MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 107


__ADS_3

...***...


Kira on.


Banyak hal yang harus kita lakukan di dunia ini, termasuk hal-hal yang tidak pernah kita inginkan sebelumnya. Misalnya menjadi seorang polisi yang mengatasi banyak masalah yang terjadi di dalam masyarakat. Tapi aku bukanlah seorang polisi yang biasa saja. Aku adalah Inuzuka Kira, ah nama asliku adalah Akuma Rinku. Seorang polisi yang memiliki kekuatan yang spesial, dengan kekuatan itu sebagai seorang manusia yang memiliki hati yang baik budi, suka menabung, dan suka membantu orang lain. Aku menggunakan kekuatan ini untuk membasmi kejahatan. Termasuk kejahatan yang dilakukan oleh Akazuki Daiji. Termasuk Akazuki Daiji yang kini menjadi musuh Kepolisian Higashiyama. Tapi bagiku dia hanyalah penjahat paling pengecut di muka bumi ini. Akan aku bunuh dia dengan tanganku, karena membunuh seorang penjahat itu tidak berdosa. Kita telah menyelamatkan banyak nyawa di dunia ini karena ulah nya yang sangat menakutkan. Mau tahu bagaimana caranya aku membunuh penjahat busuk itu?. Simak dengan baik cerita ini.


Kira off.


Di kantor kepolisian kota Higashiyama.


"Hari ini kau terlihat lebih menyeramkan dari yang sebelumnya kira." Koji Isao benar-benar takut melihat penampilan kira yang sangat menakutkan hari ini.


"Kantong matamu terlihat sangat hitam, Apakah kau tidak tidur?." Satoru Iwata melihat penampilan kira yang sangat kusut dan sangat berantakan sekali. Apakah kira tidak mandi atau tidak memperhatikan bagaimana penampilannya saat ini?.


"Apakah kau masih berada di alam ini kira?." Atsushi Ichirou mencolek-colek Kira memastikan. Apakah Kira benar-benar masih hidup atau sekarang dia menjadi mayat hidup.


"Memangnya kalian pikir aku bergadang seperti ini karena siapa?." Kira sangat kesal padahal perutnya terasa sangat lapar, matanya juga masih mengantuk, sehingga ia tidak bisa konsentrasi lagi.


"Kali ini apa lagi?. Memangnya apa yang kau lakukan?." Hitoshi Tetsuya sebagai ketua sangat heran. Sedangkan yang lainnya hanya saling menatap satu sama lain, karena mereka tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh kira.


"Ck!." Kira pada cek kesal, melirik tajam ke arah Atsushi Ichirou yang masih saja mencolek-colek kepalanya yang berdenyut sakit.


"Eh?. Apa?." Atsushi Ichirou sangat terkejut dengan tatapan Kira yang sangat menyeramkan. Setelah itu ia kembali duduk di samping Koji Isao yang sedang memilih kasus baru yang masuk di kantor ini.


"Aku sedang memikirkan cara untuk membunuh akazuki daiji. Aku sangat membutuhkan bantuan kalian semua. Tapi kenapa kalian sama sekali tidak mau membantuku padahal ini adalah tugas tim kita?!." Amarahnya telah meledak ditambah kepalanya semakin pusing sehingga bawaannya ingin marah-marah pada mereka semua.


Tidak ada tanggapan dari mereka semua, meskipun mereka sangat takut melihat kemarahan kira yang pertama kalinya. "Ternyata dia bisa marah juga?." Tidaknya itu yang ada di dalam pikiran mereka ketika melihat kira yang sedang marah. Alasan mereka tidak ingin membantu Kira karena sama saja mereka dengan bunuh diri, jika mereka mengikuti cara gila yang dilakukan oleh Kira.

__ADS_1


Namun saat itu ada suara anak kecil yang memecahkan keheningan mereka setelah Kira marah-marah. "Ayah." Suara anak kecil memanggil seseorang di antara mereka dengan sebutan ayah. Sayanya mereka semua tidak merespon sama sekali, hingga anak kecil itu berlari ke arah Kira?. "Ayah." Bocah kecil itu memeluk Kira dengan sangat, melepaskan rasa rindu yang teramat dalam yang ia rasakan pada saat itu.


"Ayah?." Satoru Iwata sedang merespon yang sedang terjadi begitu juga dengan mereka semua.


"He?." Mereka semua sangat terkejut bahkan Hitoshi Tetsuya yang biasanya hanya cuek dengan masalah anak buahnya namun saat itu ia merespon?.


"Chitose chan." Kira memandang wajah anaknya itu dengan senyuman yang sangat ramah, dan bahkan ia menyebut nama anaknya dengan nama panggilan sayang.


"Ayah?. Kenapa penampilan ayah begitu kusut?. Apakah ayah sedang menghadapi masalah yang sangat besar?." Dengan tatapan penuh simpati ia berkata seperti itu. Bahkan tangannya yang kecil itu ia gunakan untuk merapikan rambut ayahnya.


"Um." Kira mencebik bibirnya seakan-akan ia sedang menahan tangisnya. Ia sedang menahan dirinya agar tidak menangis karena pertanyaan anaknya itu.


"Permisi?. Maaf mengganggu." Seseorang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.


Mereka melihat wanita yang sangat cantik masuk ke dalam ruangan yang mereka gunakan untuk bekerja.


"Saya sedang mencari inuzuka kira." Jawabnya dengan senyuman ramah.


"Inuzuka kira?." Mereka semua melihat ke arah giras seakan-akan mereka tidak percaya dengan nama yang disebut oleh wanita cantik itu.


"Inuzuka kira, lama tidak bertemu." Wanita cantik itu tersenyum ramah sambil melihat ke arah Kira.


"Um." Kira yang sedang menggendong anak kecil itu hanya mengangguk kecil saja sambil menatap wanita itu.


"Ayah, aku dan ibu sangat merindukan ayah. Kenapa ayah tidak pulang?." Chitose memeluk ayahnya ia menyandar manja di bahu ayahnya itu.


Satoru Iwata, Atsushi Ichirou, Koji Isao dan Hitoshi Tetsuya sedang merespon dengan apa yang dikatakan oleh bocah kecil itu.

__ADS_1


"Jangan bilang anda?." Satoru Iwata agak ragu dengan apa yang ia pikirkan saat itu.


"Saya adalah istri inuzuka kira. Nama saya inuzuka sayuri." Dengan senyuman ramah ia menjawab pertanyaan itu.


"He?." Mereka semua sangat terkejut mengetahui fakta itu. Ternyata kira telah menikah dan memiliki anak. Bahkan mereka melihat wanita itu sedang hamil?. Inuzuka Kira sangat luar biasa dari apa yang mereka duga selama ini.


Apakah kejadian itu sangat nyata?.Apakah benar Kira memang memiliki keluarga?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya temukan jawabannya.


...****...


Hutan Gunung Kabut Merah.


Saat ini Akazuki Daiji sedang menatap hutan gunung kabut merah. Matanya telah terbiasa melihat bagaimana bentuk kabut asap yang berwarna merah yang menyelimuti hutan gunung merah.


"Pertama kali aku datang ke hutan ini, ketika aku lari dari penjara. Setelah membunuh banyak anggota kepolisian dan membunuh banyak orang biasa." Ia mengingat pertama kalinya menginjak kakinya di hutan ini. "Aku tidak menyadari ada beberapa penjahat lainnya yang juga bergabung denganku. Mereka yang mendukung apa yang telah aku lakukan, mereka yang telah membuat aku menjadi pembunuh yang sangat ditakuti. Pembunuh sadis dengan julukan knife blood. Membunuh orang lain atas permintaan seseorang karena dendam yang mereka rasakan." Ia terkekeh kecil mengingat bagaimana perjalanannya selama ini. Sejauh ini ia membunuh bukan hanya karena permintaan saja, namun ada hasrat yang paling mengerikan yang bersemayam di dalam dirinya hingga saat ini.


"Belum ada yang bisa menghentikan atau mengalahkan aku. Rasanya sangat menyenangkan menjadi orang yang dapat berdiri paling atas, sebagai predator terkuat yang dapat memangsa siapa saja." Dengan penuh kebanggaan ia berkata seperti itu, memang seperti itu fakta yang ia dapatkan, bahkan kepolisian telah menyerah untuk menghadapinya.


"Tapi kenapa saat dia datang semuanya terasa sangat berbeda?." Senyumannya hilang seketika mengingat ada seseorang yang belakangan ini telah berhasil menghentikan dirinya?. "Polisi kurang ajar itu datang menghentikan aku?. Seakan-akan dia mengetahui apa yang telah aku lakukan selama ini." Hatinya tidak terima jika ada seseorang yang berani menyenggol predator tertinggi. Ia tidak bisa menerima begitu saja, karena selama ini ia adalah orang yang sangat ditakuti oleh siapapun saja. Apakah yang akan ia lakukan pada polisi tersebut?.


Kira on.


Di dunia ini memang memiliki ambisi yang sangat mengerikan, kondisi yang dapat menjerumuskanmu ke dalam kegelapan. Jangan gunakan hati nuranimu untuk kegelapan karena jika kau sekali saja tenggelam dalam kegelapan maka kau akan tenggelam selamanya. Tetaplah berada di jalur yang seharusnya jangan kau cari jalur yang tidak seharusnya kau tempuh, maka kau akan mendapatkan karma yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu. Percayalah hidup ini memang ada baik dan buruknya sehingga itu akan menjadikan cermin dirimu.


Kira off.


Next.

__ADS_1


...***...


__ADS_2