MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 119


__ADS_3

...**...


Kira on.


Manusia memiliki hasrat yang berbeda-beda. Termasuk diriku yang memiliki hasrat untuk menghentikan kejahatan yang ada di hadapanku. Aku sangat tidak suka dengan kejahatan, karena itulah aku memiliki hasrat yang sangat kuat untuk menghentikannya dengan tanganku ini.


Kira off.


Saat itu kira dan Rei sedang duduk di sebuah tempat untuk mendiskusikan masalah dengan temannya. Masalah yang sangat rumit yang sedang melanda tempat keramaian. Tentunya itu membuat orang lain merasa resah, karena tempat keramaian yang sekarang tidak aman lagi. Namun dalam kasus yang dihadapi Rei sangat mengejutkan, ini bukan masalah keramaian. Akan tetapi tentang temannya yang menghadapi masalah yang sangat berat.


"Salah satu temanku meninggal dengan cara yang tidak wajar. Dia meninggal dengan cara bunuh diri, terjun dari lantai tiga di sebuah apartemen kota. Pada saat malam itu aku hendak ke apartemennya. Ketika jalanan sedang ramai, saat itu aku melihat ada seseorang yang jatuh dari atas." Rei mengingat dengan jelas bagaimana kejadian itu. "Tapi aku tidak menduga sama sekali jika dia adalah temanku." Ada perasaan sedih yang ia rasakan ketika mengetahui jika yang terjatuh itu adalah temannya.


"Hasrat dorongan." Ucap kira seakan-akan dapat melihat sesuatu dari mata Rei.


"Hasrat dorongan?." Rei bingung mendengarnya.


"Besok aku akan ke sana untuk melihatnya." Hanya seperti itu jawabannya. Ia tidak menjelaskan apapun pada Kira mengenai apa yang telah ia maksudkan dari ucapannya itu.


"Baiklah, terima kasih kira. kau memang teman yang dapat aku andalkan." Rei merasa tenang karena Kira selalu membantu dirinya dalam menyelesaikan masalah.

__ADS_1


Namun pada saat itu Smartphone-nya berbunyi, tentunya ia melihat nama siapa yang tertera di sana. Kira segera menolak panggilan itu, karena ia memang tidak suka dengan panggilan itu. Setelah itu ia malah memasang mode Pesawat smartphone-nya agar tidak dapat dihubungi oleh siapapun juga.


"Kenapa kau malah menolak panggilannya?." Rei memang memahami sikap temannya itu, akan tetapi ia tidak menduga jika temannya agak semakin parah?.


"Panggilan itu sama saja dengan panggilan menuju ke alam lain. Jadi aku tidak mau menjawab panggilannya." Dengan cueknya ia berkata seperti itu?. Namun terdengar sangat mengerikan jika sampai menuju ke alam lain?. Alam kematian


"Hahaha kau ini ada-ada saja kira." Rei tidak dapat menahan tawanya karena mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira.


Namun saat itu Kira hanya mencoba fokus pada apa yang telah ia tangkap dari mata temannya yang menyimpan banyak penglihatan yang sangat mengerikan ketika Rei melihat secara langsung bagaimana korban jatuh dari atas. Bisakah Kira menyelesaikan masalah itu?. Simak dengan baik kisahnya.


...***...


"Berani sekali dia memutuskan panggilan ku!. Akan aku hajar dia nanti!." Kichiro Seira sangat kesal karena Kira berani menolak panggilannya, bahkan menonaktifkan panggilannya?.


"Sudahlah, tidak ada gunanya kau berharap padanya." Amaya Hanako sangat tidak nyaman dengan hawa yang ditunjukkan oleh temannya.


"Kalau begitu kita langsung menuju ke ruang pemantauan CCTV saja." Kichiro Seira mencoba mengabaikan masalah itu untuk sementara waktu, ia akan melakukannya dengan sangat baik kali ini. "Tapi sebelum itu ketua mengabarkan bahwa ada kecelakaan baru lagi." Ia memeriksa kembali smartphone miliknya.


"Kecelakaan dimana?." Amaya Hanako langsung mengambil smartphone-nya. "Eh?. Bunuh diri?. Masa dia berani bunuh diri dihadapan publik sih?." Amaya Hanako sangat terkejut ketika ia melihat pesan itu.

__ADS_1


"Kepalaku semakin terasa sangat pusing." Kichiro Seira hampir tidak bisa berpikir jernih dengan masalah yang terjadi. "Lebih baik kita selesaikan masalah ini dengan cepat." Hanya itu yang ia inginkan saat itu.


Sebagai anggota kepolisian yang memiliki kepercayaan untuk membasmi kejahatan, tentunya ia harus segera menyelesaikan kasus itu agar tidak meresahkan warga lagi.


...***...


Di sebuah tempat, ada seorang pemuda misterius yang saat itu sedang mengamati sekitarnya dari ketinggian. Dengan santainya ia berdiri di puncak sambil melihat dimana saja tempat keramaian yang sedang dilakukan oleh banyak orang?.


"Hum?. Rasanya ini kurang menyenangkan. Karena tidak ada perlawanan dari siapapun. Rasanya tidak enak bermain sendirian." Dalam pikirannya terlintas seperti itu. "Kalau begitu aku akan bermain-main langsung dihadapan polisi. Biar mereka geger sekalian." Ada sensasi yang berbeda ketika itu. Ia ingin merasakan sensasi yang sangat berbeda dari apa yang telah ia lakukan selama ini. "Hahaha!. Itu ide yang sangat cemerlang sekali." Saat itu ia tertawa sangat keras membayangkan jika dirinya melakukan itu. "Dorongan hasrat yang sangat membara, aku akan melihat sejauh mana hasrat dorongan itu membakar jiwaku." Pemuda itu benar-benar merasakan hal yang sangat berbeda dari apa yang telah ia pikirkan selama ini. Hasrat yang sangat kuat yang ada di dalam dirinya pada saat itu telah membuat gejolak yang sangat luar biasa dari dalam hatinya. Hawa kegelapan dari hasrat buruknya itu telah menyelimuti tubuhnya, menciptakan hawa hitam yang sangat luar biasa.


...**...


Kira baru saja hendak memasuki halaman rumah sakit umum. Sebelum ia pulang ke rumahnya, ia ingin melihat keadaan Ruka terlebih dahulu. Akan tetapi pada saat itu ia merasakan perasaan yang tidak nyaman sama sekali.


"Kejadian yang sangat aneh." Kira masih memikirkan masalah itu?. "Saat itu aku melihat ada sosok yang tidak biasa. Dia berjalan dengan santainya, namun saat itu ia mendorong seseorang dengan sentuhan yang sangat lembut." Kira masih mengingat kejadian tempat Ruka yang hampir saja celaka. "Apa yang dia lakukan pada saat itu sungguh sangat luar biasa sekali. Aku tidak menduga jika dia melakukan itu dengan senyuman yang sangat mengerikan." Kira dapat melihat dengan jelas senyuman orang itu. Hanya senyumannya yang dapat ia lihat. "Dia sepertinya memiliki tipe hasrat mendorong seseorang menuju kematian. Seseorang yang pada saat itu memiliki masalah di dalam hidupnya. Dan dia dapat melihat siapa saja yang pada saat itu berada dalam masalah." Kira tidak menyangka jika memang itu yang terjadi. "Kejahatan yang dia lakukan tidaklah indah. Dia tidak berhak melakukan itu, perbuatan yang dia lakukan telah membuat orang lain kehilangan seseorang yang paling berharga." Kira sangat geram, amarahnya bergejolak begitu saja. "Ruka chan. Aku pasti akan menangkap orang itu. Karena aku tidak ingin kau menderita seorang diri. Akan aku hajar orang itu dengan kekuatan yang aku miliki." Kira hampir saja tidak dapat menahan dirinya mengingat nasib Ruka yang kini sedang terguncang mentalnya setelah apa yang ia rasakan pada saat itu. Kira tidak akan main-main lagi, ia pasti akan menangkap orang itu.


Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2