MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 134


__ADS_3

...**...


Pukul 18.10


Di rumah Inuzuka Kira. Saat itu ia hanya berdua saja bersama dokter Ran. Jika Kau bertanya keberadaan Ruka, maka jawabannya, saat ini ia sedang berada di kamarnya. Ruka tidur, ia kelelahan setelah bermain dengan cerianya. Pada saat itu ada hal yang tidak pernah diduga sama sekali oleh dokter Ran tentang kira.


"Saya tidak menduga jika anda adalah seorang anggota kepolisian." Dokter Ran tersenyum kecil.


"Ya, aku adalah anggota kepolisian." Balas kira.


"Tapi bagaimana ceritanya anda bisa bertemu dengan ruka chan?. Rasanya saya sangat penasaran." Dari raut wajahnya, memang terlihat seperti itu. "Apakah anda tidak keberatan untuk menceritakan itu pada saya?." Sorot matanya terlihat sangat jelas, perasaan penasaran yang sangat kuat.


Kira tersenyum kecil. "Meskipun itu adalah pertanyaan yang lazim, entah kenapa aku merasa diinterogasi oleh seseorang." Dalam hatinya tidak menduga akan merasakan seperti itu


"Um ?." Dokter Ran menatap kira dengan bingung, kenapa Kira tidak menjawab pertanyaannya?. Saat itu ia menyadari jika pertanyaan yang ia ajukan pada saat itu, tidak bisa dijawab oleh Kira?. "Maafkan aku." Ada perasaan bersalah yang ia rasakan pada saat itu.


"Maaf, jika aku telah lancang bertanya seperti itu padamu." Dokter menundukkan wajahnya.


Kira tersenyum kecil melihat dokter Ran. "Baiklah. Akan aku ceritakan padamu." Kira menopang dagunya dengan sangat santai.


"Benarkah?." Dokter Ran hanya ingin memastikan jika apa yang dikatakan Kira itu benar.


"Ya, tentu saja." Kira bukanlah tipe orang yang suka berbohong. "Tapi kau harus berjanji satu hal padaku, jika aku mengatakannya padamu." Kira terlihat sangat serius dari yang sebelumnya.


"Berjanji tentang apa?." Dengan hati-hati Dokter Ran bertanya.


"Jika kau berjanji akan menjaga ruka chan dengan baik di sini, maka aku akan menceritakan padamu." Kira seperti sedang bernegosiasi dengan dokter Ran.


"Hm." Dokter Ran memikirkan apa yang dikatakan Kira. Meskipun ia merasa keberatan, tapi rasa penasaran yang ada di dalam hatinya sangat besar. "Baiklah." Akhirnya ia menyerah juga dengan pikiran anehnya. "Aku berjanji." Ucapnya dengan sangat yakin, jika ia akan percaya pada Kira.


...***...


Masahiko Katsu saat itu sedang bertarung dengan Yoshino Osamura. Pertarungan yang cukup imbang, keduanya mengerahkan tenaga, kekuatan yang mereka miliki. Jika dilihat dari kondisi mereka, tentunya pertarungan itu memang sangat sengit. Keduanya mengalami luka yang sangat banyak. Pukulan,tendangan mereka dapatkan.


"Heh!. "Masahiko Katsu menghindari pukulan keras yang hampir saja mengenai dadanya. "Tidak semudah itu!." Masahiko Katsu mencoba menyerang Yoshino Osamura dengan melayangkan tendangan ke samping kiri. Sayangnya Yoshino Osamura berhasil menepisnya.


Akan tetapi pada saat itu bukan mereka saja yang sangat kesal, ataupun tidak puas karena tidak bisa mengalahkan musuhnya. Akan tetapi, pada saat itu Madoka Yuna sangat kesal, ia sangut ingin meluapkan amarah yang ia rasakan pada saat ini.


"Berani sekali kalian bermain-main terlalu lama." Dalam hatinya sangat geregetan dengan apa yang telah ia lihat. "Dari tadi kalian belum juga selesai berkelahi, padahal ini sudah gelap." Tubuhnya sampai bergetar seperti itu menahan amarahnya. "Lama-lama aku bosan juga melihatnya." Madoka Yuna melangkah mendekati Masahiko Katsu yang masih saja adu pukulan dengan Yoshino Osamura.


Tap!.


Madoka Yuna menepuk pundak Yoshino Osamura dengan sangat kuat. "Sebaiknya kau menyerah saja bajingan!." Dengan suara yang sangat berat ia berkata sperti itu. Suasana hatinya sedang buruk, sehingga menimbulkan hawa tidak biasa. "Aku tidak memiliki waktu yang banyak untuk meladani mu." Cengkeramannya semakin kuat, hingga membuat Yoshino Osamura meringis.

__ADS_1


DUAKH!.


Tanpa banyak bicara Madoka Yuna langsung melayangkan pukulan yang sangat kuat.


"Keghah!."Yoshino Osamura berteriak kesakitan karena pukulan kuat itu mengenai perutnya. Kesempatan itu digunakan Madoka Yuna untuk membergol kedua tangan Yoshino osamura.


"He?. Galak seperti biasanya." Dalam hati Masahiko katsu sangat kagum dengan apa yang telah dilakukan Madoka Yuna.


"Kegh!." Yoshino Osamura benar-benar tidak bisa melawan lagi.


"Dan kau!." Madoka Yuna menatap tajam ke arah Masahiko Katsu. "Jangan terlalu lama membuang waktu!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras.


"Maafkan aku." Masahiko katsu Merasa bersalah dengan kejadian itu.


Setelah itu keduanya membawa Yoshino Osamura pergi dari sana. Tentunya keduanya harus melakukan sesuatu pada Yoshino Osamura yang telah melakukan kejahatan.


...***...


Pemuda yang memiliki kekuatan iblis hasrat dorongan sedang berada di sebuah tempat yang biasanya ia datangi. Tempat yang hanya bisa ia datangi?. Namun pikirannya pada saat itu ia masih memikirkan apa yang ia lihat. "Hasrat dorongan yang ada di dalam dirinya lebih busuk dari apa yang aku bayangkan selama ini." Dalam hatinya seakan-akan tidak terima. "Kejahatan hasrat dorongan itu hanya milikku seorang." Hatinya sangat kesal dengan apa yang dimiliki orang itu. "Aku pasti akan menggunakannya sebagai alat balas dendam, yang sangat sempurna nantinya." Dalam hatinya mencoba membayangkan hal apa yang akan ia gunakan dari hasrat kegelapan itu.


...***...


Dirumah Kichiro Seira Suasana hatinya belum juga membaik, masih ada perasaan sesak yang ia rasakan jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Perasaan benci, merasa direndahkan Seseorang. "Inuzuka Sialan!." Hatinya sangat dendam pada kira?. "Semenjak ia datang, aku tidak dihargai lagi!." Hatinya sangat panas mengingat itu. "Kenapa dia mengacau hidupku?." Hatinya semakin membenci, hingga tanpa ia sadari, kegelapan yang ada di dalam hatinya semakin besar, bergejolak secara alami. "Akan aku singkirkan dia." Hasrat dorongan iblis yang sangat mengerikan telah lahir dari dirinya. "Aku tidak akan membiarkan dirinya!. Menghina harga diriku!." Gejolak hasrat kegelapan telah berkobar di dalam hatinya. Menghasilkan hawa hitam yang tidak biasa. Sepertinya Kichiro Seira telah berhasil membuat hasrat kegelapan dorongan iblis yang lebih mengerikan. Memang seperti itulah proses lahirnya iblis hasrat dorongan. Kekuatan itu akan berbahaya jika bertemu dengan seseorang yang sedang tenggelam dalam kegelapan, maka akan jadi korbannya.


...***...


"Dokter mitsuru istirahatlah. Aku juga akan beristirahat malam ini." Kira tersenyum kecil.


"Baiklah kalau begitu." Dokter Ran mengerti dengan apa yang dikatan Kira.


"Aku harap dokter mau menjaga ruka chan dengan baik." Kira masih saja mencemaskan keadaan Ruka.


"Inuzaka san tidak perlu cemas, aku pasti akan menjaganya dengan sangat baik." Dokter Ran memang telah membulatkan tekatnya untuk membantu Kira.


"Selamat malam, selamat beristirahat." Senyumannya, terlihat sangat mempesona.


Deg!.


Entah kenapa dokter Ran merasa berdebar-debar ketika melihat senyuman itu.


"Aku percayakan ruka chan padamu." Setelah berkata seperti itu, Kira masuk ke kamarnya.


"Eh?." Dokter Ran sangat heran dengan apa yang ia rasakan, apakah ia mulai terpesona pada ketampanan yang dimiliki oleh kira. "Oh tidak!. Aku harus fokus pada tujuanku." Dalam hatinya tidak ingin melenceng dari tugasnya. "Kepala rumah sakit sialan!. Kenapa malah mengatakan semua suster telah mendapatkan tugas lain?!." Tiba-tiba saja hatinya memanas mengingat itu semua. "Aku harus fokus pada tugasku." Dalam hatinya tidak ingin melalaikan tugasnya sebagai seorang dokter yang telah bersumpah setia pada tugasnya.

__ADS_1


...***...


Malam adalah tempat kegelapan, dan malam menampung kegelapan yang sangat luar biasa. Apakah kau tidak menyadari?. Jika dirimu adalah salah satu dari wadah kegelapan yang menyeret seseorang ke dalam dunia kelam?. Malam itu, malam yang telah melahirkan kegelapan yang sangat tidak baik. Bersiap-siaplah untuk mengalahkan kegelapan. Tapi apakah mentari hanya akan bisa menyembunyikan kegelapan malam?. Mari kita lihat siapa yang akan berdiri pada akhir waktu. Berdiri dengan kebenarannya ada di dalam hatinya masing-masing.


Pukul 7.30 pagi


Kira baru saja datang ke kantor, ia ingin melihat keadaan Masahiko katsu, yang katanya sedang terluka setelah bertarung dengan salah satu target pelaku.


"Katsu senpai?!." Kira hampir saja tertawa melihat keadaan Masahiko Katsu. "Memangnya petarung seperti apa yang senpai hadapi hingga keadaan senpai seperti ini?." Kira tidak menduga akan melihat keadaan seniornya yang hampir babak belur.


"Ya, ya, ya. Tertawa lah sepuas hatimu kira." Masahiko Katsu terlihat sangat kesal.


"Jangan jutek seperti itu senpai." Kira merasa tidak enak ketika melihat raut wajah seniornya itu.


"Dia terlalu lama bermain-main, jadi begitulah hasil yang ia dapatkan." Madoka Yuna sangat tidak mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran temannya itu.


"He?. Benarkah itu senpai?." Kira sangat penasaran dengan cerita itu.


"Pagi." Sapa Osamu Kei dan Tetsu Wakana terlihat sedikit lelah?.


"Kalian berdua terlihat seperti panda yang lucu." Masahiko Katsu malah bercanda dalam keadaan seperti itu.


"Memangnya kalian semalam begadang?." Madoka Yuna tidak menyangka akan melihat keadaan kedua temannya yang sangat kacau. Ia segera mengambil sesuatu. "Minumlah." Ia membawa dua gelas kopi hangat untuk kedua temannya.


"Terima kasih yuna chan." Tetsu Wakana sangat senang menerima kopi dari Madoka Yuna.


"Terima kasih yuna san." Osamu Kei juga sangat senang.


"Memangnya kalian menghadapi kasus yang seperti apa?." Masahiko Katsu sangat penasaran kenapa kedua temannya terlihat seperti panda yang sangat menyeramkan.


"Kami sedang menyelidiki masalah yang sedang dibuat oleh katagiri blue." Jawab Osamu Kei setelah merasa baikan.


"Memangnya kasus seperti apa yang dia lakukan?." Kembali Masahiko Katsu memberikan pertanyaan seperti itu pada Osamu Kei.


"Masalah yang ia hadapi sangat rumit juga. Apalagi keberadaannya yang tidak menentu, itu akan membuat kami kesulitan untuk menangkapnya." Jawab Osamu Kei dengan raut wajah yang sangat kusut seakan-akan itu menjadi beban yang sangat berat untuknya.


"He?. Memang kasus yang sangat berat." Masahiko Katsu tidak bisa membayangkan penangkapan seperti apa yang akan dilakukan oleh kedua temannya itu.


"Karena itulah kami harus segera mencari informasi keberadaannya." Tetsu Wakana sedang berusaha untuk menemukan keberadaan pelaku.


"Hum." Masahiko Katsu tampak berpikir sejenak. "Kami akan membantu kalian jika kami telah menyelesaikan kasus yang kami hadapi." Ia tidak ragu untuk membantu temannya.


Bantuan seperti apa yang akan diberikan oleh Masahiko Katsu pada kedua temannya?. Temukan jawabannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2