
...***...
Kira on.
Ohohoho!. Meskipun yang kembali adalah jasadku, aku yakin mereka sangat terkejut. Jika saja aku bisa melihat bagaimana raut wajah mereka saat ini, ingin rasanya aku tertawa keras dan berkata kasar pada mereka semua. Ya, tapi apa boleh. Saat ini aku tidak bisa melakukan itu karena aku memang sedang dalam keadaan koma?. Sebut saja seperti itu, karena aku memang tidak bisa bergerak sama sekali. Bagaimana kisa selengkapnya?. Simak dan baca dengan baik kisah ini. Jangan sampai terlewatkan walaupun hanya satu patah kata saja. Mohon dukungannya ya pembaca tercinta, supaya kisah ini bisa sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti. Salam penuh penuh cinta untuk pembaca tercinta.
Kira off.
Sakurai saat itu sangat tidak percaya, jika Kira benar-benar dilumpuhkan oleh mereka semua. Sungguh hatinya sangat sedih, karena ia tidak menduga sebelumnya. "Pantas saja kira tidak datang pada saat itu." Dalam hatinya sangat sedih mengingat itu.
"Hei!. Apa yang terjadi padanya?!. Kenapa dia malah tewas?!." Dalam keadaan seperti itu, Daisuke Watanabe malah bertanya pada Naoki?.
"Apa yang terjadi pada anjing bodoh itu?!." Sasaki Taka juga bertanya karena sangat heran dengan keadaan Kira.
Saat itu Jun Hayama, Higashi Arashi dan Erika Toda juga ikut mendekat. Karena mereka ingin memastikan sendiri apakah itu benar Kira atau tidak?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?.
"Bagaimana mungkin si anjing itu dalam keadaan seperti itu?!." Erika Toda sangat sakit hati. "Bagaimana mungkin kalian bisa membawanya kemari?!. Harusnya anjing itu telah mati, dibakar menjadi abu!." Sungguh ia telah memperlihatkan kemarahan yang ia rasakan.
"Heh!. Maaf saja, kami berhasil menyelamatkannya." Ryoma mendengus kesal sambil menyombongkan dirinya?.
"Tidak mungkin kalian bisa menyelamatkannya!. Lagi pula dia telah mati!. Kami yang menyaksikannya, jika dia telah dibakar bersama peti itu!." Bentak Erika Toda dengan amarah yang membara. Membuat seisi ruangan itu melihat ke arahnya.
__ADS_1
Seisi ruangan kini mulai berpikir atas apa yang telah dikatakan oleh Erika Toda. Ada hal ganjal yang sedang terjadi di sana.
"Memang pada saat itu mungkin nyonya telah membakar mayat kira. Tapi buktinya ia masih dalam keadaan utuh, belum menjadi abu sedikitpun. Apakah nyonya tidak melihatnya?." Naoki berkata dengan santainya.
"Kalian pasti telah melakukan sesuatu yang aneh. Kalian jangan coba-coba memanipulasi kami!." Erika Toda mencoba untuk mereda amarahnya.
"Kami sama sekali tidak memanipulasi kalian semua. Kami telah melakukan semua yang diminta kira." Ryoma terlihat senang. Karena ia berhasil menjalankan tugas dari Inuzuka Kira?.
"Itu mustahil!. Dia sudah mati!. Bagaimana mungkin dia mengatakan rencananya pada kalian?!." Kali ini amarahnya benar-benar meledak.
"Bagaimana mungkin nyonya mengetahui jika kira telah mati?. Apakah nyonya bisa menjelaskannya pada kami?. Sedangkan yang ada di ruangan ini tidak ada yang mengetahui jika kira telah tewas?." Hiroshi Aoyama yang memberikan pertanyaan seperti itu.
"Kegh!." Sedangkan Erika Toda hampir saja terjebak dengan kemarahan yang ia rasakan pada saat itu.
"Biar aku tebak. Jangan-jangan nyonya yang membunuhnya?. Sehingga nyonya mengetahui, jika inuzuka kira telah tewas?." Kembali ia menebak apa yang ada di dalam pikiran Erika Toda saat itu.
"Diam kau!. Mana mungkin aku melakukan itu?. Jika dia sudah mati!. Maka mati saja!. Jangan mencari-cari kambing hitam atas kematiannya!." Sungguh, ia hampir saja tidak bisa menahan dirinya.
Mereka semua terdiam mendengarkan dan melihat bagaimana raut wajah kemarahan Erika Toda pada saat itu. Baru kali ini mereka melihat kemarahan seorang Erika Toda, seorang wanita dengan gelar kepolisian yang sangat baik. Akan tetapi saat ini ia menampilkan hal yang sangat berbeda dari yang sebelumnya.
"Siapa bilang kira telah tewas?." Sakurai benar-benar tidak tahan lagi.
__ADS_1
Mereka semua kali ini melihat ke arah Sakurai yang juga sedang menahan perasaan yang membuncah di dalam hatinya. "Kira tidak mati. Dia hanya istirahat sebentar." Lanjutnya lagi.
"Nakamoto." Entah kenapa pada saat itu Daisuke Watanabe merasa simpati pada Sakurai. "Mungkin dia tidak terima, jika anjingnya mati?." Dalam hati Daisuke Watanabe sedikit simpati?.
"Hah?!. Kau ini bicara apa nakamoto kun?." Higashi Arashi mendekati Sakurai.
"Sudah aku katakan padamu, jika dia belum mati." Sakurai sangat kesal, ia cabut pisau yang ada di dada kiri Kira. Mereka semua bergidik ngeri melihat apa yang dikatakan oleh Sakurai pada saat itu.
"Apa yang kau lakukan bodoh!." Daisuke Watanabe, Sasaki Taka, Higashi Arashi, dan Jun Hayama juga yang lainnya sangat histeris melihat itu. Mereka semua menganggap Sakurai sangat gila.
"Akan aku buktikan jika kira belum mati." Sakurai menyeringai lebar sambil melumuri tangannya dengan darah yang ada di pisau itu. "Aku bersumpah, saat kira nanti bangun. Kalian akan menyaksikan akhir dari permainan dari kasus undangan berdarah." Sakurai menyimpan pisau itu untuk menjadi barang bukti atas apa yang telah terjadi nantinya.
"Kau ini memang sangat gila." Mereka semua hanya menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh Sakurai.
"Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan?. Bukankah inuzuka kira telah tewas?." Dalam hati Yamamura Tani tidak mengerti apa yang akan dilakukan Sakurai. Itu ia anggap sebuah hal yang gila. Begitu juga dengan pandangan mereka tentang Sakurai pada saat itu, sehingga mereka sama sekali tidak menegurnya, atau mencegahnya.
Sementara itu, Sakurai yang telah melumuri tangannya dengan darah Kira, setelah itu ia tampar pipi Kira agak kuat, hingga terlihat bekas tangannya di sana. Entah kenapa pada saat itu ia tidak dapat lagi menyembunyikan tangisnya. "Akuma rinku." Ia berusaha untuk mengingat bibirnya agar tidak menangis. "Kau adalah akuma rinku. Kau yang telah memberikan aku kekuatan untuk bertahan selama ini." Rasanya ia tidak kuat lagi untuk tidak mengatakan itu. "Bangunlah, dan selesaikan tugasmu dengan baik. Jika tidak aku aku akan membuangmu. Siapa yang menyuruhmu tidur akuma rinku?." Lanjutnya lagi dengan perasaan yang sangat sesak yang tidak bisa ia tahan lagi. "Kau harus bangun akuma rinku." Ucapnya sambil menamplok kepala Kira. "Aku belum mengizinkanmu mati sebelum kau menyelesaikan kasus ini." Hatinya sangat sesak, karena dua kali mengalami hal yang sama?.
Mereka semua dapat melihat dan merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Sakurai?. Apa yang dilakukan Sakurai sebenarnya?. Apakah ia putus asa karena Kira telah tiada?. Apalah hanya Kira yang menjadi penopang hidupnya selama ini?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
...***...
__ADS_1