
...***...
Kira on.
Tapi mereka masih saja berdebat, karena menganggap apa yang akan aku lakukan adalah hal yang sangat gila, tidak masuk akal. Bagaimana mungkin bisa mencaritahu seseorang yang telah meninggal?. Ya, memang tidak masuk akal, tapi bagiku itu bukanlah hal yang sulit, karena aku memang bisa melakukan itu dengan sangat mudahnya.
"Kau jangan seenaknya saja bertindak!. Tidak mungkin kau bisa melakukan itu pada orang yang telah tewas!. Kau pikir kau ini siapa?!." Dengan kesalnya ia membentak Kira dengan suara yang sangat keras.
"Kalian tidak panik seperti itu. Dia bisa melakukan apa yang ia mau." Sakurai tidak mau berkata banyak. Baginya menemukan kebenaran dari kasus undangan berdarah sangatlah penting.
"Jelas-jelas itu sudah gila!. Tidak yang bisa melakukan itu selain orang gila!." Hirogashi Ken marah dan masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Kira.
"Aku tidak gila. Aku bisa memperlihatkannya pada kalian jika kalian mau melihatnya nanti." Kira malah tertawa geli melihat kemarahan Hirogashi Ken.
"Terkadang aku juga ingin mengetahuinya, bagaimana kira melakukan itu." Dalam hati Sakurai juga penasaran. Namun ia tidak mau menghambat Kira menemukan bukti itu hanya karena pertanyaannya yang sama sekali tidak membantu Kira menemukan kebenaran itu.
Jika kalian ingin mengetahui bagaimana caranya aku melakukan itu, maka kalian boleh ikut. Aku tidak keberatan sama sekali jika memang kalian ingin mengetahui caranya seperti apa.
Saat ini Kira, Sakurai, Matsunaga Shohei dan Hirogashi Ken sedang berada di ruang mayat. Itu karena Kira ingin melihat apakah masih ada orang lain yang terlibat dalam kasus undangan berdarah itu, sekaligus ingin mengetahui identitas wanita bertopeng itu. Ia sangat yakin wanita bertopeng itu telah melakukan sesuatu pada Takahashi Mizuki. Siapa lagi yang melakukan itu jika bukan wanita jahat bertopeng itu dalangnya?.
"Apa yang dia lakukan dengan menatap mata takahashi mizuki yang telah lama meninggal?." Matsunaga Shohei merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Kira. "Dia memang orang gila. Hanya orang gila yang melakukan itu." Merinding melihat apa yang dilakukan Kira?.
"Diam lah sebentar. Jangan ganggu konsentrasinya." Sakurai memperingatkan Matsunaga Shohei agar tidak cerewet bertanya padanya. "Lagipula aku tidak bisa menjelaskan pada kalian apa yang sedang ia lakukan. Karena aku juga tidak mengerti." Sakurai juga ingin mengetahuinya, akan tetapi Kira tidak mau berbagi penglihatan ini. Berbeda saat ia melakukan interogasi, ia mau berbagi penglihatannya.
__ADS_1
"Cih!. Lakukan. Sesuka hati kalian." Matsunaga Shohei sangat jengkel dengan apa yang mereka lakukan. "Ada-ada saja kelakuan aneh kalian." Ia malah merungut dengan kesalnya.
"Sebenarnya dia mau melakukan apa?. Kenapa ia malah melakukan hal aneh?. Rasanya aku seperti melihat dukun dari pada seorang polisi." Matsunaga Shohei sangat tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Kira yang sedang menatap mata Takahashi Mizuki. Saat ini ia tenggelam dalam ingatan Takahashi Mizuki sejak ia melakukan kejahatan.
"Sebanyak ini sebanyak ini ingatannya membunuh orang lain?. Bahkan ketika ia masih remaja ia memiliki hasrat ingin membunuh." Kira melihat semua lembaran kumpulan ingatan yang dilakukan Takahashi Mizuki selama ia hidup.
Di bawah alam sadarnya, ia berdiri melihat semua lembaran itu dalam ingatan Takahashi Mizuki?.
"Dia ini lebih seram dari yang aku bayangkan. Ternyata dia lahir dari iblis tipe pembunuh berdarah dingin. Jadi karena itulah wanita dari iblis hasrat membunuh itu mengajaknya untuk melakukan pembunuhan itu?." Kira sepertinya menyadari sesuatu hal yang sangat aneh dengan tipe iblis yang dia lihat.
"Tapi sungguh sangat mengerikan apa yang mereka lakukan. Sangat tidak manusiawi." Kira mencoba mendekati ingatan Takahashi Mizuki saat ia datang ke sebuah tempat. Wanita itu juga ada di sana?. Kenapa selalu ada wanita bertopeng itu juga laki-laki yang sama sekali tidak ia kenali?. Apa hubungan keduanya?. Kira ingin menyelam lebih jauh lagi. "Mungkin aku akan kembali ke ruangan itu, aku ingin melihat wanita itu berdiri di posisi mana ketika kejadian itu terjadi." Kira masih penasaran siapa yang berdiri di depan pintu sebelah barat ketika Sakurai sampai di sana.
Aku sedang berusaha untuk melakukan itu dengan sangat baik. Aku ingin mengetahui dengan jelas, bagaimana dia terbunuh. Aku sangat yakin jika wanita bertopeng itu terlibat dalam masalah ini.
Deg!!!.
Kira terlempar ke luar dari ingatan Takahashi Mizuki. Sepertinya ia terlalu lama memasuki kawasan itu. Tubuhnya memiliki batas yang tidak boleh dilanggar begitu saja. Ia tidak boleh menyakiti tubuhnya jika ia ingin membantu Sakurai menemukan kebenaran dari kasus itu.
"Uhuk!!!." Kira terbatuk keras, dan ada darah yang ia muntahan.
"Kira!." Sakurai sedikit terkejut, tapi setelah itu ia kembali bersikap normal. Ia berusaha untuk menekan perasaannya agar tidak terlalu khawatir dengan keadaan Kira yang telah ia lihat beberapa kali seperti ini jika Kira memaksakan diri.
"Hoi!. Kau baik-baik saja?." Hirogashi Ken terlihat sedikit khawatir melihat kira yang seperti itu.
__ADS_1
"Bagaimana kira?. Kau telah menemukannya?. Apakah kau mengetahui siapa yang telah melakukan itu pada takahashi mizuki?." Sakurai menepuk pundak Kira dengan pelan.
"Aku hanya menemukan sedikit. Tapi aku tidak tahu apakah itu sangat membantu atau tidak." Balas Kira sambil mengatur nafasnya yang sedikit sesak.
"Kalian ini polisi atau pemburu jejak para normal?. Sungguh tidak masuk akal atas apa yang kalian lakukan!." Matsunaga Shohei sangat heran dengan apa yang dilakukan Kira tadi. "Sungguh tidak masuk akal sekali dengan apa yang kalian lakukan!." Entah kenapa ia sangat emosi karena apa yang ia lihat diluar akal sehat dan nalar manusiawi.
"Sebaiknya kalian segera tinggalkan tempat ini!. Kami tidak mau berurusan dengan kalian yang tidak normal seperti kalian!." Lama-lama Hirogashi Ken merasa kesal dengan apa yang dilakukan Kira dan Sakurai. "Kali ini kalian kami bebaskan dengan aman!. Tapi jika kalian masih kembali lagi ke daerah ini!. Maka akan aku bunuh kalian berdua!." Amarahnya tidak bisa ia tahan lagi, rasanya sangat menguras emosi melihat Kira.
"Heh!. Bukankah kalian ingin mengetahui bagaimana takahashi mizuki dibunuh?." Sakurai mendengus kesal. "Lantas kenapa kalian malah mengusir kami?. Dasar plin-plan dan tidak berpendirian." Sakurai sangat kesal mendengarkan ucapan mereka.
"Tidak usah!. Sebaiknya kalian pergi dari sini segera mungkin. Kami anggap kalian tidak pernah melakukan apapun di kawasan amekaze!." Matsunaga Shohei muak dengan apa yang mereka lakukan. "Aku tidak mau berurusan dengan kalian lagi!." Raut wajahnya memang terlihat tidak bersahabat sama sekali.
"Ya, pergilah segera mungkin dari sini!." Hirogashi Ken juga bahkan mengusir Kira dan Sakurai. "Pergilah dan jangan kembali lagi ke daerah ini!. Simpan saja rahasia apa saja yang telah kalian ketahui tentang wilayah ini!." Lanjutnya sambil melotot lebar.
"Tentu saja akan pergi segera mungkin, karena kami ingin mencari keberadaan salah satu tersangka yang harus bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan sepuluh tahun yang lalu." Sakurai tidak akan melepaskan mereka begitu saja tanpa mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan selama ini?. "Kira, tidak usah banyak membuang-buang waktu. Kita harus segera menemukannya sebelum orang-orang itu mendahului kita." Sakurai langsung meninggalkan ruangan mayat.
"Ryoukai. Sakurai sama." Kira memberi hormat, setelah itu ia bergegas menyusul Sakurai yang tidak sabar lagi mendatangi lokasi berikutnya.
"Mereka benar-benar tidak waras. Apakah dia tidak tahu caranya seorang polisi mencari barang bukti fisik?." Matsunaga Shohei merinding membayangkan ada polisi yang seperti itu. "Mereka pikir polisi itu paranormal?. Sehingga dengan cara seperti itu mereka bekerja." Sangat menyebalkan memang berurusan dengan hal yang aneh.
"Mungkin mereka memang tidak waras. Mana mungkin dengan cara seperti itu ia bisa memberat seorang pelaku dengan cara aneh seperti itu." Hirogashi Ken juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya.
Tidak banyak yang aku mengetahuinya, tapi yang sangat ingin aku lihat pada saat itu sepertinya sangat tersembunyi. Padahal aku sangat ingin melihat wajah wanita itu, tapi sepertinya itu tidak berhasil. Ada kegelapan yang sangat kental menyelimuti tubuhnya wanita itu sehingga aku terpental. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
__ADS_1
Kira off.