MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 130


__ADS_3

...***...


Kira on.


Manusia hanya memiliki hasrat dorongan yang sangat kuat. Hasrat dorongan yang sangat baik, dan dorongan yang tidak baik. Itulah yang dimiliki oleh manusia. Semua hasrat yang dimiliki oleh manusia tergantung pada dirinya sendiri. Akan dibawa ke arah yang baik, atau ke arah jahat?. Maka mereka menentukannya sendiri. Namun dalam kasus ini ada seseorang yang memiliki hasil dorongan yang ia gunakan ke arah kejahatan, sehingga mendorong seseorang yang berada di dalam kegelapan menuju kegelapan yang membawa kejahatan pada dirinya.


Kira off.


Kali ini Kira memperlihatkan bagaimana potongan tentang apa yang telah dilalui oleh Matsunaga Imamura pada akihiko Sakura yang telah dibunuh olehnya.


"Maafkan aku." Dengan perasaan yang sangat menyesal ia meminta maaf pada Akihiko Sakura. "Apakah kau masih ingin menunggu beberapa saat lagi?. Karena pada saat ini aku benar-benar dalam keadaan kritis. Akan tetapi aku akan berusaha untuk memperbaiki itu semua." Suasana hatinya pada saat itu benar-benar kacau, sehingga ia tidak dapat mengendalikan dirinya yang dalam keadaan yang sangat kosong. Tidak memiliki apapun untuk dibanggakan di hadapan pacarnya, karena sebenarnya ia ingin melamar pacarnya akan tetapi kondisinya tidak memungkinkan atau mendukung untuk melakukan itu semua.


Dengan sentuhan yang lembut akihiko Sakura menyentuh pacarnya agar merasa lebih baik. "Kau tidak perlu terburu-buru untuk melakukan itu. Tentu saja aku akan menunggumu. Jadi kau tenang saja, kau tidak perlu takut jika aku pergi meninggalkanmu suatu hari nanti." Dengan senyuman yang sangat ramah ia berkata seperti itu, seakan-akan ia benar-benar akan setia pada pacarnya. Menunggu pacarnya untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan oleh pacarnya.


"Aku memang belum memiliki apapun untuk dibanggakan pada saat ini." Dari raut wajahnya terlihat sangat sedih ketika ia tidak memiliki apapun. "Tapi aku berjanji akan melakukan apapun untuk mendapatkannya." Akan tetapi dari tekadnya ia sangat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. "Dapatkan semuanya, memiliki semuanya dengan tanganku." Dalam hatinya telah bertekad akan memiliki apapun yang diinginkan oleh orang yang ia cintai suatu hari nanti.


"Ya. Aku percaya jika kau mampu mendapatkannya. Tentunya aku akan menunggumu sampai kau benar-benar memilikinya." Asahiko Sakura terlihat tersenyum manis ketika ia melihat bagaimana perasaan kuat yang dimiliki oleh kekasihnya itu.


"Um. Terima kasih karena kau mau menungguku." Sungguh suasana hati yang sangat senang, ia berkata seperti itu tentunya ia sangat senang, jika ada seseorang yang mau menunggunya bisa ia tidak memiliki apapun untuk dibanggakan.


Matsunaga Imamura pada saat itu benar-benar telah terbusuk akan kata-kata manis yang dikeluarkan oleh pacarnya akan tetapi siapa yang menduga jika itu hanyalah bualan manis Semata. Siapa yang menduga jika Asahiko Sakura selama khianati cintanya dengan menerima lamaran dari laki-laki lain sehingga itu membuat Gejolak amarah yang sangat luar biasa di dalam tubuh Matsunaga Imamura pada saat itu.


"Kurang ajar!." dalam hatinya sangat mengutuk atas apa yang telah dilakukan oleh Asahiko Sakura. "Ternyata benar apa yang dikatakan oleh mereka tentang wanita jahat ini." Dalam hatinya sangat tidak terima dengan apa yang telah terjadi, sungguh ia merasa ditipu dengan begitu kejam oleh seorang wanita yang sangat ia cintai.

__ADS_1


"Maaf saja aku telah menerima lamaran dari seseorang." Dengan senyuman tanpa perasaan ia berkata seperti itu, seakan-akan itu adalah hal yang biasa baginya. "Aku telah menemukan seseorang yang lebih baik darimu, jadi aku tidak bisa menunggumu yang terlalu lama dalam tindak Kasihan sekali aku tidak bisa bersamamu." Asahiko Sakura tersenyum mengejek dengan keadaan yang dimiliki oleh Matsunaga Imamura pada saat itu.


"Benar-benar tidak bisa dipercaya begitu saja atas apa yang telah ia lakukan padaku." Dalam hatinya merasa sakit dengan apa yang telah ia rasakan dan yang telah dilakukan oleh pacarnya pada saat itu.


"Heh!." Wanita itu terdengar mendengar kesal dengan apa yang telah ia lihat pada pacarnya itu. "Biasanya aku akan membunuh seseorang setelah mencampakkannya. Setidaknya kau berterima kasih padaku, karena aku telah kasihan padamu jadi kau harus tetap hidup ya?." Tanpa perasaan wanita itu benar-benar telah berkata seperti itu pada Matsunaga Imamura. Setelah berkata seperti itu ia pergi begitu saja tanpa menunggu respon dari Matsunaga Imamura yang telah mengutuknya dalam hatinya.


"Kau boleh saja merendahkan aku, atau mencampakkan diriku tapi setelah ini kau akan aku bunuh." Dalam hatinya benar-benar telah diisi oleh kegelapan yang sangat luar biasa, rasa benci yang telah membuatnya tidak bisa bernafas, setelah menerima semua tindakan buruk yang dilakukan oleh Asahiko Sakura.


Pada saat itu mereka semua menyaksikan bagaimana kejahatan yang telah dilakukan oleh Matsunaga Imamura. Pada saat itu ia mendorong Asahiko Sakura yang berada di tempat keramaian. Pada saat itu mereka semua memperhatikan bagaimana kegelapan yang sangat luar biasa menyelimuti tubuh Matsunaga Imamura. Hingga kecelakaan itu terjadi mereka semua tidak berkedip sedikitpun memperhatikan bagaimana kejadian itu. Bahkan mereka semua sampai keringat dingin memperhatikan apa yang telah terjadi di depan mata mereka.


"Hwah!." Tetsu Wakana sampai berteriak keras saking terkejutnya dengan apa yang telah ia lihat pada saat itu. "Bukankah itu cara yang ditunjukkan kira pada kita pada saat itu?!." Tiba-tiba saja ia teringat dengan apa yang telah dilakukan Kira pada saat itu.


"Ya!. Itu sangat benar sekali!." Amaya Hanako juga teringat dengan apa yang telah dilakukan kira pada saat itu.


"Benarkah seperti itu yang terjadi ketua?." Masahiko Katsu berbisik ke telinga ketuanya Katashi Arata, ya hanya ingin memastikan,  apakah yang dikatakan oleh teman-temannya itu benar atau tidak.


"Ya, aku sangat yakin jika memang ini seperti yang terjadi emang seperti apa yang telah kau lihat pada saat ini." Katashi Arata juga masih ingat dengan apa yang terjadi pada saat itu sungguh ia tidak menduga apa yang telah dilakukan oleh kira benar-benar sama persis dengan apa yang ia lihat pada saat itu.


"Sungguh sangat mengerikan sekali. Jika memang seperti yang terjadi kita benar-benar mengalami masalah yang sangat besar." Masahiko Katsu merinding melihat cara kerja kecelakaan itu?.


"Bagaimana mungkin kita dapat mengatasi kecelakaan itu jika memang seperti itu yang terjadi." Osamu Kei tidak habis pikir dengan apa yang telah ia lihat namun itu sungguh di luar dugaan yang ia bayangkan selama ini.


"Bantuan iblis." Kira melirik ke arah mereka semua. "Tentunya siapa saja bisa melakukan itu." Kira melirik ke arah Matsunaga Imamura yang dari tadi hanya diam saja memperhatikan apanya yang diperlihatkan oleh seseorang padanya. "Jika hatinya telah tenggelam dalam kegelapan yang ia rasakan, kegelapan yang mendorongnya untuk melakukan hasrat pembunuhan tanpa sadar." Kira sedikit-sedikit mengerti dengan apa yang telah terjadi, ke mana arah tujuan dari kasus apa yang telah mereka atasi selama ini.

__ADS_1


"Tapi itu bukan berarti dia menggunakan alasan untuk membunuh seseorang." Bentak Kichiro Seira dengan suara yang sangat keras.


Akan tetapi pada saat itu belum sempat mereka memberi tanggapan, pada saat itu mereka telah kembali ke mode normal tentunya itu membuat mereka semua terkejut.


Deg!.


Suasana benar-benar telah normal sehingga mereka dapat merasakan bagaimana hawa dingin yang ada di dalam ruangan interogasi itu.


"Kau!." Kichiro Seira terlihat sangat marah dengan menarik kerah baju Matsunaga Imamura dengan sangat keras. "Kau telah terbukti melakukan kesalahan maka kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan." Tatapan matanya begitu tajam. "Kau benar-benar manusia rendahan hanya karena diputuskan oleh pacarmu?!. Kau telah melakukan pembunuhan?!. Kau adalah orang yang sangat hina di muka bumi ini!." Bentuknya dengan suara sangat keras nggak ia ingin menghajar Matsunaga Imamura akan tetapi pada saat itu tangannya ditahan oleh Kira.


Sedangkan mereka yang melihat itu benar-benar tidak menyangka, jika Kichiro Seira menggunakan kekerasan di atas segalanya, untuk melampiaskan rasa sakit hati yang ia rasakan pada saat itu.


"Diam kau!." Matsunaga Imamura juga menunjukkan bagaimana kemarahan yang ia miliki dengan mendorong Kichiro Seira.


"Kichiro san?!." Amaya Hanako langsung menahan tubuh Kichiro Seira agar ia tidak terjatuh.


"Kau pikir aku membunuhnya hanya alasan itu saja?!." Dari raut wajahnya terlihat sangat jelas bahwa ia sangat marah. "Dia itu adalah wanita yang sangat mengerikan wanita yang sangat jahat!." Ada bentuk amarah yang ia lampiaskan pada saat itu sehingga ia terlihat sangat menyeramkan. "Wanita itu telah membunuh kedua temanku dengan cara yang sangat kejam!. Selain itu dia juga membunuh lima orang pemuda kaya setelah ia kalah judi!. Apakah menurutmu wanita itu pantas untuk hidup setelah apa yang telah ia lakukan?!. Dan kalian sebagai satuan kepolisian sama sekali tidak menanggapi kasus apa yang telah dilakukan oleh wanita jahat itu!." Amarahnya benar-benar meledak mengingat apa yang telah terjadi di dalam hidupnya setelah ia berusaha untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dilakukan oleh wanita jahat itu.


"Apapun alasannya kau tetap seorang pembunuh dan kau harus ditahan, menerima hukuman yang sesuai dengan apa yang telah kau lakukan." Kichiro Seira sangat tidak percaya, dan tidak mau toleransi terhadap apa yang telah dilakukan oleh seseorang.


Sungguh itu adalah kasus yang sangat rumit, kasus yang sangat aneh terjadi di kalangan masyarakat. Kasih yang sangat mencengangkan kasih yang tidak bisa diterima dengan nalar.


...***...

__ADS_1


__ADS_2