
...***...
Kira on.
Setelah mengetahui dimana lokasi salah satu pelaku pembunuhan itu, kami menuju Amekaze. Tapi sepertinya ada insiden yang tidak bisa kami hindari pada saat itu. Aku juga tidak menduga itu akan menjadi bagian yang tidak terencana sama sekali.
Saat itu mereka dalam perjalanan menuju ke wilayah Amekaze. Akan tetapi, pada saat itu Sakurai menghentikan mobilnya karena ada seseorang yang tiba-tiba saja menerobos ke jalan raya. Jika tidak segera dihentikan oleh Sakurai mungkin saja laki-laki itu tertabrak. Karena ngerem mendadak, tentunya mereka semua terkejut dengan kejadian itu.
"Apaan sih?." Ryoma hampir saja jantungan karena itu.
"Hoi!. Bisakah kau berjalan dengan hati-hati!." Dengan penuh amarah Sakurai berteriak pada orang itu. Akan tetapi orang itu tidak menggubriskannya, malah pergi dari sana. Dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah ketika dua orang polisi yang berlari ke arah laki-laki itu sambil berteriak keras.
"Hei!. Kalian yang ada di dalam mobil!. Tahan orang itu!. Dia adalah pembunuh sadis yang sedang kami tangkap!."
Tentunya Kira, Sakurai, Ryoma dan Naoki sangat terkejut mendengarnya. Sebagai kesatuan polisi yang menangani kasus pembunuhan, tentunya mereka segera bertidak. Mereka segera mengejar laki-laki itu bersama kedua polisi yang tadinya ikut bergerak pula. Sementara itu Sayaka masih tinggal di sana, ia ditinggalkan oleh mereka?.
"Baiklah. Aku rasa ini tempat yang cocok untuk anjing itu mati." Sayaka tidak sabar lagi ingin melakukan sesuatu pada Kira sesuai dengan rencana yang telah ia buat bersama Nyonya X. Ia mengambil Smartphone miliknya, ia menghubungi seseorang yang sebenarnya dari tadi mengikuti mereka. Seorang penembak jitu yang sangat andal, yang sangat hebat dalam menembak seseorang dalam jarak yang cukup jauh. "Setelah itu aku akan menyusul mereka sambil menyaksikan bagaimana anjing itu mati. Rasanya aku tidak sabar lagi ingin melihat bagaimana ratapan taunnya ketika anjing penjaganya tewas di depan matanya." Senyumannya mengembang begitu lebar, setelah itu ia mengejar mereka yang mungkin tidak jauh dari lokasi saat ini ia berdiri?.
Kami hampir saja menabrak seseorang yang ternyata sedang dikejar oleh dua orang polisi. Dia adalah penjahat paling sadis menurut mereka karena telah membunuh banyak nyawa yang tidak berdosa.
Sementara itu Kira, Sakurai, Ryoma, Naoki dan dua orang polisi itu mengejar seorang pelaku kejahatan sadis.
"Hoi!. Berhenti lah kau keparat busuk!." Ryoma berusaha untuk mengejar orang itu. Saat ini mereka masuk ke semak-semak yang cukup tinggi, hingga mereka memasuki kawasan industri yang sudah lama tidak terpakai.
"Kita harus berpencar. Jika tidak, kita akan kesulitan untuk menangkapnya." Kira memiliki solusi untuk menangkap penjahat itu.
"Baiklah. Aku rasa itu ide yang bagus." Matsumoto Hiraishi setuju.
"Kalau begitu kita berpencar ke tempat yang berbeda, aku yakin kita bisa mengepung ke berbagai arah." Kitamura Tsubaki sangat setuju.
"Baiklah, mari kita lakukan."
Mereka setuju dengan apa yang dikatakan Kira. Meraka segera masuk ke lorong aneh yang menyerupai semak yang ternyata terhubung ke dalam sebuah pabrik lama yang sudah tidak terpakai lagi. Sementara itu, penjahat yang dikejar itu memang melarikan diri ke dalam pabrik tua itu.
"Sial!. Apakah mereka masih mengejar aku?!." Umpat dengan kesalnya. Sedangkan penjahat itu berhenti sejenak, nafasnya terasa sangat sesak karena ia berlari tanpa hentinya untuk menghindari kejaran mereka. Akan tetapi pada saat itu ia benar-benar terkepung oleh mereka semua.
"Sebaiknya kau menyerah saja. Kau telah kami kepung." Matsumoto Hiraishi sangat senang melihat mangsa mulai panik.
"Tidak ada jalan lari untukmu. Sebaiknya kau menyerah saja." Kitamura Tsubaki juga terlihat senang karena rencana penyergapan yang mereka lakukan berhasil. Di saat yang bersamaan Sayaka datang sambil memperhatikan apa yang meraka lakukan.
"Heh!. Aku ini seorang penjaga sadis." Penjahat itu malah mendengus kesal sambil mengeluarkan sebuah pisau yang ia sembunyikan sebagai senjata yang ia gunakan untuk membunuh para kobaran. "Aku tidak takut sama sekali pada kalian semua." Lanjutnya sambil memperhatikan mereka semua.
"Pak tua tidak berguna. Sudah tua kau malah ingin bermain-main denganku?." Dalam hati Kira merasa sangat kesal, ia tidak suka dengan kejahatan yang dilakukan oleh laki-laki tua itu.
Rasanya sangat membosankan sekali, dia berani berbuat seperti itu dihadapan ku?. Apakah kau tidak mengetahui aku ini siapa?. Dengan mata iblis yang aku miliki, aku dapat dengan mudahnya melakukan apapun yang aku inginkan.
Jika kalian mau mati di sini. Maka majulah." Ia menantang mereka semua untuk berhadapan langsung dengannya.
"Kau ini!." Kitamura Tsubaki sangat kesal mendengarkan ucapan itu.
"Hei!. Pak tua tidak berguna!." Kira menatap nyalang ke arah penjahat itu. Sedangkan mereka semua terkejut dengan apa yang mereka dengar dari mulut Kira, termasuk Sakurai.
"Hah?. Apa yang kau katakan polisi amatir?!." Laki-laki itu sangat kesal karena dikatai tidak berguna oleh Kira.
"Kau pikir kejahatan yang kau lakukan tidak ada karmanya?." Kira terlihat sangat kesal. "Kau telah membunuh anak-anak hanya karena kau membenci orang tuanya?. Kau pikir kau ini siapa berani melakukan itu!." Kira terlihat sangat marah. Ia melihat semua yang ada di sana. Apa yang tergambar di dalam mata lelaki itu.
"Kau?!. Bagaimana bisa kau mengetahuinya?!." Penjahat itu, Kitamura Tsubaki, dan Matsumoto Hiraishi tentunya sangat terkejut mendengarkan itu.
"Dia ini sebenarnya memiliki kemampuan seperti apa?." Dalam hati Sayaka, Ryoma dan Naoki juga terkejut.
"Jika kau memang ingin duel. Maka akan aku kabulkan dengan segera." Kira maju tepat di hadapan penjahat itu.
"Heh!. Kau pikir kau bisa mengalahkan aku?. Kau ini masih amatir. Aku yakin kau akan terbunuh di sini." Penjahat itu mendengus dengan kesalnya.
"Jika kau ingin melihat hasilnya, kau tidak usah banyak bicara. Aku hanya kasian dengan tubuh tua rentamu saat ini." Kira terlihat sangat merendahkan penjahat itu.
"Hoi!. Sebaiknya kau jangan menantangnya. Kau akan terbunuh jika berani melawannya." Kitamura Tsubaki terlihat sangat takut.
"Benar itu kira. Kau jangan gegabah." Ryoma malah mengkhawatirkan Kira, apalagi senjata yang digunakan penjahat itu sangat tajam.
"Lakukan dengan cepat kira. Jangan buang-buang waktu ku." Sakurai malah bosan dengan adegan itu.
"Haik!. Ryoukai!." Kira malah menurut dengan apa yang dikatakan oleh Sakurai. Membuat mereka semua semakin terkejut?.
"Mereka berdua ini sangat gila."
Kau tidak akan bisa mengancam aku pak tua!. Kau pikir aku akan takut dengan ancaman yang tidak seberapa itu?. Mari kita lihat siapa yang akan jatuh pada akhirnya.
Mereka semua melihat kira yang sedang berhadapan dengan pelaku kejahatan. Mereka semua melihat bagaimana pertarungan Kira. Gerakan Kira cukup lincah, dan menipu laki-laki itu. Hingga beberapa kali laki-laki itu terkena pukulan kuat, serta sepakan yang kuat di bahunya.
"Egkhakh!." Laki-laki itu berteriak keras karena bahunya terasa sangat sakit. Tubuhnya yang rentan seperti masih saja dihajar tanpa ampun oleh Kira yang memiliki tenaga yang berbeda darinya.
__ADS_1
"Berlebihan sekali." Dalam hati mereka merasa kasihan pada penjahat yang telah dihajar oleh Kira.
"Ekhm!." Sakurai memberi kode pada mereka, agar tidak terlalu terbawa suasana, dan tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Kira. "Kenapa tidak segera kalian tangkap dia?. Apakah kalian ingin dia kabur lagi?." Sakurai berkata pada Matsumoto Hiraishi dan Kitamura Tsubaki.
"Ah iya!." Keduanya bangkit dari bentuk keterkejutan yang mereka rasakan. Keduanya seakan-akan terhipnotis dengan apa yang mereka lihat tadi.
"Izaki inohara!. Kau ditangkap atas kasus pembunuhan yang telah kau lakukan!." Matsumoto Hiraishi memborgol kedua tangan Izaki Inohara.
"Kegh!." Izaki Inohara mengeluh sakit karena tangannya yang dipaksa terikat ke belakang.
"Kau harus mempertanggungjawabkan segala apa yang telah kau lakukan." Kitamura Tsubaki membantu Matsumoto Hiraishi untuk melumpuhkan Izaki Inohara.
"Kegh!. Terserah kalian saja!." Ia sangat kesal karena ia tidak bisa lagi melawan. Ia telah pasrah ditangkap seperti itu oleh mereka. Tubuhnya terasa sangat sakit setelah berhadapan dengan Kira.
"Hufhh!. Untung saja masalahnya telah selesai." Ryoma sangat lega, karena pelaku kejahatan berhasil mereka tangani dengan baik.
"Ya, kau benar. Dengan begini kita bisa melanjutkan perjalanan." Naoki terlihat senang.
"Heh!. Siapa bilang kita akan melanjutkan perjalanan kita?. Karena anjing sialan ini akan mati." Dalam hati Sayaka tersenyum lebar sambil melirik ke arah Kira yang berjalan dengan santainya. "Aaah!. Seandainya saja nyonya mengizinkan aku untuk membunuhnya, pasti aku akan melakukannya dengan senang hati." Sayaka malah membayangkan jika dirinya melakukan pembunuhan itu secara langsung. Tangannya terasa gatal ingin membunuh Kira yang menurutnya tidak seberapa itu kekuatannya.
Saat itu aku merasakan firasat yang tidak enak, apalagi hawa hitam itu rasanya berasal dari Sayaka. Entah perasaanku saja atau memang itu yang terjadi, aku dapat melihatnya dengan sangat jelas. Sejak saat itu aku mulai mencurigai apapun yang dia lakukan, karena aku mencium aroma tidak menyenangkan darinya.
"Terima kasih atas bantuan kalian ya." Kitamura Tsubaki merasa lega karena berhasil mengamankan pembunuh sadis itu.
"Maaf,jika kami telah merepotkan kalian semua." Matsumoto Hiraishi merasa tidak enak hati. Tapi mereka juga tidak menyangka akan mendapatkan bantuan dari mereka semua.
"Oh, santai saja. Sebagai sesama petugas kepolisian, tentunya kami dengan senang hati membantu." Ryoma dengan bangganya berkata seperti itu.
"Rasanya sangat lega bisa membantu sesama kepolisian meskipun beda daerah." Naoki malah tersenyum aneh.
"Sungguh baik sekali kalian ini." Matsumoto Hiraishi senang mendengarnya.
Namun saat itu mereka tidak menyadari ada seseorang yang sedang membidik ujung senapannya ke arah Kira.
"Anjing yang malang. Sepertinya perjalananmu sampai di sini saja." Ia segera melepaskan sebuah tembakan dari jarak yang cukup jauh, namun karena dia adalah penembak jitu. Maka itu bukanlah hal sulit untuknya.
Dor!!!.
"Kegh!!!."
Mereka semua sangat terkejut mendengar suara tembakan yang sangat keras. Apalagi mendengarkan suara rintihan Kira pada saat itu.
"Kira!." Sakurai berteriak keras, ia berusaha untuk menahan tubuh Kira agar tidak jatuh.
"Kira!." Sakurai segera menyambut tubuh Kira. Suasana hatinya sangat kacau saat melihat Kira.
"Oi!. Kira!."
Ryoma dan Naoki juga terkejut, ia mencoba mendekati Kira yang terlihat kesakitan.
"Siapa?!. Siapa yang telah menembaknya!." Matsumoto Hiraishi melihat ke segala arah, Namum ia tidak melihat siapapun berada di sana.
"Mari kita berpencar untuk mencari pelakunya." Ryoma juga memperhatikan sekitar. Tapi bukankah di sekitarnya rumput ilalang yang sangat tinggi?. Tapi bagaimana ada seseorang bisa melepaskan tembakan?.
"Kami amankan dia dulu. Supaya pencarian kita aman." Kitamura Tsubaki segera menyeret Izaki Inohara ke sudut ruangan. Ia borgol dengan kuat supaya tidak bisa melarikan diri.
Mereka berpencar mencari keberadaan seseorang yang mungkin pelaku yang telah menembak Kira. Kecuali Sayaka yang melihat Sakurai yang sedang shock Kira yang sedang kesakitan.
Aku tidak salah, tapi yang salah adalah aku tidak bisa menghindari tembakan itu. Sehingga aku terkena tembakan itu. Punggungku terasa sangat sakit, rasanya peluru itu telah mencapai jantungku. Sakurai senpai terlihat sangat khawatir dengan keadaanku, sehingga ia hampir tidak berkata-kata apapun dengan kondisiku yang sekarang.
"Punggungku ditembak seseorang." Dengan suara yang berat ia berkata seperti itu.
"Diam kau!. Aku tidak ingin mendengarkan keluhan darimu!." Sakurai berusaha untuk menahan dirinya.
"Ahaha!. Benar juga. Maafkan aku, tapi rasanya sangat sakit sekali." Rintih Kira lagi.
"Siapa yang peduli?!. Itulah akibatnya jika kau terlalu percaya diri!." Sakurai sangat kesal mendengarnya.
Siapa juga yang menyangka, ternyata Sayaka diam-diam menghubungi Nyonya X. Saat itu juga Nyonya X dapat mendengar dengan jelas jika Kira berhasil kena tembakan.
"Kenapa kau tidak membawa aku ke rumah sakit Sakurai?. Kau tidak kasihan padaku?." Rengek Kira lagi dengan suara manja.
"Memangnya kau bisa bangkit setelah ditembak seperti itu?." Sakurai bertanya dengan perasaan cemas.
"Yang kena tembakan itu adalah punggungku yang sepertinya bisa menembus ke jantungku. Bukan kakiku yang kena tembakan sakurai." Rengek Kira sambil menahan sakit. Matanya juga terasa sangat berat.
"Terserah kau saja. Kalau begitu bangun lah. Badanmu terasa sangat berat untuk aku gendong." Sakurai menahan perasaan sakitnya saat ini. Entah kenapa hatinya sakit saat melihat keadaan Kira yang seperti ini.
"Kalau begitu bantu aku." Kira mengulurkan tangannya agar minta bantuan untuk berdiri. Sakurai terpaksa mengulurkan tangannya untuk membantu Kira berdiri.
Itulah yang didengar oleh Nyonya X. "Heh!. Sungguh tidak masuk akal sama sekali. Apa yang mereka ingin lakukan dalam keadaan seperti itu?. Hanya menunggu anjing sialan itu mati masih saja berdialog dramatis." Setelah mendengarkan apa yang dibicarakan mereka, ia memutuskan panggilan itu. "Sayang sekali. Kau harus mati secepat itu anjing bodoh." Senyumannya begitu mengerikan, meskipun tersembunyi di balik topeng itu. Namun ia dapat merasakan sensasi luar biasa saat ini.
__ADS_1
Setelah agak lama, Ryoma, Naoki, Kitamura Tsubaki, dan Matsumoto Hiraishi kembali. Mereka melihat Sakurai yang berusaha untuk memapah Kira, membantunya untuk berjalan.
"Maaf sakurai san. Kami tidak berhasil menemukan siapa yang telah melakukan penembakan itu." Ryoma dengan berat hati berkata seperti itu.
"Uhuk!." Kira terbatuk keras. Dadanya terasa sangat sakit.
"Kira!." Sakurai sangat terkejut dengan kondisi Kira saat ini, apalagi saat Kira kembali jatuh dan ambruk ke tanah. Begitu juga dengan mereka melihat itu sangat terkejut. "Kira!." Sakurai menepuk pipi Kira agar tetap sadar, akan tetapi pada saat itu Kira benar-benar tidak merespon lagi.
Ah!. Sangat kurang ajar sekali!. Berani sekali mereka melakukan itu padaku dengan cara yang sangat kurang ajar!. Akan aku perlihatkan siapa aku sebenarnya pada mereka suatu hari nanti. Jika aku ini adalah manusia abadi yang tidak akan bisa mati dengan mudahnya. Aku harap Sakurai senpai ingat cara membangunkan aku kembali. Aku harap dia tidak terpukul atas kematianku pada saat itu.
"Kira!. Kau telah berjanji padaku!. Jika kau tidak akan mati sebelum kau menyelesaikan masalah ini."
"Lihatlah, sakurai san sangat gelisah." Ryoma juga gelisah melihat keadaan ketuanya saat ini.
"Kau benar. Semoga saja kira tidak mati. Akan berbahaya jika kira mati." Naoki juga mereka simpati dengan apa yang terjadi pada Kira.
"Heh!. Untuk apa kalian bersimpati padanya?. Dia juga akan mati, jika anjingnya ikut mati." Dalam hati Sayaka berharap jika kira akan mati secepatnya, karena itu adalah tugas yang diberikan nyonya x padanya.
"Bagaimana keadaannya?. Apakah dia baik-baik saja?." Sakurai langsung bertanya keadaan Kira karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada temannya itu.
"Maafkan kami pak. Kami telah berusaha semaksimal mungkin. Ia tidak bisa diselamatkan." Dokter tersebut mengatakan hal yang tidak ingin mereka dengan terutama Sakurai.
"Tidak bisa diselamatkan?." Amarah Sakurai memuncak. Ia tidak terima sama sekali jika Kira meninggal begitu saja karena tembakan yang tidak diketahui oleh siapapun itu.
"Sakurai san?."
"Jadi kira beneran mampus?." Dalam hati Ryoma berusaha untuk menyaksikan apakah yang ia dengar itu benar atau tidak.
"Aku tidak menduga ini akan terjadi. Sungguh sangat disayangkan sekali. Nasibnya malang sekali." Dalam hati Naoki mencoba untuk kita percaya dengan apa yang menimpa temannya itu.
"Siapa bilang dia tidak bisa diselamatkan?." Sakurai masuk ke dalam ruangan itu. Saat itu ia teringat dengan apa yang ia katakan pada Kira.
"Tapi tuan, dia benar-benar tidak bisa diselamatkan lagi." Dokter itu berkata yang sebenarnya. Dokter itu juga telah bank usahakan untuk menyelamatkan seseorang polisi yang terkena tembakan, tetapi sepertinya ia tidak bisa melakukan dengan baik.
Sakurai Senpai?. Kau tidak lupa cara membangunkan aku bukan?. Aku telah mengatakannya padamu waktu itu, aku harap kau tidak lupa. Jika kau lupa maka nasibmu akan berkahir sampai di sini saja. Jangan biarkan mereka tertawa diatas penderitaan yang kau rasakan selama ini. Jadi cepatlah!. Ingat apa yang aku katakan padamu pada saat itu.
"Kau harus janji padaku. Jika kau tidak akan meninggalkan aku sebelum kau berhasil menyelesaikan kasus undangan berdarah." Sakurai kembali mengingatkan Kira akan apa yang telah ia katakan padanya.
"Tentunya saja aku berjanji sakurai." Kira memperlihatkan senyumannya. "Aku ini adalah laki-laki, jadi tidak ada alasan untukku untuk tidak menepatinya." Dengan perasaan bangga ia berkata seperti itu. Baginya itu bukan hanya sekedar janji akan tetapi, itu adalah hal yang harus ditepati dengan sepenuh hatinya. Karena baginya karya tari adalah orang yang sangat penting di masa lalunya.
"Lalu bagaimana jika suatu hari nanti kau mati atau terbunuh?. Kau juga manusia bukan?." Sakurai memikirkan hal terburuk yang akan dialami oleh Kira nantinya. Saya memikirkan hal buruk yang akan melanda alami di masa akan datang.
"Itu tidak akan terjadi." Lanjutnya. "Karena aku ini adalah manusia abadi. Jadi tidak mudah bagiku untuk mati." Kira berkata dengan nada yang sangat sombong sehingga iya memamerkan kekuatan yang ia miliki selama ini.
"Heh!. Kau ini banyak bicara juga ternyata. Iblis yang sangat sombong sekali pada majikannya." Sakurai sangat tidak suka mendengarnya.
"Jika kau tidak percaya, maka kau bisa membuktikannya sendiri." Kira mana tertawa cekikikan melihat raut wajah Sakurai saat itu.
"Hah?. Kalau kau mati ya mati saja!. Bagaimana bisa kau bangkit lagi jika sudah mati!." Sakurai semakin kesal mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira.
"Ahahah akan aku ajari padamu caranya." Kira semakin tertawa melihat raut wajah Sakurai yang semakin marah padanya.
Ya, aku telah mengajarkan pada Sakurai senpai bagaimana caranya membangunkan aku. Semoga saja Sakurai senpai tidak lupa bagaimana caranya. Kenapa aku begitu deg-degan menunggunya membangunkan aku?.
"Kau mengatakan jika kau tidak akan mati!." Dengan suara keras Sakurai berteriak di ruangan itu. Membuat mereka semua yang ada di sana terkejut, dan tidak menduganya jika akan terjadi hal buruk itu.
"Sakurai san." Ryoma dan Naoki merasa simpati pada Sakurai yang kehilangan orang yang sangat dipercayai.
"Heh!. Malang sekali nasib kalian." Dalam hati Sayaka malam merendahkan sakura yang sedang dalam keadaan sedih.
"Tuan polisi." Bahkan dokter yang memeriksa Kira juga merasa simpati.
"Bangunkan saja aku dengan penuh cinta dan kasih sayang. Cium pipiku dengan darahku sendiri. Maka aku akan bangun saat itu juga." Itulah yang diingat oleh Sakurai, sehingga hatinya semakin sakit.
"Mau sampai kapan kau akan tertidur seperti ini?. Apakah kau akan membiarkan target kita melarikan diri?." Dengan kesalnya ia melumuri tangannya dengan darah Kira, setelah itu.
PLAK!!!.
Sakurai menampar keras pipi Kira dengan sangat kuat. Sehingga terlihat bekas darah berbentuk jari di Pipi kiri Kira.
"Apa yang dia lakukan?." Dalam hati mereka semua sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Sakurai.
"Siapa yang menyuruhmu untuk bermalas-malasan?. Kau pikir aku mengizinkan mu tidur siang disaat aku sedang dikejar waktu?." Sakurai mengepak kuat tangannya. Seakan-akan ia telah melampiaskan rasa sakit hatinya yang ada di dalam hatinya. Dengan sekuat tenaga yang ia miliki saat itu "Cepat bangun atau aku akan lebih keras menamparmu anjing bodoh!." Sakurai benar-benar tidak tahan lagi. Ia hanya ingin membuktikan apakah ucapan Kira pada hari itu benar atau salah.
"Sakurai san. Kasihan sekali melihatmu seperti ini. Aku tahu kau banyak bergantung padanya. Tapi jangan seperti itu juga. Sungguh kasihan sekali nasibmu sakurai san." Dalam hati Ryoma merasa simpati. Rasanya iya ingin menangis melihat keadaan Sakurai yang terlihat prustasi.
"Aku tidak menduga sakurai san akan kembali menjadi gila lagi. Sepertinya aku harus membuat surat pengunduran diri setelah ini." Dalam hati Naoki tidak kuat melihat ini. Rasanya ia tidak sanggup melihat keadaan Sakurai.
"Ahaha!. Dia gila?. Sungguh luar biasa sekali." Dalam hati Sayaka malah senang melihat pemandangan itu.
Mereka boleh menganggap Sakurai senpai seperti itu, maka kita lihat setelah ini akan jadi seperti apa.
__ADS_1
Kira off.
...**...