
...***...
Pukul 8.00 pagi.
Kichiro seira pada saat itu ia baru saja keluar dari rumahnya. Suasana hatinya sedang brgejolak aneh, ada rasa semangat yang ia rasakan pada saat itu. Hatinya yang tidak bisa ia kendalikan. Ada sesuatu yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu hal yang tidak biasa. "Aku akan menuju ke sana." Entah kenapa ia ingin ke suatu tempat "Akan aku pastikan, apakah memang bisa melihatnya atau tidak." Suasana hatinya yang sedang bergejolak bersemangat. "Tunggu saja." Setelah berkata seperti itu, ia pergi dari sana.
...***...
Di kantor kepolisian Higashiyama.
Kira, Tetsu Wakana, Masahiko Katsu, Madoka Yuna, Osamu kei dan Amaya Hanako berada di ruang interogasi.
"Heh!." Yoshino Osamura mendengus dengan kesalnya. "Kalian semua akan aku tuntut. Kalian telah salah berurusan denganku." Hatinya masih belum bisa menerima dengan apa yang mereka lakukan padanya. "Kalian akan aku tuntut karena telah melakukan tindakan penganiayaan padaku." Lanjutnya.
Grep!!.
Masahiko Katsu mencengkram kuat pundak Yoshino Osamura. "Jika kau terbukti telah melakukan kesalahan, maka aku adalah orang pertama yang akan mengajukan petisi hukuman mati untukmu." Dengan geramnya ia mengeluarkan ancaman itu.
"Kegh!. Lepaskan!." Yoshino Osamura menepis kuat tangan Masahiko Katsu.
Plak!.
"Kegh!." Yoshino Osamura meringis sakit.
"Eh?." Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan Madoka Yuna.
"Tidak biasanya yuna san menggunakan kekerasan." Dalam hati Amaya Hanako sangat heran.
"Kau tidak usah banyak bicara. Aku rela dipenjara ataupun dihukum mati, setelah aku berhasil membunuhmu saat ini juga." Madoka Yuna mengepal kuat tangannya. "Jika kau masih saja berani menentang interogasi ini." Matanya terlihat sangat tajam, memberikan ancaman pada Yoshino Osamura. Tangannya yang siap-siap, seakan-akan hendak mematahkan leher Yoshino Osamura.
"Kegh!." Yoshino Osamura sangat kesal mendengarnya, namun ia tidak bisa melawan mereka pada saat itu. "Akan aku buat kalian menyesali dengan apa yang telah kau lakukan padaku." Dalam hatinya bersumpah akan membalaskan rasa sakit hati yang ia rasakan pada saat itu.
"Menyeramkan sekali." Dalam hati mereka semua beranggapan seperti itu. Mereka benar-benar tidak menduga jika Madoka Yuna akan menunjukkan sifat menyeramkannya itu.
Suasana saat itu benar-benar tegang karena mereka yang masih saja mempertahankan apa yang mereka anggap itu adalah sebuah kebenaran bagi hati masing-masing.
"Baiklah. Kalau begitu kita mulai saja." Kira tidak ingin terlalu lama di sana. Karena ada hal yang harus ia selesaikan setelah ini?.
...***...
__ADS_1
Sementara itu pemuda yang memiliki kekuatan iblis saat ini sedang menuju sebuah tempat. Tempat yang mungkin akan menjadi sumber kekuatan iblis hasrat dorongan yang ada di dalam hatinya. Akan tetapi pada saat itu suasana hatinya pada saat itu sedang bergejolak kelam. Ada hal yang tidak bisa ia tahan pada saat itu, hingga ia melangkah terus melangkah menuju sebuah tempat yang mungkin dapat menambah kekuatannya itu. Sayangnya tidak ada yang dapat melihat hawa hitam yang menyelimuti tubuhnya, sehingga dengan santainya ia berjalan melewati mereka semua. "Manusia adalah makhluk yang sangat lemah." Hatinya terasa sakit mengingat itu semua. Hatinya yang sakit mengingat apa yang telah tejadi padanya d masa lalu. "Akan aku habisi mereka yang memiliki hati yang sangat lemah. Hanya membuat dunia ini semakin busuk. Aku tidak suka dengan kebusukan mereka yang sangat lemah itu." Di dalam hatinya semakin bergejolak yang sangat luar biasa. "Heh!." Dasar tidak berguna." Umpatnya dengan nada yang sangat kesal.
...***...
Di rumah Inuzuka Kira.
Dokter Ran sedang menemani Ruka, keduanya terlihat sedang mencoba untuk akrab.
"Baiklah. Kali ini ruka chan belajar menggambar." Dokter Ran menyediakan semua alat gambar yang akan digunakan Ruka. "Menggambar juga dapat membuat imajinasi lebih luas. Jadi coba bayangkan hal yang ruka chan inginkan saat ini." Dokter Ran perlahan-lahan memberikan arahan pada Ruka.
"Menggambarkan apa yang aku inginkan?." Ruka sedang memikirkan apa yang ia inginkan.
"Saya, ah maksudnya aku akan memberikan gambaran padamu bagaimana caranya." Dokter Ran sepertinya masih tampak kaku, ia belum terbiasa berbicara santai saat bekerja. "Aku akan berusaha mungkin untuk melakukannya." Dalam hati Dokter Ran mencoba melakukannya dengan sangat baik. "
"Um." Ruka chan terlihat bersemangat.
"Kalau begitu, pemandangan seperti apa yang ruka chan sukai?. Apakah ruka chan bisa menggambar bunga?." Dokter Ran tersenyum kecil.
"Ok." Ruka mencoba untuk menggambar bunga yang ia ingat.
"Aku yakin dia pasti bisa pulih." Dalam hati dokter Ran sangat berharap akan ada perubahan yang baik dari Ruka nantinya. Meskipun itu tidak secara instan, tapi ia akan berusaha membantu Ruka agar jauh lebih baik.
***
"Apakah benar aku dapat melihat itu?." Dalam hatinya mencoba memastikan sekali lagi apakah memang benar apa yang telah ia lihat pada saat itu. "Akan tetapi mereka sama sekali tidak terganggu." Kichiro Seira memperhatikan bagaimana orang-orang sekitar pada saat itu. "Mereka tetap berjalan tanpa merasa terganggu sedikitpun, jika ada kecelakaan yang terjadi." Pada saat itu ia mengamati sebuah pemandangan yang sangat tidak biasa.
Deg!.
Entah itu hanyalah imajinasinya, atau ia sedang mengalami gangguan, ia dapat melihat seorang yang sedang mendorong seorang wanita lainnya yang berdiri tepat di pinggir rel kereta api itu. "Apakah mataku tidak bermasalah,?." Dalam hatinya mencoba bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apakah yang ia lihat itu adalah sebuah kebenaran atau sebuah imajinasi yang akhir-akhir ini membuatnya sangat kusut. "Hanazuki marry." Matanya dapat menangkap sebuah nama yang tertera di atas kepala wanita itu. "Baiklah kalau begitu. Akan aku cari dia." Ia hanya ingin memastikan, apakah yang ia lihat pada saat itu benar-benar nyata atau tidak. "Tunggu saja ke penjahat busuk, akan aku buktikan, apakah kau memang melakukan itu atau tidak." Setelah berkata seperti itu, ia segera pergi meninggalkan tempat itu.
...***...
Kantor kepolisian kota Higashiyama.
Deg!.
Mereka semua sangat terkejut, ketika Kira menatap mata mereka dengan tatapan yang sangat mengerikan. Tanpa mereka sadari, bahwa mereka telah memasuki alam dimensi lain.
"Apa yang terjadi sebenarnya?." Yoshino Osamura hampir tidak percaya dengan apa yang telah ia alami pada saat itu.
__ADS_1
"Sebaiknya kau simak saja." Madoka Yuna menepuk pundak Yoshino Osamura. "Kau akan melihat sendiri apa saja yang telah kau lakukan." Madoka Yuna hanya ingin Yoshino Osamura mengetahui apa yang telah terjadi.
Tidak ada tanggapan dari Yoshino Osamura, karena ia belum mengerti sama sekali apa yang telah terjadi pada saat itu. "Tenanglah. Itu hanyalah trik murahan saja." Dalam hatinya berusaha meyakinkan dirinya, bahwa apa yang telah mereka lakukan padanya itu hanyalah sebuah jebakan saja.
Akan tetapi pada saat itu matanya sangat terbelalak lebar, ketika ia melihat dirinya yang berada di antara keramaian. "Eh?." Sungguh ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Lihatlah!." Masahiko Katsu melirik ke arah Yoshino Osamura yang terpaku. "Kau bisa memperhatikan dengan baik apa yang telah kau lakukan." Masahiko Katsu dari tadi berusaha untuk mana dirinya.
Yoshino Osamura memperhatikan bagaimana dirinya pada saat itu sedang melakukan aksinya. Matanya yang pada saat itu memperhatikan dirinya yang sedang mendorong seseorang dengan sangat mudahnya tanpa diketahui oleh orang lain.
"Heh!. Apakah kau terkejut dengan apa yang telah kau lakukan?." Kira yang dari tadi diam, sekarang ikut berbicara.
Deg!.
Keadaan telah kembali normal, mereka semua telah kembali ke dalam bentuk normal. Sedangkan Yoshino Osamura sedang menahan dirinya agar tidak lepas kendali.
"Tentunya kau telah mengingat apa yang telah terjadi pada saat itu, kan?." Kira yang memulai pertanyaan itu. "Apakah kau masih bisa membela diri setelah apa yang telah kau lihat tadi?." Kir kembali memberikan pertanyaan.
"Tidak." Yoshino Osamura sedang sangat kacau. "Bagaimana mungkin mereka bisa memperlihatkan itu padaku?." Suasana hatinya saat itu sedang tidak bisa menerima kenyataan yang telah diperlihatkan oleh Kira. "Aku tidak mungkin melakukan itu." Yoshino Osamura terlihat bergetar sedang menahan emosi yang bergejolak di dalam hatinya.
"Hah?!." Mereka semua merasa kesel mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Yoshino Osamura.
"Aku telah mengatakan pada kalian!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. "Aku tidak melakukan itu!." Bentaknya lagi.
"Kau!." Madoka Yuna dan Masahiko Katsu baru saja bersiap-siap hendak memberikan sebuah pukulan yang sangat mematikan. Akan tetapi pada saat itu.
Duakh!.
"Eagkh!."
Kira memukul perut Yoshino Osamura dengan sangat keras, hingga membuat pelaku berteriak sangat kesakitan.
"Kira?!." Tentunya mereka semua sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Kira.
"Kau memang manusia laknat!." Kali ini Kira berbicara dengan nada yang sangat tinggi. "Jika kau memiliki masalah dengannya, maka kau bisa menyelesaikannya dengan cara yang lebih baik lagi." Mata Kira terlihat sangat menyeramkan. "Kau tidak bisa membunuhnya begitu saja!. Dan kau tidak akan aku biarkan melarikan diri dari apa yang telah kau lakukan bedebah busuk!." Kira seakan-akan mengeluarkan semua amarah yang telah ia rasakan pada saat itu.
Grep!.
Kira menarik kuat kerah baju Yoshino Osamura. "Jika kau hanya akan menjadi seorang laki-laki pengecut, maka jangan lakukan tindakan bodoh seperti itu. Kau benar-benar lelaki yang sangat hina yang pernah aku temui." Setelah berkata seperti itu ia mendorong Yoshino Osamura dengan sekuat tenaga. "Berikan tuntutan hukuman yang sangat berat untuk lelaki ini." Setelah berkata seperti itu Kira segera pergi meninggalkan tempat. Sungguh, hatinya sedang terbawa amarah yang sangat tidak wajar pada saat itu.
__ADS_1
Next halaman.
...***...