
...***...
Pukul 07.30 malam.
Saat itu Sayuri sudah menyiapkan makan malam untuk Kira. Sedangkan anak mereka Chitose masih tidur terlelap sehingga mereka tidak ingin mengganggu anaknya.
"Apakah kalian lelah saat mau perjalanan ke sini?." Kira tentunya menyadari itu karena perjalanan menuju ke kota ini sangat jauh dari tempat asalnya.
"Seperti itulah. Kau pastinya mengetahui dengan baik." Sayuri menyerahkan selama nasi pada suaminya. "Lalu apa yang akan aku lakukan setelah ini. Apakah kau benar-benar akan berhadapan dengan pembunuh sadis itu?." Sayur hanya ingin memastikan jika yang dikatakan oleh Kira itu memang benar.
"Sebagai seorang polisi aku memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Aku harus segera menghentikan penjahat itu." Hanya jawaban itu yang diberikan oleh kira pada Sayuri.
Sayuri tidak lagi menanggapi apa yang dikatakan oleh suaminya, tentunya ia sangat memahami apa yang akan dilakukan oleh suaminya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.
...**...
Sementara itu di hutan gunung kabut merah.
Akazuki Daiji sedang mengamati pisau merah yang selalu ia gunakan untuk membunuh orang lain. Beberapa hari ini ia telah mengamati dengan sangat baik bahwa pisau telah diasah dengan sangat baik. "Malam besok aku akan melakukannya." Ia menyerahnya dengan lebarnya, sungguh ia terlihat seperti seorang iblis yang haus akan darah. "Akan aku bunuh polisi itu jika dia berani menghentikan aku." Seperti ada sebuah tantangan tersendiri yang ia rasakan ketika ia mengingat polisi itu.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.
...***...
Di sisi lain.
Daisuke Hiroyuki sebagai pemimpin tertinggi Kepolisian Higashiyama iya masih belum bisa tenang, karena ia belum mengetahui apa yang direncanakan oleh Hitoshi Tetsuya bersama anak buahnya untuk mengatasi pembunuhan menjadi siang sedang melanda kota Higashiyama.
"Sebenarnya apa yang telah mereka lakukan?. Sehingga tidak lagi terdengar kabar adanya korban yang berjatuhan akibat pula perbuatan akazuki daiji?." Ia masih penasaran dengan masalah itu, iya sangat ingin mengetahui apa rencana yang telah mereka lakukan. Apa yang telah mereka lakukan pada Akazuki Daiji, sehingga pembunuh sadis itu tidak lagi melakukan aksi gilanya itu. "Bahkan orang-orang yang aku suruh untuk mengamati mereka, dia tidak melihat apapun bentuk kecurigaan yang dilakukan oleh mereka. "Ini sungguh sangat aneh dan tidak masuk akal, bagaimana mungkin membunuh sadis itu begitu saja menghentikan aksinya." Bukannya ia tidak senang jika pembunuh sadis itu menghentikan aksi gilanya, hanya saja ia masih belum mengerti mengapa itu bisa terjadi. Ia masih bingung dengan kenyataan itu kepada siapa ia ingin bertanya tentang penyelesaian masalah itu?. Sedangkan mereka merasa enggan menjawab pertanyaannya, setelah ia menolak penyelesaian masalah itu dilakukan dengan rapat umum. Apakah karena itu mereka dendam padanya sehingga mereka tidak mau menjelaskan apapun padanya?.
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...**...
Pukul 11.30 malam.
Sepertinya Kira, Sayuri, dan Chitose telah tertidur dengan sangat lelapnya. Namun pada saat itu Kira merasakan kegelisahan yang tidak biasa. Perasaannya sangat tidak nyaman sekali, seakan-akan saat itu ia sedang berada di dalam kegelapan yang sangat menyesakkan dirinya. Kira berusaha untuk terbangun, sehingga ia memaksakan dirinya untuk bangun dari tidurnya.
"Uhuk!. Uhukh!." Kira terbatuk ketika ingin memaksakan dirinya untuk bangun. Tentunya suara batuk Kira membuat Sayuri yang tertidur di sampingnya terbangun.
"Hum?." Sayuri sangat terkejut mendengar suara batuk kira kira. Bukan hanya itu saja Sayuri sangat terkejut melihat keadaan Kira sehingga ia buru-buru ke dapur untuk mengambil minum.
"Minumlah, minumlah kira." Sayuri sangat manis dengan keadaan suaminya saat itu.
Kira langsung mengambil air minum dari tangan istrinya, Dengan sangat buru-buru ia mengambil dan meminum air itu, sungguh dadanya sangat sesak saat itu.
"Oh?. Apa yang terjadi padamu kira?." Sayuri sangat cemas keadaan suaminya, ya berusaha untuk menenangkan suaminya dengan mengusap punggungnya dengan perlahan-lahan.
"Katakan padaku apa yang terjadi kira?." Sayuri benar-benar mencemaskan keadaannya.
Namun belum sempat Kira menjawabnya, pada saat itu mereka melihat ke arah samping tempat tidur mereka. Chitose terbangun sambil menatap mereka dengan tatapan sedih.
"Oh?. Chitose sayang." Sayuri segera menghampiri anaknya, ia segera memeluk anaknya. Kira juga ikut mendekati anaknya itu karena ia juga cemas dengan keadaan anaknya. "Apa yang terjadi padamu nak?. Kenapa kau terbangun?." Dengan hati-hati Sayuri bertanya pada anaknya.
Chitose menatap ayahnya, yang dapat melihat kegelisahan yang dirasakan oleh ayahnya. "Ayah." Panggilnya dengan nada lirih.
"Ayah tahu kau dapat melihatnya nak." Papa dijelaskan oleh Chitose, ternyata Kira memahami dan dapat melihat juga apa yang dilihat oleh anaknya.
"Apa artinya itu kira?." Sayuri tidak mengerti sama sekali. "Katakan padaku apa yang kalian lihat?. Kenapa kalian tampak gelisah?. Apa yang kalian lihat sebenarnya?." Sayuri mulai tidak tenang sehingga ia bertanya seperti itu pada suaminya.
__ADS_1
"Malam ini aku harus menghentikannya." Kira malah menjawab seperti itu.
"Menghentikan siapa?." Sayuri semakin bingung ya belum mengerti keadaan sebenarnya.
"Tapi dia itu pembunuh sadis ayah." Chitose yang masih kecil dapat merasakan adanya ancaman bahaya. "Ayah akan terluka jika ayah berhadapan dengannya." Itulah yang membuat Chitose sangat ketakutan.
"Jadikah aku berhadapan dengan akazuki daiji?." Sayuri sangat terkejut ketika mendengarkan ucapan anaknya itu.
"Ya. Malam ini aku harus menghentikannya. Jika aku tidak melakukan itu maka akan banyak korban yang berjatuhan akibat aksi gilanya malam ini." Kira segera bergegas mengambil pakaiannya dan senjata yang akan ia gunakan untuk membunuh Akazuki Daiji.
"Jangan lakukan itu kira!."
"Jangan lakukan itu ayah!."
Serentak keduanya menghentikan Kira, karena keduanya tidak ingin Kira menghadapi bahaya yang lebih besar lagi.
"Aku akan baik-baik saja, Aku berjanji akan kembali dalam keadaan aman." Kira tersenyum kecil ia berusaha meyakinkan istri dan anaknya bahwa ia akan baik-baik saja. "Kalian tunggulah di sini, aku tidak akan lama. Aku janji akan kembali dengan segera mungkin setelah aku berhasil menangkap pembunuh sadis itu." Setelah berkata seperti itu ya segera meninggalkan kamarnya.
"Kira!."
"Ayah!."
Sayuri dan Chitose berusaha untuk mengejar Kira, akan tetapi gerakannya sangat cepat menutup pintu sehingga keduanya tidak bisa mengejar Kira.
"Kira!. Jangan pergi!." Sayuri berusaha untuk mendobrak pintu itu namun sepertinya usahanya sia-sia.
"Ayah!. Jangan pergi ayah!." Begitu juga dengan Chitose. Ya berusaha untuk menghentikan ayahnya namun memang sia-sia saja karena pintu itu dikunci dari luar oleh kira.
"Maafkan aku sayuri, chitose chan." Sebenarnya Kira juga keberatan, namun apa boleh buat iya harus menghentikan Akazuki Daiji segera mungkin. "Aku harus segera menghentikan akazuki daiji. Supaya dia tidak lagi melakukan aksi gila. Bunuh banyak orang yang tidak bersalah sama sekali. Akan aku bunuh dia." Dalam hati kira telah bertekad akan menghentikan aksi gila pembunuh sadis itu apapun yang akan terjadi pada dirinya nantinya. Ya tidak peduli jika dirinya akan menghadapi masalah, namun tujuan utamanya adalah untuk menghentikan aksi gila pembunuh sadis itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
__ADS_1
Next.
...***...