
Kira on.
Saat aku sedang memulihkan tenagaku, mereka telah mengakui jika apa yang telah aku perlihatkan pada mereka. Syukurlah jika mereka percaya dengan apa yang aku perlihatkan pada mereka. Dengan seperti ini aku dapat beristirahat dengan tenang untuk memulihkan tenagaku. Cukup menguras tenaga yang sangat banyak, hanya untuk membuat Yamamura Tani mengakui apa yang telah ia lakukan pada saat itu. Jika ini semua bukan karena membantu Sakurai Senpai menyelesaikan maslah ini, mungkin aku tidak akan akan melakukan itu. Ini semua demi Sakurai Senpai yang telah cukup lama menderita. Aku tidak akan mengampuni siapa saja yang telah membuat Sakurai Senpai menderita.
Untuk saat ini Yamamura Tani dan orang-orang yang terlibat dalam kasus undangan berdarah telah diamankan. Mereka dipenjara ditempat yang sama, hanya saja di ruangan yang berbeda. Sementara itu kira Saat ini masuk rumah sakit. Kondisinya sebenarnya baik-baik saja. Luka tikam di dadanya, bahkan tembakan yang ia terima telah pulih tanpa bekas yang sangat fatal. Hanya saja ia perlu dirawat karena mengalami kelelahan.
Sakurai dan kawan-kawan berada di ruang Perawatan Kira. Mereka mengamati jika Kira manusia, bisa mengalami kelelahan. Namun saat itu ada hal yang ganjal yang mereka rasakan.
"Jika aku boleh bertanya. Apa yang kalian lakukan?. kenapa kira marah terluka seperti itu?." Sakurai sangat penasaran bagaimana mereka melakukan itu. "Kau siapa?. Kenapa kau bisa ikut dengan mereka?." Begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulutnya. Apalagi ketika ia melihat seseorang yang sama sekali tidak ia ketahui dia siapa.
"Aku adalah hiroshi aoyama, teman kira waktu SMA sampai kami masuk kepolisian." Hiroshi Aoyama memperkenalkan namanya. "Akan tetapi kira di tempatkan di nishikawa, sedangkan aku dibagian unit utama yang mengatasi masalah daerah kawasan terpencil." Lanjutnya lagi.
"Luar biasa selah Kira memiliki teman seperti kau." Ryoma sangat terkesan, karena Kira memiliki teman polisi.
"Pantas saja ketika kami mengalami masalah waktu itu kira menyuruh kami untuk mencari mu, karena kau lebih mengetahui daerah terpencil. Sangat luar biasa sekali." Naoki baru ingat dengan itu, jika saja pada saat itu ia tidak panik karena permintaan dari Kira.
"Jadi kira memiliki hubungan yang sangat dekat denganmu?." Sakurai kembali bertanya, ia masih penasaran bagaimana kedekatan yang terjalin antara Kira dengan Hiroshi Aoyama?.
"Bahkan kami sering berkomunikasi melalui VC sebelum tugas." Saking dekatnya ia hampir tidak bisa mengatakan itu pada mereka.
"Eh?. Yang benar?." Ryoma, Naoki dan Sakurai sangat tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
__ADS_1
"Ya, begitu lah." Hiroshi Aoyama terlihat tertawa aneh, baginya Kira seperti keluarganya sendiri. "Bahkan dia sering menceritakan tentang kalian padaku." Ucapnya lagi. "Dia itu sangat cerewet, juga sangat menyebalkan. Orang yang ingin aku bunuh jika negeri ini tidak memiliki aturan ketat tentang pembunuhan." Hiroshi Aoyama benar-benar meluapkan kekesalannya.
Sedangkan mereka yang mendengarkan itu hanya tertawa aneh saja. Memang sikap Kira sangat menyebalkan, seenaknya saja membaca pikiran orang lain, serta mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati orang lain.
Hadeh, apakah kau tidak bisa menyimpan rahasia tentang itu Aoyama Kun. Jika saja aku tidak dibuat pingsan oleh author yang tidak berwujud ini kau pasti aku goreng hidup-hidup karena telah berani membongkar rahasia yang susah payah aku sembunyikan dari mereka. Tunggu saja sampai aku bangun nanti, pasti aku buat kau menyesal karena kau telah berani mengatakan rahasia itu.
"Aku juga berpikiran yang sama. Aku sangat ingin membunuhnya karena telah melibatkan kami dalam masalah yang sangat besar." Dalam hati Naoki ingin berkata seperti itu.
"Aku pikir aku saja yang ingin membunuh anjing sialan itu. Ternyata teman dekatnya pun ingin membunuhnya. Ini sangat luar biasa." Dalam hati Ryoma juga tidak menduga itu.
Sedangkan Sakurai hanya diam saja, baginya jika Kira mati saat ini ia tidak akan rela. Baginya Kira sangat penting dalam menyelesaikan kasus undangan berdarah.
"Kenapa kira ingin bertemu dengan sakurai san?." Ryoma yang bertanya. "Apakah kira pernah bertemu dengan sakurai san sebelumnya?." Sepertinya Ryoma yang malah penasaran kenapa Kira ingin menemui Sakurai.
"Hooh. Tidak mungkin kira ingin bertemu dengan sakurai san begitu saja." Naoki sangat penasaran dengan kisah yang terjadi pada mereka?.
"Katakan padaku, kenapa dia ingin bertemu denganku ketika ia menjadi seorang polisi?." Sakurai juga ingin mendengarkan cerita itu.
"Mungkin kau lupa nakamoto san. Tapi bagi kami pada saat itu kau adalah kakak kelas yang sangat keren. " Kembali Hiroshi Aoyama tersenyum ramah. "Kau adalah senpai yang kami kagumi." Lanjutnya lagi.
"Senpai yang dikagumi?." Ryoma dan Naoki bersamaan berkata seperti itu. Sungguh ia tidak menduganya sama sekali.
__ADS_1
"Senpai?. Memangnya kapan kita pernah bertemu?." Sakurai tidak ingat sama sekali?. Apakah dia telah melupakan hal yang sangat penting selama ini sekolah dulu?." Sakurai kembali bertanya.
"Ini semakin mengejutkan saja." Dalam hati Ryoma sedikit terkejut.
"Ini pasti akan menjadi cerita yang sangat menarik." Dalam hati Naoki ingin menyimak bagaimana cerita itu.
"Saat pertama kali masuk sma higashiyama, tahun pertama kami sebagai anak SMA. Pada saat itu kau lah yang telah mengubah kami dari yang berandal menjadi lebih baik lagi." Jawab Hiroshi Aoyama menjelaskan sedikit tentang pertemuan mereka di masa lalu.
"Eh?." Kemabli Ryoma dan Naoki terkejut dengan apa yang mereka dengar.
"Apakah mereka memang pernah satu sekolah?." Dalam hati Naoki sedikit heran mendengarnya. "Anak berandalan?. Wajar saja sikapnya sangat kurang ajar seperti itu." Naoki ingat dengan sikap kurang ajar Kira, serta sikapnya yang suka memberi tugas pada orang lain sesuka hatinya.
"Ini sangat mengejutkan, jika memang mereka satu sekolah dulunya." Dalam hati Ryoma antara percaya dan tidak. "Tapi aku tidak menduga jika kira memang siswa berandalan. Bahkan sampai sekarang pun dia sangat berandalan." Miris mengingat bagaimana sikap Kira padanya selama ini.
"Coba ingat kembali nakamoto san." Bisik Hiroshi Aoyama. Ia yakin Sakurai akan ingat kejadian pada saat itu.
"Masa SMA ya?. Sebelum tamat SMA ya?." Dalam hatinya mencoba mengingat apa yang tejadi pada saat itu. Apakah benar ia perbuat bertemu dengan Kira dan Hiroshi Aoyama sebelumnya?. "Apakah ini waktu yang tepat untuk mengingat apa yang terjadi di masa lalu?." Dalam hati Sakurai mencoba menimbangnya apa yang akan ia ceritakan pada mereka semua.
Kau benar-benar telah membocorkan rahasiaku Aoyama Kun. Padahal aku telah mengatakan agar kau tidak menceritakan masa suram itu. Rasanya aku sangat malu mengingat kejadian pada saat itu. Kau ini benar-benar ingin aku, bunuh!. Untuk pembaca tercinta, jangan sekali-kali berbuat jahat ya. Karma itu ada, entah dari orang lain, atau bahkan dari diri sendiri. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta yang selalu mendukung kami.
Kira off.
__ADS_1