadi. Meskipun raut wajah mereka terlihat sangat marah padanya, akan tetapi ia juga tidak peduli sama sekali.
Berani sekali meremehkan kemampuan yang aku miliki. Bahkan aku dapat melihat apa saja yang telah kalian lakukan. Dengan menggunakan kekuatan mata iblis ku ini, aku dapat melihat apa saja yang aku inginkan. Bahkan melihat kemana saja, dan apa saja yang telah dilakukan oleh Akazuki Daiji saat itu. Namun di dalam dunia hukum, untuk memberatkan seseorang agar terbukti telah melakukan kesalahan maka harus memiliki bukti fisik. Simak terus ceritanya ya, supaya dapat Memahami dengan baik bagaimana kasus pembunuhan itu terjadi. Dalam kisah ini akan aku jelaskan bagaimana penyelesaian dari kisah menyeramkan itu. Akazuki Daiji, seorang pembunuh sadis menurut orang-orang yang melakukan aksi itu pada orang-orang kaya?. Apakah dia merampok sambil membunuh?. Tapi tidak ada satupun laporan mengenai hilangnya harta benda yang dialami oleh korban, selain kematian yang sangat mengerikan yang mereka dapatkan. Apa tujuan dari Akazuki Daiji melakukan ini sebenarnya?. Tidak ada yang bisa menjawabnya, kecuali kita mencari tahu kebenaran kisah ini dengan melanjutkan ceritanya. Pasti pembaca tercinta sangat penasaran dengan lanjutannya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
Kira off.
...***...
__ADS_1