MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 129


__ADS_3

...**...


Kira on.


Akan aku perlihatkan pad kalian bagaimana kegelapan itu yang sebenarnya pada kalian itu seperti apa. Aku harap kalian tidak kapok setelah ini.


Kira off.


Pada saat itu mereka semua hanya diam, belum memberikan tanggapan apapun. Mereka semua ingin mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Kira.


"Seperti yang aku katakan pada kalian." Kira terlihat sangat serius. "Ada hal yang tidak bisa dilihat oleh manusia normal. Ada hal yang tidak bisa dilihat oleh polisi, ataupun oleh cctv hebat manapun yang memiliki kekuatan yang sangat canggih, tidak akan bisa melihat itu." Kira berusaha untuk menahan amarahnya. "Hasrat dorongan iblis itu lebih menyeramkan dari apa yang kalian bayangkan selama ini. Karena kegelapan yang ada di dalam tubuhnya adalah kegelapan yang berasal dari kegelapan yang sangat luar biasa, berbeda dengan manusia normal lainnya." Kira menjelaskan pada mereka. "Pada dasarnya manusia dapat menciptakan kegelapan yang lahir dari rasa iri, rasa dengki, juga Merasa disakiti, atau bahkan tersakti. Maka iblis hasrat yang seperti itu lebih mudah jatuh." Kira menatap mereka dengan penuh pengamatan yang sangat dalam.


"Tapi bagaimana caranya dia melakukan itu ?." Masahiko Katsu mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. Apakah kau bisa menjelaskan pada kami, jika memang kau bisa melihat itu?." Masahiko Katsu meminta kita untuk menjelaskannya. "Rasanya aku belum bisa  menerima apa yang telah kau katakan." Lanjutnya dengan wajah yang sangat kusut.


"Baiklah. Akan aku jelaskan padamu, senpai." Kira mengerti, tentunya bagi mereka itu adalah hal yang sangat mustahil. "Kei san, yuna san." Kira kini melihat ke arah Osamu kei dan Madoka Yuna. "Bisakah kalian berdiri di belakang katsu senpai?." Dengan senyuman yang sangat manis ia menatap keduanya.


"Apakah itu perlu?." Madoka Yuna hanya ingin memastikannya.


"Ya. Tentu saja." Balas Kira dengan senyuman ramah.


Osamu kei dan Madoka Yuna tersenyum kecil sambil menghela napas. Meskipun tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan Kira.


"Apa boleh buat. Karena ini adalah kasus yang kami atasi, kami hanya bisa menurut saja." Osamu kei berdiri di belakang Madoka Yuna.


Setelah itu kira berdiri di belakang Osamu kei. Sementara itu mereka mengikuti arahan dari kira hanya pasrah saja dengan apa yang akan terjadi.


"Apa yang sebenarnya diinginkan oleh bajingan tengik ini?." Dalam hati Kichiro Seira masih belum mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Kira.


"Pada saat itu-." Kira memperlihatkan bagaimana hawa hitam kegelapan yang menyelimuti tubuhnya. Hawa kegelapan yang sangat tidak biasa, membuat mereka semua merinding melihat itu.


"Kau itu iblis atau apa?!." Katashi Arata sangat terkejut melihat itu.


"Memangnya hawa kegelapan apa itu?!." Tetsu Wakana dari tadi hanya dram kan itu akhirnya bersuara.


"Dia ini?!." Dalam hati Kichiro Seira memperhatikan bagaimana hawa Kira pada saat itu. Entah kenapa tiba-tiba saja ia merinding melihat itu.


"Hawa dimiliki matsunaga imamura, memang sangat tipis. Karena itulah tidak ada satupun orang yang dapat menyadari itu." Kira menjelaskan pada mereka. "Hawa negatif yang dimiliki oleh matsunaga imamura, ia mendorong akihiko sakura, dengan cara yang seperti ini." Kira benar-benar memperagakan apa ia lihat dari rekaman CCTV itu pada mereka.


Deg!!.


Mereka semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Bagaimana mungkin ada seseorang yang mereka lihat pada saat itu.


Brakh!.


"Huah!."


Tiba-tiba saja tubuh Masahiko Katsu terdorong ke depan. Tentunya mereka semua melihat Kira mendorong Masahiko Katsu dengan menembus tubuh Osamu Kei dan Madoka Yuna. Karena melihat itu mereka semua sangat histeris.


"Apakah kau gila kira?!." Tetsu Wakana dan Amaya Hanako histeris melihat apa yang telah dilakukan oleh Kira.


"Itu mustahil dilakukan oleh manusia biasa!." Teriak Katashi Arata saking tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh Kira.


"Ba-ba-bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu?!." Dalam hati Kichiro Seira juga tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat pada saat itu. "Dia manusia atau memang iblis?!." Tanpa sadar Kichiro Seira malah berkata seperti itu.


"Kira?!." Osamu Kei yang seakan-akan melihat bagaimana tangan seseorang yang menembus tangannya. "Kau tadi?." Ia hampir tidak bisa berkata apa-apa melihat ada tangan aneh yang menembus tangannya.


"Aku tidak merasakannya, tapi aku melihat ada yang menebus tubuhku." Madoka Yuna yang melihat itu hampir tidak bisa bersuara. "Aku melihat tangan menembus bahu ku." Madoka Yuna benar-benar merinding melihat itu.


"Apakah yang terjadi sebenarnya?." Masahiko Katsu tidak percaya dengan apa yang ia alami. "Kenapa tiba-tiba saja tubuhku terdorong?. Apakah ada seseorang yang mendorong tubuhku?. Sehingga aku terjatuh seperti ini?." Masahiko Katsu merasa bingung dengan apa yang telah terjadi padanya.

__ADS_1


"Jika kalian ingin mengetahui kelanjutannya. Maka tangkap matsunaga imamura." Kira tersenyum kecil. "Akan aku perlihatkan bagaimana dia melakukan itu." Kira terlihat menyeringai menyeramkan.


Flashback off.


...***...


Kembali ke masa ini.


Pukul 17.30.


Matsunaga Imamura telah berhasil dibawa ke kantor polisi kota Higashiyama. Saat itu mereka semua ingin melihat bagaimana caranya Kira melakukan interogasi itu.


"He?. Suasana interogasi kali ini lebih ramai dari yang biasanya." Kira tersenyum kecil menatap mereka semua. "Aku sangat yakin kalian sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya, kan?." Kira dapat membaca pikiran mereka semuanya sangat penasaran dengan apa yang terjadi.


"Kau tidak usah banyak bicara!." Kichiro Seira masih terlihat membenci kira. "Perlihatkan saja pada kami bagaimana kau melakukan itu." Kichiro Seira sangat tidak suka dengan apa yang akan dilakukan Kira.


"Jadi kau benar-benar ingin melihatnya?." Kira menyeringai lebar, hawa hitam yang tidak biasa benar-benar menyelimuti tubuhnya. "Aku harap kau masih punya nyali setelah apa yang kau lihat nantinya." Dalam hati Kira.


Deg!.


Mereka semua merinding melihat bagaimana penampilan Kira pada saat itu. Sungguh mereka seperti melihat iblis yang sangat mengerikan, iblis yang telah menargetkan mangsanya.


"Jika kalian memang penasaran, maka akan aku perlihatkan pada kalian, bagaimana seorang iblis bekerja untuk manusia." Entah kenapa pada saat itu ia merasa bersemangat dengan apa yang akan terjadi nantinya.


"Kau?!." Kichiro Seira tidak dapat menelan ludahnya karena melihat penampilan Kira yang sangat menyeramkan.


"Kira?." Dalam hati Masahiko Katsu hampir saja tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Dia ini memang iblis." Dalam hati Katashi Arata sedikit merinding melihat penampilan kira meskipun sebelumnya. Ia pernah melihat penampilan Kira yang seperti itu, akan tetapi penampilannya pada saat ini memang benar-benar berbeda dari yang sebelumnya.


"Apakah dia manusia?. Atau memang iblis?." Dalam hati Osamu Kei merinding melihat penampilan Kira.


...***...


Di Rumah sakit umum anak.


"Apa yang terjadi?. Kenapa kau terlihat sedih sekali?." Ran terlihat sangat sedih. Padahal ia telah sangat yakin, jika Ruka kembali terlihat ceria pada saat itu.


"Aku hanya ingin bertemu dengan ayah. Padahal ayah telah berjanji pada hari ini akan datang." Wajahnya terlihat sangat sedih.


"Tenang saja. Ayah pasti akan datang." Ran mencoba untuk tersenyum untuk menghibur anak itu. "Karena itulah kau tidak boleh terlihat sedih. Jika ayahmu datang nanti kau akan ceria aku yakin itu." Ran hanya tidak ingin melihat anak itu murung.


"Tapi ini sudah hampir malam, tapi kenapa ayah belum juga datang?." Sungguh ia tidak mengerti kenapa ayahnya belum datang juga. "Apakah terjadi sesuatu pada ayah?. Sehingga ayah tidak datang pada hari ini?." Suasana hatinya sangat cemas sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk bertemu dengan ayahnya.


Ran mengusap kepala anak itu dengan lembut penuh kasih sayang. "Aku akan menemanimu menunggu ayahmu di sini. Aku akan selalu bersamamu untuk memastikan, apakah ayahmu datang hari ini atau tidak." Ran dengan senyuman ramah berkata seperti itu, senyumannya sangat manis. Senyuman yang dapat menggetarkan suasana hati anak malang itu.


"Dokter." Suasana hatinya benar-benar kacau karena ia belum bertemu dengan ayahnya. Sungguh ia hanya ingin bertemu dengan ayahnya. Apakah ayahnya terlalu sibuk?. Sehingga tidak sempat menemuinya pada hari ini. Apakah itu janji yang akan ditepati ayahnya, jika ayahnya tidak sibuk lagi?.


"Kalau begitu, katakan saja padaku. Apa yang kau inginkan?. Semoga saja aku bisa memenuhi, apa yang kau inginkan. Kau tidak perlu sungkan untuk mengatakan apapun yang kau inginkan." Sebagai seorang dokter ia berusaha untuk memahami apa yang diinginkan oleh anak itu. Sehingga ia berkata seperti itu pada anak yang sedang menunggu kedatangan ayahnya.


"Um. Terima kasih dokter baik." Entah kenapa pada saat itu ia ingin tersenyum mendengarkan, apa yang telah dikatakan dokter yang baik hati itu padanya.


"Ya. Tentu saja." Begitu juga dengan Ran yang sangat senang dapat melihat wajah anak itu tersenyum walaupun tipis tapi setidaknya ia berusaha untuk membuat anak itu tidak terlihat murung.


...***...


Di suatu tempat yang tidak diketahui oleh manusia normal.


Seorang pemuda sedang mengamati apa yang telah terjadi apa yang telah ia lakukan beberapa tahun ini. Suasana kegelapan yang telah menelan hatinya yang murni, kini telah berganti dengan hati yang tidak baik. Hati yang dipenuhi oleh hasrat dengan mendorong seseorang jatuh ke dalam kegelapan yang tidak bisa diukur seberapa dalamnya kegelapan yang telah dimilikinya. Hasrat dorongan untuk mencelakai orang-orang yang memiliki suasana hati yang sedang diselimuti oleh kegelapan.

__ADS_1


"Manusia itu adalah makhluk yang lemah, sehingga dengan sekali dorongan sedikit saja ia langsung tenggelam dalam kegelapan yang sangat kelam." Pemuda itu terlihat tersenyum menyeramkan mengingat apa yang telah ia lihat. Bagaimana putus asa yang di alami oleh seseorang, sehingga ia ingin mendorong orang itu jauh ke dalam keputusan kegelapan yang sangat menakutkan. "Aliran waktu kegelapan yang telah aku ciptakan memasang luar biasa. Alasannya aku ingin merasakan darah yang tumpah. Aku ingin merasakan hasil dorongan yang telah tercipta dari hati seseorang yang dipenuhi oleh dendam kebencian, serta ingin membunuh seseorang itu adalah makanan yang aku inginkan selama ini." Tanpa perasaan bersalah ia berkata seperti itu, seakan-akan itu adalah hal yang biasa baginya. Hasrat dorongan yang sangat kuat membuat dirinya menjadi seseorang yang sangat menakutkan, tentunya jika berada di dalam keramaian umum maka ia adalah seorang yang dapat membunuh. Siapa saja yang dapat dia deteksi memiliki kegelapan di dalam hatinya sungguh seseorang yang sangat tidak baik hidup di dalam masyarakat keramaian. " Besok aku akan melakukan pertunjukan yang lebih menyeramkan lagi sehingga pertunjukkan itu tidak akan pernah dilupakan oleh siapapun saja. Aku ingin segera melihat bagaimana reaksi mereka, ketika melihat pertunjukan yang sangat menakjubkan dariku." Dalam suasana hati yang seperti itu yang masih memikirkan hal-hal yang mengerikan, yang dapat ia lakukan jika ia tidak dapat menemukan apa yang ia cari kegelapan yang sangat ia nikmati selama ini.


***


Kantor kepolisian kota Higashiyama.


Mereka semua telah masuk ke dalam ruang interogasi. Namun pada saat itu mereka merasa aneh dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.


"Heh!." Matsunaga Imamura mendengus sangat sangat kesalnya, karena ia tidak tahan dengan apa yang akan mereka lakukan padanya. "Aku bukan seorang penjahat besar yang ingin melarikan diri!. Sehingga kalian berdiri di belakangku!. Ketika melakukan interogasi ini, tidak biasanya bagi polisi melakukan seperti ini." Entah kenapa ia sama sekali tidak bisa menerima apa yang telah terjadi sebelumnya. Matsunaga Imamura benar-benar tidak tahan jika mereka berdiri di belakangnya.


"Sebaiknya kau diam saja, karena aku tidak menerima apapun protes yang telah kau lakukan pada kami." Masahiko Katsu menjitak kepala belakang Matsunaga Imamura. 


"Sebaiknya kau mulai saja, karena aku tidak ingin berlama-lama berada di sini jadi cepat lakukan tugasmu." Katashi Arata memerintahkan kita untuk melakukan tugasnya.


"Baiklah. Akan aku lakukan dengan baik bagaimana tugasku pada hari ini." Kira menatap mereka semua dengan tatapan mata iblis yang ia miliki.


Deg!.


Mereka semua terkejut dengan apa yang telah mereka lihat pada saat itu mata menyeramkan merah menyala telah menarik mereka ke dalam sebuah tempat yang sangat gelap.


"Oi?!." Tetsu Wakana sangat terkejut dengan apa yang telah mereka alami karena penglihatan mereka pada saat itu benar-benar gelap gulita sehingga mereka tidak bisa melihat apapun. "Inuzuka!. Kau jangan coba bermain-main dengan kami Apa yang telah kau lakukan dengan mematikan lampu?!." Tetsu Wakana terlihat sedikit kesal karena itu bukanlah hal main-main baginya.


"Oi?!. Baka inu!." Kichiro Seira juga ikut-ikutan marah karena ia sangat kesal. "Sebaiknya kau tidak usah bermain-main dengan kami!. Karena ini bukanlah mainan!." Ia tidak mengetahui dengan pasti posisi Kira pada saat itu entah berada di mana karena suasana di sana sangat gelap.


"Apa yang sebenarnya diinginkan oleh orang tidak jelas itu?!." Matsunaga Imamura ya ikut dalam kegelapan itu tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi namun ketika ia hendak melarikan diri iya tidak bisa melakukan itu. "Sial!. Sial!. Kenapa malah tidak bisa kabur?!. Kenapa tubuhku tiba-tiba saja kaku seperti ini?." Dalam hatinya sangat kesal dan benci dengan suasana yang ia hadapi pada saat itu ia tidak bisa melarikan diri.


Namun apa yang terjadi pada saat itu?. Tiba-tiba saja ruangan itu menjadi terang. Sayanya ruangan itu terlihat tidak biasa ruangan yang hanya ruangan kosong yang tidak memiliki apapun.


"Kalian tidak usah banyak bicara!. Akan aku perlihatkan apa yang ingin kalian lihat selama ini pada lelaki busuk itu." Entah kenapa pada saat itu ada amarah gejolak yang dirasakan oleh kira perasaan amarah yang hendak ia sampaikan kepada seseorang yang telah melakukan kejahatan.


Deg!.


Mereka semua benar-benar terkejut, bagaimana melihat raut wajah Kira yang terlihat sangat menyeramkan. Wajah yang tidak pernah ia perlihatkan pada siapapun selama ini nama siapa sangka wajah itu benar-benar mengerikan dari apa yang telah mereka bayangkan selama ini. "Anggap saja kalian pada saat ini akan melihat bioskop, bagaimana pertunjukan seseorang yang melakukan kejahatan." Entah apa yang hendak ia lakukan akan tetapi itu adalah hal yang sangat penting baginya.


"Hah?!." Kichiro Seira tiba-tiba saja merasa kesal dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira.


"Kichiro seira!." Bentak Osamu Kei dengan suara yang sangat tinggi sehingga mereka semua melihat ke arahnya.


"Hah?!. Apa?!." Kichiro Seira sangat jengkel ketika ada seseorang yang berani membentak dirinya.


"Sebaiknya kau diam saja!. Tidak usah banyak bertanya!." Bentak Osamu Kei seakan-akan hendak melampiaskan amarah yang telah ia rasakan. "Jika kau tidak bisa membantu kami dalam menyelesaikan masalah ini?!. Sebaiknya kau diam saja!. Karena aku tidak suka kau berkata apapun berkomentar tentang apa yang akan kami lihat!." Dengan penuh amarah ia berkata seperti itu.


"Kegh!." Kichiro Seira tidak dapat membela dirinya karena ia hanya seorang diri apalagi tatapan mereka yang melihat ke arahnya dengan Tatapan yang sangat menyakitkan.


"Baiklah. Kita mulai saja karena tidak baik. Jika berlama-lama di ruangan ini kalian akan kesulitan bernafas nantinya." Kira hanya tersenyum kecil setelah apa yang ia katakan.


Secara ajaib tiba-tiba saja potongan-potongan kecil ingatan yang dilalui oleh Matsunaga Imamura muncul di depan mereka seakan-akan menggambarkan apa saja yang telah dilakukan oleh pemuda itu.


"Ba-ba-bagaimana mungkin?." Matsunaga Imamura sangat terkejut dengan apa yang telah ia lihat. Begitu juga dengan mereka yang memastikan itu, sungguh mereka tidak menduga jika ada potongan-potongan ingatan yang telah diperlihatkan oleh seseorang pada mereka. Apakah itu memang dilakukan oleh kira?.


"Apa maksudnya ini?." Mereka semua juga tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi.


"Heh!." Kira malah mendengus kecil sambil melirik ke arah mereka semua. "Perhatikan dengan baik bagaimana kejadian itu." Kira terlihat tersenyum yang sangat tidak baik.


Pada saat itu mereka semua melihat apa yang telah terjadi. Sungguh mereka tidak menduga jika kira memiliki kemampuan yang tidak biasa?. Atau dia memiliki sebuah trik seperti seorang pesulap yang dapat memanipulasi seseorang agar mengikuti apa yang telah ia katakan?.


"Apakah ini benar-benar nyata?." Dalam hati Kichiro Seira masih belum bisa menerima dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira. Itu adalah hal yang sangat mustahil baginya.


Next.

__ADS_1


...***...


__ADS_2