
...**...
Kira on.
Aku tidak tahu, apakah kisah ini masih berlanjut atau tidak, karena ini masih mengulas kembali cerita sebelumnya. Harap dimengerti, sekaligus mengingatkan kembali pembaca tercinta sebelum masuk pada kasus yang baru, apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
Kira dan Sakurai berniat ingin kembali ke daerah Higashiyama. Mereka ingin meneliti kembali apa yang telah terjadi, dan Kira juga ingin memastikan jika Sayaka memang ada hubungannya dengan wanita bertopeng itu. Akan tetapi pada saat itu Kira memeriksa HP-nya karena ada notifikasi yang masuk. Kira segera membukanya, karena ia sangat penasaran apa isi dari email itu?. Matanya sangat terkejut melihat apa yang ada di rekaman CCTV itu.
Deg!!!.
Jantungnya berpacu dengan waktu yang seakan-akan tidak memihak padanya.
"Sepertinya kita akan mendapatkan masalah sakurai." Kira menunjukkan rekaman itu pada Sakurai yang sedang menyetir. "Sepertinya seseorang sedang bermain-main dengan kita." Hatinya sangat panas karena apa yang ada di CCTV itu.
"Kurang ajar!. Kenapa itu bisa terjadi?!." Sakurai yang terkejut melihat rekaman itu terpaksa banting stir. Beruntung jalan masih sepi karena cuaca sedang dingin. Jadi tidak ada satupun orang di sana. "Bagaimana itu bisa terjadi?. Tidak mungkin aku melakukan itu!." Sakurai sangat tidak percaya.
Namun saat itu juga masuk pesan baru yang dibaca oleh Kira. Pesan singkat yang membuat Sakurai dan Kira terpaku di tempat.
From tidak berguna 1.
Kira san. Sebaiknya saat ini jangan menyerahkan diri. Jika tidak kau akan tertangkap sebagai kasus pembunuhan sadis. Jika kau ingin mencari tempat persembunyian saat ini maka datanglah ke desa higashi ko. Di sana ada rumah ku untuk kalian sembunyi untuk sementara waktu.
Itulah surat yang dibacakan oleh Kira pesan yang disampaikan Ryoma. Entah ini masalah yang saling terhubung dengan kasus undangan berdarah atau tidak, namun Kira tidak mau membahayakan keselamatan keduanya jika mereka sampai tertangkap.
"Bagaimana menurutmu sakurai?." Kira hanya tersenyum kecil. "Apakah kita akan menyerahkan diri atau kita menyingkir untuk sementara waktu?." Kira bertanya pada Sakurai mau melakukan apa?.
__ADS_1
"Siapa yang mau menyerahkan diri bodoh!." Sakurai sangat geram dengan ucapan Kira. "Aku yakin itu hanyalah jebakan yang disiapkan oleh wanita bertopeng itu untuk kita!." Ia mendengus kesal. "Aku tidak akan menyerah begitu saja!." Sakurai ingin berteriak kuat, ia tidak menduga sebelumnya jika ada orang yang tidak senang dengan apa yang mereka lakukan. "Sepertinya mereka telah mengetahui apa yang kita rencanakan." Sakurai merasa ada yang aneh dalam kasus itu. "Karena itulah lawan mereka balik kira!." Sakurai benar-benar emosi karena merasa dijebak oleh wanita bertopeng itu.
"Sepertinya ini akan sangat menarik. Mari kita lakukan. Aku tahu apa yang harus aku lakukan." Kira menyeringai lebar.
"Kalau begitu kita pergi ke suatu tempat." Sakurai tahu harus kemana di saat seperti ini. "Wanita bajingan itu benar-benar telah mengetahui apa yang telah kita lakukan. Aku rasa itulah alasan kenapa dia membunuh takahashi mizuki sebelum kita sampai, juga membuat drama bahwa kitalah yang telah membunuh kozara hideo." Sakurai memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Sepertinya begitu. Mereka tidak ingin kita mengetahui siapa mereka sebenarnya." Kira dapat menebak alasan mereka melakukan itu. "Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja. Pasti akan aku lihat siapa mereka semua. Termasuk wanita itu." Kira berjanji akan melakukan itu dengan baik. Tidak akan ia biarkan wanita itu berbuat sesuka hatinya.
Aku sangat terkejut, pada saat itu ada orang yang bermain-main denganku. Dia berani membuatku dan Sakurai senpai menjadi pembunuh yang sangat sadis. Akan aku lihat apa yang terjadi semuanya, karena aku tidak suka dengan apa yang telah ia lakukan. Dia menjebak kami dengan kasus pembunuhan, membuat kami menjadi buronan.
Saat ini Kira dan Sakurai sedang berada di kawasan yang sangat jauh dari pusat kota Higashiyama. Tempat yang sudah lama tidak ia kunjungi sejak sepuluh tahun yang lalu. Apa yang akan ia lakukan saat seperti ini.
Sakurai menatap ruangan yang sudah lama tidak ia kunjungi. Rasanya sangat sakit mengingat kenangan yang ada di ruangan ini. Sedangkan Kira bisa melihat kenangan apa saja yang ada di ruangan itu. Sungguh, kenangan yang sangat indah untuk pasangan suami istri bersama anak yang mereka cintai.
"Rasanya sangat sepi." Dalam hati Sakurai menatap ruangan itu. "Kalian pergi meninggalkan aku sendirian, dan belum kembali. Apakah kalian tidak merindukan aku?. Pergi dalam kesedihan yang aku rasakan." Hatinya sangat sakit saat rindu itu menusuk jiwanya yang sedang rapuh.
"Ayaka chan, yuki chan. Bisakah kita berkumpul kembali?." Harapannya hanyalah sebuah angan-angan semata. "Tapi jika kita berkumpul, kau pasti telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik." Hatinya semakin sakit membayangkan anaknya Nakamoto Yuki yang dulunya berusia enam tahun, dan sekarang harusnya tumbuh menjadi gadis cantik 16 tahu.
"Oh, sepertinya sudah sore." Kira sudah tidak tahan melihat raut wajah Sakurai yang tampak sedih. "Ternyata ini rumah yang cukup baik untuk dijadikan tempat persembunyian." Kira mencoba mengalihkan kesedihan yang dirasakan oleh Sakurai saat ini.
"Kira dapat melihat apa yang terjadi di ruangan ini. Aku yakin itu, karena itulah dia mengalihkan perhatianku." Dalam hatinya merasakan seperti itu. Apakah ia tidak boleh larut dalam kesedihan yang ia rasakan?. Apakah ia tidak boleh bersedih hati jika saat ini ia merasakan kesepian setelah ditinggalkan istrinya?. "Untuk saat ini kita akan bersembunyi di sini sambil menganalisa video yang dikirim naoki juga ryoma." Sakurai mencoba menekan perasaan sedih itu.
Untuk sementara waktu aku dan Sakurai senpai mencari tempat yang aman untuk berdiskusi untuk melakukan langkah selanjutnya. Tapi saat itu Sakurai senpai sepertinya mengingat kenangan indah yang telah ia lewati bersama kedua orang yang sangat ia cintai.
"Ini semua telah terencana dengan baik." Kira mengingat kembali bagaimana video itu berlangsung. "Wanita bertopeng itu telah mengetahui siapa saja sisa dari target kita berikutnya." Kira mengingat lagi, saat ia sengaja mengatakan pada mereka siapa saja yang masih harus mereka tangkap sebelum ia menangkap pelaku utamanya.
__ADS_1
"Karena itulah mereka membuat drama yang dapat menghentikan kita." Sakurai sangat geram saat ia menonton ulang video itu. "Apakah kau tidak bisa melakukan sesuatu untukku kira?. Apakah hanya itu saja kekuatan yang kau miliki?." Sakurai seperti memaksa Kira untuk mengeluarkan semua kemampuan yang ia miliki. Apakah itu tidak apa-apa?.
"Tentu saja aku akan melakukannya demi membebaskan mu dari tuduhan itu." Kira menyeringai lebar. "Tapi kau tenang saja, sepertinya aku memiliki rencana yang sangat bagus." Kira sedang membayangkan apa yang akan ia lakukan pada mereka yang telah berani bermain-main dengannya.
"Apa yang akan kau lakukan kira?. Apakah kau telah mengetahui apa yang harus kau lakukan?." Sakurai penasaran apa yang akan dilakukan Kira?.
"Akan aku ceritakan padamu semuanya." Kira duduk dengan santainya. "Tapi sebelum itu kita harus ke lokasi vidoe ini terlebih dahulu sakurai. Aku ingin melihat apa saja yang terjadi di sana. Tidak mungkin mereka bermain peran dengan mudahnya." Kira pasti menemukan sesuatu jika ia memang ingin ke sana. Ke rumah Kozara Uehara yang telah tewas di tembak oleh pelaku yang menyamar menjadi Sakurai. "Aku yakin aku bisa melihat siapa yang ada di balik topeng itu." Dengan percaya diri ia berkata seperti itu.
"Itu sangat berbahaya kira!. Bagaimana jika mereka menunggu kedatangan kita ke sana!. Aku yakin mereka akan menjebak kita!." Entah kenapa Sakurai kali ini keberatan dengan ide Kira.
"Heh!." Kira menyeringai lebar kembali, layaknya seorang iblis yang sedang haus darah. "Kau tenang saja, itu akan memudahkan aku menunjukkan kepada mereka siapa pelaku yang sebenarnya." Lanjutnya lagi.
"Tapi bagaimana mungkin bisa kau melakukan itu kira?. Itu sangat berbahagia." Sakurai tidak mau mengambil risiko terlalu tinggi hanya untuk membuktikan jika mereka tidak bersalah sama sekali.
"Kau tenang saja sakurai." Kira kembali menunjukkan senyumannya yang mengerikan itu. "Aku tidak akan membuatmu dalam bahaya. Akan aku buktikan, bahwa aku adalah iblis penghubung dua dunia yang dapat melakukan apapun." Dengan percaya diri ia berkata seperti itu pada Sakurai?. "Kau tidak usah meragukan kekuatan ku. Sebab kau telah terikat kontrak dengan iblis penghubung dua dunia yang akan membuatmu menemukan kebenaran dari kasus yang kau alami sepuluh tahun yang lalu." Kira telah bersumpah akan membantu Sakurai untuk menangkap siapa dalang dari kasus itu.
Sakurai sepertinya percaya, jika Kira memang membantunya untuk menyelesaikan kasus itu. Kira tidak pernah berbohong padanya, bahkan Kira lah yang memberikan harapan padanya untuk terus bangkit.
"Aku bersumpah atas namamu sakurai. Bahwa aku akan membantumu menemukan kebenaran dari kasus itu. Kau tidak usah ragu padaku. Aku tidak akan pernah mengkhianati dirimu sakurai." Sakurai masih ingat dengan apa yang dikatakan oleh Kira pada saat itu. Lalu apa lagi yang ia ragukan dari Kira?.
"Baiklah, jika memang itu yang ingin kau lakukan, maka perlihatkan padaku bagaimana kau melakukan itu." Sakurai tidak lagi membantah apa yang dikatakan Kira. "Katakan pada mereka, bahwa mereka telah menyewa aktor yang buruk untuk membuat drama tentang pembunuhan itu." Lanjutnya lagi.
"Ryoukai!. Sakurai sama." Kira senang melihat sorot mata Sakurai tidak ada keraguan lagi. "Saat ini aku sedang bersemangat untuk melakukan sesuatu Sepertinya ia telah berhasil meyakinkan Sakurai mengenai rencana yang akan ia lakukan.
Aku selalu bersumpah akan melakukan itu semua demi Sakurai senpai. Aku telah berjanji akan mengembalikan senyuman yang ia miliki. Karena itulah aku tidak boleh gagal untuk melakukan sesuatu. Sakurai senpai, kau cukup menderita selama ini. Mereka yang telah tenggelam ke dalam kegelapan mencoba menarik tanganmu. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi padamu. Mereka semua harus segera ditangani, akan berbahaya jika mereka sampai terus menyeretmu. Lihat saja itu, akan aku bunuh mereka semua dengan kekuatanku.
__ADS_1
Kira off.