
...***...
Kira on.
Jika kau adalah seorang manusia, apakah kau tidak merasakan perasaan sakit jika disakiti oleh seseorang?. Apakah kau tidak bisa merasakan sedikit rasa sakit yang telah kau berikan kepada orang lain?. Kita ini sebenarnya adalah manusia yang sangat lemah sehingga kita membutuhkan seseorang untuk menguatkan diri. Akan tetapi kenapa kau memberikan hasrat dorongan kepada seseorang untuk jatuh ke dalam kegelapan?. Apakah kau masih bisa disebut sebagai manusia setelah melakukan itu semua?. Hasrat dorongan yang telah menjerumuskan seseorang ke dalam lubang kematian.
Kira off.
Kantor kepolisian kota Higashiyama.
Saat itu Kichiro Seira dan Amaya Hanako sedang berada di kantor, mereka mencoba untuk memeriksa apa yang telah terjadi sebenarnya pada rekaman CCTV itu. Keduanya mencoba untuk memeriksa apa yang telah terjadi sebenarnya.
"Kita telah memutarnya selama hampir tiga puluh menit." Amaya Hanako ternyata menghitung waktu yang telah mereka habiskan hanya untuk mengamati kejanggalan yang telah terjadi. "Akan tetapi kita belum juga dapat menemukan apa yang janggal pada rekaman CCTV ini." Amaya Hanako tidak bisa melihat apa yang salah sebenarnya pada rekaman CCTV itu.
"Jika tidak ada kejanggalan dari video itu, tapi bagaimana bisa kejadian itu terjadi begitu saja?." Sungguh yang tidak mengerti apa yang salah pada video itu. Kepalanya agak bertanya sakit ketika mengingat apa yang telah terjadi sebenarnya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?. Jika kita masih saja belum bisa menemukan apa yang janggal dari rekaman CCTV itu?." Amaya Hanako bertanya kepada Kichiro Seira yang terlihat sedang marah.
"Kita harus segera menyelesaikan kasus yang terjadi di rekaman CCTV ini." Ada bentuk kemarahan yang ditunjukkan oleh Kichiro Seira. Suasana hatinya yang saat itu sedang memanas.
"Tapi ini hampir jam delapan malam. Jam kerja kita telah berlalu satu jam yang lalu." Amaya Hanako melihat jam yang tertera di hp-nya pada saat itu.
"Kita harus segera menyelesaikan masalah ini, atau masyarakat akan mengamuk hanya karena pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk berkumpul di tempat keramaian umum." Tentunya ia tidak ingin itu terjadi.
Amaya Hanako terlihat sedikit menghela nafasnya, karena ia sangat bingung dengan kejadian yang tidak biasa itu. "Apa boleh boleh buat. Sepertinya kita harus begadang. Aku tidak memiliki alasan lain untuk menolak kasus ini." Ia akhirnya sadar, jika kasus yang mereka tangani sebelumnya bukanlah kasus yang biasa. Karena kasus itu telah bertahun-tahun terjadi sehingga kasus yang masa kini telah melibatkan banyak orang di dalamnya.
...***...
Kira berjalan pelan menuju kamarnya. Ia merogos akunya untuk mengambil smartphone miliknya, karena ia telah janji akan menghubungi anaknya dengan panggilan video call sebelum tidur.
"Sebagai seorang laki-laki tidak boleh mengingkari janjinya." Itulah yang pada saat itu ia rasakan, serta apa yang telah dikatakan oleh ayahnya. "Aku harap dia belum tidur." Hanya itu saja yang diharapkan oleh Kira pada saat itu.
Kira langsung segera menghubungi anaknya Ruka melalui panggilan video call. Sedangkan Ruka yang dari tadi menunggu, sangat senang ketika ada panggilan video masuk di Smartphone miliknya.
"Ayah?." Wajahnya terlihat sangat sisa ria ketika melihat wajah ayahnya.
"Selamat malam ruka chan." Kira mencoba untuk tersenyum di hadapan anaknya itu.
"Selamat malam juga ayah." Dari saran matanya terlihat sangat jelas kerinduan yang telah ia pendam selama beberapa hari ini.
"Maafkan ayah, karena ayah belum bisa datang menemui ruka chan." Ada perasaan bersalah ya ia ungkapkan pada saat itu.
"Ayah adalah seorang polisi." Senyuman lembut terpanjang di wajah yang polos itu. "Tentunya ayah sangat sibuk menangani kasusnya yang telah terjadi di sekitar." Ruka sedikit memahami bagaimana pekerjaan ayahnya sebagai seorang polisi. Meskipun ia tidak memahami jika Kira bukanlah ayah kandungnya, akan tetapi pada saat itu ia dapat merasakan bagaimana perasaan kasih sayang yang ia dapatkan dari Kira.
__ADS_1
"Besok ayah akan mengusahakan datang untuk menemuimu. Ayah harap kau akan baik-baik saja di sana." Kira tidak tahu harus berkata apa lagi. Namun ada hasrat dorongan yang tiba-tiba saja melintas di dalam pikirannya untuk berkata seperti itu.
"Um. Selama aku berada di sini aku akan baik-baik saja ayah." Ruka kembali memperlihatkan bagaimana senyumannya yang sangat manis itu. "Aku juga berharap jika ayah akan baik-baik juga di sana. Ayah jangan sampai lupa makan. Saat ini ayah terlihat sangat pucat." Ruka sedikit terkekeh kecil ketika mengatakan kalimat itu.
"Ya. Ayah juga akan baik-baik di sini. Tapi kondisi ayah akan baik-baik saja jika ayah bertemu dengan ruka chan nantinya." Tanpa sadar ada hasrat dorongan yang membuat Kira berkata seperti itu.
"Benarkah?." Ruka mendadak terlihat sangat bahagia ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh ayahnya.
"Ya. Tentu saja." Kira terlihat tersenyum lembut menatap anaknya yang berada di jauh sana melalui panggilan video call.
Malam yang cukup panjang untuk seorang ayah dan anak yang melepas rindu melalui video call. Kira yang menemani anaknya hingga tertidur pulas, karena ia memang sangat Ruka dari hatinya yang paling dalam. Itu murni dari hasrat dorongannya yang menginginkan kebaikan. Rasa simpati yang ada di dalam dirinya telah mendorong dirinya, untuk memberikan kasih sayang yang sangat tulus, pada seorang anak malang yang telah ditinggal oleh kedua orang tuanya. "Aku bersumpah akan melindungi dirinya dengan cara apapun." Dalam dirinya telah bangkit hasrat untuk melindungi seseorang yang sangat ia cintai.
"He?. Itu sangat langka sekali rinku chan." Di sisi lain. Ada hasrat yang anda bertentangan di dalam dirinya. Sosok iblis kegelapan yang selama ini telah menjadi kekuatan di dalam dirinya. Sosok iblis yang menjadi kekuatan mata yang telah membantunya untuk melihat apa saja yang telah terjadi.
"Kali ini aku akan menggunakan hasil dorongan yang ada di dalam diriku ke arah yang lebih baik. Aku tidak ingin kehilangan seseorang yang sangat aku cintai." Kira tentunya dapat merasakan bagaimana perasaan sedih ketika kehilangan seseorang. Sosok ibu yang sangat dicintainya, tentunya itu adalah sosok yang paling penting baginya. Akan tetapi sosok itu telah tiada dan tidak akan kembali.
...***...
Malam masih berlanjut.
Di sebuah tempat makan yang tidak terlalu mewah, di sana Masahiko Katsu dan Madoka Yuna sedang membahas masalah yang telah terjadi di lintasan kereta api Kota Tsuchigara yang merupakan kota bagian dari pusat Kota Bandung. Mereka juga mencoba untuk memecahkan masalah yang telah terjadi, tentunya keduanya tidak akan diam begitu saja ketika ada masalah yang sedang terjadi.
"Aku telah melihat hasil rekaman CCTV beberapa kali. Akan tetapi hasilnya tetap sama. Aku tidak bisa melihat sama sekali ada hal yang janggal." Madoka Yuna dalam meneliti rekaman CCTV itu dengan sangat seksama. "Yang terlihat dari rekaman CCTV itu, tiba-tiba saja seseorang yang sedang duduk di dalam mobil atau di kendaraan, mereka melompat begitu saja ke arah kereta api yang mendekat." Matanya sampai menutup tajam ke arah rekaman CCTV itu. "Aku sangat bingung kenapa tiba-tiba mereka melompat ke arah kereta api seakan-akan mereka sedang melompat di atas kasur yang sangat empuk." Perutnya terasa sangat mual ketika melihat bagaimana rekaman CCTV itu menangkap cipratan darah.
"Lalu apa yang harus kita?." Madoka Yuna sangat kebingungan untuk menyelesaikan masalah. "Seakan-akan masalah itu, telah diatur oleh sosok yang tak kasat mata." Madoka Yuna terlihat sangat putus asa sehingga ia menyangkut pautkan masalah itu dengan hal yang sangat gaib.
"Jadi menurutmu, kejadian itu telah diatur oleh sosok yang tak kasat mata, atau yang kita sebut jin atau setan atau yang sebagainya?." Masahiko Katsu sangat heran dengan apa yang telah terjadi, sehingga ia berpendapat seperti itu ketika mendengarkan ucapan Madoka Yuna. "Haruskah kita memanggil seseorang yang dapat melihat hal yang gaib untuk menyelesaikan masalah ini?." Masahiko Katsu sangat terlihat putus asa sehingga ia berkata seperti itu.
"Kasus ini benar-benar membuat aku gila." Madoka Yuna rasanya sangat tidak sanggup untuk menyelesaikan masalah itu.
"Hm?. Kepada siapa aku akan meminta bantuan untuk menyesuaikan masalah ini?." Masahiko Katsu benar-benar ingin menyerah dengan apa yang telah terjadi. "Jika kira ada di sini, dia akan berkata apa untuk menyelesaikan kasus ini?." Dalam hati Masahiko Katsu tiba-tiba saja teringat dengan kira.
...***...
Malam masih terus berlanjut.
Sepertinya mereka benar-benar mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah yang telah terjadi. Sehingga mereka benar-benar sibuk, dan tidak memikirkan jam istirahat yang telah berlalu sejak dua jam yang lalu. Termasuk Katashi Arata sebagai ketua yang telah memimpin masalah yang telah terjadi di pusat kota Higashiyama.
"Masalah datang silih berganti, seakan-akan tidak ada putusnya." Katashi Arata yang masih berada di kantor, hanya berbeda ruangan dari yang lainnya. Saat ini ia sedang berada di ruangan khusus yang ia minta untuk memikirkan masalah yang terjadi. "Apakah dunia ini benar-benar telah diisi oleh masalah?. Sehingga para polisi tidak sanggup untuk mengatasinya?." Dalam hatinya malah bertanya seperti itu pada dirinya sendiri. "Masalah hidup yang telah dilimpahkan kepada para polisi untuk menyelesaikan kasus ini." Sebagai seorang polisi yang telah bertugas lama tentunya ia dapat merasakan itu semua. " Entah itu dalam bentuk kejahatan yang sangat besar, ataupun kejahatan yang sangat kecil. Tentunya itu semua di atasi oleh seorang polisi yang memiliki jiwa untuk menyatukan semua itu." Ia mengingat semua tugasnya sebagai seorang polisi di dalam masyarakat. Apakah ia telah bekerja dengan sangat baik ketika ia berhadapan dengan masyarakat, ataupun masalah yang telah terjadi dalam masyarakat. Apakah Ia memang pantas disebut sebagai seorang polisi yang dapat membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah itu.
...***...
Sepertinya masalah itu tidak ada habisnya sehingga para polisi yang berada di kota Higashiyama, benar-benar memikirkan apa yang telah terjadi sebenarnya. Sehingga mereka harus menyelesaikan masalah itu di luar jam kerja mereka, karena mereka tidak ingin terjadinya korban yang lainnya. Di sisi lainnya, Madoka Yuna dan Osamu Kei mencoba menganalisis pa yang dimaksud dari pada saat itu.
__ADS_1
"Saat ini kita sedang mengatasi dua masalah yang sangat serius." Osamu Kei sedikit mengeluh dengan masalah yang ia hadapi pada saat itu. "Masalah yang terjadi di jalan lintas kereta api, dan sekarang kita menghadapi masalah yang terjadi di tempat pemberhentian bus." Osamu Kei sangat heran dengan masalah yang terjadi pada tahun ini. "Sementara itu dari hasil rekaman cctv, tidak ada yang ganjal." Sudah berkali-kali ia melihat namun hasilnya tetap sama saja ia tidak bisa melihat siapa yang telah melakukan itu semua. "Semuanya baik-baik saja, hingga salah satu dari korban tiba-tiba saja terlihat seperti sedang terdorong." Ia sendiri sangat bingung dengan apa yang telah terjadi. "Bagaimana menurutmu?." Ia meminta pendapat dari temannya yang mungkin bisa memberi saran, atau kritikan dan sejenisnya karena ia tidak bisa memikirkan apapun pada saat itu.
"Hm?." Madoka Yuna terlihat berpikir sejenak, karena ia juga tidak bisa memberikan komentar apapun mengenai masalah CCTV yang berhasil mereka dapatkan. "Memang agak aneh. Sangat aneh." Madoka Yuna hampir frustasi dengan masalah yang mereka hadapi pada saat itu, karena mereka tidak bisa menemukan jalan keluar dari masalah yang telah terjadi. "Tapi aku masih penasaran. Bagaimana caranya kira bisa mengetahui masalah itu?." Entah kenapa, ia teringat pada kasus yang telah dihadapi oleh kira yang dapat menyelesaikan masalah itu dengan sangat baik. Bahkan ia dapat menemukan siapa yang melakukan kejahatan itu. "Sebenarnya aku ingin bertanya pada saat itu. Tapi karena kira terlihat sangat marah, jadi aku tidak jadi bertanya." Itulah yang ia rasakan pada saat itu, akan tetapi ia segan untuk bertanya karena kondisi yang tidak memungkinkan ia untuk memberikan pertanyaan apapun pada saat itu. "Kichiro sialan itu benar-benar menyebalkan. Padahal itu bisa jadi patokan atau saran untuk kita. Tapi dia malah merusak suasana." Di saat yang bersamaan ia merasa kesal karena Kichiro Seira yang terbawa suasana. Ia sangat kesal karena ia harusnya bisa mengetahui bagaimana caranya menangkap seseorang pada saat itu.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan meminta kira mengamati rekaman cctv ini. Mungkin dia bisa melihat hal yang tidak bisa kita lihat." Osamu Kei memikirkan ide terbaik untuk mengetahui apakah mereka benar-benar bisa menyelesaikan masalah itu dengan bantuan kira atau tidak.
"Ya. Aku masih penasaran bagaimana dia bisa mengetahui jika wanita itu telah melakukan pembunuhan." Madoka Yuna secara tidak langsung setuju dengan apa yang telah dikatakan oleh Osamu Kei. "Aku sangat heran, bagaimana bisa dia mengetahui siapa yang telah melakukan kejahatan itu. Padahal tidak ada rekaman cctv ataupun hal semacamnya." Osamu Kei sangat bingung bagaimana caranya kira melakukan itu. "Mungkin kita bisa belajar darinya walaupun dia anak baru." Osamu Kei tidak ingin berlama-lama membiarkan masalah itu terjadi. Tentunya masalah itu harus segera diselesaikan, karena tidak baik jika terlalu lama dibiarkan. Apalagi keluarga telah menuntut apa yang telah terjadi sebenarnya.
"Jadi kita harus bagaimana sekarang?." Madoka Yuna hanya ingin memastikan pada temannya itu apa yang harus mereka lakukan setelah itu. "Apakah kita masih melanjutkan menganalisis apa yang telah terjadi?." Lanjutnya.
"Memang kita tidak bisa menyelesaikan konstitusi secara cepat akan tetapi kita harus berusaha setidaknya." Osamu Kei tidak ingin bermalas-malasan hanya karena ia ingin melihat reaksi kira ketika melihat CCTV nantinya. Karena itulah ia harus berusaha bisa mungkin sebelum ia meminta bantuan pada orang lain.
"Baiklah, aku setuju dengan apa yang kau katakan Karena itulah kita harus berusaha sebisa mungkin." Madoka Yuna terlihat sedikit bersemangat dengan apa yang akan mereka lakukan. Karena itulah mereka tidak akan kalah, meskipun mereka tidak bisa menemukan jawaban dari masalah itu.
...***...
Kira saat itu sedang berbuka komunikasi dengan iblis yang ada di dalam dirinya, iblis yang selalu menemani dirinya dalam kegelapan. Akan tetapi Kira telah menggunakan kegelapan itu untuk kebaikan, sehingga ia menjadi seorang polisi yang memiliki kekuatan iblis, alias mata iblis yang dapat ia gunakan untuk melihat kejahatan yang berada di sekitarnya.
"Apakah kau mengalami masalah?. Sehingga kau datang menemui aku. Tidak biasanya kau datang menemui aku seperti itu." Ibis kegelapan yang sebenarnya adalah dirinya di dunia lain yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Black Kira atau bisa disebut seperti itu nama ibu situ. "Apakah karena anak kecil itu mengalami nasib malang, sehingga kau ingin melakukan sesuatu untuk mengembalikan senyumannya, dengan menangkap siapa iblis yang memiliki hasrat dorongan itu?." Black Kira dapat merasakan itu dengan sangat baik, karena ia adalah bagian dari diri kita yang sebenarnya.
"Itu bisa jadi salah satu alasan yang bisa aku gunakan untuk mengungkapkan kejahatan ini." Kira terlihat sedikit sangar dari yang sebelumnya. "Iblis yang memiliki syarat dorongan itu harus aku hentikan. Karena hasrat dorongan yang ia berikan sangat tidak baik. Dan itu sangat merugikan, menghilangkan nyawa seseorang dengan dorongan kegelapan itu membuatku ingin membunuhnya." Kira merasakan bagaimana perasaan sakit hati yang ia rasakan pada saat itu, sungguh ia merasakan sesak luar biasa, merasakan kesedihan ketika melihat orang-orang yang terbunuh begitu saja ketika didorong dengan hasrat kegelapan yang sangat luar biasa.
"Kalau begitu, kau bener-bener harus menyelesaikan masalah ini dengan sangat baik. Karena itulah kau tidak boleh kalah dalam masalah ini. Aku yakin kau memiliki hasrat dorongan yang lebih luar biasa, dari apa yang dimiliki oleh iblis tidak berguna itu." Black Kira terlihat menyeringai lebar, iblis yang dapat merasakan hasrat yang tidak biasa dari pemilik tubuh asli yaitu kira yang memiliki keinginan untuk menyelesaikan masalah itu.
"Kalau begitu berikan aku kekuatannya lebih besar lagi, supaya aku dapat melihat apa saja yang tersembunyi sebenarnya." Kira sedikit terganggu kelihatannya karena dorongan itu memiliki kegelapan yang lebih kental dari apa yang ia pikirkan. "Karena aku yakin iblis hasrat dorongan itu memiliki kekuatan yang dapat menyembunyikan kejahatannya secara nyata. Sehingga tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Aku menginginkan kekuatan yang lebih dari sebelumnya." Suasana hati Kira pada saat itu benar-benar kacau, karena ia tidak bisa memikirkan hal yang jernih lagi. Apalagi ketika ia memikirkan bagaimana nasib malang yang dialami oleh anak kecil yang ia akan menjadi anaknya, karena kehilangan kedua orang tuanya. " aku benar-benar langsung menyelesaikan masalah itu dengan cepat supaya tidak ada korban yang berjatuhan lagi." Sebagai seorang polisi yang memiliki kekuatan kegelapan, tentunya ia tidak bisa membiarkan masalah itu berlarut-larut. "Jangan pendam hasrat kekuatan yang ada di dalam diriku, keluarkan ketika aku membutuhkannya. Karena aku ingin menyelesaikan masalah ini dengan segera." Kira terlihat sangat serius dengan ucapannya, ia tidak dapat memikirkan yang lain kecuali menyelesaikan masalah itu dengan iblis yang memiliki hasrat dorongan itu.
Black Kira terkekeh kecil mendengarkan apa yang dikatakan oleh pemilik tubuh asli. Ia juga terbawa suasana ketika merasakan apa yang telah dikeluarkan oleh kira. "Kau terlihat sangat bersemangat sekali dengan apa yang telah terjadi." Meskipun ia adalah sumber kekuatan kegelapan, namun ia tidak menduga sikap pemilik tubuh asli akan merasakan hasrat yang seperti itu. "Tentunya akan aku keluarkan sesuai dengan kebutuhan yang kau rasakan. Karena itulah kau jangan sungkan untuk meminta apapun padaku. Aku hanyalah kekuatan yang kau miliki, jadi aku hanya menyalurkan kekuatan itu berdasarkan suasana hatimu saja." Black Kira tidak memiliki kekuasaan apapun, ia hanyalah hasrat yang berasal dari pemilik tubuh asli.
"Kalau begitu kita akan memulainya besok, aku tidak ingin terlalu lama membuang waktu, hanya untuk menunggu siapa korban berikutnya dari iblis hasrat dorongan itu. Aku sangat membenci dengan kondisi yang seperti itu." Kira terlihat lebih menyeramkan dari siapapun.
Malam itu telah ia habiskan hanya untuk memikirkan Langkah apa yang ia gunakan untuk menyelesaikan kasus itu. Sebagai seorang polisi yang memiliki kekuatan kegelapan tentunya ia tidak akan membiarkan masalah itu terus berlanjut, karena itulah ia harus bisa menyelesaikan itu dengan segera.
...***...
Di suatu tempat.
Malam masih panjang sehingga siapapun saja dapat menikmati malam itu seperti yang dilakukan oleh seorang pemuda yang mengamati malam yang terlihat sangat ramai. Matanya menatap sekitar, matanya yang dipenuhi oleh hasrat keinginan untuk melihat siapa saja yang sedang diisi oleh kegelapan hatinya.
"Mangsaku adalah mereka yang memiliki kegelapan di hatinya. Mangsaku adalah seseorang yang diisi oleh suasana hati yang tidak baik. Mangsaku adalah dia yang sedang mengalami masalah yang berat di dalam hidupnya." Pemuda itu menyeringai layaknya seorang iblis, yang sedang berburu untuk mengeluarkan hasrat dorongan yang ada di dalam dirinya pada saat itu. "Harusnya kalian menjaga suasana hati kalian, sehingga aku tidak bisa mengeluarkan hasil dorongan itu." Pemuda itu seakan-akan dapat menangkap siapa saja yang memiliki masalah hidup pada saat itu. Akan tetapi ia tidak memiliki kontrak untuk hasrat dorongan itu, karena itulah ia mengirim pesan kepada seseorang, yang mungkin berhubungan dengan seseorang lainnya yang ia lihat pada saat itu. "Mari kita bermain-main dengan kegelapan yang ada di dalam diri seseorang. Kegelapan yang dibayar oleh nyawa seseorang yang disertai dengan darah." Pemuda itu memiliki rencana yang tidak biasa untuk melihat darah. Setelah dorongan yang tidak biasa, setelah dorongan yang membawa kegelapan yang lebih kental dari yang sebelumnya.
Next.
...***...
__ADS_1