
...***...
Pemuda yang memiliki kekuatan iblis itu, sepetinya masih mengamati kantor kepolisian kota Higashiyama. Pemuda yang memiliki ambisi yang tidak biasa dari manusia normal lainnya.
"Apakah mereka hari ini benar-benar tidak bertugas di luar?." Sangat lama juga baginya untuk menunggu mereka keluar dari kantor?. "Apakah aku perlu membuat keributan?. Supaya mereka keluar dari kandang mereka?." Senyumannya terlihat sangat mengerikan dari yang sebelumnya. Akan tetapi ia jga tidak melihat keramaian seperti yang sebelumnya.
"Tuhan tidak akan berpihak pada polisi." Ucapnya dengan kesalnya. "Aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi." Matanya menatap dengan sangat liar, mata yang sangat mengerikan. Tatapan yang mata tidak biasa. "Baiklah. Mungkin aku akan mengalah untuk hari ini saja." Sepertinya ia sedang mencoba untuk menurunkan hasratnya untuk sejenak. "Ada ikan yang lebih besar lagi yang harus aku targetkan." Pemuda itu sepertinya menemukan hal yang tidak biasa.
"Aku harus menyiapkan kekuatan yang lebih besar untuk dapat masuk ke dalam hatinya." Matanya saat itu menangkap kegelapan hati seseorang yang sangat berbeda.
Tentunya ada resiko yang harus ia hadapi nantinya, karena kekuatan itu pada dasarnya bukan hanya miliknya sendiri. Ada iblis jahat yang sewaktu-waktu dapat membunuhnya. "Aku tidak akan kalah begitu saja dari hal buruk seperti itu." Ucapnya dengan penuh percaya diri. "Sesuatu yang buruk seperti itu, pasti akan aku buat semakin buruk lagi." Tiba- tila saja ada gejolak membara yang tidak biasa yang ia rasakan pada saat itu. "Tunggu saja hingga pada saat itu tiba. Aku pasti akan mendapatkan hal yang lebih dari itu." Setelah berkata seperti itu, ia Segera meninggalkan tempat itu. Pemuda yang belum diketahui identitasnya itu memiliki ambisi lain, dari pada ia membuat pertunjukan dramatis kecelakaan besar di hadapan anggota kepolisian. Apakah suasana hatinya akan tenang Setelah ini?. Tidak ada yang tahu.
...***...
Kira telah sampai di rumahnya, akan tetapi pada saat itu ia tidak datang sendirian. Tentunya ia datang bersama Misaki Ruka dan Dokter Mitsuru Ran. Suasana hatinya pada saat itu benar-benar sangat gugup, karena baru kali ini ada wanita yang datang ke rumahnya.
Sementara itu, Ruka memperhatikan dengan sesama bagaimana kondisi ruangan itu. Entah kenapa ia sangat terpesona dengan ruangan itu. "Rumah ayah sangat bagus sekali." Dengan senyuman yang lembut ia berkata seperti itu.
Saat itu Kira tiba-tiba saja dapat menangkap apa yang dilihat oleh Ruka. "Jadi seperti itu?." Dalam hati Kira merasa sangat bersimpati dengan apa yang ia lihat. "Rumah ini sekarang akan menjadi rumahmu." Kira hampir saja tidak dapat menyembunyikan perasaannya pada saat itu.
"Eh?." Ruka terkejut sekaligus merasa senang dengan apa yang ia dengar.
"Inuzuka san." Dokter Ran terpesona melihat senyuman yang terpampang di wajah tampan Kira. "Jantungku sepertinya benar-benar tidak aman jika melihat senyumannya seperti itu." Dalam hatinya mencoba untuk menekan perasaannya yang mendadak aneh. Entah sejak kapan ia mengagumi seseorang seperti itu.
"Semoga ruka chan betah berada di sini." Kira tadi sempat menangkap bagaimana suasana rumah yang ditempati oleh Ruka sebelumnya.
"Terima kasih ayah." Ruka memeluk kira dengan sangat eratnya. Sungguh perasaan hatinya sangat senang mendapatkan tempat yang baru.
...***...
Pukul 13.38
Kichiro Seira telah kembali ke rumahnya, pada hari ini ia minta izin hanya bekerja setengah hari saja. Suasana hatinya benar-benar sangat buruk, tidak nyaman sama sekali ketika ia memikirkan apa yang telah dilakukan oleh Kira.
"Kenapa aku tidak bisa menerima apa yang telah dilakukan oleh baka inu itu?." Dalam keadaan yang sangat kacau seperti itu ia mencoba untuk memasuki biliknya. Ia jatuhkan begitu saja tubuhnya ke kasur yang empuk itu. Kepalanya masih terasa sakit, pikirannya benar-benar kacau dari yang sebelumnya.
"Kasus kecelakaan yang sangat aneh. Seorang polisi yang baru saja datang, akan tetapi dia malah bersikap seenaknya saja." Pikirannya yang kacau itu masih memikirkan awal dari masalah yang mungkin membuat pikirannya semakin kacau. "Ada yang masuk pada waktu yang seenaknya saja, akan tetapi dia malah bisa dapat menyelesaikan kasus yang sangat rumit itu." Kichiro Seira memikirkan urutan apa yang telah terjadi. Kichiro Seira mengubah posisi tidurnya menjadi tidur ke arah kanan. "Dia dapat menemukan pelakunya, dan dapat membuktikan jika orang itu memang telah melakukan kejahatan." Hatinya sangat sakit memikirkan itu semua. Baginya itu adalah hal yang sangat mustahil, karena kejadian itu bukan hanya terjadi dua kali atau tiga kali saja. Akan tetapi pada tiga tahun terakhir ini, telah ada catatan yang sama untuk kasus kecelakaan yang sangat aneh.
"Selama ini kami tidak bisa menyelesaikan kasus itu." Hatinya kembali sakit ketika banyak masyarakat yang menuntut kepolisian untuk menyelesaikan kasus kecelakaan anak itu. "Akan tetapi kenapa pada saat dia datang, kasus kecelakaan itu seakan-akan tunduk padanya. Menunjukkan adanya bagaimana kejadian itu terjadi." Dadanya terasa sesak karena ia tidak bisa menyelesaikan kasus itu. "Sebagai seorang polisi, aku di pecundangi oleh seseorang yang baru saja bergabung. Rasanya memang sangat menyakitkan." Suasana hatinya semakin jatuh ke dalam kegelapan yang tanpa ia sadari telah membangkitkan hawa yang tidak biasa. "Apakah aku masih bisa disebut sebagai seorang polisi yang bisa mengatasi masalah?." Pikirannya semakin tenggelam ke dalam kegelapan yang sangat jauh. "Aku harus menemukan cara untuk mengatasi masalah ini." Setidaknya itu yang ia pikirkan pada saat itu. "Aku benar-benar harus menyelesaikan masalah ini dengan tanganku sendiri." Ada gejolak aneh yang dirasakannya pada saat itu. "Aku tidak akan menyerahkan kasus kepada anak baru kurang ajar itu." Gejolak yang tidak biasa telah membakar api kecemburuan yang ada di dalam hatinya. Gejolak yang telah memberikan sumbu kegelapan yang sangat luar biasa di dalam hatinya. Apakah yang terjadi sebenarnya pada Kichiro Seira?. Apakah ia telah tenggelam di dalam kegelapan yang sangat dalam?.
...***...
Madoka Yuna saat ini sedang memeriksa beberapa berhasil ia dapatkan. Dokumen yang mungkin akan menunjukkan seseorang telah melakukan kejahatannya.
__ADS_1
"Katsu." Madoka Yuna menyerahkan sebuah dokumen pada Masahiko Katsu. "Aku baru saja memeriksa beberapa dokumen, juga beberapa barang bukti yang mungkin akan memberatkannya." Dengan nada yang sangat serasi berkata seperti itu.
Masahiko Katsu yang merupakan rekan kerjanya mengambil dokumen itu. Catatan Kepolisian yang cukup lengkap yang berhasil ia dapatkan, tentunya itu sangat membantu mereka untuk menyelidiki sesuatu. "Yoshino osamura?." Masahiko Katsu membacakan nama yang tertulis di sana. "Bukankah, nama orang nama yang disebutkan oleh kira pada saat itu?." Masahiko Katsu masih ingat dengan apa yang telah mereka diskusikan bersama Kira.
"Ya. Yoshino osamura." Madoka Yuna juga masih ingat dengan diskusi itu. "Aku telah menemukan bukti kejahatan yang telah ia lakukan." Madoka Yuna telah memastikan apa yang telah ia dapatkan.
"Baiklah. Kalau begitu mari kita minta surat izin penangkapan untuk yoshino osamura." Masahiko Katsu tentunya tidak ingin membuang waktu terlalu lama hanya untuk memikirkan hal yang tidak penting. "Kita harus menangkapnya menginterogasinya supaya kita mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya." Masahiko Katsu tidak ingin menduga-duga tentunya ia ingin memastikannya sendiri. Apakah benar yang dikatakan oleh Kira?. "Meskipun kita telah membuktikan apa yang telah dikatakan kira itu adalah sebuah kebenaran." Masahiko Katsu sedikit berdebar-debar dengan apa yang telah ia katakan. "Akan tetapi kita tidak bisa membuktikan itu secara teori saja. Kita harus membuktikan secara langsung." Lanjutnya lagi. "Kita ini adalah kepolisian, tentunya barang fisik sangat dibutuhkan untuk memberatkan seseorang, untuk membuktikan bahwa dia memang telah melakukan kesalahan yang sangat fatal." Masahiko Katsu hanya tidak ingin melakukan kesalahan yang sangat buruk nantinya.
"Baiklah." Madoka Yuna mengangguk mengerti. "Kalau begitu kita langsung saja ke lokasi. Kita harus menangkapnya secepatnya." Madoka Yuna juga ingin membuktikan secara langsung Apakah itu benar atau tidak.
"Ini seperti sebuah perjudian yang sangat tidak biasa." Masahiko Katsu malah beranggapan seperti itu dalam kondisi mereka yang ingin menyelesaikan kasus kecelakaan yang sangat aneh yang sangat meresahkan masyarakat.
"Judi ya?." Madoka Yuna merasa sangat miris mendengarkan ucapan itu.
"Anggap saja kasus yang akan kita selesaikan pada saat ini seperti sebuah judi, yang nantinya akan menentukan siapa pemenangnya dan siapa yang akan kalah." Masahiko Katsu yang tersenyum kecil.
"Setidaknya kita akan mencoba melakukan hal itu walaupun terkesan seperti berjudi." Madoka Yuna hampir saja tertawa jika tidak melihat situasi yang mereka hadapi pada saat itu.
"Ya." Masahiko Katsu pun merasakan perasaan aneh itu.
...***...
Kira menunjukkan bilik yang cantik untuk anaknya?. Meskipun ia tidak mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh anak perempuan, tapi setidaknya ia telah berusaha untuk memenuhi itu semua.
"Wah?." Ruka benar-benar sangat terpesona dengan apa yang telah ia lihat. Dekorasi yang sangat indah, setidaknya itu yang ada di dalam pikirannya ketika melihat biliknya. "Apakah ini benar bilik milikku ayah?." Wajah yang sangat bahagia ia bertanya seperti itu.
"Wah?. Terima kasih banyak ayah." Ruka langsung menuju ke tempat tidur ia memeriksa tempat tidur itu dengan seksama.
"Saya tidak menduga, jika anda ternyata sangat memahami bagaimana keinginan seorang anak perempuan. Sungguh sangat luar biasa sekali untuk ukuran seorang yang lajang seperti anda." Dokter Ruka benar-benar sangat terkesan, dengan apa yang telah dilakukan oleh kira untuk menyenangkan hati anak angkatnya.
Kira hanya tertawa kecil mendengarkan ucapan itu. "Kepalaku hampir saja pecah memikirkan semua ini. Bahkan aku sempat bertanya pada internet untuk memastikan apa yang diinginkan oleh anak perempuan dalam dekorasi biliknya." Ucapnya dengan suara yang sangat kecil, tapi masih bisa didengar oleh dokter Ran yang berdiri di sampingnya.
"Anda benar-benar ayah yang sangat baik." Dokter Ran merasa kagum dengan apa yang telah dilakukan oleh Kira. "Usaha yang dilakukan oleh seorang ayah memang sangat luar biasa." Dalam hatinya terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh kira. Sungguh ia tidak menduga jika ada seorang laki-laki yang rela melakukan apapun untuk menyenangkan hati anak perempuannya.
...***...
Pemuda yang misterius itu masih memikirkan apa yang telah ia lihat pada saat itu. Pemuda yang belum diketahui sama sekali identitasnya pada saat itu sedang berada di tempat yang sangat gelap. Tempat gelap yang hanya bisa ia rasakan dan ia tempati. Hawa kegelapan yang tidak biasa keluar begitu saja menyelimuti tubuhnya.
"Tidak." Ia seakan-akan menolak sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah ia lihat pada saat itu. "Beban." Ucapnya dengan suara yang sangat berat, sorot matanya semakin tajam melihat ke depan. "Beban yang ia pikul selama ini telah melahirkan kegelapan yang sangat luar biasa di dalam hatinya." Matanya seakan tidak lepas dari apa yang ia lihat, kegelapan yang sangat kental lahir dari seseorang. "Kegelapan yang aku miliki hampir dikalahkan oleh kegelapan yang dimiliki oleh orang itu." Ada gejolak hitam yang tidak suka keluar begitu saja dari dalam pikirannya. "Kegelapan keabadian yang lahir dari tekanan beban pikiran, yang selama ini hampir meledak di dalam dirinya." Tapi entah kenapa senyumannya terpampang begitu saja. "Baiklah. Kegelapan yang seperti itu, akan aku jadikan senjata untuknya. Senjata yang akan aku gunakan untuk mendorong semua orang untuk menuju kegelapan." Gejolak yang sangat buruk telah keluar dari hatinya yang sangat buruk. Ada sebuah dorongan bagi dirinya untuk melampiaskan hasrat yang tidak biasa di dalam hatinya. Sebenarnya apa tujuannya untuk melakukan itu semua?. Manfaat apa yang ia dapatkan jika ia melakukan itu semua?. Bisakah waktu menjawab itu semua?. Simak terus ceritanya.
...***...
Distrik Fanatik.
__ADS_1
Masahiko Katsu dan Madoka saat ini sedang berada di distrik Fanatik. Tentunya mereka mengetahui lokasi rumah target, mereka tidak akan membiarkan masalah itu terlalu lama didiamkan begitu saja.
"He?." Masahiko Katsu sedikit terlihat kebingungan, ketika kakinya berhenti di sebuah rumah yang sangat mewah. "Ternyata orang kaya memiliki masalah pribadi yang sangat rumit." Setidaknya itu yang ada di dalam pikirannya pada saat itu.
"Di depan telah tertulis dengan jelas, yoshino." Madoka Yuna juga sempat meragukan itu.
"Tanpa harus berpikir panjang kita harus segera masuk." Masahiko Katsu menekan tombol bel yang berada di depan gerbang rumah mewah itu. "Kita harus segera bertemu dengan orangnya, kita harus memastikan jika memang dia yang telah melakukan kejahatan itu." Masahiko Katsu tidak sabar ingin melihat, apakah benar yang ditunjukkan kira padanya.
Tak lama kemudian, ada seorang laki-laki yang keluar sambil membuka gerbang pintu itu. "Maaf?. Ada keperluan apa anda berdua datang ke sini?." Seorang laki-laki yang terlihat sangar memberikan pertanyaan seperti itu pada keduanya.
"Kami dari pihak kepolisian kota higashiyama." Jawab Masahiko Katsu sambil memperlihatkan id identitasnya.
"Pihak kepolisian?." Lelaki sangar itu terlihat kebingungan. "Tidak biasanya pihak kepolisian datang ke rumah ini?. Apa yang kalian inginkan?." Tentunya ia ingin mengetahui apa tujuan dari keduanya datang ke rumah mewah milik Yoshino Osamura.
"Aku tidak ada urusannya denganmu. Sebaiknya kau jangan menghalangi tugas kami, karena kami ingin bertemu dengan tuan yoshino osamura." Masahiko Katsu menatap tajam lelaki sangar itu. "Kau akan mendapatkan masalah jika kau berani menghalangi kami untuk menemui tuanmu." Ia tidak suka jika ada yang berani mempermainkan dirinya. "Ayo kita masuk yuna." Masahiko Katsu melirik karena temannya, karena ia tidak ingin membuang waktu terlalu lama hanya ingin berdebat dengan menjaga gerbang rumah mewah itu.
Tapi sepertinya tidak semudah itu mereka masuk ke rumah mewah itu. Karena penjaga gerbang itu menahan langkah Masahiko Katsu. "Kalian tidak bisa berbuat seenaknya, meskipun kalian adalah petugas kepolisian." Laki-laki sama itu tampaknya ingin membuat masalah. "Sebaiknya kalian pergi saja, tuanku pada saat ini tidak ada di rumah." Secara tidak langsung ia mengusir keduanya.
"Aku katakan sekali lagi padamu. Sebaiknya kau tidak usah menghalangi tugas kami." Masahiko Katsu memberikan peringatan kedua pada laki-laki sangat itu. "Aku bukanlah tipe orang yang sabar." Matanya menatap tajam ke arah laki-laki sangar itu.
"Katsu. Sebaiknya kau tidak usah menggunakan kekerasan." Bisik Madoka Yuna, ia tidak ingin terjadi masalah ketika penangkapan itu.
"Heh!." Laki-laki sangar itu mendengus dengan kesalnya. "Aku tidak takut sama sekali dengan pihak kepolisian." Terdengar nada sombong dari laki-laki sangar itu. "Jika memang kalian ingin masuk ke dalam, maka kalian akan berhadapan dulu denganku." Ia memang ingin mencari masalah dengan menantang Masahiko Katsu. "Akan kupatakan kakimu, jika kau memaksa untuk masuk ke dalam." Itulah ancaman yang keluar dari mulutnya.
"Ho?. Lakukan saja jika kau bisa." Setelah berkata seperti itu?.
Brakh!.
"Keghakh!."
Terdengar suara banting yang sangat keras juga suara teriakan seseorang yang kesakitan setelah ditendang oleh Masahiko Katsu. Ternyata ia membanting tubuh lelaki sangat itu dengan sangat mudahnya.
"Katsu?!." Madoka Yuna sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh temannya itu. "Kenapa kau malah menggunakan kekerasan?. Dasar bodoh!." Dalam hati Madoka Yuna sangat histeris melihat apa yang telah dilakukan oleh temannya itu.
"Kau?!." Dalam keadaan sakit yang seperti itu lagi sangar itu tidak bisa berdiri lagi karena pinggangnya terasa sakit.
"Heh!. Berani sekali kau meremehkan aku." Masahiko Katsu menatap tajam ke arah laki-laki sangar yang tidak berdaya itu. "Tubuhmu boleh besar dariku, akan tetapi aku memiliki kekuatan yang lebih besar dari apa yang kau bayangkan." Ia sedikit memberikan hadiah kecil dengan cetakan di kepala lelaki itu.
"Kegh!." Lelaki sangar itu meringis kecil.
"Yuna. Kita harus segera masuk, tidak baik membiarkan tugas terlalu lama." Masahiko Katsu langsung masuk ke rumah itu.
Madoka Yuna menghela nafasnya dengan sangat lelahnya. "Kebiasaan buruknya memang seperti itu." Dalam hatinya sangat hafal dengan kebiasaan Masahiko Katsu. "Aku harap kau tidak akan mendapatkan masalah nantinya." Hanya itu saja harapannya ketika ia dapatkan tugas bersama Masahiko Katsu.
__ADS_1
"Sial!. Kenapa aku bisa dikalahkan dengan mudahnya oleh seorang yang memiliki tubuh yang sangat kurus?." Dalam hati lelaki sangar itu tidak terima sama sekali dengan apa yang telah terjadi padanya. Bagaimana mungkin seseorang yang memiliki tubuh lebih kecil dari mau dapat mengalahkan dengan mudahnya.
Next.