MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 67


__ADS_3

...***...


Kira on.


Pada saat itu aku telah menghilangkan ingatan mereka berdua tentang kejadian yang telah mereka lalui, sehingga terlihat kebingungan. Aku sangat tidak peduli, justru aku sangat bersyukur jika dia tidak ingat, tapi setidaknya aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan.


Sakurai sangat puas dengan apa.yany dilakukan oleh Kira. "Kau memang iblis terkutuk, kira. Tidak salah aku bekerja sama dengannya." Dalam hati Sakurai merasa tenang atas apa yang terjadi, ia telah menyerahkan semuanya pada Kira. Toh percuma saja sepertinya negosiasi dengan Yamashita Tatsuya yang masih bungkam dalam kesakitan yang ia rasakan?. "Aku telah menyerahkan semuanya padamu." Ia tidak mau ikut campur, ia hanya menerima bersih saja apa yang telah dilakukan oleh Kira.


"Sebenarnya aku tadi telah melakukan apa?. Kenapa tiba-tiba saja aku menangis sambil mengakui apa yang telah aku lakukan?." Dalam hati Yamashita Tatsuya tidak mengerti sama sekali. Kenapa ia seakan tertarik oleh sebuah dimensi, dimana ia akan mengakui semua perbuatannya.


"Heh!. Aku telah mengambil alih kesadaranmu. Tentu saja kau tidak akan menyadarinya. Apalagi aku telah mengetahui apa yang telah kau sembunyikan selama ini. Tidak ada yang bisa lolos dariku. Aku telah mengendalikan dirimu dengan mataku untuk mendapatkan kebenaran itu." Batin Kira, ia menyeringai lebar menatap kebingungan tersangka saat ini.


"Akimoto san, kau sudah menulis semuanya kan?. " Sakurai melihat ke arah Sayaka yang terlihat kebingungan. Sakurai memborgol kedua tangan Yamashita, dan membawanya keluar.


"Eh?." Sayaka sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.


"Aku menunggu laporan yang kau tulis, dan letakkan koran itu itu di meja ku." Lanjutnya Sakurai sambil memborgol kembali kedua tangan Yamashita Tatsuya. "Kau kami tangkap atas pengakuan yang telah kau katakan tadi. Dan kau harus bertanggungjawab atas apa yang telah kau lakukan yamashita san." Sakurai menatap tajam ke arah Yamashita Tatsuya. Sedangkan tersangka hanya dia saja, karena ia merasakan hal yang aneh di dalam dirinya. Setelah itu ia membawa Yamashita Tatsuya keluar dari ruangan itu untuk menuju penjara.


"Jangan lupa laporannya ya?." Ucap Kira mengulangi perkataan Sakurai. Senyuman Kira, senyuman terlihat senyuman orang yang telah puas dengan apa yang ia kerjakan. "Kau boleh bertanya jika tidak mengerti, atau sakurai saja yang menulis kan laporan tersebut." Ucap Kira sebelum meninggalkan Sayaka. "Tidak akan aku biarkan kau terlibat dalam kasus ini. Kau sangat mencurigakan sekali. Dengan hadirnya kau ke dalam kisah ini membuatku sama sekali tidak nyaman." Dalam hati Kira merasakan ada hawa yang tidak baik dari Sayaka Akimoto. Ia tidak suka dengan hawa yang dikeluarkan oleh Sayaka Akimoto pada saat itu. Sangat tidak nyaman sekali untuk dihirup.


"Eh?." Sayaka sangat kebingungan. "Apa yang harus aku tulis?." Ucap Sayaka seperti orang bodoh. Sungguh ia tidak mengerti apa yang akan ia tulis dalam laporan itu?. Ia tidak mengerti apa yang terjadi pada saat itu. Bagi Sakurai, semua penyelesaian dari kasus ini sangat penting. Karena ia ingin melihat, siapa saja yang terlibat dalam masalah ini?.


Rasanya aku ingin tertawa melihat tingkahnya yang seperti orang kebingungan itu. Tapi ini aku lakukan demi melindungi Sakurai senpai agar tetap bertahan dengan apa yang telah terjadi selama ini.


Kira, saat ini sedang berada di lokasi kejadian sepuluh tahun yang lalu. Kira memiliki kemampuan yang tidak biasa. Ia memiliki kemampuan melihat kejadian masa lalu, dimana kejadian mengerikan itu terjadi. Kira seperti berada diantara para korban yang telah tewas. Ia menyusuri ruangan itu dengan teliti, melihat dengan jelas apa yang telah disimpan oleh ruangan yang menjadi saksi atas kasus tersebut. Sungguh bulu kuduknya merinding melihat semuanya. Meraka yang meninggal dengan cara yang sangat mengerikan.


"Sakurai senpai. Kau berdiri di sini sambil menyaksikan apa yang terjadi pada hari itu." Kira hampir saja menangis terisak, ia melihat raut wajah Sakurai yang sangat terluka melihat siapa semua korban yang berada di dalam ruangan itu. Kira merasakan perasaan sesak, perasaan sedih dari korban yang tewas di sana.


"Sungguh tidak manusiawi sekali orang-orang yang melakukan kejahatan itu." Dalam hati Kira merasakan perasaan sesak. Bahkan ia melihat sosok-sosok yang meninggal secara tidak wajar di sana berkeliaran minta tolong. Sungguh pemandangan yang sangat menyeramkan. Namun kira mencoba mengabaikannya, karena ia tidak mau terlibat dengan mereka yang telah mati. Kira hanya ingin memastikan siapa saja yang terlibat dalam kasus itu.


Kakinya terus melangkah menuju bagian belakang dari panggung, juga tempat rantai itu terpasang dengan kuatnya. Matanya melihat ada beberapa orang yang sengaja memasang rantai itu, rantai yang dapat menahan pisau raksasa yang telah memotong puluhan nyawa yang tak berdosa di ruangan itu.


"Yamashita tatsuya, haruki murakami, dan juga takahasi mizuki. Mereka terlibat dalam kasus undangan berdarah." Kira melihat ketiga orang itu sedang berbincang-bincang. Mereka yang telah memasang Pisau jumbo itu. Kira dapat menatap kebencian di dalam diri mereka. Kira mencoba menyelami pikiran mereka masing-masing, ingin mengetahui kenapa mereka melakukan itu?.


Kira menatap mata Yamashita Tatsuya dengan lekat, karena ia ingin melihat motif serta alasan kenapa laki-laki itu melakukannya?. Tentunya ada alasan yang bisa dijelaskan, kenapa kasus itu bisa terjadi?.


Setalah kejadian interogasi aku ingin melihat beberapa tempat yang kemungkinan ada petunjuknya, dan aku mendapatkan sedikit informasi tentang mereka yang terlihat memiliki ambisi yang sangat membara.


Deg!!!.


Seakan-akan terseret oleh ruang dan waktu, Kira masuk ke alam bawah sadar Yamashita Tatsuya. Ia melihat semua yang ada di alam bawah sadar lelaki itu, juga ia melakukan hal yang sama pada Haruki Murakami dan Takahashi Mizuki.


"Bwekh!." Perutnya terasa mual ingin memuntahkan sesuatu. Ternyata yang dimuntahkan Kira adalah darah. Itu adalah resiko yang ia tanggung jika ia menggunakan kekuatannya terlalu banyak. Apalagi memaksakan diri untuk melihat hal-hal yang sangat tidak wajar. Kembali melihat masa lalu seseorang yang sangat menyakitkan. Tidak sembarangan ia menggunakan kekuatan itu, meskipun sebenarnya ia adalah manusia abadi tetap saja ia memiliki perasaan sakit, menyesuaikan diri dengan keadaan. Memasuki alam sadar melalui tatapan masa lalu itu sangat menanggung resiko yang sangat besar. Tidak semudah itu menggunakan kekuatan yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia biasa seperti Kira. Namun demi mendapatkan kebenaran dari kasus ini, ia akan melakukan itu demi membantu Sakurai.


"Kurang ajar!." Umpat Kira dengan kesalnya. Ia hampir saja melihat sosok yang sangat ingin ia lihat, sosok dalang yang merupakan sumber dari kejadian mengerikan itu. Ia bisa kehabisan tenaga jika terlalu jauh melihat. Karena itulah ia melakukannya secara perlahan-lahan. Akan berbahaya jika nyawanya terancamnya, memaksakan diri untuk melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan. Apa jadinya jika dirinya tewas, sementara Sakurai masih membutuhkan kekuatannya untuk mengungkapkan kasus naas itu.


"Apakah aku tidak bisa melakukannya lebih jauh lagi?. Aku masih membutuhkan keterangan lebih lanjut lagi." Kira menyeka keringat yang telah membasahi tubuhnya.


"Uhuk!." Kira terbatuk sedikit keras, perasaan yang sangat sesak membuatnya sedikit lemah tak berdaya. "Sial!. Aku tidak bisa masuk lebih dalam lagi." Kira mengumpat kesal. Padahal masih banyak lagi yang ingin ia lakukan, tapi kondisi tubuhnya sangat tidak mendukung.

__ADS_1


Kira memutuskan untuk pergi dari sana. Tidak baik juga jika ia tewas di sini, ia akan sangat mengecewakan Sakurai yang telah memberikan kepercayaan padanya. Mungkin memberikan beberapa informasi yang menarik?. Tunggu saja hingga bisa mendapatkan merasakan siapa saja yang telah terlibat di dalam kasus itu hingga tuntas.


Hawa yang mereka miliki sangat kental, dan aku hampir saja tidak bisa masuk atau keluar dari sana. Sungguh sangat menyeramkan sekali atas apa yang aku lihat pada saat itu.


"Apakah kau telah menemukan sesuatu dari sana?." Rupanya Sakurai sedang menunggunya?. Tentunya ia menunggu Kira, karena dengan Kira ia bisa melakukan itu.


"Ya." Balas Kira berjalan berdampingan dengan Sakurai. Mereka berjalan meninggalkan tempat itu. "Ada beberapa yang aku dapatkan dari sana." Lanjutnya dengan senyuman ramah. Ia menyembunyikan rasa sakit yang ia rasakan saat ini, supaya Sakurai tidak khawatir padanya.


"Apa yang kau dapatkan dari sana?. Apakah itu berhubungan dengan pelaku yang akan kita tangkap selanjutnya?." Sakurai ingin mengetahui, informasi apa yang didapatkan oleh Kira selama mengamati tempat itu?.


"Target kita berikutnya adalah takahashi mizuki." Jawab Kira sambil menunjukkan semua data tentang Takahashi Mizuki melalui Smartphone miliknya.


"Takahashi mizuki?." Sakurai mengambil Smartphone milik Kira. Ia mengamati dengan cermat bagaimana data yang dijelaskan dalam rincian laporan itu. "Apakah kau bisa menjelaskan padaku dengan jelas siapa dia?." Ia tetap ingin meminta penjelasan dari Kira. Bagaimana mungkin dia mendapatkan itu dengan semudah itu?. "Bukankah ini data dari komputer miliki kepolisian pusat?. Bagaimana caranya kau mengetahuinya?." Sakurai hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Ya. Aku membobolnya dengan sangat mudah. Jadi kau hanya terima bersihnya saja sakurai." Kira memiliki kemampuan istimewa lainnya dalam mengumpulkan data seseorang.


"Apakah itu tidak akan membahayakan dirimu kira?. Kau bisa saja dituduh telah meng-hack sebuah laporan resmi di catatan kepolisian tertinggi." Sakurai hanya tidak mau Kira mengalami sesuatu yang buruk nantinya. "Jika kau sampai tertangkap, maka kasus ini juga akan berhenti tanpa menemukan hasilnya." Sakurai tidak mau itu sampai terjadi.


"Kau tenang saja sakurai. Aku pasti akan melakukan apapun untuk dirimu, semuanya sesuai dengan janji yang telah kita sepakati." Kira hanya tersenyum kecil?. Apakah ia tidak takut sama sekali dengan apa yang akan menimpa dirinya nantinya?. "Aku tidak akan tertangkap begitu saja jika tidak ada seseorang yang mencoba menghalangi kita nantinya." Di matanya saat ini ia melihat seseorang yang belum jelas bentuknya telah berdiri dengan wajah yang menyeringai.


"Aku harap kau lebih berhati-hati lagi kira. Karena kau tidak boleh pergi, atau tidak boleh mati. Sebelum aku menyelesaikan kasus ini. Kau harus tetap berada di sampingku sama seperti janji yang telah kau katakan padaku." Sakurai sangat memperingatkan Kira.


"Tentu saja sakurai." Kira tersenyum kecil, ia sangat khawatir. "Aku tidak akan mati sebelum aku menemukan kebenaran dari kasus ini. Aku tidak akan mati sebelum aku mengatakan padamu siapa dalang, dan apa alasan dibalik semua kejadian yang melibatkan dirimu, juga orang-orang yang kau cintai." Kira terlihat sangat serius dalam berbicara, ia tidak akan mengecewakan Nakamoto Sakurai.


"Kalau begitu jelaskan padaku mengenai target berikutnya. Aku ingin mengetahui siapa dia?. Kenapa ia sampai terlibat dalam masalah ini." Sakurai kembali ke mode serius, dan mereka berhenti di sebuah tempat yang cukup aman untuk mereka berbicara tentang apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"Takahashi mizuki. Seperti yang kau lihat. Dia adalah seorang pembunuh jalanan yang telah berulang kali tertangkap oleh aparat kepolisian. Tapi ada yang membebaskannya, dan aku ingin memastikannya di suatu tempat dimana ia bertemu dengan seorang wanita bertopeng." Balas Kira.


"Aku juga ingin mengetahui siapa dia. Karena itulah aku harus menuju sebuah tempat, dan memastikannya." Kira tersenyum kecil.


"Ingin ke suatu tempat lagi?." Sakurai sedikit heran dengan sikap Kira. "Apakah itu harus?." Ia bertanya karena penasaran.


"Kita ini polisi sakurai. Tentunya kita memiliki alasan yang sangat logis untuk menuntut pelaku, agar dia mau mengakui perbuatannya. Kau sendiri merasakannya bukan?. Dimana kau tidak bisa membuktikan bagaimana kejadian itu terjadi?." Kira menatap jauh ke dalam mata Sakurai yang dipenuhi oleh kesedihan yang ia rasakan ketika ia tidak memiliki pegangan hidup.


"Baiklah. Tapi aku harap kau tidak memakan waktu yang lama. Karena kira harus melakukannya dengan segera." Sakurai hanya mengingatkan Kira saja. Ia takut ini akan menjadi kasus yang sangat rumit.


Sebenarnya aku ingin melihat bagaimana mereka yang asli, tapi sayangnya aku tidak bisa melihat lebih jauh lagi. Rasanya aku benar-benar tidak sanggup lagi untuk melakukan pekerjaan itu. Tapi setidaknya aku mengetahui informasi yang sangat penting, sehingga aku dapat melihat siapa selanjutnya yang akan aku atasi.


Di sebuah tempat.


Nyonya X saat ini sedang memiliki hasrat yang sangat besar. Setiap kali ia menggunakan topeng itu, entah kenapa ia memiliki hasrat untuk membunuh seseorang. Begitu kuat hasratnya ingin membunuh seseorang, sehingga ia saat ini menemui Takahashi Mizuki. Tentunya ia mengetahui siapa Takahashi Mizuki, dan apa perannya selama ini. Apakah ia akan membunuh laki-laki itu?.


"Sudah lama sekali tidak bertemu nyonya." Ia tidak menduganya sama sekali, jika Nyonya X datang kembali menemuinya. "Apa yang nyonya inginkan dari saya, sehingga nyonya datang menemui saya di sini?." Tentunya ia ingin mengetahui kebenarannya. "Tidak mungkin nyonya datang begitu saja tanpa adanya alasan yang sangat penting." Ia melirik seseorang pemuda yang ikut bersama Nyonya X.


"Setalah sekian lama tidak bertemu, rupanya kau cukup cerewet juga dengan beberapa pertanyaan yang ingin aku jawab." Nyonya X tersenyum kecil.


"Oh, maafkan saya. Karena sudah lama tidak bertemu, saya jadi canggung." Itulah yang ia rasakan pada saat itu.


"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan basa-basi lagi padamu." Kali ini ia terlihat serius dari yang sebelumnya. "Apakah kau masih ingat dengan kejadian kasus undangan berdarah pada saat itu?. Aku harap ingatanmu pada saat itu belum pudar." Dengan santainya ia berkata seperti itu.

__ADS_1


"Ternyata dia memang salah satu dalang dari kasus itu?." Dalam hati Naota Rui sedikit terkejut, karena mereka saling mengenal satu sama lain. Itu artinya memang ada keterlibatan mereka sepuluh tahun yang lalu.


Sedangkan Takahashi Mizuki nampak sedikit berpikir. Ia mencoba mengingat kejadian sepuluh tahun yang lalu?. "Oh, iya. Saya mengingatnya nyonya." Ingatannya kembali pada hari itu. "Apa yang ingin nyonya lakukan?. Bukankah kasus itu telah ditutup?." Ia heran kenapa setelah sepuluh tahun berlalu, dan wanita itu masih mengingat kejadian itu. "Bahkan nyonya datang jauh-jauh untuk mencari saya." Ia sedikit gugup dengan kedatangan wanita bertopeng itu tanpa alasan kabar sedikitpun?.


"Aku ingin menghabisi siapa saja yang telah terlibat dalam kasus itu." Lagi, dengan santainya ia berkata seperti itu. "Apakah kau tidak keberatan?." Ia memajukan tubuhnya sambil melihat bola mata Takahashi Mizuki yang menyimpan ketakutan.


"Ahaha!. Apa yang nyonya katakan pada saya?. Apakah nyonya bercanda?." Mendadak ia merasakan perasaan yang tidak nyaman sama sekali. Apalagi itu seperti sebuah ancaman baginya.


"Aku tidak bercanda sama sekali." Ia memberi kode pada anak buahnya. Pemuda itu mengerti, dan ia mendekati Takahashi Mizuki, menodorkan senjata api. "Aku selalu serius dengan apa yang aku lakukan." Lanjutnya.


"A-a-apa maksudnya ini nyonya?. Kenapa anda ingin membunuh saya?. Apa salah saya?. Saya telah bersedia membantu anda untuk membunuh mereka semua!. Tapi kenapa anda malah memperlakukan saya seperti ini!." Antara cemas dan marah, itulah yang ia rasakan saat ini.


"Aku tidak mau kau tertangkap." Ia menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi yang ia duduki. Ia juga menopang dagunya dengan gaya yang sangat anggun, meskipun wajahnya tertutup oleh topeng itu. "Aku tidak ingin kau tertangkap dan mengakui apa yang telah kau lakukan pada saat itu. Aku tidak ingin anjing busuk itu melakukan sesuatu padamu." Ia tidak peduli sama sekali pada Takahashi Mizuki yang mengutuknya.


Namun di suatu tempat telah melakukan kegiatan mereka yang dikategorikan sangat tidak baik. Aku sama sekali tidak menyangka akan melihat siapa selanjutnya yang akan menjadi target berikutnya.


"Rasanya aku pernah melihat seseorang melakukan itu untuk menemukan sesuatu. Tapi kapan aku pernah melihatnya?." Dalam hati Sakurai merasa penasaran, dan merasa tidak asing dengan apa yang dilakukan Kira saat ini.


"Sepertinya mereka pernah bertemu di sini." Kira melihat jelas bagaimana kejadian itu. Bagaimana percakapan mereka saat itu, dan apa saja rencana yang mereka lakukan.


"Aku telah berkali-kali membantumu. Dan aku masih ingin melihat mu membunuh seseorang." Wanita itu terdengar sangat senang?. "Apakah kau ingin merasakan kembali bagaimana rasanya membunuh seseorang bukan?." Ia memberikan tawaran yang memancing tekanan jiwa yang sangat kuat.


"Apa yang bisa saya lakukan untuk nyonya?. Katakan saja apa yang nyonya inginkan, maka saya akan melakukannya dengan senang hati." Ia tersenyum ramah, dan sangat menyukai apa yang ia lakukan?.


"Aku memiliki rencana besar. Aku ingin membuat undangan berdarah. Aku yakin kau suka dengan apa yang akan kau lakukan setelah ini." Ia memberikan undangan. "Aku ingin kau menghadiri sebuah pesta acara peresmian gedung serta perayaan pengangkatan kepala polisi yang baru." Ucapnya sambil menjelaskan apa tujuannya datang menemuinya.


"Jadi hanya itu saja yang nyonya inginkan?. Apakah nyonya ingin saya membunuh mereka semua?." Ada gejolak aneh yang ia rasakan saat itu.


"Hooo, sepertinya kau sangat bersemangat sekali. Apakah kau merasa senang?." Wanita itu juga semakin bersemangat.


"Kematian seperti apa yang nyonya inginkan?. Katakan saja pada saya, maka saya akan melakukannya untuk nyonya." Ia menyeringai lebar karena merasa tertantang?.


"Kau datang ke daerah kuata barat. Kau akan bertemu dengan mereka. Kalian bisa merundingkannya." Ia memberikan sebuah tiket pada Takahashi Mizuki.


"Saya akan melakukan yang terbaik untuk nyonya." Ia memberi hormat pada wanita itu.


Namun saat itu Kira melihat seorang pemuda yang tidak asing. Wajah yang tidak asing, namun ia lupa dengan namanya. Apakah ia memang pernah melihat wajah itu?. Tapi kapan?.


"Ekhm!. Berapa lama lagi kau akan berada di sana?. Apakah kau tidak berpikir bahwa takahashi mizuki akan melarikan diri?." Sakurai tidak mau menunggu terlalu lama. Meskipun ia tidak mengerti sama sekali apa yang dilakukan oleh Kira. Sebenarnya kekuatan seperti apa yang dimiliki oleh Kira?. Apakah ia memiliki kemampuan khusus untuk menemukan siapa saja yang telah terlibat dalam masalah ini?.


"Kau tenang saja sakurai. Aku hanya ingin memastikannya, bahwa takahashi mizuki memang pernah terlibat dalam kasus itu. Aku ingin melihat semuanya melalui mata iblisku ini." Matanya kembali melihat ke arah mana wanita itu pergi meninggalkan Takahashi Mizuki. "Wanita itu menuju sebuah lorong kecil, tapi sayangnya aku tidak bisa melihat wajahnya. Sehingga aku tidak bisa mengenalinya dengan baik." Lanjutnya lagi.


"Jadi kau memang memiliki penglihatan istimewa. Penglihatan yang bisa membuatmu melihat apa yang terjadi di masa lalu?." Sakurai merasa heran dengan apa yang dilakukan Kira. "Kau ini seorang polisi atau seorang pencari jejak paranormal kira?. Sangat tidak masuk akal sekali." Sakurai merasa tidak berguna sama sekali. "Jika mereka mengetahui caramu seperti ini, maka kau dianggap gila. Mereka akan menertawakan aku, karena aku bekerjasama dengan seorang kepolisian lawakan dalam mencari kasus pembunuhan sepuluh tahun yang lalu." Lanjutnya lagi. Hatinya sangat sedih jika mengingat apa yang terjadi.


Kira tersenyum kecil sambil menatap Sakurai. "Jika mereka berani melakukan itu, maka aku akan membunuh mereka semua." Senyuman itu sangat menyeruak sekali. Senyuman iblis, bukan senyuman manusia. "Aku menggunakan kekuatan ku untuk menemukan kebenarannya. Karena itulah aku ingin memastikannya. Hingga aku dapat melihat wajah wanita itu." Lanjutnya lagi.


"Apa yang akan kau lakukan jika kau dapat melihat wajah wanita itu?. Bagaimana caranya kau membuktikan jika wanita itu bersalah?. Bagaimana caranya kau membuktikan semuanya?." Sakurai terlihat sangat serius dengan apa yang ia ucapkan. Karena ia tidak mau mengalami kegagalan, dan malah mempermalukan dirinya sendiri.


Ya, kira-kira seperti itulah yang akan terjadi, aku akan melakukannya dengan sangat baik demi mengembalikan senyuman Sakurai senpai. Aku yakin peduli badai seperti apa yang akan terjadi?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta. .

__ADS_1


Kira off.


Jangan lupa dukungannya ya.


__ADS_2