MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 38


__ADS_3

...***...


Kira on.


Entah kenapa aku merasakan perasaan yang tidak nyaman sama sekali. Ada perasaan kegelisahan yang aku rasakan yang akan terjadi pada kami. Kondisi ku juga pada saat ini sepertinya sedang menurun. Tapi aku harus tetap bisa melakukannya. Apakah yang akan terjadi padaku setelah ini?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta.


Kira off.


Surat penangkapan Sakurai telah keluar, hari ini Erika Toda dan Higashi Arashi datang ke kediaman Nakamoto Sakurai yang selama ini tersembunyi dari siapapun juga. Namun siapa sangka mereka mengetahui dimana keberadaan Sakurai?.


Hingga pagi itu mereka semua datang ke sana dengan banyak polisi bersenjata. Suasana di sana sangat ramai, membuat Sakurai, Naoki dan Ryoma terkejut dengan kedatangan mereka.


"Eh?!. Mereka semua polisi bersenjata?." Ryoma dan Naoki sangat takut melihat mereka yang datang dengan senjata yang mematikan?.


"Ternyata kau sembunyi di sini nakamoto kun." Ia tersenyum ramah saat melihat Sakurai. "Tempat yang sangat bagus untuk mengingat masa lalu." Lanjutnya sambil mengeluarkan surat penangkapan.


"Apakah seperti ini cara seseorang menangkap seorang buronan?. Rasanya aku seperti seorang ******* yang paling berbahaya." Sakurai memperhatikan bagaimana mereka saat ini.


"Tidak usah banyak basa-basi lagi. Sebaiknya kau ikut saja dengan baik." Erika Toda memberi kode pada kedua polisi yang berada di dekatnya untuk menangkap Sakurai. "Karena ini adalah perintah resmi langsung dari bapak yamamura, jadi sebaiknya kau tidak usah melawan." Lanjutnya.


Sakurai tidak melawan sama sekali, dan ia tidak mencegah mereka ketika memborgol tangannya. "Bawa dia!." Perintahnya dengan suara tegas.


"Sakurai san?." Naoki dan Ryoma sangat takut melihat itu.


"Kalian kembali saja. Lagipula kalian tidak ada hubungannya dengan masalah ini." Sakurai hanya tersenyum kecil. Setelah itu ia diseret paksa oleh mereka agar masuk ke dalam mobil polisi.


"Aku masih mengampuni kalian." Erika Toda menatap tajam ke arah Naoki dan Ryoma. "Sebaiknya kalian tidak terlalu ikut campur dalam masalah ini." Senyumannya masih ramah. Namun setelah itu ia pergi begitu saja.


"Kegh!." Naoki dan Ryoma sangat kesal mendengar ucapan itu.


"Wanita itu sangat kurang ajar!. Berani sekali kau meremehkan kami!." Naoki sangat sakit hati.


"Tunggu saja pembalasan dari kami!." Begitu juga dengan Ryoma. Hatinya sangat sakit karena dibiarkan begitu saja.


Apakah yang akan mereka lakukan?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

__ADS_1


Sementara itu.


Kira saat ini hendak menuju lokasi yang ia anggap itu adalah titik terang dari semuanya. Akan tetapi pada saat itu ia melihat ada rombongan polisi bersenjata yang menghadangnya. Kira keluar dari mobilnya, dengan santainya ia berjalan menuju ke arah mereka semua.


"Sepertinya kalian ingin menangkap ku. Apakah kalian memiliki surat penangkapan itu?." Kira memang melihat itu dari mata Jun Hayama yang ikut dalam penangkapan itu.


"Sebaiknya kau tidak usah melawan. Karena ini sangat resmi." Jun Hayama menunjukkan surat penangkapan pada Kira.


"Apakah pak yamamura mulai bertindak?." Kira tersenyum lebar.


Deg!!.


"Diam!." Jun Hayama sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kira. Ia tidak menyangka Kira memang dapat melihat apa yang dilakukan seseorang dari matanya. Karena sepontan reaksinya, ia langsung melumpuhkan Kira.


"Heh!. Ternyata benar." Kira malah terkekeh kecil. Ia tidak melawan, atau membuat mereka kerepotan.


"Sebaiknya kau tidak melakukan apapun." Ia menutup mata Kira dengan kain hitam, supaya Kira tidak lagi melihat apa yang ada di depan matanya. "Kau akan kami adili atas kasus pembunuhan yang telah kau lakukan bersama nakamoto sakurai." Lanjutnya sambil memborgol kedua tangan Kira.


"Jadi kalian telah bertindak sejauh ini." Dalam hati Kira merasakan firasat yang sangat buruk. "Apakah sakurai senpai akan baik-baik saja?. Aku harap seperti itu." Dalam hatinya sangat berharap jika Sakurai tidak diapa-apakan oleh mereka semua.


...***...


Di suatu tempat.


Saat ini Sakurai sedang ditahan di suatu tempat yang sama sekali tidak ia ketahui.


"Sepertinya kalian melakukan hal yang tidak biasa." Sakurai melirik ke arah Erika Toda dan Higashi Arashi.


"Sebaiknya kau tidak usah banyak bicara. Karena saat ini kau tidak baik-baik saja jika tidak ada anjing yang menjagamu dengan baik." Erika Toda tersenyum kecil.


"Jadi begitu ya?. Sangat disayangkan sekali." Sakurai seakan-akan bersikap pasrah. "Aku yakin kira akan melakukannya dengan baik." Dalam hati Sakurai sangat berharap jika Kira akan segera membantunya.


Apakah yang akan terjadi?. Simak terus ceritanya.


...***...

__ADS_1


Sementara itu Kira saat ini dibawa ke penjara tersembunyi.


"Mereka mau membawaku kemana?. Kenapa mereka membawaku ke sini?." Dalam hatinya bertanya-tanya.


Namun saat itu siapa yang menduga, jika ia merasakan benda tajam yang menusuk tubuhnya.


Cekh!!.


"Kegh!!." Kira merintih sakit karena punggung kirinya ditusuk oleh jarum suntik. "Egkhakh!." Bahkan ia hampir berteriak keras karena ia merasakan ada sesuatu yang menyedot darahnya dengan paksa?.


"Kau akan menunggu nasib burukmu setelah ini. Karena kami akan membuatmu tidur untuk selama-lamanya." Bisik Jun Hayama sambil mencabut jarum suntik itu.


"Kegh!." Rasa sakit itu menjalar ke tubuhnya. Ia tidak bisa menggapai bekas tusukan itu.


"Kau akan di sini setelah kami melakukan sesuatu pada tuanmu." Bisiknya lagi.


Deg!!.


Kira sangat terkejut mendengarkan apa yang diucapkan Jun Hayama.


"Kau tidak perlu terkejut seperti itu." Senyumannya sangat lebar, menandakan ia sangat puas dengan apa yang telah ia lakukan. "Kau tenang saja, kami hanya melumpuhkanmu saja setelah aku berhasil menyatukan darahmu dengan darahnya." Ucapnya sambil menepuk kepala Kira dengan sedikit keras. "Setelah itu aku akan menikam jantungmu, maka kau akan tertidur selama-lamanya." Dengan perasaan hati yang sangat bersukacita ia berkata seperti itu.


Kira hanya diam saja sambil menahan sakit hati yang ia rasakan. "Jadi mereka memang mencari tahu tentang ku selama ini?." Ingin rasanya ia tersenyum lebar karena mereka telah bertindak sangat jauh.


"Kau tidak terlihat takut. Apakah itu hanya pura-pura kuat saja setelah kami mengetahui rahasia yang kau simpan selama ini?. Akuma rinku yang terhormat." Jun Hayama bahkan menyebut nama asli dari Kira.


"Heh!." Entah kenapa itu terdengar lucu baginya, sehingga Kira tidak dapat menahan tawanya. Akan tetapi Jun Hayama sangat marah dan tidak suka dengan tawa Kira.


Duakh!.


Jun Hayama memukul pipi Kira dengan sangat keras. "Berani sekali kau tertawa!." Bentaknya dengan suara tinggi.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2