
...***...
Kira on.
Sepertinya untuk beberapa hari ini author yang tidak berwujud ini akan flashback pada kejadian sebelumnya. Karena author sedang dalam Perjalanan Pekanbaru Ke Bandung selama empat hari.. Jadi maafkan author yang tidak berwujud ini ya pembaca tercinta,jika merasa tidak nyaman saat membaca. Karena author yang tidak berwujud ini tidak bisa up seperti biasanya. Tapi mohon dukungannya. Semoga author yang tidak berwujud ini tidak mengecewakan pembaca setia. Salam penuh cinta untuk Pembaca tercinta.
Ini adalah Saat Pertama kali kami berhasil menangkap salah satu pelaku yang terlibat dalam kasus Pembunuhan undangan berdarah. Percakapan yang sangat aneh Menurutku pada saat itu.
"Bagaimana menurutmu kira?. Aku masih mau menikmati pengejaran ini sedikit lebih lama." Sakurai menatap Partner nya yang kini sudah siap menangkap mangsa. "Aku sudah bosan bermain kucing anjing seperti ini." Keluh Sakurai dengan kesalnya.
"Lihatlah pembaca tercinta. Dia bilang lelah bermain kucing anjing. Apalagi aku?." Dalam hati Kira merasa kesal dengan sikap Sakurai yang berubah-ubah.
"Hoi!. Kira, apa kau tidak dengar apa yang aku katakan?." Sakurai terlihat kesal dengan sikap Kira yang seakan-akan mengacuhkan dirinya.
"Itu terserah kau saja Sakurai, aku hanya mengikuti apa yang kau inginkan." Kira hanya mengikuti apa yang diinginkan oleh Sakurai, apalagi jika menangkap orang-orang yang terlibat dalam kasus mengerikan itu.
Sebenarnya hati Sakurai senpai itu sangat rapat sekali, sehingga seharusnya ia mendapatkan perhatian khusus. Ups!!. Semoga saja Sakurai senpai tidak marah padaku atas apa yang aku katakan tadinya. Namun itu hanga awalnya saja, karena masih ada masalah lainnya yang mungkin terjadi.
__ADS_1
Hum?. Apa?." Ryoma merasa heran apa yang dilihat oleh temannya itu, hingga tercengang seperti itu. Karena penasaran Ryoma membuka jendela kaca, ia juga terkejut melihat itu
Sedangkan Kira yang sedang mengejar orang itu?. "Sangat gila sekali anjing itu!. Larinya itu sangat tidak manusiawi." Dalam hatinya merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Kira yang terlihat sangat tidak wajar.
Nah!!!. Itu salah satu yang aku katakan pada kalian. Mereka adalah anak buahnya sakurai Senpai, tapi mereka sama sekali tidak bisa membantu. dan itu menurutku sangat menyebalkan. Rasanya ingin aku goreng mereka hidup-hidup. Dan yang paling menyebalkan adalah ketika kami hendak menangkap bajingan busuk itu malah terjadi Sedikit drama yang sangat tidak menyenangkan sama sekali.
"Heh!. Kau pikir aku akan mendengarkan apa yang kau katakan?!." Kira terus berusaha mengiring lelaki itu menuju tempat tujuan. Menuju tempat yang telah mereka siapkan untuk menjebak musuh.
"Apa masalahmu bajingan!. Sebaiknya kau jangan mendekat!." Target terus berlari karena ia tidak mau ditangkap.
"Menurutmu aku peduli?. Jangan lawak kau penjahat busuk!. Kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja setelah apa yang telah kau lakukan?." Kira tidak peduli apapun makian yang keluar dari mulut lelaki itu, yang pasti ia melakukan apapun untuk Sakurai. Hingga mereka sampai pada tujuan, di mana Sakurai telah menunggu target pertama mereka.
"Lihatlah?. Raut wajahnya yang sedang bersemangat itu membuatku berkobar membara." Dalam hati Kira merasakan hawa kobaran api mangsa yang telah menemukan targetnya.
Ya! Kira-kira seperti namaku, eh salah. Seperti itulah dramatis yang terjadi pada saat itu. Sungguh sangat menyebalkan!. Dan anehnya aku malah bersemangat pada hari itu. Rasanya sangat ketika aku mengingatnya.
"Hooo, hari ini dia lebih bersemangat. Apa karena ia sudah muak dengan mereka yang telah melakukan kejahatan, namun lari dari tanggungjawab. Aku rasa setelah ini akan terlihat seru." Dalam hati Kira memperhatikan apa yang dilakukan Sakurai. Ia menjadi saksi apa yang diinginkan Sakurai dalam kasus ini. Baginya, membantu Sakurai lebih penting dari apapun saat ini. Tidak akan ia biarkan siapapun juga menghalangi Sakurai untuk menemukan kebenaran dalam kasus yang sangat menyedihkan itu. "Aku akan melakukannya dengan baik. Lebih cepat dari siapapun juga." Dalam hati Kira mulai merasakan ada gejolak yang liar biasa yang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
Nah, kan?. Bagaimana perasaan yang aku rasakan pada saat itu. gejolak yang sangat untuk ukuran orang normal. Dan aku bukanlah orang normal. Apa lagi saat mengetahui jika ada sekelompok orang yang sangat penasaran siapa aku yang sebenarnya.
"Kira-kira seperti itulah kabar yang beredar. Selain itu. Bukankah beberapa dia membantu nakamoto keluar dari rumah sakit?. Bahkan yang terakhir dia yang menjamin nakamoto, jika dia kambuh lagi." Jun Hayama melihat kembali data tentang Nakamoto Sakurai dan Inuzuka Kira.
"Sebenarnya siapa si inuzuka kira bagi nakamoto sakurai?. Sehingga ia begitu bersegigih menyelamatkannya dari kegelapan?." Yamamura Tani sedikit heran. Jun Hayama hanya diam saja, karena ia memang tidak memiliki jawaban untuk itu.
"Aku masih ragu, entah ini kebetulan atau sakurai sedang melakukan drama. Untuk menutupi kebodohannya agar tidak terlihat gagal dengan menyewa aktor bodoh dalam dialog yang ia mainkan." Batin Yamamura Tani merasa lucu dengan berhasilnya melakukan penangkapan kali ini. Karena sudah banyak polisi yang mengambil muka untuk menyelesaikan kasus tersebut, namun belum menemukan titik terangnya.
Pada saat itu mungkin saja mereka curiga, tapi mereka sama sekali tidak mengambil tindakan apa-apa. Karena mereka masih ragu untuk bertindak mengenai aku yang mungkin belum merasa terancam dengan apa yang aku lakukan. Itu karena mereka tidak mengetahui apa yang aku miliki pada saat itu. Apalagi Mereka sampai berani menilai Sakurai Senpai seperti itu. Ingin rasanya aku merobek mulut Mereka yang tidak berguna sama sekali. Simak dengan baik apa yang Mereka katakan pada saat itu.
"Apakah nakamoto sakurai sudah putus asa?. Sehingga membuat drama seakan-akan ia adalah polisi hebat yang telah berhasil menangani kasus ini hingga akarnya?." Jun Hayama berpikir aneh.
"Sakurai, perlihatkan padaku bagaimana kau berperan dalam drama mu ini, juga anjingmu itu sejauh mana dia akan menggonggong untukmu?." Yamamura Tani tersenyum kecil. Ia mencoba memaklumi mental Sakurai sebagai salah satu korban yang selamat dalam kasus itu.
Jika saja aku tidak menuruti alur yang telah dibuat oleh author yang tidak berwujud ini. mungkin saja aku telah menentukan sediri bagaimana awal dan akhir dari kisah ini, dan mungkin ada bumbu yang lebih pedas sadis dari Merica hitam kisah ini. Sangat disayangkan sekali ya pembaca tercinta. Tapi harapan dari ku adalah pembaca tercinta mau mendukung Karya ini sampai akhir nanti. Terima kasih atas dukungannya. Temukan jawabannya.
Kira off.
__ADS_1
...***...