
...***...
Kira on.
Setiap orang memiliki kejahatan yang ada didalam dirinya masing-masing tapi apakah yang akan kamu lakukan jika kecepatan itu termasuk dirimu. Apakah tidak ada kebaikan di dalam dirimu sehingga aku menggunakan kejahatan, hanya untuk memenuhi hasrat buruk yang ada di dalam dirimu.
Kira off.
Pagi, ternyata pagi telah menyapa kehidupan manusia yang diisi oleh berbagai macam masalah. Pagi di kantor kepolisian Kota Higashiyama. Saat itu mereka masih berkumpul sebelum menyelesaikan masalah masing-masing mereka selalu berkumpul untuk sebentar saja walaupun tidak dalam waktu yang lama.
Namun pagi itu cukup mengejutkan bagi mereka semua. Karena pagi itu Kira datang ke kantor?. Meskipun anggota baru, Kira sebenarnya sangat sulit untuk diatur. Bahkan Katashi Arata hanya diam saja, asalkan kerjaannya beres. Hanya itu saja yang membuat Katashi Arata tidak bertindak selama ini.
"Ho?. Akhirnya kau datang juga kira." Osamu Kei terlihat sangat bersemangat ketika melihat Kira. "Aku tidak menyangka kau akan datang ketika aku memintamu untuk datang ke sini." Osamu Kei terlihat sangat senang karena ia yang telah meminta kira untuk datang pagi-pagi ke kantor.
"Aku Hanya penasaran saja." Kira duduk di samping Osamu Kei. "Aku hanya ingin melihat hasil rekaman cctv, yang telah kau dapatkan dari penyelidikan yang kau lakukan bersama madoka san." Kira tersenyum ramah. Senyumannya sangat terlihat sangat menawan, seakan-akan mereka yang melihat itu terpaku, terhipnotis dengan penampilan Kira. Secara tidak langsung mereka mengakui ketampanan yang dimiliki oleh Kira.
"Sial!. Dia malah tidak pernah menanggapi panggilan dariku!." Tapi tidak dengan Kichiro Seira. "Tapi dia malah sengaja datang, hanya untuk melihat hasil dari rekaman cctv yang dibawakan oleh kei, juga yuna?." Dalam hati Kichiro Seira sangat dendam pada Kira.
"He?." Masahiko Katsu merasa sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh mereka, terutama yang akan dilakukan oleh kira. "Memangnya apa yang akan kau lihat dari rekaman cctv itu nantinya kira?." Ia mendekati Kira, ia berdiri di belakang Kira. Ia juga ingin melihat bagaimana rekaman CCTV yang dibawa oleh kedua temannya itu.
Amaya Hanako, dan Tetsu Wakana juga merasa penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan terutama kiranya seperti ahli dalam mengamati sesuatu. Sedangkan Katashi Arata yang dari tadi hanya mengamati mereka juga merasa penasaran, sehingga ia mendekat untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh kira setelah melihat hasil rekaman CCTV.
"Baiklah. Kasus pertama yang kami hadapi itu berada di lintasan kereta api." Osamu Kei memperlihatkan hasil rekaman pertama pada Kira. "Ini adalah kasus yang kelima belas, yang terjadi pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya." Sebelum menekan tombol play pada keyboard, ia sedikit menjelaskan masalah yang terjadi pada Kira.
"Aku harap kau dapat melihat sesuatu yang mungkin tidak bisa aku lihat." Osamu Kei terlihat sangat memohon pada kira pada saat itu.
"Hah?." Kichiro Seira merasa heran dengan apa yang telah dikatakan oleh Osamu Kei. "Kau ini sangat aneh sekali Kei!. Mengapa kau malah meminta bantuan pada anak baru ini?!." Bentaknya sambil menunjuk ke arah Kira. Memangnya apa yang bisa dia lakukan?!." Kichiro Seira terlihat sangat merendahkan kemampuan yang dimiliki oleh kira. "Melihat hasil rekaman cctv pada seorang yang pemula. Apakah kalian tidak malu?. Dengan kalian yang sebagai seorang senior darinya?." Kichiro Seira menatap mereka satu persatu dengan tetapan yang bingung.
"Kichiro seira!." Madoka Yuna mengeraskan suaranya, membuat mereka semua melihat ke arahnya. "Jika kau tidak suka dengan apa yang telah kami lakukan!. Sebaiknya kau pergi dari sini!. kami tidak membutuhkan kritikan darimu, yang tidak memiliki jalan keluar sama sekali!." Dengan perasaan yang sangat luar biasa ia berkata seperti itu, hatinya sangat panas.
"Kegh!." Kichiro Seira sangat kesal dengan apa yang telah ia dengar.
"Jika kau tidak bisa memberikan jalan keluar dari masalah ini, sebanyak memang pergi saja!. Karena itu lebih baik!." Masahiko Katsu pada dasarnya memang tidak suka dengan sikap wanita itu.
"Kegh!." Kichiro Seira harus mundur beberapa langkah, ia merasa kalah dari mereka semua. Ia tidak menduga sebelumnya jika mereka akan menatapnya seperti itu.
"Mari kita lanjutkan." Suara Osamu Kei mengalihkan mereka semua. Osamu Kei akhirnya menekan tombol play untuk memperlihatkan hasil rekaman CCTV yang ia dapatkan.
__ADS_1
...***...
Saat itu ada seorang laki-laki yang sedang duduk termenung di sebuah taman. Suasana hatinya pada saat itu tidak baik, hatinya sungguh sangat hancur ketika mengetahui apa yang telah terjadi pada hubungan percintaannya.
"Aku tidak menduga, jika mencintai seseorang itu akan sesakit ini." Itu adalah ungkapan yang berasal dari dirinya. "Kenapa dalam mencintai seseorang itu, harus aku yang merasakan sakit?. Padahal kami telah berjanji akan melakukan bersama-sama, akan tetapi dia malah mengkhianati aku." Ia merasakan perasaan sakit yang sangat luar biasa. "Kenapa dia mengkhianati aku?." Pemuda itu tidak bisa menerima apa yang telah terjadi, sehingga ia terlihat sangat sedih, tidak menerima begitu saja apa yang telah dilakukan oleh seseorang yang sangat ia cintai. Kenapa ia yang harus mereka sakit?. Padahal dulu mereka telah berkata, jika mereka akan mengalami hal sulit bersama-sama. Akan tetapi apa yang telah terjadi ketika mereka belum keluar dari masalah sulit?. Namun pacarnya malah memilih laki-laki lain, untuk mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan oleh pacarnya selama ini. "Apakah itu artinya aku tidak bisa membahagiakan seseorang?. Sehingga aku yang harus terluka?. Aku yang tidak bisa memberikan apapun yang diinginkan oleh seseorang?. Hingga dia meninggalkan aku." Hatinya benar-benar sakit mengingat itu semua. "Sebenarnya cinta itu apa?. Apakah hanya hasrat mengungkapkan saat saja?. Tapi kenapa sangat sakit ketika dia pergi,?." Pemuda itu sangat putus asa dengan apa yang telah ia rasakan, sungguh hatinya sangat teriris sangat tajam, ketika ia dikhianati oleh seseorang. Apakah ia tidak boleh merasakan kebahagiaan dalam percintaan?. Kenapa harus ia yang harus tersakiti?.
Namun pada saat itu ia tidak menyadari ada mata merah yang menyeramkan, sedang memperhatikan dirinya. Ia yang sedang larut dalam kesedihan sedang diamati oleh seseorang yang berada di dalam kegelapan. "Kegelapan yang sangat indah. Aku sangat menyukai segala apa yang ada di dalam hatinya. Aku ingin menggapainya dengan hasrat dorongan yang sangat luar biasa itu. Aku ingin mendorongnya lebih jauh lagi di dalam kegelapan. Aku ingin melihat darah dari kegelapan yang ada di dalam dirinya, kegelapan yang tercipta dari bentuk kekecewaan terhadap seseorang." Sosok yang menyeramkan itu dapat menangkap semua kesedihan yang ada di dalam dirinya. Ia ingin melakukan sesuatu yang lebih bernyali pada orang itu. "Mari kita lihat sejauh mana dia akan melakukan hasrat dorongan itu terhadap orang yang sangat ia benci Aku tidak sabar ingin melihat darah darinya." Sosok kegelapan itu dapat merasakan bagaimana kegelapan hitam yang ada di dalam hati pemuda itu. Sosok kegelapan yang dapat mendeteksi kegelapan yang ada di dalam diri seseorang, sehingga ia ingin mendorong orang itu jauh lebih tenggelam lagi. Ia memiliki hasrat yang tidak biasa dari orang normal lainnya.
...***...
Di rumah sakit umum tempat Ruka sedang dirawat. Pada saat itu dokter cantik yang kini dipercaya untuk merawat Misaki Ruka. Dokter cantik yang bermana Mitsuru Ran, dokter yang kini dengan tenangnya berhadapan dengan Misaki Ran.
"Apakah aku masih lama berada di sini. Apakah aku tidak boleh pulang ingin menemui ayahku?. Apakah Ayahku memang meninggalkan aku di sini dengan sengaja?." Dalam pikirannya yang masih kacanya memikirkannya seperti itu artinya sangat sedih dengan apa yang telah terjadi padanya. "Apakah ayah tidak sayang padaku?." Dengan tatapan penuh kesedihan ia berkata seperti itu.
Dokter Mitsuru Ran mengelus kepala Misaki Ruka dengan lembutnya. Tak lupa senyumannya yang sangat cantik itu, senyuman yang dapat membuat siapa saja merasa tenang ketika melihatnya. "Saat ini ayah ruka sedang bekerja. Karena itulah ruka berada di sini. Supaya kau aman berada di sini. Itu adalah bukti jika ayahmu sangat menyayangimu." Ia mencoba untuk memberikan pengertian pada seorang anak, yang sama sekali tidak mengerti Bagaimana kondisi yang ia hadapi sebenarnya.
"Lalu bagaimana dengan ibuku?. Apakah ibuku tidak akan datang sebenarnya ibuku berada di mana?. Sehingga ayahku menitipkan aku disini?." Ruka terlihat sangat ketakutan dengan tempatnya yang serba asing baginya. Ruka menangis karena ia tidak mengetahui apa yang terjadi padanya.
"Tenanglah." Mitsuru Ran memeluk anak itu dengan penuh kasih sayang ia mengetahui, bagaimana perasaan takut yang dirasakan oleh anak itu. "Meskipun aku bukan ibumu, akan tetapi aku bisa membuatmu merasa lebih nyaman lagi berada di sini. Percayalah padaku jika aku akan berada bersamamu di sini. Karena itu kau jangan takut." Mitsuru Ran mencoba untuk menenangkan hati gadis kecil itu.
"Ayah, ibu." Ruka tidak dapat menahan tangis yang ia rasakan perasaan sesak yang membuat dadanya terasa sangat sulit untuk bernafas.
...***...
Kantor kepolisian kota Higashiyama.
Kira telah melihat hasil rekaman CCTV yang pertama. Pada saat itu, ya belum memberikan komentar apapun meskipun ia telah melihat semua rekaman CCTV kejadian kecelakaan yang sangat mengerikan yang terjadi di jalur lintas kereta api. Akan tetapi ia belum juga memberikan tanggapan apapun, membuat mereka menunggu apa yang ingin disampaikannya.
"Heh!." Kichiro Seira mendengus kesal. "Lihatlah?. Hasilnya sama saja, dia tidak melihat ada hal yang ganjal di dalam video itu." Kichiro Seira menatap remeh ke arah Kira. "
"Dia itu tidak memiliki kemampuan apapun Jadi kalian jangan berharap banyak padanya." Entah apa yang ada di dalam pikirannya pada saat itu, tapi dia berkata pada mereka seperti itu seakan-akan dia sedang merendahkan seseorang.
Namun mereka hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kichiro Seira, mereka semua enggan memberikan komentar apapun pada apa yang dia katakan oleh Kichiro Seira.
"Kau telah melihat semua hasil rekaman cctv itu. Lalu bagaimana pendapatmu bagaimana pendapatmu tentang rekaman pertama ini kira?." Tanpa memperdulikan bagaimana apa yang diucapkan oleh Kichiro Seira, Osamu Kei malah bertanya pada Kira.
"Apakah kalian telah menyelidiki wanita ini siapa?." Kira bertanya pada Osamu Kei.
__ADS_1
"Kalau tidak salah, namanya adalah akihiko sakura." Jawab Osamu Kei. "Seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan yang cukup terkenal." Lanjutnya.
"Apakah kalian telah mengetahui apa saja yang setelah dia lakukan?." Kira kembali bertanya pada Osamu Kei. "Maksudku, pakah dia memiliki catatan riwayat kejahatan sehingga dia dibunuh oleh seseorang?." Kira meralat ucapannya pada saat itu.
"He?." Mereka semua terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.
"Apa maksudnya itu apakah dia memiliki catatan kejahatan sehingga dia dibunuh tapi bukankah dia mengalami kecelakaan?. Tapi kenapa kau mengatakan jika dia dibunuh oleh seseorang?." Masahiko Katsu bingung dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira. Ia juga tadi melihat bagaimana rekaman CCTV itu berlangsung. "Aku tidak melihat jika wanita itu dibunuh ataupun didorong oleh seseorang, kecuali dia sendiri yang melompat ke arah lintasan kereta api. Bahkan kalian juga melihatnya, kan?." Masahiko Katsu bertanya pada mereka semua karena mereka juga melihat apa yang telah direkam oleh kamera CCTV itu.
Mereka semua mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh Masahiko Katsu. Mereka semua telah melihat rekaman CCTV itu dengan sangat teliti Mereka melihat apa yang dikatakan oleh Masahiko Katsu.
"Coba jelaskan pada kami, apa yang kau lihat sebenarnya dari rekaman cctv itu?." Madoka Yuna masih bingung dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.
"Sebelum aku jawab pertanyaan itu, aku ingin menanyakan satu hal pada kalian semua." Kira tersenyum kecil sambil bertanya kepada mereka, sehingga membuat mereka sedikit bingung hingga apa yang ia katakan. "Apakah kalian percaya adanya iblis yang ada pada diri seseorang?. Iblis yang memiliki hasrat dorongan seseorang untuk membunuh orang lain, melalui hal yang sangat berbeda dari apa yang kita lihat selama ini sebagai seorang polisi?." Itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh kira pada mereka semua.
"Kau jangan berkata yang tidak-tidak." Kichiro Seira hampir saja terbawa amarah setelah apa yang bisa dilakukan oleh Kira. "Kau pikir dunia polis-." Bentuknya dengan suara yang sangat keras akan tetapi pada saat itu ucapannya terputus karena ucapan Kira.
"Tidak akan pernah berhubungan dengan hal yang gaib?. Apakah itu yang ingin kau katakan padaku?." Kira langsung menyambut ucapan Kichiro Seira.
"Kau?!." Kichiro Seira sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh kira padanya. "Bagaimana mungkin dia bisa membaca pikiranku?." Dalam hatinya sangat terkejut ketika Kira dapat membaca pikirannya.
"Tapi kenyataan itulah yang terjadi pada wanita itu." Kira menunjuk ke arah CCTV dimana ketika wanita itu melompat ke lintasan kereta api ketika kereta api mendekati lintasan itu. "Dia dibunuh oleh seseorang memiliki hasrat yang sangat rendah padanya." Kira dapat melihat itu dengan sangat jelas matanya dapat melihat apa yang terjadi sebenarnya pada rekaman CCTV itu. "Seseorang yang merasa sakit hati padanya. Dia yang telah melakukan kesalahan di perusahaannya, akan tetapi dia selalu melimpahkan kesalahan itu pada orang lain." Kira bahkan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya pada korban. Apa yang telah menyebabkan korban bunuh diri. "Sehingga orang lain dipecat karena dirinya. Itu adalah sebuah Kejahatan yang tidak bisa dimaafkan oleh orang lain sehingga dia memiliki dorongan untuk membunuh wanita itu." Kira seakan-akan dapat melihat apa yang terjadi pada wanita itu.
"Eh?. Bagaimana bisa kau tahu jika dia terbunuh mungkin karena alasan itu?." Osamu Kei sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.
"Hooh!. Itu benar. Bos perusahaan pun mengatakan, jika dia memang selalu melakukan itu untuk menyalahkan orang lain, agar menghindari jabatannya atau dipecat dari perusahaan itu." Madoka Yuna juga sangat terkejut. "Kami belum mengatakan masalah itu pada siapapun tapi bagaimana mungkin kau mengetahui itu kira?." Madoka Yuna sangat heran dan terkejut jika Kira mengetahui itu semua.
"Eh?." lagi lagi mereka semua terkejut dengan apa yang mereka dengar.
"Aku telah mengatakan pada kalian, jika masalah yang terjadi sebenarnya berkaitan dengan hal yang gaib." Kira tersenyum kecil sambil menatap mereka semua. "Karena itulah kita tidak bisa melihat siapa pelakunya meskipun itu direkam oleh cctv." Kira mengatakan jika mata biasa tidak bisa melihat kejadian yang terjadi pada rekaman CCTV itu. "Akan tetapi mataku dapat melihatnya." Kira menunjuk matanya. "Aku memiliki mata yang dapat aku gunakan untuk menangkap hal yang tidak bisa kalian lihat." Matanya memang terlihat berbeda dari yang biasanya, matanya yang merah menyala seakan-akan ia adalah seorang iblis, yang memiliki kemampuan yang sangat berbeda dari yang lainnya.
"Ho?!." Kichiro Seira seakan-akan terhipnotis dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira. Begitu juga dengan mereka yang pada saat itu melihat ke arah mata Kira yang sangat berbeda dari manusia biasa.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?." Osamu Kei masih bingung. "Jika memang dia dibunuh, pasti ada pelakunya, kan?." Itulah pertanyaan yang muncul di kepalanya pada saat itu.
"Ya. Kau memang benar." Kira lagi-lagi tersenyum kecil menatap mereka.
Siapakah pelakunya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.
__ADS_1
...***...