
...***...
Kira on.
Terkadang kita memang merasa berkuasa atas seseorang, akan tetapi ingatlah ia juga memiliki perasaan. Karena itulah kita harus menjaga perasaan yang ia miliki. Jangan sampai kita menyakiti seseorang yang sangat mencintai kita dengan sepenuh hati. Apalagi sampai membunuhnya, mengakhiri hidupnya dengan begitu saja. Maka penyesalan yang akan kau dapatkan dari apa yang telah kau lakukan padanya.
Kira off.
Masahiko Katsu melihat wanita itu menangis, ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya. "Kenapa hanya dengan tatapan mata saja?. Ichikawa masayuki malah menangis?." Dalam hatinya tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat.
"Aku memang telah mendorongnya. Aku yan telah membunuhnya." Ichikawa Masayuki mengakui apa yang telah ia lakukan. "Aku melakukan itu karena dorongan yg ada di dalam hatiku, aku menerima begitu saja uluran tangan seseorang. Sungguh maafkan aku." Ia mengatakan itu sambil menangis. Ia tidak dpt menyembunyikan perasaan menyesal yang ia rasakan pada saat itu.
"He?. memangnya apa yang ada di dlm kira sehingga wanita itu mengakui apa yang telah ia lakukan?." Dlm hti Masahiko Katsu sangat heran melihat itu. "Kekuatan apa yang telah dimiliki oleh kira sehingga ichikawa masayuki mengatakan kejahatannya?." Ia melihat sendiri bagaimana sikap dia yang ditunjukkan oleh Kira selama interogasi itu berlangsung.
"Baguslah kalau kau mengakui apa yang telah kau lakukan." Kira tersenyum kecil. Ia sangat senang dengan apa yang telah ia dengar. "Kau bisa mengubah dirimu ke arh yang lebih baik nant. Aku yakin dia ingin kau berada di tempat yang lebih baik. Kau harus bisa mengubah dirimu sendiri dengan menghilangkan rasa penuh kemanusiaan. Aku yakin kau bisa melakukan itu." Kira memberikan kata-kata yang sangat bagus untuk didengar.
"Um." Ichikawa Masayuki mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kira. "Terim kasih karena kau telah menyadarkan aku untuk mengakui apa yang telah aku lakukan." Ia tersenyum kecil. "Maafkan aku karena telah melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan sebagai seorag manusia." Ia mengungkapkan apa yang ad di dlm hati saat itu.
"Jadi kau telah mengakui apa yang telah kau lakukan?." Masahiko Katsu memastikan kembali ats apa yang telah dikatakan oleh Ichikawa Masayuki.
"Sungguh maafkan aku, karena aku telah membuat masalah yang sangat tidak bisa dimaafkan." Ichikawa Masayuki telah menunjukkan penyesalan itu.
"Kau adalah wanita yang sangat baik sebenarnya. Tapi kau tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama." Kira kembali tersenyum lembut.
"Um." Ia berusaha untuk tersenyum walaupun terasa sangat sangat sulit.
...***...
__ADS_1
Madoka Yuna dan Osamu Kei saat ini sedang memeriksa keadaan tempat kejadian perkara yang kini menjadi tempat yang sangat menghebohkan banyak media dan masyarakat.
"Larang media untuk meliput daerah ini untuk sementara waktu." Madoka Yuna memerintahkan pada anak buahnya untuk menghalangi media dan masyarakat untuk mendekat.
"Baik, laksanakan!." Balas mereka dengan tegas.
"Kasus yang sama terjadi lagi?. Hanya tempat saja yang berbeda. Sungguh kasus yang sangat luar biasa." Osamu Kei sangat miris dengan kejadian itu. Sungguh ia tidak bisa berpikir jernih mengenai masalah yang telah terjadi. "Rasanya aku hampir gila karena masalah ini." Ia hampir saja merengek dengan apa yang telah terjadi.
"Kau pikir hanya kau saja yang mengalami masalah seperti itu?. Aku juga hampir menyerah dengan masalah yang telah terjadi." Madoka Yuna juga merasa miris dengan kejadian yang sangat mengerikan seperti itu.
"Lalu apa yang akan kita lakukan dengan masalah itu?." Osamu Kei malah bertanya pada temannya.
"Aku tidak tahu. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya, mungkin." Hanya itu saja jawaban yang ia berikan.
...***...
"Jadi kalian telah melakukan intro padanya?." Amaya Hanako masih penasaran.
"Ya, begitulah." Masahiko Katsu yang menjawab pertanyaan itu.
"Lalu apa yang kau dapatkan dari interogasi itu?." Kichiro Seira ikut memberikan pertanyaan.
"Wanita itu melakukan kejahatan yang telah ia lakukan atas rasa cemburu yang ia rasakan. Pikiran negatif yang tercipta dari pikirannya itu yang telah mendorong ia menjadi seorang pembunuh." Kira dengan tenangnya menjelaskan masalah itu. "Selain itu, tolong sebarkan tentang orang ini. Karena dia yang telah membuat orang lain melakukan kejahatan melalui suara gelombang pikiran yang sangat jahat." Kira menunjukkan sebuah foto yang tela ia cetak dengan sebaik mungkin.
Mereka semua yang merasa penasaran langsung melihat dengan sangat baik bagaimana wajah seseorang yang diperlukan oleh Kira.
"Apakah kau telah memiliki bukti atas kejahatan yang telah ia lakukan?." Kichiro Seira kembali bertanya pada Kira.
__ADS_1
"Aku memang tidak memiliki bukti fisik. Tapi aku sangat yakin jika dia yang telah melakukan itu." Kira terlihat sangat percaya diri dengan ucapannya.
Brakh!.
Kichiro Seira menggebrak meja itu dengan sangat kerasnya, hingga membuat mereka semua terkejut. "Berni sekali kau berkata seperti itu tanpa adanya bukti?." Dengan penuh amarahnya sangat membara ia berkata seperti itu. Saking tidak dapat menahan emosinya, ia tarik kuat baju kira dengan sangat kuat hingga membuat Kira meringis sakit.
Plak!.
Kira menepis kuat tangan itu, ia juga terbawa amarah. "Kegh!. Jangan sentuh aku!." Bentaknya dengan suara keras. "Wanita yang dipenuhi oleh rasa iri seperti kau tidak pantas mengkritik apa yang telah aku lakukan!." Kira benar-benar marah, ia lampiaskan kemarahannya yang entah kapan ia rasakan itu. "Lagipula aku yang akan melakukan itu sendirian. Kau bukan tim ku. Aku yang meminta bekerja sendirian. Jadi kau tidak memiliki hak untuk protes padaku." Dengan penuh penekanan ia berkata seperti itu.
Tentunya itu membuat mereka semua sangat terkejut melihat itu. Mereka yang beberapa minggu yang lalu masih melihat sikap sabar dari Kira ketika berhadapan dengan Kichiro Seira. Namun pada saat itu, mereka semua melihat kemarahan yang ditunjukkan oleh Kira?.
"Kau?!." Kichiro Seira sangat gram mendengarkan ucapan itu. Hatinya sangat sakit, tidak terima sama sekali dengan ucapan itu.
"Masalah ini nanti akan aku jelaskan jika pelakunya berhasil aku tangkap." Kira kali ini melihat ke arah Katashi Arata. "Ketua, berikan aku surat izin untuk menggeledah orang ini setelah aku berhasil menemukannya." Kira masih memperlihatkan kemarahan yang ia rasakan. "Aku berjanji akan melakukannya dengan baik." Dengan tegas ia berkata seperti itu.
Katashi Arata menghela nafasnya, meskipun ia tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan Kira. "Hubungi aku kapan saja jika memang kau membutuhkan surat izin itu." Katashi Arata memahami apa yang telah dilakukan kira.
"Terima kasih ketua." Kira terlihat tersenyum kembali, seakan-akan kemarahan yang ia rasakan tadi hilang begitu saja.
"Kalau kau membutuhkan bantuan dariku, aku akan segera membantumu kira." Masahiko Katsu terlihat ceria kembali. Ia segera mendekati Kira, setelah itu ia rangkul pundak Kira dengan sangat akrab. "Bagaimana jika sebelum kita melakukan tugas, kita mencari makan siang supaya lebih bersemangat lagi." Masahiko Katsu hanya tidak ingin melihat Kira marah.
"Ok." Kira juga terlihat sangat akrab dengan Masahiko Katsu.
Sedangkan mereka semua hanya diam saja melihat kepergian mereka, tidak ada komentar dari mereka. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisahnya.
...***...
__ADS_1