
...***...
Kira on.
Cukup lama waktu yang dinantikan ternyata akhirnya datang juga. Sebenarnya aku tidak memiliki persiapan apapun untuk berhadapan dengan pembunuh sadis itu. Namun saat itu aku mendapatkan firasat yang sangat buruk, bahkan bukan hanya aku saja yang merasakan firasat buruk itu. Chitose anakku juga dapat merasakan kegelapan yang akan ditebarkan oleh pembunuh sadis itu. Sungguh sangat keterlaluan apa yang akan dia lakukan dia akan membunuh banyak nyawa malam itu. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi karena itulah aku harus menghentikannya malam ini. Walaupun tidak memiliki persiapan yang sangat matang aku yakin aku bisa membunuhnya malam ini. Daripada dia yang membunuh banyak nyawa yang tidak berdosa lebih baik aku yang membunuhnya. Mau tahu bagaimana pertarungan kami nantinya simak terus bagaimana ceritanya.
Kira off.
Malam masih berlanjut, namun pada saat itu Kira dan Akazuki Daiji sedang berhadapan. Mereka benar-benar melakukan pertarungan yang sangat dahsyat. Akazuki Daiji telah berhasil memancing Kira untuk masuk ke dalam hutan gunung kabut merah.
Setelah berlari agak lama memasuki hutan itu Akazuki Daiji menghentikan larinya, ia berbalik arah, dan hampir saja menyerang Kira dengan menggunakan pisau merah miliknya itu. Kira menyadari itu hingga ia sempat menghindarinya dengan melakukan sebuah tendangan ke arah Akazuki Daiji, sayanya Akazuki Daiji menyadari serangan itu dan mereka saling menjauh setelah itu.
"Ho?. Hebat juga kau bisa memasuki hutan ini tanpa merasa takut bahwa di hutan ini banyak jebakan." Akazuki Daiji menyeringai lebar sambil menatap ke arah Kira. "Hutan ini adalah wilayah kekuasaanku, jadi kau tidak akan bisa menghentikan aku di sini." Ucapnya dengan penuh percaya diri.
"Heh!." Kira mendengus kecil. "Aku tidak takut apapun kondisinya, bahkan di hutan yang menyeramkan ini." Kira juga tidak mau kalah dengan apa yang dikatakan oleh Akazuki Daiji.
"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau mengincarku apa yang kau inginkan dengan menghentikan aku?." Akazuki Daiji terlihat sangat waspada karena tatapan mata Kira sangat menyeramkan.
"Tujuh tahun yang lalu. Kau telah membunuh seseorang di hadapanku, aku yakin kau lupa dengan kejadian itu." Kira masih sakit hati dengan kejadian itu, ia tidak akan pernah melupakan kejadian yang mengerikan saat itu.
"Setelah membunuh seseorang aku tidak akan mengingat siapa dia, karena itu tidak penting bagiku." Jawabnya dengan cueknya. "bagiku membunuh seseorang adalah hasrat yang selalu ingin aku lampiaskan. Entah itu karena permintaan dari orang lain atau keinginan diriku sendiri. Membunuh orang lain bagiku adalah hasrat yang sangat menyenangkan." Itu adalah perasaan yang muncul dari hatinya ketika ia melakukan pembunuhan itu.
"Itulah letak kesalahan yang kau lakukan. Kau dan aku tujuh tahun yang lalu pernah bertarung dan kau melarikan diri. Mungkin kau lupa dengan kejadian itu, tapi aku masih ingat bagaimana dengan pengecutnya kau melarikan diri dariku." Kira tertawa terkekeh kecil, iya masih ingat bagaimana Akazuki Daiji melarikan diri pada saat itu.
__ADS_1
Deg!!.
Entah kenapa tiba-tiba Akazuki Daiji teringat akan sesuatu hal yang memalukan baginya pada saat itu. "Jadi kau adalah bocah dari pada saat itu yang telah berani berhadapan dengan aku?." Tiba-tiba saja ia teringat dengan kejadian yang tidak seharusnya ia ingat lagi.
"Ho?. Jadi kau mengingat aku?." Kira benar-benar telah siaga untuk menyerang Akazuki Daiji. "Kalau begitu aku tidak akan ragu lagi untuk membunuhmu. Kau harus membayar semua nyawa yang telah kau bunuh." Saat itu Kira terlihat sangat menyeramkan ia menggunakan kekuatan iblisnya untuk mengalahkan membunuh sadis itu.
"Aku adalah predator tertinggi, jadi aku tidak akan takut padamu." Akazuki Daiji melangkah ke samping beberapa langkah.
Walaupun hutan gunung kabut Merah saat itu terlihat semakin menyeramkan, namun keduanya masih tetap dapat melihat kondisi musuhnya. Mereka dapat melihat dengan jelas bagaimana lawannya, karena mereka memiliki mata yang tidak biasa.
Kira telah mengincar Akazuki Daiji, itu yang memberanikan diri berlari ke arah pembunuh sadis itu. Mereka kembali bertarung mengadu fisik, namun sesekali Akazuki Daiji menyerang Kira dengan menggunakan pisau miliknya. Kira dapat membaca semua gerakan yang dilakukan oleh Akazuki Daiji, sehingga dengan mudahnya ia menghindari serangan itu.
Pukulan tendangan dan bahkan menggunakan senjata, mereka bertarung dengan habis-habisan. "Kau bukanlah seorang predator, kau hanyalah sampah yang tidak berguna yang harus segera aku singkirkan." Kira melayangkan beberapa kali tendangan ke arah Akazuki Daiji, bahkan ia menggunakan gerakan menipu untuk mengalahkan Akazuki Daiji.
Saat itu kira sedikit lengah, hingga pipinya berhasil digores dengan pisau oleh Akazuki Daiji.
"Heh!. Ternyata kau hanya pandai berbicara saja." Akazuki Daiji mengejek Kira.
Namun kira tidak bisa membiarkan itu, dua buah pukulan tolak mengenai Akazuki Daiji. Bukan hanya itu saja ketika pembunuh sadis itu berusaha untuk menangkis pukulan berikutnya, tidak ada yang mengetahui ternyata itu hanyalah tipuan saja. Tendangan yang sangat kuat diarahkan ke bahu Akazuki Daiji. Saking kuatnya tendangan itu sehingga membuat pembunuh sadis itu bertekuk lutut.
Duakh!.
Kali ini Kira melayangkan tendangan yang sangat kuat ke samping kiri tubuh Akazuki Daiji.
__ADS_1
"Keghakh!." Akazuki Daiji terlempar ke samping, ia sama sekali tidak menduganya. Tubuhnya berguling ke tanah karena serangan yang kuat itu. Ia meringis kesakitan saking kuatnya tendangan yang dilayangkan oleh Kira tadi.
Kira kini menindih tubuh Akazuki Daiji, kira menahan gerakan Akazuki Daiji. Sehingga pembunuh bayaran itu tidak berkutik lagi. "Sudah aku katakan padamu, bahwa kau hanyalah sampah yang tidak berguna." Kira menyerangnya sangat lebar, matanya terlihat merah menyala. Mata itu lebih menyeramkan dari pisau merah milik Akazuki Daiji.
Deg!.
Saat itu Akazuki Daiji seakan-akan telah memasuki dimensi lain sehingga ia sangat terkejut dengan kondisinya yang saat ini. Tempat itu hanyalah tempat kegelapan yang tidak bisa diukur kedalamannya oleh siapapun. Bahkan ia sendiri tidak dapat melakukan penglihatannya dengan jelas saking gelapnya tempat itu.
"Ini adalah ruang kegelapan yang kau miliki selama ini. Ruang kegelapan yang tercipta dari hasil pembunuhan yang telah kau lakukan selama ini." Tiba-tiba saja Kira muncul di hadapannya.
"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau dapat memasuki ruangan kegelapan milikku ini?." Akazuki Daiji sangat bingung. Karena tidak ada yang bisa melihat kegelapan yang ada di dalam hatinya. Tapi kenapa polisi itu dapat memasuki ruangannya dengan sangat mudah?.
"Aku adalah tipe iblis yang memiliki kemampuan yang dapat memiliki penghubung dua dunia. Sehingga aku dapat melakukan apapun, termasuk melihat kegelapan yang ada di dalam dirimu." Kira terlihat sedang memegang pisau berwarna hitam yang sangat mengerikan.
Chekh!.
Tanpa diduga kira melempar pisau itu ke arah Akazuki Daiji, pisau itu mengenai bahu kanan Akazuki Daiji. Sehingga terdengar teriakan yang sangat keras dari Akazuki Daiji.
"Keghakh!." Akazuki Daiji tidak menyangka akan diserang dengan sangat mudahnya oleh seseorang.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apa yang dilakukan Kira sebenarnya pada Akazuki Daiji?. Bagaimana hasil pertarungan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
Next.
__ADS_1
...*** ...