
...**...
Kira on.
Apakah kau memiliki sebuah pegangan dalam hidup?. Apa yang membuatmu berjuang selama hidup ini?. Keinginan apa yang ingin kau perjuangkan di dunia yang sangat keras ini?. Apakah kau akan menyerah dengan keinginan yang telah kau tetapkan di dalam hidupmu?. Apakah kau pernah berpikir jika suatu hari nanti keinginan itu akan terkabulkan?. Bagaimana caranya kamu mendapatkan keinginan itu?. Apakah kau akan terus berusaha mendapatkan apa yang kau inginkan?. Atau kau akan menyerah dengan semua keinginanmu itu yang terasa sulit Kau dapatkan?. Semuanya tergantung pada hatimu yang akan menjawab semuanya, serta pikiranmu yang mengatur strategi seperti apa nantinya akan mendapatkan keinginan itu. Teruslah berusaha walaupun kau belum menemukan titik terang dari keinginanmu itu.
***
Rumah sakit umum Kota Higashiyama.
Kira masih saja dirawat di rumah sakit, karena ia yang masih belum sadarkan diri. Akan tetapi pada saat itu ia berkembang tidak jelas. Mungkin saja ia masih terbawa suasana pertarungan berhadapan dengan pembunuh sadis itu.
"Sial!. Kepalaku terasa sangat sakit." Kira mengumpat tidak jelas ketika matanya masih tertutup dengan rapatnya. "Pembunuh sadis itu telah membuatku sangat marah." Seketika hatinya saat itu masih membenci. "Kenapa aku tidak bisa berhadapan dengannya?. Akan aku bunuh dia dengan tanganku." Hatinya yang sangat sakit mengingat semua yang terjadi.
Sayuri yang saat itu melihat keadaan suaminya yang seperti itu sangat cemas. Bagaimana mungkin kira bisa bergumam seperti itu ketika tidur?.
Plak!.
Sayuri terpaksa menampar pipi suaminya agak sedikit keras sehingga membuatnya terbangun dengan paksa.
"Eh?!." Kira terbangun dalam keadaan terkejut. Nyawanya seakan dipaksa untuk bangkit kembali sehingga ia langsung terduduk. "Apa yang terjadi sebenarnya padaku?." Dalam keadaan yang masih bingung ia bertanya seperti itu?.
"Ekhm!." Sayuri memberi kode keberadaannya pada suaminya itu.
__ADS_1
"Sayuri?." Kira sangat terkejut melihat istrinya itu. "Kau yang telah melempar aku?." Ia mengusap pipinya yang terasa sangat sakit. Apakah benar istrinya yang telah menamparnya?. Jika dilihat dari situasinya memang hanya istrinya yang ada di sana.
"Ya memang aku yang telah menamparmu!." Dengan raut wajah yang sangat kesal ia menjawab pertanyaan suaminya. "Karena ku telah berani berguna aneh saat tidur. Karena itulah aku menamparmu." Sayuri menepuk-nepuk pelan kepala suaminya dengan gemesnya.
"Terima kasih karena telah menjemputku." Kira memeluk istrinya dengan sangat sayang. Iya sangat ingat ketika ia menghubungi istrinya untuk menjemput dirinya setelah berhadapan dengan pembunuh sadis itu.
"Kaulah yang telah membuat aku sangat khawatir. Harusnya kau tidak melakukan hal yang berbahaya. Kenapa kau masih menyimpan dendam untuk paman yoshimaru pada pembunuh sadis itu?." Sayuri sangat ketakutan ketika suaminya dalam keadaan sangat parah. Tantenya ia tidak ingin kehilangan suami yang sangat ia cintai.
"Aku hanya ingin menghentikan sadis itu agar tidak berkeliaran lagi dan memakan korban yang lebih banyak lagi." Hanya itu saja keinginan Kira, karena itulah ia berupaya untuk menghentikan pembunuh sadis itu.
"Lalu bagaimana bisa kau selamat darinya?. Pertarungan seperti apa yang kalian lakukan pada saat itu?." Sayuri masih penasaran bagaimana suaminya itu bisa selamat dari malaikat kematian itu?.
Kembali ke masa itu.
"Banyak nyawa yang harus kau bayar. Aku tidak akan mengampuni apa yang telah kau lakukan!." Kira telah memperlihatkan bagaimana kemarahan yang ia rasakan selama ini.
"Diam kau!. Kau tidak berhak untuk menghakimi diriku!. Karena kau bukan Tuhan!." Akazuki Daiji sangat panik saat itu, ketika ia tidak bisa bergerak lagi. Siapa yang menduga jika ia benar-benar dihentikan oleh Kira.
"Ya kau benar!. Aku bukan!. Tapi aku adalah malaikat mautnya akan membunuhmu!." Kira seperti memiliki gejolak yang sangat luar biasa di dalam hidupnya saat itu. "Akan aku perlihatkan padamu bagaimana selama ini kau membunuh semua orang!. Termasuk ketika kamu membunuh paman yoshimaru di hadapanku pada saat itu!." Saat itu ia mengangkat pisau Hitam yang ada di tangannya. "Aku telah bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku ini!." Telah berkata seperti itu ia tikam punggung kiri Akazuki Daiji yang seluruh urusan dengan jantungnya.
"Kegh!." Akazuki Daiji berteriak sangat keras, tubuhnya terasa sakit setelah ditikam oleh Kira.
"Heh!. Bagiku kau hanyalah seorang penjahat kecil yang tidak berguna!. Sekarang pergilah kau untuk selama-lamanya!." Dengan sangat kuat ia menusuk lebih dalam lagi ya lampiaskan kemarahannya pada tusukan itu.
__ADS_1
"Keghakh!." Akazuki Daiji kembali berteriak kesakitan. Dengan posisi seperti itu tidak akan bisa menghindari kematian. Baru kali ini ada yang berani menikamnya?. Melakukan dengan cara yang sama, Kira membunuh Akazuki Daiji dengan cara yang sama. Namun sebelum ia terjatuh ia masih sempat menikam dengan paha kiri Kira.
Cekh!.
"Kegh!. Keadaan seperti itu ku masih saja bisa melakukan kejahatan!." Kira benar-benar geram dengan apa yang telah dilakukan Akazuki Daiji padanya.
Duakh!.
Dengan sangat kuat ia menendang pinggang Akazuki Daiji. Hatinya benar-benar sangat panas karena paha kirinya terasa sangat sakit.
Kembali ke masa ini.
Kira telah menceritakan pada istrinya apa yang telah ia alami ketika berhadapan dengan Akazuki Daiji. Memang terdengar sangat gila dan hampir tidak masuk akal apa yang telah dilakukan Kira pada saat itu. Sungguh sangat gila pertarungan mereka yang sama-sama memiliki kemampuan iblis. Akan tetapi Kira lebih unggul karena ia memiliki kemampuan mata yang sangat luar biasa.
"Seperti itulah yang terjadi ketika aku berhadapan dengannya." Kira hanya tersenyum kecil menatap istrinya.
"Semuanya telah berakhir. Akazuki daiji telah pergi dari dunia ini. Karena itulah kau harus kembali juga. Sebentar lagi dia akan lahir." Sayuri. Sangat senang, karena ia sangat takut kehilangan seseorang yang sangat ia cintai.
"Tentu saja." Kira menggenggam sayang tangan istrinya. Baginya Sayuri adalah segala-galanya. Cinta pertama dan terakhir yang akan ia pertahankan di dalam hidupnya.
Kira on.
Yho!. Kasus pembunuhan sadis yang telah dilakukan oleh Akazuki Daiji cukup sampai di sini saja. Bagiku dia adalah penjahat kecil yang tidak berguna, sehingga aku ingin membunuhnya dengan tanganku ini. Kegelapan memang ada di dalam setiap diri manusia, tapi jangan sampai kegelapan itu justru malah mengendalikan diri kalian. Yang memiliki tubuh itu adalah kalian, jadi jangan biarkan sifat buruk yang jahat itu justru malah mengendalikan kalian. Di dunia ini bukan hanya kau saja yang hidup, sehingga kau merasa bebas melakukan apapun yang kau inginkan. Di dunia ini masih ada jiwa-jiwa pahlawan yang ingin membela keadilan atas kejahatan yang telah kau lakukan. Berhati-hatilah dalam bertindak, karena karma itu sangat nyata. Hidup baik itu tidak akan rugi walaupun banyak yang ingin menyakiti dirimu. Kasus ini telah berakhir!. Bagaimana lanjutan kasus lainnya dalam mata iblis polisi hebat Killer?. Simak dengan baik bagaimana lanjutannya yang lebih seru lagi dalam masalah baru.
__ADS_1
...*** ...