
...***...
Kira on.
Ini masih lanjutan dari ulangan kisah sebelumnya. Aku telah berhasil membuat Haruki Murakami mengakui apa yang telah ia lakukan. Tapi dia tidak mengingatnya, dia tidak ingat sama sekali telah mengatakan apa. Tapi bagiku aku tidak peduli apakah dia ingat telah melakukan apa. Yang Penting aku telah berhasil mengorek keterangan yang sangat penting darinya.
"Apa yang telah aku akui?." Haruki Murakami benar-benar melupakan apa yang telah ia alami tadi?. Ia hampir saja melawan, meskipun kedua tangannya telah diborgol. Tapi Kira dapat mengatasinya dengan baik.
"Jika kau ingin mengetahui apa yang terjadi, nanti akan aku perlihatkan padamu. Saat ini kau nurut saja padaku." Sakurai tampak sangat kesal, sehingga ia menarik paksa tangan Haruki Murakami.
"Kalian tidak bisa menangkapku!." Ia masih saja mau memberontak?. Tapi Sakurai tidak peduli.
"Kau telah melakukannya dengan baik sakurai senpai. Maafkan aku, jika aku terlambat menyelamatkan mu dari lubang kegelapan." Dalam hati Kira merasa sedikit lega, karena ia bisa membantu Sakurai. "Aku harap kau bisa lebih tenang setelah ini. Kembali lah tersenyum seperti dulu lagi sakurai senpai." Kira benar-benar ingin melihat senyuman Sakurai yang seperti dulu.
Baiklah!. Kita anggap masalah itu telah selesai, Karena aku telah berhasil menginterogasi Haruki Murakami dengan sangat baik. Itu tentunya membuat Sakurai Senpai merasa lebih baik dari sebelumnya. Walaupun kasus itu belum selesai sepenuh ini, setidaknya ini adalah titik yang sangat bagus. Namun di sisi lain, ada pihak yang sangat tidak senang dengan apa yang telah aku dan Sakurai senpai lakukan. Terutama padaku yang telah melakukan itu.
Di pusat kantor kepolisian.
Jendral tertinggi dari kepolisian Higashiyama telah menerima laporan hasil interogasi dari Sakurai. Hasilnya cukup mengejutkan, mereka sama sekali tidak percaya dengan apa yang mereka terima?.
"Apakah laporan ini dibuat langsung oleh nakamoto sakurai?." Yamamura Tani sebagai jendral tertinggi kepolisian Higashiyama bertanya pada anak buahnya.
"Iya pak, ia bersama anjingnya kira yang melakukan interogasi, di sebuah ruangan khusus yang mereka minta." Balas Shohei Matsunaga membenarkan apa yang ditanyakan oleh atasannya itu. "Dan laporan ini asli tulis tangan dari nakamoto sakurai." Lanjutnya lagi.
"Dia memang bersungguh-sungguh dalam kasus sepuluh tahun berlalu." Yamamura Tani masih mengingat bagaimana Sakurai Nakamoto memohon padanya untuk membuka kembali kasus itu, dan sebagai gantinya, jika ia tidak berhasil menyelesaikan kasus ini hingga akhir tahun maka ia akan dipecat secara tidak terhormat, bahkan diasingkan, dipenjara di tempat penjara paling mengerikan. Tapi sepuluh tahun itu bukanlah waktu yang singkat untuk meyakinkan seseorang dalam sebuah kasus yang sangat besar.
"Dia berhasil melakukan interogasi pada salah pelaku?." Yamamura Tani masih ragu, apakah ini asli atau karangan semata?. "Tapi kita lihat bagaimana dia dan anjingnya itu melangkah setelah ini." Yamamura Tani tersenyum kecil.
"Lalu apa yang akan tuan lakukan setelah ini?. Apakah tuan akan membiarkan mereka terus melangkah?." Jun Hayama sedikit penasaran.
"Aku tidak perlu melakukan apapun. Aku hanya melihat sejauh mana dia melangkah dan menemukan siapa pelaku utamanya." Ia tidak mau memusingkan dirinya hanya karena Nakamoto Sakurai dan Inuzuka Kira. "Biarkan saja mereka mengejar orang-orang yang terlibat di dalam kasus undangan berdarah itu. Kita tidak perlu ikut campur." Lanjutnya lagi.
"Baiklah. Jika memang seperti itu yang tuan inginkan." Jun Hayama sebagai anak buah hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh atasannya.
__ADS_1
"Perlihatkan padaku sejauh mana kalian bisa menggonggong. Dan sejauh mana anjing kecil itu menggunakan mata iblisnya untuk melihat siapa pelaku utamanya." Dalam hati Yamamura Tani hanya ingin mengetahui seberapa besar kekuatan iblis yang ada di dalam darah Inuzuka Kira.
Yamamura Tani, dia adalah kepolisian tertinggi di Higashiyama. Sepertinya dia sangat tidak suka dengan apa yang telah aku lakukan. Tapi aku sangat tidak peduli, apakah dia suka atau tidak. Bagiku membantu Sakurai senpai jauh lebih penting dari pada aku takut padanya.
Setelah melakukan interogasi. Keduanya duduk santai di atap gedung sambil menikmati tiupan angin sore, juga pemandangan kota yang dihiasi gedung bertingkat. Sesekali mata mereka melihat beberapa orang sedang melakukan aktifitas masing-masing.
"Bagaimana menurutmu pertunjukan tadi sakurai?. Apakah kau menikmatinya?. Atau kau merasa bosan?." Kira malah cengengesan sambil bertanya seperti itu?.
"Kau memang mengerikan kira." Sakurai menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas, ia juga duduk bersila, berlawanan arah dengan Kira yang menatap ke depan. "Pertunjukan yang kau lakukan cukup menyenangkan
Meskipun kau terlihat sadis aku sangat menikmatinya. Kau telah melakukannya dengan sangat baik." Senyumannya begitu puas, ia sangat menikmati interogasi tadi.
"Aku kejam karena menyampaikan apa yang kau rasakan saja." Balasnya dengan santai, ia mengambil rokok dan koreknya, kemudian mematik korek ke rokok, ia hisap rokok itu dengan tenang. "Gejolak yang ada di dalam dirimu itu telah aku dengar. Karena itulah aku bersikap kejam padanya tadi." Ia sedikit menyeringai, karena ingat dengan sensasi yang ia rasakan pada saat itu.
"Gitu ya." Sakurai tersenyum miris. "Apakah aku terlalu lemah menurutmu Kira?. Sehingga kau hanya menyalurkan amarah padamu saja." Sakurai merasa begitu, ia seperti setengah hati ingin menyelesaikan kasus ini.
Kira melirik ke arah Sakurai, matanya memerah seperti darah. "Justru kau yang paling kuat sakurai." Kira tersenyum lembut, ia mengerti perasaan Sakurai Saat ini.
"Kau mencoba menghiburku ya, kira?" Sakurai menatap tajam ke arah Kira, namun Kira justru malah tertawa cekikikan.
"Berisik!." Sakurai jadi sewot, kenapa Kira malah menertawainya dalam kondisi seperti ini coba?.
"Ahaha!. Ayolah sakurai san. Saat ini kita sedang santai, jadi kau tidak usah kaku begitu. Santai lah untuk sejenak." Ia menggoda Sakurai yang kaku. Apakah dia tidak tahu kalau suasana hatinya sedang tidak baik?.
"Sakurai, dengarkan apa yang aku katakan padamu." Kira kali ini terlihat sangat serius. "Ini adalah awal dari semuanya. Aku harap, kau kuat menghadapi semuanya. AkuĀ hanya melakukan apa yang aku bisa, dan hanya bisa melakukannya sekali dalam seumur hidupku. Jika mereka mengetahui kelemahan yang aku miliki, maka semuanya akan berakhir. Karena itulah persiapkan dirimu untuk segala kemungkinan yang akan membuatmu melakukan itu." Kira sepertinya memberikan peringatan pada Sakurai.
"Um. Tentunya kau telah mengetahuinya bukan?." Sakurai merasakannya. "Kau yang telah menawa sesuatu padaku. Memberikan harapan padaku, sehingga aku bisa bangkit seperti ini." Lanjutnya.
Bletak!!!.
Sakurai menjitak kepala Kira sedikit keras. "Apaan sih?." Kira mengelus kepalanya yang terasa berdenyut sakit.
"Karena itulah kau tidak boleh pergi sebelum aku suruh kau pergi. Kau tidak boleh mati sebelum aku suruh mati." Sakurai bangkit dari duduknya sambil menunjuk ke arah Kira. "Kau harus bertanggungjawab atas harapan yang telah kau katakan padaku pada saat itu!. Apakah kau mengerti inuzuka kira!." Suaranya terdengar keras, saat ini perasaan yang sedang ia rasakan sangat membara.
__ADS_1
"Haik!. Mengerti tuan sakurai." Kira memberi hormat. Dengan senang hati ia akan melakukan itu dengan baik.
Setelah kami berhasil pada interogasi pertama, kami beristirahat untuk sejenak sambil berbincang-bincang. Kami bukanlah orang kaku yang fokus pada satu titik saja. Setidaknya dari obrolan itu aku mengetahui, ada titik harapan pada Sakurai senpai untuk bangkit kembali. Tetaplah semangat Sakurai Senpai!. Aku akan selalu bersamamu.
Hari ini diadakan rapat perdana tentang kasus undangan berdarah. Setelah sekian lama akhirnya kasus ini ditanggapi juga oleh kepolisian. Sebab laporan dari Nakamoto Sakurai membuat mereka terkejut. Bagaimana pengakuan dari yang cukup membuat mereka semua geger. Tapi kenapa laporan itu bisa membuat mereka terkejut?. apakah ada kesalahan?. Sebenarnya tidak ada yang salah, hanya saja mereka sangat tidak percaya dengan pengakuan yang tertulis di dalam laporan itu. Kesannya Laporan itu telah dibuat-buat seperti sedang mengarang sebuah cerita yang tidak masuk akal.
"Nakamoto sakurai, sebagai penanggung jawab dalam kasus ini baru saja menangkap salah satu pelakunya." Jun Hayama sebagai moderator dalam agenda kali ini menyebutkan nama Sakurai Nakamoto. Ia memberi hormat pada mereka semua yang hadir, termasuk pada kepala kepolisian tertinggi yang ikut dalam rapat tersebut. "Seperti yang kita ketahui, laporannya sudah dibagikan pada petinggi kepolisian, dan hasilnya cukup mengejutkan." Lanjutnya lagi. "Apakah ada tanggapan dari tuan dan nyonya sekalian?." Jun Hayama memberikan kesempatan kepada mereka yang hadir di ruangan tersebut untuk menanggapi laporan Nakamoto Sakurai.
Saat itu Daisuke Watanabe mengangkat tangannya, sepertinya ia ingin mengajukan beberapa pertanyaan pada Nakamoto Sakurai?. Tidak, matanya malah menatap ke arah Kira yang terlihat sangat cuek dengan kehadiran mereka semua. "Mungkin aku hanya bertanya pada anjingnya nakamoto san saja" ucap Daisuke Watanabe menatap ke arah Kira yang sedang duduk santai di sebelah Sakurai.
"Maaf?. Apa maksudnya itu?. Apa maksud anda memanggilnya dengan nama itu?." Sakurai malah emosi mendengarkan ucapan Daisuke Watanabe. Apakah mulutnya itu tidak bisa berkata sopan pada temannya?. Kenapa laki-laki itu menyebutkan nama Kira dengan nama Inu atau artinya anjing?. Meskipun namanya adalah Inuzuka?. Tapi bukan berarti dengan seenaknya saja dia memanggil Inuzuka Kira, sama dengan memanggil anjing peliharaan.
"Sudahlah sakurai. Biarkan saja dia mau memanggil aku apa." Kira bangkit dari duduknya, mencoba menahan Sakurai agar tidak memperlihatkan amarahnya dihadapan mereka. "Akan berbahaya jika kau sampai terpengaruh dengan emosi yang ia pancing untuk membuatmu terlihat bodoh dihadapan mereka sakurai san." Kira berbisik tepat di telinga Sakurai, supaya hanya laki-laki itu saja yang mendengarnya. "Percayalah, semua akan berjalan dengan baik. Kita perhatikan saja apa yang mereka inginkan dalam rapat ini." Bisik Kira lagi, ia tersenyum lebar.
"Hufh." Nakamoto Sakurai hanya menghela nafasnya dengan pelan. Mau tak mau akhirnya Sakurai mengalah, dan mencoba bersabar. Ia kembali duduk dengan tenang meski hatinya bergemuruh menahan gejolak kemarahan yang mendesak paru-parunya.
"Tuan yang terhormat, pertanyaan seperti apa yang anda ajukan pada saya yang rendahan ini. Saya akan menjawabnya, jika anjing baik ini bisa menjawabnya." Kira tersenyum ramah, ia tidak merasa tersinggung sama sekali dengan ucapan Daisuke Watanabe, justru Watanabe yang terlihat kesal padanya. Tapi matanya saat ini secara diam-diam mencoba menyelami alam pikiran Daisuke Watanabe.
Aku tidak menduga sama sekali jika mereka ingin mendiskusikan apa yang telah terjadi. Bukankah selama ini mereka sangat tidak peduli dengan apa yang telah dilakukan Sakurai senpai?. Ada hal yang saat itu sangat mengurai emosi jiwa membara. Daisuke Watanabe. Dia bukan hanya memandang rendah padaku, tapi dia juga tidak sopan. Sombong dan juga sangat angkuh. Ingin rasanya aku membunuhnya, jika saya aku tidak memiliki tujuan lain.
"Heh!. Lelaki buruk seperti kau mau mencari kesalahan Sakurai senpai dalam pertemuan ini?. Kau pikir lelaki yang suka mempermainkan wanita seperti kau bisa mengalahkan aku?." Dalam hati Kira menyeringai lebih lebar, karena sekilas ia dapat melihat hal buruk apa saja yang telah dilalui oleh Daisuke Watanabe.
"Aku dengar kau yang melakukan interogasi, juga mencari lokasi pelakunya." Dengan nada ogah-ogahan ia berkata seperti itu. "Apakah kau mencoba memanipulasi data, mengancam pelaku agar mengakui perbuatannya?. Bagaimana mungkin kau bisa melakukan itu?. Jelaskan pada kami caranya kau mengetahui dimana lokasi itu berada?." Pertanyaan Daisuke Watanabe membuat Sakurai emosi, ia tidak terima dengan tuduhan itu. "Selain itu." Matanya melirik ke arah Nakamoto Sakurai. "Kau ini menulis sebuah cerita atau sedang mengarang sebuah cerita?. Sehingga laporan yang kau tulis itu sama sekali tidak masuk akal. Dan sulit untuk difahami. Apakah kau tidak lulus dalam ujian dalam menuliskan laporan kepolisian?." Dengan perasaan geram, ia banting laporan yang ia genggam. Hatinya sangat terbakar amarah dengan apa yang telah tertulis di laporan tersebut.
"Pak Watanabe, kau pikir kami ini polisi apa sehingga melakukan perbuatan hina itu?. Jaga ucapanmu!." Sakurai sangat emosi, kenapa Daisuke malah meragukan laporan mereka?. Terutama interogasi yang dilakukan oleh Kira?. "Kau pikir kami melakukan itu dengan drama yang telah kami buat skenario ditulis oleh pengarang terbaik?. Kau pikir kami tidak menanggung resiko saat melakukan penangkapan itu?." Nakamoto Sakurai sangat emosi sekali mendengarkan apa yang dikatakan oleh Daisuke Watanabe. Benar-benar sangat merendahkan dirinya juga Kira yang telah susah payah mencari tahu kebenaran yang tersembunyi?.
"Semakin kau marah, maka kami semua meragukan hasil laporan ini, nakamoto kun." Daisuke Watanabe malah menyeringai, begitu juga dengan empat orang anggota lainnya yang ikut hadir dalam rapat tersebut. Sedangkan yang lainnya ikut merendahkan Nakamoto Sakurai. Sungguh menghina dirinya.
"Kau!." Sakurai tersinggung dengan ucapan itu, kenapa malah ia dipermainkan seperti itu?. "Berani sekali kau berkata seperti itu padaku." Sakurai sangat marah dan ingin menghajar Daisuke Watanabe. Perasaan itu telah sampai pada Kira, hasratnya ingin menjatuhkan seseorang.
Tetapi setidaknya Sakurai senpai dapat memancing amarahnya. Orang tidak berguna seperti dia mau menjatuhkan aku?. Apakah dia tidak menyadari jika dirinya memiliki banyak kekurangan?. Sungguh dia tidak tahu malu, serta tidak pandai bercermin pada dirinya sendiri.
Kira off.
__ADS_1
...***...