MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 60


__ADS_3

...***...


Kira on.


Ini masih membahas kilasan tentang cerita Sebelumnya. Apakah Pembaca masih menikmati kisah ini?. Jangan lupa berikan tanggapannya di kolom komentar. Selamat membaca.


Aku masih dapat merasakan bagaimana perasaan yang dimiliki Sakurai senpai.


Deg!!!.


Saat itu juga, Kira dapat melihat bagaimana gambaran sepuluh tahun yang lalu, dan yang tejadi sebelum Haruki Murakami masuk ke ruangan ini. Akan tetapi Kira ingin memastikannya langsung dari Haruki Murakami, agar ia tidak salah dalam melihat sesuatu.


Di alam bawah sadar yang kini terbagi dengan tubuh aslinya, Kira dapat melihat semuanya. Apa saja yang telah terjadi di masa lalu sepuluh tahun yang lalu telah direkam oleh mata Haruki Murakami, kini Kira bisa melihat dengan jelas.


"Tidak ada yang tidak bisa aku lihat di dunia ini. Karena mata iblisku akan memaksa kalian untuk memperlihatkan kejadian itu padaku." Kira menyeringai lebar karena ia bisa melihat itu semua.


"Raut wajah itu, sama seperti waktu itu." Dalam hari Sakurai memperhatikan wajah Kira yang terlihat sangat berbeda. "Dia ini memang iblis sejati." Dalam hatinya lagi.


"Jika kau tidak menjawabnya dengan benar, maka tanganmu akan aku cium dengan pisau ini." Wajah mengerikan terlihat jelas, dan pisau kecil itu terlihat mengkilap tajam. Kira sangat mengancam, seperti malaikat maut yang siap mencabut nyawa seseorang.


Haruki Murakami sedikit gugup, ia menelan ludahnya dengan paksa. Entah mengapa ia merasakan ada aura yang tidak menyenangkan dari orang yang bernama Kira ini. "Aku yakin ini hanya gertakan saja, tidak mungkin mereka melakukannya." Batin Haruki Murakami berusaha menahan diri agar tidak terlihat gugup, atau terselip rasa takut di hatinya. "Ya, tidak mungkin mereka melakukan itu, bukan?." Dalam hatinya meyakinkan lagi, jika apa yang ia lihat itu hanyalah sebuah gertakan saja.

__ADS_1


"Lakukan dengan baik kira. Aku percayakan interogasi ini padamu." Sakurai hanya berharap, jika interogasi ini akan berjalan dengan baik. Ia yakin, jika Haruki Murakami adalah salah satu pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Karena mata Kira juga dapat melihat itu. "Jika kau gagal, aku yang akan membunuhmu." Terdengar sangat mengancam, dan tidak sabaran.


"Ryoukai!. Sakurai sama." Kira tersenyum lebar. Saat itu seketika raungan interogasi berubah menjadi merah aneh.


"Sial!. Ini ruangan interogasi atau ruangan kematian?. Rasanya aku sangat tidak nyaman sama sekali." Dalam hati Haruki Murakami sangat gelisah. Ia tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ingin dilakukan oleh kedua polisi itu padanya.


"Heh!. Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan itu jika kau takut?. Sama sekali tidak bertanggungjawab dan ingin melarikan diri!." Dalam hati Kira dapat menangkap perasaan suasana hati Haruki Murakami.


Siapa yang tidak marah?. Manusia mana yang tidak marah ketika keluarga yang kau cintai dibunuh dengan cara yang sangat sadis?. Tentunya sebagai manusia yang normal kau akan merasakannya, bahkan kau juga ingin membunuh mereka. Aku ingin melihat seberapa besar, dan sejauh mana yang bisa ia sembunyikan dariku


Saat itu Kira dapat melihat gambaran itu, meskipun ia tidak bisa memperlihatkan pada Sakurai, apa yang ia lihat. Namun ia masih bisa mengatakannya melalui ucapannya. Yang penting ada hasrat keinginan Sakurai untuk mengetahui kebenaran yang telah direkam oleh mata Haruki Murakami. Sedangkan Haruki Murakami seperti terlalu di tempat, seperti terhipnotis dengan tatapan Kira. Matanya yang memerah menyala, membuat Haruki Murakami terdiam sesaat.


"Kemarin kau bertemu seseorang di penjara. Sepertinya orang itu juga merupakan orang yang ikut serta dalam kasus undangan berdarah." Mata Kira memerah, ia seakan sedang melihat apa yang dilakukan oleh Haruki Murakami sebelumnya. "Kau terlibat dengan wanita bertopeng itu sejak kau terlibat dalam perencanaan kasus undangan berdarah." Kira tidak mungkin salah dalam mengumpulkan informasi.


Deg!!!.


"Jadi semalam ada yang mendatangi penjara?. Wanita?. Kenapa kau bisa mengetahui jika yang menemui haruki murakami adalah seorang wanita?." Sakurai juga terkejut dengan apa yang ia dengar.


"Jika aku lihat dari ciri fisiknya, ia adalah seorang wanita. Sangat jelas sekali jika dia adalah seorang wanita." Jawab Kira dengan pasti. "Suaranya juga suara seorang wanita. Jika kau tidak percaya, kau bisa bertanya langsung padanya." Kira menunjuk ke arah Haruki Murakami yang tampak gelisah dan pucat.


"Siapa orang mengerikan itu?. Kenapa dia mengetahui jika yang bertemu denganku adalah seorang wanita?. Dan wanita itu yang terlibat denganku sepuluh tahun yang lalu?." Dalam hati Haruki Murakami sangat gugup, ia tidak menduganya sama sekali.

__ADS_1


"Jika aku lihat dari raut wajahnya yang saat ini, sepertinya apa yang kau katakan sangat benar." Sakurai tidak ingin bertanya lagi. "Apakah kau bisa menembus topeng itu?. Kau bisa melihatnya bukan?." Sakurai ingin Kira mengorek semua informasi itu..


"Sial!. Siapa mereka ini sebenarnya?. Mereka ini polisi atau pemburu jejak paranormal?." Dalam hati Haruki Murakami mencoba untuk bersikap biasa saja.


"Sayangnya aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. " Jawab Kira.


Tapi sangat disayangkan sekali karena aku sama sekali tidak bisa melihat bagaimana wajah wanita itu, karena kegelapan yang sangat kental menyelimuti tubuhnya, sehingga aku sama sekali tidak dapat melihat wajah yang tersembunyi di balik topeng itu.


"Hah?!. Kenapa kau tidak bisa melihatnya?." Sakurai sangat kesal.


"Itu karena ia menggunakan topeng iblis spesial. Sehingga mataku terhalangi oleh kegelian. Jadi aku tidak bisa melihat wajahnya selain kegelapan." Kira juga kesal karena konsentrasinya hampir saja terganggu karena Sakurai. "Aku tidak mengetahui dengan pasti wajahnya." Kira semakin kesal.


"Seorang wanita ya?." Sakurai merasa heran. "Apa yang membuatnya melakukan kejahatan itu?. Apa yang telah aku lakukan padanya sehingga ia membunuh keluargaku dalam acara itu." Hatinya sangat sakit.


"Kau tidak usah terkejut seperti itu. Karena aku memang bisa melihat semuanya." Kira menyeringai lebar.


"Eh?." Haruki Murakami terkejut.


"Jika kau ingin melihat kejahatan sepuluh tahun yang lalu sambil melihat apa yang telah kau kerjakan, maka dengan senang hati aku akan memperlihatkan padamu sekarang juga." Kira terlihat mengancam.


Interogasi yang cukup memakan waktu yang cukup lama hanya untuk membuat orang itu mengakui apa yang telah ia lakukan?. Baiklah!. Aku harus segera bertindak. Sejauh mana dia ingi menyembunyikan kejahatan yang telah dilakukannya?. Rasanya aku tidak sabar lagi ingin mengungkapkan kebenaran itu. Simak terus cerita ini dengan baik. Jangan lupa dukungannya pembaca tercinta. Salam penuh cinta, temukan jawabannya.

__ADS_1


Kira off.


...***...


__ADS_2