
...***...
Kira on.
Ada banyak hal yang membuat kau menjadi seorang lelaki sejati. Siapapun kau, apapun pangkat mu, namun jika kau tidak menepati atau melaksanakan apa yang telah kau ucapkan tapi tidak sesuai dengan perbuatan?. Lebih baik kau ganti saja alat kelamin mu itu. Karena laki-laki tidak seharusnya berubah pikiran hanya karena masalah yang dihadapi. Aku tidak suka dengan orang yang seperti itu. Maka akan aku beri dia peringatan, bahwa tidak semua orang akan menuruti dengan patuh jika dia memang berkuasa. Dia boleh berkuasa, tapi apakah dia tidak tahu siapa yang akan menjalani kekuasaannya itu jika dia tidak memiliki anak buah yang akan mengerjakan itu semua?. Coba pikirkan itu.
Kira off.
Setalah begadang hampir dua hari akhirnya mereka dapat sedikit lega dan lapang dada karena mereka dapat menemukan siapa saja yang telah terlibat dalam kasus ini sebelumnya. Kasus yang membuat masalah ini terjadi, mereka yang meminta akazuki daiji, tahanan yang melarikan diri dari penjara. Tahanan yang merupakan iblis mematikan jika membunuh orang lain.
Saat ini Kira, Atsushi Ichirou, Hitoshi Tetsuya, Satoru Iwata, dan Koji Isao sedang menikmati sarapan mereka yang hampir dua hari tidak pulang ke rumah demi mencari semua data yang ada?. Mereka memanfaatkan keadaan ini untuk mencari semuanya sebelum Akazuki daiji beraksi nantinya.
"Sarapan bersama itu terasa sangat menyenangkan." Koji Isao hampir saja menangis karena ia selalu sarapan sendirian.
"Ini adalah tradisi baru yang aku rasakan setelah bertahun-tahun di sini." Atsushi Ichirou juga merasakan ada yang berbeda hari ini?.
"Hooh benar itu." Satoru Iwata biasanya makan bersama istrinya juga merasakan hal yang berbeda.
"Tapi kita benar-benar dibuat tidak pulang beberapa hari ini hanya untuk menyelesaikan masalah yang saling berkaitan." Koji Isao sedikit mengeluh karena kepalanya terasa sangat pusing.
"Tapi kau memang hebat kira, bisa mengetahui itu semua." Atsushi Ichirou mengacungkan jempolnya ke arah Kira. Makamnya terlihat sangat lahap sekali karena ia merasa sangat lapar yang luar biasa.
"Aku telah mengatakan pada kalian aku ini siapa." Dengan santainya Kira berkata seperti itu seakan-akan itu adalah hal yang wajar.
"Terserah kau mau hantu kek, iblis kek, malaikat kek. Yang penting kau bisa membatu kami dari kematian." Koji Isao memang tidak peduli, hingga ia tertawa aneh seperti itu.
"Heh!. Dasar tidak berguna." Kira sangat kesal dengan apa yang dikatakan oleh Koji Isao. "Jadi kau ingin menumbalkan aku sendirian begitu?." Matanya melirik tajam ke arah Koji Isao.
"Ohoho!. Kau ini cepat sekali pemarahnya." Ia sangat gugup karena tatapan Kira yang seperti itu. "Jangan cepat marah, nanti kau terlihat tua." Lanjutannya lagi.
"Bisakah kalian diam untuk sejenak?. Rasanya perutku ingin mual karena kalian ribut seperti ini." Hitoshi Tetsuya benar-benar merasa pusing karena memikirkan semua dokumen yang berhasil mereka kumpulan selama dua hari. Sehingga hawa yang ia tunjukkan sangat tidak menyenangkan, membuat mereka bergidik negri melihat betapa mengerikannya ketua mereka saat ini.
Namun saat itu tiba-tiba ada seseorang yang masuk menyapa mereka dengan nada yang tidak bersahabat sama sekali.
"Apakah ini adalah tradisi baru di sini?." Ia masuk tanpa mengucapkan salam atau pemberitahuan sebelumnya. Tentunya membuat mereka semua yang ada di ruangan itu sangat terkejut.
"Komisaris jendral daisuke hiroyuki." Serentak mereka menyebut nama pemimpin tertinggi kepolisian Higashiyama, setelah itu mereka berdiri dan memberi hormat padanya.
__ADS_1
"Oh?. Kalian lanjutkan, aku akan menunggu kalian lima menit." Setelah berkata seperti itu ia segera meninggalkan ruangan itu. Ia menuju ruangan tunggu?.
"Eh?. Orang yang telah membebankan masalah ini pada unit kita semua malah datang ke sini dengan gaya seperti itu?. Satoru Iwata sangat dendam padanya.
"Apa yang dia inginkan dengan datang ke sini?. Bukankah dia telah menyerahkan semua masalah yang ada pada kita semua?." Atsushi Ichirou sangat ingat dengan penjelasan dari ketuanya pada saat itu.
"Apa yang dia inginkan dengan datang seperti itu?." Koji Isao merasakan ada yang tidak enak dengan kedatangan komisaris jendral Daisuke Hiroyuki.
"Kira!. Apakah kau bisa melihat niat apa yang ia inginkan datang ke sini?." Sepertinya Hitoshi Tetsuya sangat tidak suka sejak ia diberikan tugas itu, apalagi pembatalan rapat mengenai masalah akazuki daiji.
"Heh!." Kira mendengus kesal mendengarnya. "Dia datang ke sini karena penasaran." Lanjutnya lagi dengan seringaian yang menyeramkan.
"Penasaran?." Mereka semua jadi penasaran dengan apa yang dikatakan Kira.
"Karena belum ada laporan mengenai korban dari akazuki daiji. Memangnya laporan apalagi?." Setelah berkata seperti itu ia membereskan piring serta sisa bekas makanannya.
"Oh?!." Mereka sedikit mengerti.
"Baiklah. Kau ikut dengan aku untuk menghadap. Nanti kau lihat semua apa yang telah dia rencanakan pada kita. Aku benar-benar muak ditekan terus olehnya." Hitoshi Tetsuya sepertinya sedikit lebih bersembunyi. Ia merasa sangat bersyukur karena ada Kira yang menjadi anggotanya.
"Siap ketua. Dengan senang hati." Kira juga dengan senang hati akan melakukan itu.
"Ayo cepat bereskan ini dalam satu menit." Hitoshi Tetsuya malah menirukan gaya Komisaris Jendral Daisuke Hiroyuki.
"Siap ketua!."
Mereka malah menanggapi dengan serius apa yang telah diucapkan Hitoshi Tetsuya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.
...***...
Sementara itu di dalam Hutan Gunung Kabut Merah.
Akazuki Daiji telah merasa baikan setelah mendapatkan obat. Dua hari tidak melakukan apapun rasanya memang sangat membosankan baginya. Apalagi darah iblis hasrat membunuh di dalam dirinya saat ini sedang bergejolak. Namun karena tangannya terluka sangat dalam membuatnya tidak bisa menggerakkan tangannya. Namun saat ini ia telah merasa baikan, dan bersemangat kembali.
"Tanganku sudah sembuh. Setalah ini aku akan memberi pelajaran pada polisi kurang ajar itu." Ada hasrat dendam yang kini ia rasakan. Sebelumnya ada hasrat membunuh saja, namun kini ada perasaan dendam yang ia rasakan karena kekalahannya duel dengan seroang polisi. "Oh pisau merah ku yang semakin se-merah darah." Ia mengambil pisau merah yang selalu ia gunakan untuk membunuh. "Aku yakin kau juga ingin menikam polisi jelek itu." Ia selalu membayangkan, bagaimana caranya ia membunuh Kira yang telah berani melukai tangannya. "Aku yakin itu." Ia cium dengan lembut pisaunya, sambil membayangkan aroma amis darah setelah melakukan pembunuhan. "Kita lihat siapa yang akan mati terkahir." Sorot matanya menjadi lebih tajam, ia sedang membayangkan jika dirinya bisa membunuh Kira?.
Apakah ia bisa melakukan itu?. Simak terus ceritanya.
__ADS_1
...***...
Di kantor kepolisian.
Koji Isao, Atsushi Ichirou, dan Satoru Iwata saat ini sedang menunggu di luar. Karena yang masuk itu hanyalah Kira dan ketua Hitoshi Tetsuya. Meraka hanya menunggu di luar untuk beberapa menit saja?.
"Jadi kita menunggu di sini?." Koji Isao merasa sangat sedih karena dibiarkan duduk di luar.
"Memangnya kau siapa ingin ikut andil dalam pembicaraan itu?. Memangnya apa yang bisa kau jelaskan pada komisaris jendral jika ditanya?." Satoru Iwata sangat kesal mendengarkan apa yang dikatakan oleh temannya itu.
"Hum, iya juga ya?." Ia semakin miris dengan kenyataan itu
"Kau ini ya?. Benar-benar tidak berguna. Aku rasa benar yang dikatakan kira tadi." Satoru Iwata hampir saja menggebuk temannya itu.
"Berisik!." Atsushi Ichirou juga kesal dengan kedua temannya yang dari tadi berbicara terus.
Sementara itu di dalam ruangan khusus itu.
Daisuke Hiroyuki sangat penasaran dengan apa yang terjadi, dan apa saja yang direncanakan oleh merek semua sehingga ia ingin mendengarkan penjelasan dari mereka.
"Aku ingin mendengarkan apa yang telah kalian lakukan, sehingga satu minggu ini tidak ada kabar buruk mengenai korban yang dibunuh akazuki daiji. Sedangkan anak buahku mengatakan tidak ada pergerakan dari kalian kecuali menangkap yamamoto shohei." Itulah yang telah ia lakukan?. "Apa yang kalian lakukan sebenarnya?. Jelaskan padaku kondisi yang sebenarnya." Ucapnya tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Sedangkan Inuzuka Kira dan Hitoshi Tetsuya dalam bayangan keduanya telah menyiapkan senjata untuk mematikan Daisuke Hiroyuki.
"Ekhm." Hitoshi Tetsuya sedikit batuk kecil seakan-akan memberi kode pada Kira untuk melihat ke mata Daisuke Hiroyuki. "Maaf sebelumnya, bukankah anda telah mengatakan jika kami tidak bisa melaporkan apapun sebelum kami menyelesaikan masalah ini?." Ia mengingatkan ucapan tempo hari yang dikatakan Daisuke Hiroyuki padanya. "Tapi kenapa anda terburu-buru untuk meminta kami menjelaskan kondisi yang terjadi?." Ia berkata dengan nada bertanya. "Apakah bapak lupa dengan itu?." Ia sangat tidak sama sekali. Namun ia berusaha untuk menahan perasaan yang ada di hatinya saat ini.
"Oh, baiklah. Aku yang salah pada saat itu. Kini aku minta penjelasan itu sekarang juga." Tanpa perasaan bersalah ia berkata seperti itu?.
"Ini masih rahasia, jadi kami tidak bisa membocorkan masalah yang terjadi, alasan kenapa tidak ada korban akazuki daiji dalam minggu ini. Bahkan kepada bapak sekalipun, kami masih dalam proses penyelidikan. Bisa saja sewaktu-waktu data berubah dan rencana kami juga berubah nantinya." Kali ini Kira yang menjawabnya, sorot matanya menampakkan bahwa ia memang tidak suka sekali dengan sikap Daisuke Hiroyuki.
"Kau?." Daisuke yang sangat tersinggung dengan ucapan Kira.
"Kami hanya mengerjakan apa yang bapak perintahkan. Bahkan disaat bapak menyerahkan semua masalah yang terjadi pada kamu. Dengan lapang dada kami menerimanya." Kira kembali menjawabnya. "Jadi bapak jangan gelisah saat ini kami sedang melakukan apa. Karena kami saat ini sedang mempertaruhkan segalanya dalam kasus ini." Lanjutnya lagi dengan nada penuh penekanan. "Jika bapak penasaran, maka tunggulah sampai kami menyelesaikan masalah ini." Kira tidak takut sama sekali dengan apa yang ia katakan. "Jadilah seorang pemimpin yang bertindak sesuai dengan apa yang telah diucapkannya. Jangan gunakan kekuasaan untuk membuat seseorang patuh pada apa yang ia putuskan." Itulah yang dikatakan pada Daisuke Hiroyuki dengan nada yang sangat jelas.
"Kau ini." Daisuke Hiroyuki benar-benar tidak bisa membalas apa yang dikatakan Kira.
"Kira." Sedangkan Hitoshi Tetsuya sangat kagum dengan apa yang dikatakan Kira.
"Kami akan menyerahkan semuanya setelah menyelesaikan masalah ini." Kira dengan senyuman ramah berkata seperti itu. Namun sesungguhnya hatinya sangat sakit karena masalah itu memang semuanya dibebankan pada team-nya. Sedangkan mereka sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada mereka yang telah bertaruh nyawa dalam masalah ini. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
__ADS_1
...***...