
...**...
Setelah melakukan interogasi, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Saat ini mereka berada di ruang istirahat, sambil mengisi perut mereka dengan beberapa makanan yang tersedia di sana.
"Kasus ini benar-benar gila." Masahiko Katsu masih belum mengerti dengan apa yang telah terjadi pada saat itu. "Bagaimana mungkin kita seorang polisi bisa terlibat dengan hal-hal yang seperti itu?." Ia menatap semua temannya yang berada di ruangan itu. "Katakan pada kami yang terjadi sebenarnya, kira." Dengan tetapan memohon ia berkata seperti itu pada kira.
Mereka semua menatap ke arah Kira dengan tatapan meminta penjelasan yang lebih terperinci. Kira terlihat menghela nafasnya, ia mengerti dengan apa yang mereka rasakan pada saat itu. "Di dunia ini bukan hanya manusia saja yang tinggal." Kira terlihat serius. "Ada iblis dan ada manusia." Lanjutnya. "Manusia memiliki wujud, sedangkan iblis tidak." Kira menatap mereka semua. "Iblis membagikan kekuatan mereka pada manusia dengan merasuki tubuh seseorang. Seseorang yang sedang tenggelam dalam kegelapan, sehingga terciptanya iblis hasrat dorongan yang ada di dalam diri seseorang." Kira memberikan jeda.
"Hasrat dorongan yang ingin mencelakai manusia yang lainnya?." Tetsu Wakana masih ingat dengan apa yang telah dijelaskan Kira sebelumnya.
"Hasrat dorongan itu lahir dari seseorang yang memiliki ambisi yang sangat tidak baik. Salah satu rekan kita yang kemungkinan memiliki hasrat tidak baik itu adalah, kichiro seira." Jawab Kira.
"Hah?." Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka dengar pada saat itu.
"Kenapa kau bisa berkata seperti itu?." Masahiko Katsu sangat terkejut mendengarnya. "Kau pasti memiliki alasan yang tepat mengapa kau berkata seperti itu?. Jelaskan pada kami apa alasannya?." Masahiko Katsu sedikit merinding dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.
"Ambisinya yang berlebihan, serta perasaan dengki iri hati yang ada di dalam hatinya itu. Rasa tidak puas yang ia terima selama ini, itu semua memiliki potensi memicu lahirnya hasrat dorongan, yang membuatnya akan merugi nantinya. Hasrat dorongan yang akan memberikan kekuatan iblis jahat padanya." Kira tidak tahu harus menjelaskan seperti apa pada mereka semua.
"Kalau begitu kita harus memastikan sendiri apakah dia benar-benar baik-baik saja." Amaya Hanako sangat cemas dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.
__ADS_1
"Bukankah dia mengatakan hari ini tidak masuk?." Madoka Yuna ingat dengan surat izin yang diberikan Kichiro Seira melalui email. "Kalau begitu mari kita menuju rumahnya untuk memastikan Apakah dia benar-benar baik-baik saja." Itulah ide yang terlintas di dalam kepalanya pada saat itu.
"Baiklah kalau begitu. Setelah menyelesaikan berkas pengajuan, kita akan ke sana." Masahiko Katsu penasaran dengan apa yang akan terjadi?.
"Rasanya cukup melelahkan juga kasus yang akan kita hadapi ini." Osamu Kei menghela nafasnya.
"Lalu bagaimana dengan kasus yang kau hadapi itu?." Kira yang berinisiatif bertanya.
"Masalah yang kami hadapi cukup rumit. Karena melibatkan orang yang sangat penting di kota ini." Osamu Kei terlihat seperti kehilangan semangatnya karena memiliki masalah yang benar-benar tidak ingin ia hadapi begitu saja.
"Bagaimanapun juga, kejahatan tetap kejahatan." Tetsu Wakana mencoba menguatkan hatinya.
"Kita ini adalah pihak kepolisian." Madoka Yuna mencoba menguatkan hatinya untuk menerima apa yang telah terjadi. "Kejahatan adalah kejahatan, jangan sampai kita melibatkan orang yang tidak bersalah nantinya." Madoka Yuna memang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. "Kasus ini bukan masalah perasaan kita sebagai manusia, ataupun iblis yang ikut campur tangan. Kita adalah anggota kepolisian yang dipercayai untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi di dalam masyarakat." Dengan penuh keyakinan yang sangat besar yang ada di hatinya ia berkata seperti itu.
"Ya, aku rasa apa yang kau katakan itu sangat benar." Masahiko Katsu sedikit mengerti dengan apa yang diucapkan oleh temannya itu. "Kita tidak boleh menyerah begitu saja. Mari kita selesaikan masalah ini dengan baik." Masahiko Katsu tersenyum kecil menatap mereka semua.
Apakah mereka akan berhasil melakukan itu?. Simak terus ceritanya.
...**...
__ADS_1
Pemuda yang memiliki kekuatan iblis, telah sampai pada tujuannya. Ia menatap tempat kosong yang sudah lama tidak dihuni. Dahulu tempat itu adalah tempat penjualan obat terlarang, sekaligus tempat para budak dijual oleh orang-orang yang sangat kejam.
"Tempat ini memberikan hasrat dorongan yang sangat luar biasa. Aku dapat merasakan bagaiman hasrat dorongan yang lahir dari mereka yang sangat benci, juga hasrat dorongan dari pada budak yang ingin bebas dari kekejaman." Entah kenapa ia dapat melihat hawa hitam yang sangat kelam. "Selain itu, hal yang paling mengerikan adalah hasrat yang lahir dari seorang pengguna buaya keras memang sangat luar biasa!." Ada sensasi yang sangat liar biasa yang ia rasakan pada saat itu. Hatinya merasa sangat senang ketika merasakan perasaan itu. Sungguh, ia tidak menduga akan merasakan hasrat dorongan yang lebih tinggi dari yang sebelumnya. "Hahahaha!. Ini akan menjadi kekuatan yang sangat hebat!." Teriaknya dengan penuh ambisi. Tawanya yang tidak biasa membuatnya semakin terlihat sangat menyeramkan.
...***...
Sementara itu Kichiro Seira sedang menuju rumah Hanazuki Marry, seseorang yang ia lihat di dalam penglihatannya. "Jadi dia?." Saat itu ia melihat seseorang sama persis dengan apa yang ia lihat pada saat itu. "Baiklah. Akan aku coba, mungkin ini adalah langkah yang baik." Kakinya melangkah dengan tegap, saat matanya melihat seorang wanita yang sedang merawat tanamannya di pekarangan rumah.
"Setelah melakukan kejahatan, kau terlihat sangat tenang sekali." Kichiro Seira merasakan gejolak yang tidak biasa di dalam hatinya.
"Eh?." Wanita itu sangat terkejut, mendengarkan seseorang yang berkata seperti itu padanya.
"Hanazuki marry. Kau akan aku tangkap karena telah melakukan kejahatan. Kau yang telah mendorong ryuhei aoi di rel kereta api kota higashiyama." Lanjutnya sambil menunjukkan lencana kepolisian yang ia miliki.
Deg!.
Wanita itu sangat terkejut dengan apa yang telah ia denger. "Ba-ba-bagaimana mungkin dia mengetahui itu?." Dalam hati wanita itu sangat terkejut dengan apa yang ia dengar pada saat itu. "Aku tidak melakukan kejahatan apapun." Wanita itu mencoba untuk membela dirinya. "Aku tidak bersalah." Ucapannya dengan suara yang sangat lemah. Ia tidak akan mengakui perbuatannya meskipun dipaksa. "Kau tidak memiliki bukti untuk menyalahkan aku." Lanjutnya lagi, ia berusaha untuk menguatkan hatinya. Ia tidak menduga akan didatangi kepolisian yang terlihat menyeramkan.
...***...
__ADS_1