
...**...
Kira on.
Heh!. Siapa yang mengatakan aku telah mati?. Aku ini masih hidup dengan cara yang berbeda. Maaf saja, aku tidak bisa disamakan dengan kalian yang manusia biasa. Aku ini sangat istimewa, jadi kalian jangan terkejut jika aku masih hidup.
"Maaf tuan. Kami akan segera mengurusnya-." Ucapnya terhenti saat melihat Kira kembali bangun. Ia sangat terkejut, dan tidak pernah melihat ada seseorang yang kembali hidup setelah menerima tamparan yang sangat keras. Ia tadi telah memastikannya, jika polisi yang ia periksa tadi telah menemui ajalnya. Tapi apa yang ia lihat sekarang?.
Mereka semua sangat terkejut melihat Kira bangun?. Apakah ia menjadi hantu gentayangan?. Mereka semua merapat ke dinding, melompat takut melihat itu. Kecuali Sakurai yang sedang memastikan jika Kira masih hidup?.
"Dia hi-hidup?." Dalam hati Ryoma ketakutan setengah mati melihat Kira duduk dengan santainya.
"Dia benaran hidup?. Sangat gila sekali." Dalam Hati Naoki takut melihat Kira?.
"Gila!. Ini sangat gila!. Haruskan aku yang membunuhnya secara langsung supaya dia mati?. Bajingan busuk!." Bahkan Sayaka saja terlihat sangat ketakutan.
"A-a-aku telah memastikan jika dia memang mati!. Ta-ta-tapi kenapa dia malah hidup lagi?. Aku yakin dia bukan manusia!." Dalam hati Dokter itu dipenuhi dengan ketakutan yang luar biasa.
"Sakit sakurai." Kira mengelus pipinya dengan pelan. Ia merasakan darahnya sendiri, dan ia lihat darahnya sendiri. "Tidak bisakah kau membangunkan aku dengan cara yang lebih halus lagi?. Kau ini tidak ada lembut-lembutnya sedikitpun." Rengek Kira dengan perasaan yang sangat sedih.
Bukh!.
Sakurai mengebuk kepala Kira dengan kuat, sehingga terdengar rintihan Kira pada saat itu. "Siapa yang ingin membangunkan mu dengan cara yang baik?. Berani sekali kau menipuku dengan berpura-pura mati seperti itu?. Kau ini banyak sekali dramanya." Sakurai sangat kesal, hingga ia hampir saja tidak dapat menahan air matanya.
"Ah?. Ketahuan ya?. Ahahaha!." Kira malah tertawa terbahak-bahak, seakan-akan ia memang telah melakukan drama untuk mengerjai mereka semua.
Aku yakin Sakurai senpai juga tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Karena dia telah membuktikannya sendiri, bahwa aku tidak berbohong padanya. Sudah sangat jelas bahwa dokter mengatakan jika aku telah meninggal, dan tidak bisa diselamatkan lagi. Tapi apa yang terjadi setalah dia menamparku dengan darahku?. Aku masih hidup, dan aku masih bisa bernafas dengan sangat baik. Aku yakin dia masih tidak percaya setelah apa yang terjadi. Namun ia menutupi itu dengan berpura-pura mengatakan aku adalah ahli tukang tipu pada mereka semua. Sakurai senpai memang hebat juga dalam berdusta, dia bukan pemain baru dalam masalah akting.
He?!." Mereka semua yang berada di ruangan itu sangat terkejut.
"Drama apa?." Ryoma mendekati Sakurai. Rasanya sangat aneh dengan apa yang ia dengar.
"Maksudnya kira mengerjai kita semua dengan berpura mati?." Naoki hanya ingin memastikannya dengan baik, jika ia tidak salah dalam mendengarkan seseorang berbicara.
"Apakah itu benar sakurai san?." Sayaka juga ingin mengetahui kebenarannya.
"Ya. Si anjing ini pandai berakting mati. Memang sangat menyebalkan memang." Sakurai terlihat sangat kesal.
"Tapi bagaimana dengan darah itu?. Itu darah asli, kan?." Ryoma masih belum paham.
"Tentu saja itu asli." Jawab Sakurai.
"Eh?!." Mereka semua sangat terkejut, tidak menyangka darah itu asli.
"Ba-bagaimana mungkin itu bisa terjadi?." Dengan kompaknya mereka bertanya seperti itu.
"Sudah aku katakan pada kalian, dia itu pandai berakting. Darah seperti itu sangat mudah baginya untuk mendapatkannya. Dia itu licik!." Sebenarnya Sakurai sangat senang karena Kira bangun lagi. Ia tidak bisa mengatakan kebenarannya pada mereka semua mengenai Kira adalah manusia abadi. Akan berbahaya jika mereka semua mengetahuinya.
"Aku menggunakan kantong darah. Karena malas berurusan dengan hal yang rumit, makanya aku menggunakan darah itu supaya terlihat lebih dramatis." Kira ikut menjelaskan.
"Diam kau anjing bodoh!. Kau ini membuta kami bantingan saja." Ryoma, Naoki dan Dokter itu dengan serentaknya berkata seperti itu pada Kira.
Sepertinya mereka benar-benar telah tertipu, sangat mudah sekali mengelabui mereka dengan kata-kata yang tidak biasa. Saat itu aku juga menyadari jika Sayaka ada di balik semua apa yang telah terjadi padaku.
Setelah diperiksa oleh Dokter, Kira telah dipastikan dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada luka serius yang ia terima. Namun saat itu ia merencanakan sesuatu yang cukup mengejutkan.
"Ryoma, naoki, juga kau sayaka." Kira menatap tajam ke arah mereka semua. "Kalian pulang saja terlebih dahulu ke kawasan higashiyama. Biarkan aku dan sakurai yang melanjutkan perjalanan." Kira telah memutuskan sesuatu untuk menyuruh mereka kembali.
"Apa kau tidak mengigau kira?. Lalu bagaimana jika kalian mengalami kesulitan nantinya?." Ryoma sekedar basa-basi saja. Sebenarnya dalam hatinya sangat bersyukur jika ia kembali. Karena kabar yang beredar, kawasan Amekaze adalah kawasan yang sangat berbahaya.
"Benar itu kira. Bagaimana kalian mengalami kesulitan nantinya di sana?." Naoki memastikan apa yang dikatakan Kira.
"Kalian tidak usah khawatir. Aku dan sakurai akan baik-baik saja." Jawab Kira dengan santainya. "Justru keadaan akan berbahaya jika kalian ikut ke sana." Jawab Kira dengan senyuman menakutkan, sehingga membuat bulu kuduk mereka merinding melihat itu.
"Baiklah!. Terserah kau saja." Ryoma sangat senang mendengarnya.
"Kami hanya menuruti apa yang kau katakan." Naoki terlihat sangat ceria. Ia tidak menduga sama sekali jika Kira menyuruh mereka untuk kembali?. Sebenarnya apa yang diinginkan Kira dalam kasus itu.
__ADS_1
"Heh!. Ini semua demi menjaga keselamatanku, juga keselamatan sakurai senpai. Berani sekali kau terlibat dalam masalah ini sayaka. Tunggu saja pada saatnya nanti aku akan datang padamu dengan perasaan membenci yang sangat membuncah yang kau rasakan." Dalam hati Kira dapat merasakan hawa yang sangat tidak baik yang ia rasakan pada saat itu. Ia sangat kuat dengan apa yang terjadi sebenarnya. "Jangan mencoba bermain-main denganku. Akan aku bunuh kalian semua!." Dalam hati Kira sudah muak dengan itu.
Aku memang sengaja menyuruh mereka untuk kembali, karena kau tidak mau Sayaka menjadi halangan lagi bagiku. Akan berbahaya juga untuk keselamatan Sakurai senpai nantinya. Karena itulah aku memutuskan untuk menyuruh mereka untuk kembali.
Sakurai telah sampai di Amekaze. Wilayah yang memiliki temperatur yang cukup bagus untuk di tinggali. Oke, bukan saatnya membahas kenapa wilayahnya bernama Amekaze. Tapi untuk sekedar informasi, agar waspada pada kondisi wilayah Amekaze yang sama sekali tidak bersahabat membuat kita bisa terjebak selamanya di kawasan itu. Penduduknya yang sangat tidak ramah pada pendatang asing, serta sikap dan pekerjaan yang ditekuni oleh penduduk Amekaze sangat tidak bersahabat sama sekali. Namun untuk saat ini Sakurai ingin melupakan bahaya yang akan mereka dapatkan jika berada di kawasan Amekaze. Ada hal yang mengganjal yang ia rasakan pada saat Kira menyuruh Naoki, Ryoma, dan Sayaka untuk kembali.
"Kira, kenapa kau menyuruh mereka kembali ke higashiyama?. Apa yang kau rencanakan sebenarnya?." Sakurai sama sekali tidak mengerti kenapa Kira melakukan itu.
"Apakah kau tidak menyadarinya sakurai?." Kira malah balik bertanya. "Apakah kau tidak menyadari pada saat kasus penembakan itu?." Kira memberikan gambaran pada Sakurai mengenai apa yang menimpanya pada saat itu. "Apakah kau masih saja belum menyadari siapa peran sayaka dalam kasus yang kita atasi pada saat ini?. Sangat terlihat jelas bahwa dia telah memiliki rencana untuk masuk ke dalam kasus ini hanya untuk menghentikan kita." Lanjutnya.
"Aku melihatnya kira." Tentunya Sakurai dapat menyadari itu dengan sangat baik. "Artinya kau sangat curiga padanya ya?. Atas apa yang telah kau alami." Sakurai ingin memastikannya sendiri.
"Ya. Aku sangat curiga padanya. Jika dia adalah suruhan seseorang untuk memata-matai kita melakukan apa." Kira terlihat sangat serius. "Sepertinya dia sudah tidak sabar lagi dengan apa yang telah kita lakukan, sehingga ia mengirim seseorang untuk menembakku di hadapanmu. Supaya dia menjadi saksi, bahwa dia memang bisa menyingkirkan aku tanpa menggunakan tangannya sendiri." Kira sangat yakin dengan itu.
"Memang aneh, karena selama ini tidak ada yang mau membantuku. Memang aneh jika tiba-tiba saja dia datang." Sakurai juga merasakan keanehan itu. "Apakah kau bisa melihat sesuatu darinya ketika kau menatap matanya?. Apa yang kau lihat darinya?." Sakurai juga ingin mengetahui informasi itu dari Kira. "Apalagi setelah mengetahui jika kau masih hidup selalu terkena tembakan itu." Sakurai tampak berpikir. "Aku yakin dia akan mengatakan masalah itu pada orang yang telah menyuruhnya. Apakah kau tidak bisa melihat sendiri celah dari kegelapan yang ia miliki?." Sakurai sangat tidak sabar.
"Sangat gelap. Aku tidak bisa masuk ke dalam pikirannya terlalu jauh. Karena dihatinya hanya ada kegelapan, dan ambisi ingin membunuh." Jawab Kira dengan berat hati. "Meskipun mataku bisa melihat apa saja, namun yang aku lihat darinya hanyalah kegelapan, ambisi yang sangat tidak baik. Hatinya hanya dipenuhi kegelapan yang sangat kental." Kira telah mencobanya berkali-kali akan tetapi tetap tidak bisa menembus batas kegelapan itu dari mata mereka semua.
"Jadi dia adalah seorang kriminal sejati?. Kekuatan iblis apa yang dia miliki?." Sakurai sedikit bertanya. "Sangat disayangkan sekali." Ada perasaan kecewa yang ia rasakan pada saat itu.
"Hasrat membunuh yang sangat tinggi. Membunuh tanpa diketahui oleh orang lain bagaimana caranya ia membunuh orang lain. Kekuatan tidak berguna seperti itu hanya akan membawa bencana untuk orang tua." Kira tidak bisa membayangkan ada kekuatan iblis yang seperti itu. "Mereka adalah tipe iblis yang sangat tidak baik." Kira sangat tidak suka dengan tipe iblis seperti mereka. "Hanya memiliki hasrat untuk membunuh saja. Harus darah, ingin terus dan terus meskipun hasrat mereka telah melimpah, malah mereka ingin lebih lagi." Sungguh, Kira sangat tidak suka dengan tipe yang seperti itu.
"Mengerikan sekali. Membunuh yang seperti itu bahkan lahir ke dunia ini?." Sakurai merinding membayangkannya. "Apakah menurutmu dia terlihat dalam pembunuhan sepuluh tahun yang lalu?." Sakurai kembali bertanya. "Apakah kau tidak bisa melihat celah apakah dia adalah anggota yang terlibat juga?. Sehingga dia ingin mengamalkan apa yang telah kita lakukan." Sakurai ingin mengetahui relasi yang sedang terjadi diantara mereka semuanya.
"Tidak, dia tidak terlibat sama sekali. Dia hanya membunuh anak remaja saja." Kira mencoba menerawang. "Hanya itu yang aku lihat. Namun dia membawa relasi seseorang yang memiliki hubungan dengan kasus ini." Jawab Kira lagi.
"Sial!. Bagaimana mungkin orang seperti itu bisa masuk ke dalam kepolisian?!." Sakurai sakit hati mendengarnya. "Setelah masalah ini selesai, aku ingin kau menyelidiki identitasnya!. Akan aku hadapi dia!." Hatinya sedang memburu oleh keinginan yang sangat kuat. "Aku penasaran dengan apa yang kau katakan tadi." Sakurai sedikit menyimak apa yang dikatakan Kira. "Rasanya aku pernah mendengarkan kasus ada anak remaja yang mati dengan sangat mengenaskan akibat aksi gilanya." Sakurai tidak ingin melewatkan masalah ini begitu saja. Mungkin saja orang itu ada hubungannya dengan masalah yang dulunya sempat tertunda. Apakah benar orang itu yang telah membuat relasi antara mereka?.
"Baiklah. Akan aku kerjakan apapun yang kau minta." Tentunya Kira akan melakukannya.
Sakurai Senpai sangat penasaran kenapa aku menyuruh mereka untuk kembali. Aku telah menjelaskan alasannya, kenapa aku melakukan itu. Sayaka sepertinya orang yang sangat berbahaya, sehingga ia harus dihindari. Dia bukan seperti Ryoma ataupun Naoki, dia adalah penjahat dengan kegelapan yang sangat kental.
Menurut penglihatan Kira, Takahashi Mizuki harusnya berada di daerah ini. Mereka mendatangi kontrakan yang lumayan ramai, dan banyak anak-anak?.
"Bagaimana bisa seorang pembunuh sadis tinggal di kawasan seperti ini?." Sakurai memarkir mobilnya, mengamati lantai dua, dimana Takahashi Mizuki tinggal. "Rasanya sangat menakutkan tinggal di kawasan amekaze yang sekarang." Matanya mengamati sekitarnya.
"Hum, segera saja." Sakurai turun dari mobil, ia mengamati dengan seksama kontrakan bertingkat itu. Setelah itu ia bergerak, ingin segera menangkap Takahashi Mizuki. Tapi sepertinya kedatangannya menarik perhatian mereka yang berada di sekitar kontrakan itu.
"Sepertinya mereka memang tidak bersahabat sama sekali." Kira dapat merasakan hawa yang tidak menyenangkan sama sekali. Tatapan mata mereka yang menyelidiki kedatangan mereka untuk apa. "Berhati-hatilah Sakurai. Sepertinya mereka bukan orang biasa." Bisik Kira memperingatkan Sakurai.
"Hum." Sakurai hanya cuek saja. Ia terus berjalan hingga ia berada di depan pintu kontrakan yang diduga ada Takahashi Mizuki di dalamnya.
Tok!. Tok!. Tok!.
"Sumimasen. Takahashi san?. Apakah kau berada di dalam?." Sakurai masih bersikap ramah. "Jika kau berada di dalam maka dengarkan apa yang kami katakan." Lanjutnya.
Kawasan yang sangat menyeramkan, orang-orangnya juga tidak bersahabat sama sekali. Sekali lagi aku merasakan firasat yang tidak baik pada saat itu.
Deg!!!.
Sedangkan Takahashi Mizuki yang berada di dalam sangat terkejut. Karena nyawanya dalam bahaya, jika saja mereka memutar kenop pintu kontrakannya. Ia baru saja terbangun karena terkejut mendengarkan seseorang mengetuk pintunya?.
"Sial!. Siapa yang datang di saat seperti ini?. Aku bisa mati terbunuh jika dia memutar kenop pintu itu." Keadaannya saat ini tidak sangat baik. Dalam keadaan terikat, mulutnya yang diselotip, sehingga ia tidak bisa berbicara ataupun bergerak dari sana. "Apa yang harus aku lakukan?. Wanita sialan itu benar-benar telah menipuku!. Aku tidak mau berkahir seperti ini!." Dalam kepanikan yang ia rasakan, ia mencoba untuk memikirkan cara melarikan diri dari sana. "Akan aku bunuh wanita laknat itu!." Ia bertekad akan membalas perbuatan wanita itu?. Apakah ia bisa melakukan itu?.
Sementara itu Sakurai yan dari tadi tidak sabar lagi. Karena tidak ada tanggapan dari dalam, hingga ia menggedor pintu dengan keras.
"Hoi!. Takahashi san!. Keluarlah!. Aku tahu kau berada di dalam!." Sakurai benar-benar emosi.
"Bukan saja pintunya, aku yakin dia ada di dalam." Kira juga tidak sabar karena tidak ada tanggapan dari Takahashi. "Tidak mungkin aku salah dalam menemukan lokasi." Dalam hatinya sedikit jengkel.
"Baiklah, aku akan membuka pintu ini dengan paksa." Sakurai memutar kenop pintu itu.
Dor!!!.
Nah, kan?. Baru saja aku merasakan firasat yang tidak baik. Kami mendengarkan suara tembakan yang sangat keras dari dalam ruangan itu. Apakah dia bunuh diri atau apa?. Aku belum mengetahuinya dengan sangat pasti.
Deg!!!.
__ADS_1
"Apakah itu tadi suara tembakan kira?!." Jantungnya berdebar kencang.
"Sepertinya begitu sakurai!." Kira seketika merasakan hawa yang tidak biasa.
Duakh!. Duakh!. Duakh!
"Hoi!. BUKA PINTUNYA!. JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU!." Sakurai menggedor kuat pintunya. Ia takut terjadi sesuatu pada Takahashi Mizuki di dalam kontraknya.
"Jebol saja pintunya!." Kira menggeser Sakurai ke samping, ia terjang pintu itu beberapa kali hingga pintu itu terbuka dengan paksa.
DUAKH!!!.
Kira mendobrak pintu itu dengan sangat kuatnya.
Deg!!!.
Mata keduanya terbelalak terkejut melihat kondisi Takahashi Mizuki saat ini. Sepertinya ini adalah kabar yang sangat buruk, sangat buruk dari yang mereka bayangkan.
"Hoi!. Takahashi mizuki!." Sakurai mendekati Takahashi Mizuki yang sudah tidak sadarkan diri. "Bangun kau!. Kau tidak boleh mati sebelumĀ kau menjawab pertanyaan dariku!." Sakurai berusaha untuk membangunkan Takahashi Mizuki. Ia tampar kuat Takahashi Mizuki agar lelaki itu bangun?. "Hoi!. Apakah kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan, hah?!. Kau tidak boleh mati sebelum aku mendengarkan pengakuanmu!." Amarahnya semakin membuncah karena Takahashi Mizuki tidak merespon sama sekali.
Sedangkan Kira melihat ada sebuah senapan yang ditempelkan di kenop pintu itu. Sehingga siapa saja yang membuka pintu itu akan melepaskan tembakan ke arah Takahashi Mizuki.
"Percuma saja sakurai. Kau hajar dengan sekuat tenaga pun dia tidak akan bangun!." Kira mendekatinya.
"Dia tidak boleh mati!. Apakah kau tidak lihat?!." Ia benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya.
Kira mendorong pelan Sakurai hingga bergeser ke samping beberapa langkah. "Serahkan padaku, biar kau lihat melalui tatapan matanya apa yang terjadi sebelum kita sampai di sini." Kira berdiri di hadapan Takahashi Mizuki, ia tatap mata itu dengan lebih fokus lagi.
Deg!!!.
Saat itu ada beberapa orang yang datang dengan wajah yang tidak bersahabat sama sekali.
"Hei!. Apa yang telah kalian lakukan padanya?."
"Apakah kalian yang telah membunuhnya?!."
"Mereka telah membunuhnya!."
Ketiga laki-laki itu terlihat marah, mereka menuduh Sakurai dan Kira telah membunuh Takahashi Mizuki. Tapi ketika mereka bertiga hendak menghajar Sakurai dan Kira, saat itu pula ada dua orang polisi yang datang. Sehingga keributan itu bisa dihindari, karena ketiga laki-laki itu sepertinya mengenali kedua polisi itu.
"Serahkan sisanya pada kami." Ia hanya tersenyum kecil menatap mereka semua.
"Bereskan mereka, karena mereka telah melakukan pembunuhan di wilayah kita ini." Tatapannya begitu tajam ke arah Sakurai dan Kira.
"Kalau begitu kalian kembalilah." Balasnya dengan santainya. "Biarkan kami yang melakukan pekerjaan ini. Kalian kembali ke tempat kalian." Ucapannya lagu.
"Terserah kalian saja." Setelah itu ketiga laki-laki itu keluar dari kontrakan Takahashi Mizuki.
"Sepertinya kalian ada urusan penting dengannya." Dengan santainya ia berkata seperti itu.
"Kalian ikut kami ke kantor polisi." Temannya yang satunya lagi masih memperlihatkan sikap baiknya.
"Boleh saja kami ikut, tapi bawa dia sekalian. Ada yang ingin aku pastikan lagi darinya." Kira melirik ke arah jasad Takahashi Mizuki. Ia tidak akan meninggalkan Takahashi Mizuki begitu saja.
"Terserah kalian saja. Namun yang pasti aku ingin meminta keterangan dari kalian berdua. Berikan kami penjelasan yang mungkin bisa membuat kalian lolos dari wilayah ini dengan aman." Ia menyeringai lebar, karena ia merasa berkuasa di wilayah itu.
"Kau-." Sakurai sakit hati mendengarkan apa yang dikatakan polisi yang ada di hadapannya ini.
"Tenanglah sakurai. Kau tidak usah terpancing amarah. Akan berbahaya jika mereka mencari celah untuk menahan kita di sini." Kira berbisik untuk menenangkan Sakurai agar tidak terpancing amarah mereka.
Sakurai dan Kira hanya pasrah saja ketika mereka dibawa dari kontrakan Takahashi Mizuki. Apakah mereka akan dituduh sebagai tersangka dalam masalah ini?. Entahlah, mereka tidak tahu sama sekali dengan kejadian yang menyeret mereka ke dalam kasus yang berbeda.
Sepertinya kejadian itu telah direncana dengan sangat baik. Sial!. Kami malah dibawa oleh mereka ke kantor kepolisian Amekaze. Pasti tidak akan mudah keluar dari sana jika tidak menggunakan cara yang lebih halus lagi. Ini sangat menyebalkan sekali, rasanya ingin membunuhnya.
Kira off.
...**...
__ADS_1