MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 36


__ADS_3

...**...


Kira on.


Itu tadi hanyalah kilasan saja. Karena aku belum menceritakan bagaimana aku membantunya pada saat itu. Sakurai senpai hampir saja menjadi tersangka dalam kasus undangan berdarah sepuluh tahun yang lalu. Mereka seakan-akan memang ingin memenjarakan dirinya, supaya tidak ada yang menyelesaikan kasus itu. Termasuk daisuke watanabe yang pada saat itu merasa dirinya mampu mengatasi kasus itu. Tapi nyatanya dia hanya mempermalukan dirinya saja. Karena ia tidak bisa menemukan siapa pelakunya, dan siapa saja yang terlibat dalam masalah itu. Dengan mata iblis yang aku miliki, tentunya aku akan mengungkap siapa saja pelakunya. Termasuk dua orang yang telah aku lihat, hanya perlu beberapa bukti saja. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


Kira off.


Di kediaman Sakurai.


Sakurai, Naoki, dan Ryoma berhasil menemukan rekaman tentang video itu. Mereka sangat senang karena barang bukti fisik telah ditemukan. Dengan adanya bukti fisik itu, tentunya sangat diharapkan untuk dapat membantu Sakurai terjerat dari hukuman yang akan ia terima nantinya, jika Sakurai dibawa ke meja persidangan. Itulah alasan kenapa mereka harus mencari bukti fisik agar jaksa hukum percaya, jika kejahatan itu bukan Nakamoto Sakurai yang melakukannya.


"Tapi rasanya mereka sangat ceroboh sekali, hanya demi menjebakmu sakurai san." Naoki bingung dengan tindakan wanita bertopeng itu. "Sungguh jahay sekali hati mereka yang ingin menyingkirkan mu, setelah apa yang terjadi." Entah kenapa saat itu Naoki sangat marah.


"Pembuatan yang telah mereka lakukan sama dengan iblis!. Tidak memiliki perasaan sama sekali." Ryoma juga menunjukkan ketidaksukaannya pada saat itu.


"Kira pernah mengatakan padamu, jika di dunia ini ada tipe manusia yang memiliki kekuatan iblis." Sakurai mengingat apa yang dikatakan oleh Kira padanya. "Kekuatan serta kelebihan yang dimiliki seseorang, kemudian ke arah mana mereka akan menggunakan kekuatan itu." Lanjut Sakurai mencoba untuk mengingat kembali semua yang dikatakan Kira tentang seseorang yang memiliki kekuatan iblis di dalam tubuhnya. Entah itu karena keluarga, atau itu pengaruh lingkungan.


"Manusia yang memiliki kekuatan iblis?." Ryoma dan Naoki bersamaan berkata seperti itu. "Rasanya itu sangat mustahil!." Tentunya itu yang keduanya rasakan pada saat itu.


"Memangnya ada yang seperti itu?." Naoki sangat tidak percaya. "Kau jangan berkata yang tidak-tidak sakurai san." Naoki hampir saja tidak bisa menahan dirinya setelah mendengarkan ucapan Sakurai yang seakan-akan sedang mengejeknya.

__ADS_1


"Ahaha!. Mana mungkin seseorang memiliki kekuatan iblis sakurai san. Memangnya dia dukun kah?." Ryoma malah tertawa aneh mendengar ucapan itu. "Lagipula kira itu hanyalah orang biasa yang kebetulan memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi saja." Ryoma malah semakin tertawa.


"Lagipula kita ini polisi, mana mungkin berkaitan dengan hal yang mengerikan seperti itu. Ahaha!." Naoki kembali bersuara. "Tentunya bukti fisik yang diinginkan, bukannya hal gaib yang tidak masuk akal itu yang kau gunakan untuk melakukan semua itu!." Lanjutnya sambil terus menahan tawanya.


Brakh!!!.


Sakurai menggebrak meja itu dengan sangat keras, itu adalah ungkapan kekesalannya mendengarkan, serta melihat reaksi mereka.


"Hiii!." Keduanya sangat terkejut, apalagi raut wajah Sakurai pada saat itu sangat menakutkan, sehingga membuat mereka tidak berkutik sama sekali.


"Dia marah?." Dalam hati Ryoma dan Naoki saat ini sangat waspada. Apakah Sakurai akan marah padanya?. Apa yang akan dilakukan Sakurai pada keduanya?.


"Bukankah kalian merasakannya?. Kalian pikir kira menghipnotis kalian dalam memperlihatkan gambaran yang sebenarnya?." Sakurai mengingatkan keduanya pada hari itu. "Kalian pikir kira itu tukang sihir atau seorang pelusap yang bisa menunjukkan sebuah gambaran begitu saja?." Ia malah meremehkan keduanya. "Hum, ternyata kalian belum menyadari jika kira itu manusia yang memiliki kekuatan iblis?." Sakurai telah menyadarinya. Sepertinya ia telah terhubung benang yang tidak kasat mata. Kira selalu mengatakan padanya untuk tidak panik, ataupun tidak sabaran jika ingin mengetahui sesuatu.


"Apakah kalian tidak ingat?. Saat dia tertembak?." Bahkan Sakurai mengingatkan keduanya pada kejadian yang mengejutkan pada hari itu. "Apakah menurut kalian orang biasa akan hidup kembali setelah jantungnya tertembak?. Apakah kalian tidak menyadarinya?." Sakurai mengingatkan mereka akan kejadian pada saat itu.


"Memang benar. Aku pikir kira akan mati pada saat itu." Dalam hari Naoki mengingatnya. "Aku tidak menyangka dia malah masih hidup." Lanjutnya lagi sambil berpikir tentang masalah itu.


"Jika kalian memeriksa tubuhnya dengan alat medis rontgen, aku yakin kalian akan melihat ada peluru yang tersangkut di jantungnya saat ini." Itu hanyalah dugaannya saja. "Dia itu adalah iblis!." Sakurai sangat percaya dengan fakta itu.


"Ya, memang benar." Naoki merinding membayangkan itu. "Sangat aneh, ketika kira tertembak. Tapi dia masih hidup, bahkan hari ini dia masih hidup. Masih bisa bernafas, masih bisa berani memerintahkan kita untuk melakukan penyelidikan." Rasnya Naoki hampir saja menangis membayangkan kejadian hari itu.

__ADS_1


"Jika kami boleh mengetahuinya, bagaimana bisa kau bisa bertemu dengannya sakurai san?. Rasanya aku ingin bertanya seperti itu." Ryoma ingin mendengarkan penjelasan dari Sakurai tentang pertemuannya dengan Kira yang sangat aneh?.


"Ya, itu benar sakurai san. Bagaimana mungkin kira masih hidup?." Naoki juga penasaran. "Selain itu, bagaimana caranya kau mengetahui jika kira masih hidup setelah tertembak?. Apakah kau memang mengetahui jika dia adalah iblis?." Naoki takut membayangkan siapa Kira yang sebenarnya.


Sakurai mencoba memikirkan sesuatu, apakah ia akan menceritakan pada Ryoma dan Naoki mengenai pertemuannya dengan Kira?. "Aku tidak yakin mengatakannya pada kalian." Sakurai tidak percaya pada mereka.


"Percayalah sakurai san, bahwa kami tidak akan mengkhianatimu, atau meninggalkan dirimu. Karena kira sangat ingin melindungimu. Sehingga dia rela melakukan semua ini. Entah kenapa aku merasakannya seperti itu." Ryoma melihat bagaimana Kira melakukan semua itu demi Sakurai.


"Kami juga akan membantumu sakurai san. Kami akan membantu sebisa kami." Karena telah terlibat dalam masalah, tidak ada salahnya ia ingin mengetahuinya, kan?. "Karena kami juga ingin melihatmu terbebas dari belenggu masa lalu." Ada perasaan simpati yang ia rasakan. "Aku juga merasakan, jika kira melakukan itu memang untuk membebaskan mu dari rasa sakit masa lalu yang membuatmu menderita sakurai san." Naoki juga telah berjanji di dalam hatinya, bahwa ia akan membantu Sakurai.


Sakurai menghela nafasnya dengan pelan.


"Entah kenapa saat kalian mengatakan kalimat itu padaku, rasanya hidupku benar-benar dikasihani orang lain." Miris rasanya ia saat ini. "Apakah aku selemah itu, sehingga kalian mau membantuku, membahayakan diri kalian dalam benang takdir yang belum juga putus selama sepuluh tahun ini?." Sakurai merasa dirinya sangat lemah tidak berdaya, sehingga ia dibantu orang lain seperti itu.


"Jangan berkata seperti itu sakurai san." Ada perasaan bersalah dihatinya saat ini. "Kita telah lama bersama, meskipun sebelumnya kami bersikap cuek padamu, bahkan tidak peduli sama sekali dengan apa yang kau lakukan. Tapi, saat kami melihat kira yang melakukan itu dengan sungguh-sungguh, rasanya aku sangat malu sekali karena tidak bisa membantumu sama sekali." Entah kenapa ia malah dramatis, atau perasaannya yang mati rasa selama ini tidak menyadari jika seseorang yang dekat dengannya sedang menderita.


"Benar sekali sakurai san. Rasanya aku sangat tidak berguna. Tidak bisa membantumu selama ini. Hanya menganggap apa yang kau lakukan semuanya tidak berguna." Ryoma juga mengungkapkan apa yang ia rasakan. "Tapi saat melihat kira yang berusaha mencari siapa saja pelakunya, dia melakukan itu dengan sungguh-sungguh, rasanya aku sangat malu pada diriku sendiri yang tidak peduli dengan apa yang kau alami. Padahal kita sudah lama bersama. Tapi aku sama sekali tidak peduli padamu sakurai san. Maafkan aku, sungguh maafkan aku." Perasaan bersalah itu muncul setelah ia melihat bagaimana Kira yang bersikukuh mencari tahu informasi keberadaan para pelaku itu. Ia menyaksikannya sendiri bagaimana Kira melakukan itu, bahkan sampai melakukan interogasi.


"Kalian ini ya." Sakurai hanya menghela nafasnya dengan berat. Ia tidak menduga akan mendengarkan ucapan itu dari kedua rekannya.


Apakah yang akan ia lakukan setalah ini jika semuanya dikerjakan oleh Kira?. "Aku tidak tahu harus bercerita seperti apa pada kalian." Dalam hati Sakurai mencoba memikirkan dari mana ia memulai bercerita tentang pertemuannya dengan Kira.

__ADS_1


Apakah ia hanya akan menerima bersih saja?. Apakah ia juga akan menceritakan pada mereka Hanya waktu yang akan menjawabnya.


...**...


__ADS_2