
...***...
Kira on.
Kasus ini masih berlanjut, dan kini aku sedang merencanakan sesuatu untuk menangkap semua rekaman yang bisa dilihat oleh mata iblisku. Aku ingin memastikan sekali lagi, jika dua orang itu memang terlibat dalam kasus itu, maka aku tidak akan segan lagi. Tapi untuk saat ini kami memang membutuhkan istirahat yang cukup, sebelum besok aku pergi untuk memastikan sekali lagi tentang apa yang telah terjadi. Bagaimana kisah selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti.
...***...
Malam masih panjang, setelah makan malam selesai. Sakurai, Kira, Naoki dan Ryoma saat ini sedang membahas apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Tentunya mereka tidak akan bisa santai begitu saja setelah bertemu dengan Daisuke Watanabe. Apalagi ada dua orang yang ingin mereka ketahui identitasnya.
"Sayaka?." Kira teringat dengan nama yang disebut oleh Nyonya X. "Apakah menurut kalian orang yang bertopeng yang disebut nyonya X itu adalah Sayaka yang baru masuk itu, kan?." Ia ingin menguji apakah Naoki dan Ryoma memang menyimak apa yang telah ia perlihatkan pada keduanya.
"Aku rasa memang dia." Naoki tidak salah mendengar nama itu. "Jika memang dia, wajar saja dia mengetahui kemana saja kau akan pergi kira." Tapi ia belum yakin apakah memang Sayaka Akimoto. "Aneh sekali rasanya jika dia datang disaat setelah ketua berhasil menginterogasi haruki murakami untuk pertama kalinya." Meskipun pada saat itu ia tidak begitu perhatian, tapi ia masih ingat dengan kejadian yang sangat aneh menurutnya pada saat itu.
"Memang terasa sangat aneh kedatanganya. Mungkin saja dia memang suruhan seseorang untuk memata-matai apa yang telah kalian lakukan kira." Ryoma juga heran dengan itu.
"Jika untuk nyonya X itu memang sangat berbahaya." Sakurai sedikit khawatir tentang itu. "Kita benar-benar berhadapan dengan pembunuh sadis yang telah banyak menumpahkan darah." Sakurai tidak bisa membayangkan telah berapa banyak nyawa yang mereka bunuh hanya karena keinginan mereka yang tidak wajar itu.
"Lalu apa yang akan kita lakukan untuk menghentikan mereka?. Tentunya mereka harus dihentikan. Apalagi jika mereka terlibat dalam kasus undangan berdarah." Ryoma baru kali ini serius membahas masalah itu.
"Itu benar. Kita benar-benar dalam masalah yang sangat besar jika memang nyonya X adalah dalang dari kasus pembunuhan itu." Naoki tidak bisa membayangkan jika seorang wanita memiliki hati iblis untuk membunuh.
"Harusnya aku memang menyelami pikiran dia saat itu. Tapi sayangnya tidak semudah yang aku bayangkan. Karena ia memiliki kegelapan yang tidak bisa aku jangkau sama sekali." Kira dapat merasakan ada yang disembunyikan oleh Sayaka padanya. "Sayaka memiliki kekuatan kegelapan untuk membunuh, sehingga aku tidak mudah memasuki alam bawah sadarnya saat itu." Kira ingin mencari celah kelemahan itu, sehingga ia bisa masuk dan melihat apa saja yang telah dilakukan Sayaka. "Jika aku bisa melihat masa lalunya, ada kemungkinan aku bisa melihat wajah wanita itu." Lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Apakah wanita itu adalah orang dalam kepolisian?. Sehingga kita tidak dapat menemukannya." Ryoma berpikiran dari sudut yang berbeda. "Entah kenapa aku berpikir wanita itu adalah orang dalam organisasi kepolisian tertinggi di kota higashiyama." Ryoma hanya memberi pendapat saja.
"Bisa jadi seperti itu. Karena dia mengetahui sakurai yang bekerjasama dengan kira. Selain itu, ia juga mengetahui daisuke watanabe. Aku rasa dia memang orang dalam. Tidak mungkin dia mengetahui identitas kepolisian begitu saja." Naoki juga berpikiran seperti itu. "Jika mereka orang luar yang memiliki dendam pada polisi, ada kemungkin mereka memiliki relasi yang baik dengan orang dalam." Naoki kembali berpikiran dengan pandangan yang berbeda.
"Lalu bagaimana denganmu sakurai?. Bagaimana pendapatmu mengenai masalah wanita itu serta sayaka yang kemungkinan adalah orang dalam?." Kira bertanya pada Sakurai yang kemungkinan memiliki pendapat.
Sakurai tampak berpikir sejenak, ia juga ingin mengetahui siapa dibalik pelaku yang telah membuatnya kehilangan kedua orang yang sangat ia cintai?. "Mereka semua memancing dalam air keruh." Balasnya dengan pelan. Seperti ada beban berat yang saat ini sedang ia pikul. "Sungguh sangat licik, hanya bermain di belakang saja. Namun malak takut jika kita menghentikan tindakan mereka semua." Sakurai dapat merasakan itu dari tindakan mereka yang telah dua kali menjebak mereka, serta menembak Kira?.
"Apa maksudnya ketua sakurai?." Naoki dan Ryoma sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Sakurai.
"Seperti pada pelaku yang sengaja dibuat untuk memancing di air keruh. Mereka membalaskan dendam mereka pada polisi yang telah membuat mereka kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Mulai dari haruki murakami, sampai pada kozara uehara. Mereka semua penjahat kriminal setelah mereka kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Nyonya X memanfaatkan mereka semua untuk melakukan pembunuhan itu tanpa ikut serta dalam pembunuhan itu, namun dia masih terlibat dalam masalah itu karena ia yang menginginkan kejadian yang telah ia rancang di dalam pikiran jahatnya." Itulah penjelasan dari Sakurai. Sepertinya penjelasan Sakurai masuk akal, sehingga mereka berpendapat yang sama.
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini kira?. Katakan pada kami apa yang bisa kami bantu." Naoki telah menetapkan dirinya, juga hatinya untuk membantu Sakurai dalam menyelesaikan kasus yang mereka hadapi saat ini.
"Sungguh suasana yang sangat sulit, dan tidak bisa kita lakukan begitu saja." Ryoma sangat gelisah karena situasi yang mereka rasakan pada saat itu.
"Hufhh!." Naoki dan Ryoma menghela nafas dengan lelahnya. Rasanya tidak ada yang bisa ia lakukan dengan keadaan seperti itu. "Apakah kita harus menyamar untuk kembali ke sana?." Dengan malasnya Naoki menyandarkan tubuhnya di kursi empuk yang ia duduki. Rasanya tubuh mereka sangat sakit, kepala mereka juga terasa sangat berat. Selain itu mata mereka juga terasa sangat mengantuk.
"Aku rasa akan berisiko juga. Apalagi jika sayaka menemukan apa yang ia cari. Untuk saat ini kita harus memikirkan dengan matang apa yang akan kita lakukan selanjutnya." Sakurai menyandarkan kepalanya di kursi belakangnya. "Bagaimana menurutmu kira?. Bisa jadi setelah melakukan dua kali interogasi, mereka mencari kelemahan yang kau miliki kira?." Sakurai cemas dengan apa yang terlintas di dalam pikirannya.
"Tidak semudah itu dia menemukan kelemahan yang aku miliki. Jadi kau tenang saja." Ia melirik ke arah Naoki dan Ryoma yang telah terlelap dalam tidur. Sepertinya mereka lelah setelah melakukan hal yang sangat besar, dan memang sangat lelah untuk mereka lalui.
"Kau jangan terlalu memandang remeh seseorang. Kau akan celaka jika terlalu takabur." Sakurai memperingatkan Kita.
__ADS_1
"Um." Kira hanya tersenyum kecil. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena kontrak yang kita lakukan itu sangat murni dariku. Tidak ada alasan bagi mereka untuk membunuhku dengan semudah itu." Kira tersenyum kecil mengenai dirinya yang bisa saja terbunuh begitu saja.
"Hum, kau masih saja mau berkata kau adalah makhluk abadi setelah dibunuh berkali-kali tapi masih tetap bisa hidup dengan benar?." Sakurai bertanya dengan nada bercanda?.
"Aku katakan padamu satu hal yang mungkin tidak diketahui oleh siapapun padamu sakurai." Kira tersenyum kecil pada Sakurai.
Deg!!!.
Pada saat itu detak jantung Sakurai berdebar sangat kencang seakan-akan ingin lepas dari tempatnya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira.
"Apakah kau bercanda kira?. Tidak mungkin ada manusia yang seperti itu." Sakurai sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Kira.
"Kau akan melihatnya suatu hari nanti. Pada saat itu kau sendiri yang akan melakukannya. Karena sesungguhnya kau telah terikat kontrak denganku. Jadi kau harus berhati-hati." Kira kembali memberi peringatan pada Sakurai. "Hanya kau yang bisa melakukan itu." Kira kembali tersenyum lembut.
Sakurai tidak mengerti harus berkata seperti apa setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira. Ia memang tidak mengerti siapa Kira yang sebenarnya, karena ia hanya fokus untuk menyelesaikan apa yang seharusnya ia selesaikan setelah sepuluh tahun berlalu.
"Untuk sementara waktu kau tetaplah di sini bersama mereka. Aku akan kembali ke tempat terjadinya pembunuhan sadis itu." Kira berjalan pelan, ia mengambil sesuatu di lemari kecil yang ada di ruangan itu. Ia mengambil selimut untuk menyelimuti Naoki dan Ryoma. "Kau tenang saja. Aku akan menyamar dengan caraku sendiri. Kau tidak perlu secemas itu padaku." Kira tersenyum kecil menatap Sakurai. "Aku hanya ingin memastikan seseorang yang berdiri di belakang panggung dengan wajah yang lebih mengerikan saat ia melihat pembunuhan itu terjadi." Lanjutnya lagi.
Sakurai tersenyum kecil mendengarkan apa yang dikatakan oleh Sakurai. "Baiklah, jika memang itu yang ingin kau lakukan." Sepertinya Sakurai tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Kira. "Tapi kau harus kembali dengan selamat. Jangan sampai tertangkap oleh mereka. Aku tidak akan mengampunimu." Perlahan-lahan Sakurai juga hampir terlelap karena merasa lelah setelah apa yang ia alami.
"Tentu saja aku akan berhati-hati." Kali ini Kira menyelimuti Sakurai. "Aku tidak akan mati sebelum aku membebaskan benang kesedihan darimu sakurai senpai." Kira mengusap pelan rambut Sakurai. "Mereka telah membuatmu menderita. Maka aku akan membalas semua yang telah mereka lakukan padamu. Aku bersumpah akan menangkap wanita itu. Karena dia lah yang harus bertanggungjawab atas apa yang kau rasakan selama ini sakurai senpai." Kira telah berjanji akan melakukan itu. Baginya di masa lalu dan di mas sekarang, Sakurai adalah orang yang ingin ia bebaskan dari kesedihan itu. "Aku hanya membalas apa yan telah kau berikan pada saat itu sakurai senpai. Meskipun kau tidak mengingat diriku, tapi aku tidak akan melupakan apa yang telah kau lakukan padaku. Kebaikan yang berikan padaku, serta perlakuan baikmu pada saat itu tidak akan aku lupakan pada saat itu. Karena itulah aku tidak akan membiarkan siapa saja menyakitimu sakurai senpai." Dalam hatinya masih mengingat apa yang mungkin telah dilupakan Sakurai mengenai masa lalu mereka pada saat itu. "Kau tidak akan menderita lagi, jika aku menemukan siapa pelaku yang sebenarnya."
Apakah yang akan dilakukan Kira setelah ini?. Apakah benar ia melakukan ini semua demi menyelamatkan Sakurai dari kesedihan?. Apakah yang terjadi di masa lalu antara Sakurai dan Kira?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...