
...***...
Kira on.
Aku merasakan hal yang buruk yang akan terjadi padaku. Sepertinya mereka telah merencanakan ini dengan baik. Mereka benar-benar memiliki niat untuk menghentikan aku. Mereka semua telah menunjukkan identitas mereka yang sebenarnya padaku. Mereka sangat takut jika aku mengatakan identitas mereka pada publik. Sungguh sangat mengejutkan sekali, ternyata mereka sendiri yang datang padaku karena frustasi yang mereka rasakan. Untuk pembaca tercinta, jangan lupa dukungannya ya. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta yang telah mendukung karya ini dengan sangat baik. Kisah ini akan semakin menarik, kan?.
Kira off.
Jun Hayama, Erika Toda dan Higashi Arashi saat ini sedang menatap Kira. Sepertinya mereka sudah tidak sabar lagi ingin melaksanakan rencana Mereka.
"Kau akan segera berakhir anjing bodoh!." Jun Hayama sedikit menunjal kepala Kira, agar ia mengetahui bahwa saat ini ia masih berada di dekatnya.
"Sepertinya ada orang lain selain kau." Kira mencoba menebak siapa saja yang ada di ruangan itu.
"Ho?. Hebat sekali kau bisa menyadari adanya kami di sini." Erika Toda sangat terkesan dengan tebakan Kira. "Kami akan segera membunuhmu." Lanjutnya lagi dengan nada penuh semangat.
"Biar aku tebak sekali lagi. Sebelum kalian membunuhku." Kira tersenyum kecil. Meskipun matanya tidak bisa melihat menurut mereka?. Namun Kira masih mau menebak siapa saja yang ada di ruangan itu?.
"Memangnya apa lagi yang ingin kau tebak?. Anjing bodoh yang sebentar lagi akan mati?." Erika Toda heran mendengarnya.
"Hanya tebakan kecil saja. Tidak lebih, dan mungkin ini akan menghibur kalian." Kira malah terkekeh kecil.
Tentunya itu membuat ketiganya sedikit bingung. Memangnya tebakan apa yang akan dilakukan Kira?.
"Heh!. Apakah kau mencoba untuk mengubur dirimu anjing bodoh?." Higashi Arashi mengejek Kira.
"Sebaiknya kau tidak usah melakukan apapun. Karena hasilnya percuma saja. Jadi biarkan kami menikam jantungmu dengan benar." Jun Hayama sudah tidak sabar lagi.
"Kalau begitu biar aku yang tebak, saat ini kalian tiga orang polisi yang sebenarnya adalah tiga orang kriminal." Kira langsung pada tebak-tebakannya.
"Eh?." Ketiganya sedikit terkejut.
"Satunya adalah penikmat kejahatan." Kira menunjuk ke arah Erika Toda. "Penjahat kelas atas pembunuh sadis mengincar anak usia remaja." Kali ini ia menunjuk ke arah Higashi Arashi. "Serta penembak jitu terbaik yang waktu itu hampir saja membunuhku. Kau adalah penembak sadis yang pernah mengincar kaisar lima belas tahun yang lalu. Dan kau masih dalam status buronan." Lanjutnya sambil menunjuk ke arah Jun Hayama.
Ketiganya tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Kira. Mereka tidak menyangka akan mendengarkan tebakan yang cukup mengejutkan?.
"Kau!." Entah kenapa Erika Toda saat itu sangat emosi. "Bagaimana mungkin kau mengetahuinya!." Erika Toda mendekati Kira.
__ADS_1
"Heh!." Kira malah mendengus kecil. "Bau kalian itu sangat busuk." Kira mendongakkan kepalanya. Seakan-akan ia mengetahui, jika Erika Toda berdiri di hadapannya saat ini. "Meskipun kau adalah seorang penikmat kejahatan. Namun darah yang tumpah itu masuk ke dalam hawa mu, itulah kenapa darah yang sering tumpah itu menjadi busuk. Hingga pada saatnya nanti mereka akan mengutukmu dengan karma." Kira berkata seperti itu tanpa adanya perasaan takut.
"Dia ini!." Dalam hati Higashi Arashi sedikit takjub dengan tebakan yang dikatakan Kira.
Plak!!!
Sebuah tamparan yang cukup keras diterima oleh Kira. Tentunya itu adalah ungkapan sakit hati dari Erika Toda.
"Dengan ucapan yang katakan tadi, aku tidak akan segan-segan lagi untuk membunuhmu." Amarahnya semakin meledak-ledak. "Tidak akan aku biarkan kau hidup lebih lama lagi." Lanjutnya sambil memberi kode pada Jun Hayama dan Higashi Arashi untuk segera melakukannya.
Apakah yang akan mereka lakukan pada Kira?. Apakah mereka akan membunuh Kira?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu, Sakurai saat ini sangat bimbang. Setelah mereka mengambil darahnya, ia benar-benar ditahan dipenjara kasus pembunuhan yang telah ia lakukan. Hari ini ia diinterogasi oleh Daisuke Watanabe dan Sasaki Taka.
"Sebenarnya aku telah melakukan perencanaan untuk menangkapmu sekali lagi nakamoto kun." Daisuke Watanabe terlihat sangat tidak senang. "Tapi kau malah tertangkap oleh erika toda. Sangat disayangkan sekali." Lanjutnya dengan penuh kekecewaan.
"Heh!. Sangat disayangkan sekali." Sakurai memang tidak suka pada Daisuke Watanabe. "Kau telah gagal menangkapku waktu itu." Sangat jelas jika Sakurai mengejeknya.
"Kegh!." Daisuke Watanabe sangat tersinggung mendengarnya. "Diam kau!. Saat ini kau hanya sendirian!. Anjing sialan itu kemana perginya!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. Hatinya sangat sakit dan merasa terhina dengan ucapan Sakurai.
Deg!!!.
Sakurai sangat terkejut mendengarkan ucapan itu. Baginya tempat itu tidak akan pernah ia datangi lagi. "Tenanglah sakurai. Kira pasti akan membantumu. Karena itulah kau harus bisa bertahan atas apapun yang akan mereka lakukan padamu. Kira, aku mohon padamu jangan mati sebelum aku menyuruhmu mati." Dalam hati Sakurai berharap jika Kira tidak meninggalkannya seorang diri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah itu artinya Sakurai telah kehilangan harapannya karena mereka telah mengetahui bagaimana caranya menghadapi Kira?. Si mata iblis yang dapat melihat apa saja kejadian masa lalu?. Simak terus ceritanya.
***
Kembali pada Kira.
Erika Toda telah mencampurkan darah Sakurai dengan darah Kira. Ia telah menyiapkan sebuah pisau yang sangat tajam untuk menikam dada kiri Kira.
"Kau akan berkahir di sini anjing sialan!." Ucapnya dengan nada menggebu-gebu. "Pegang dia dengan kuat!." Perintahnya pada Jun Hayama dan Higashi Arashi.
"Kegh!. Tidak ada gunanya kalian melakukan ini padaku!." Kira berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman mereka. Akan tetapi sepertinya itu sia-sia saja.
__ADS_1
Sedangkan Erika Toda terlihat sangat mengerikan, ia telah bersiap-siap untuk menikam dada kiri Kira.
"MATILAH KAU AKUMA RINKU!." Teriaknya dengan suara yang sangat keras, sambil mengayunkan pisau super tajam itu agar menusuk jauh ke jantung Kira.
CEKH!.
Degh!!!.
Kira dapat merasakan darah hangat yang sangat tidak asing. Darahnya dan darah Sakurai yang telah disatukan, kemudian ditikam ke jantungnya sambil menyebut namanya?.
"Akuma rinku?. Itu adalah nama asliku?." Ia mulai merasakan sakit yang tidak biasa. Tubuhnya saat itu merasakan panas yang tidak biasa.
Di saat yang bersamaan, Sakurai juga merasakan hal yang sama. Jantungnya berdetak tidak karuan, serta tubuhnya seperti terbakar.
"EGKHAKH!." Kira dan Sakurai berteriak kesakitan. Seakan-akan ada hubungan kontak batin yang sedang terjalin antara keduanya.
"Ahahaha!. Mati lah kau akuma rinku!. Ahahaha." Hatinya sangat puas melihat Kira menjerit kesakitan. Begitu juga dengan Jun Hayama dan Higashi Arashi. Mereka sangat senang melihat Kira yang menggelinding ke lantai sambil merintih kesakitan.
Krakh!!!.
Namun disaat yang bersamaan mereka sangat terkejut melihat Kira berhasil memutuskan rantai borgol itu?. "Aku tidak akan mengampuni KALIAN!." Teriaknya penuh kesakitan. "TUNGGU SAJA PEMBALASAN DARIKU!." Teriaknya dengan penuh kemarahan.
Sementara itu di penjara Higashiyama, Sakurai masih kesakitan. Tentunya itu membuat Daisuke Watanabe dan Sasaki pohon sangat terkejut.
"Kira/Sakurai!."
"UHUKH!."
Keduanya saling menyebutkan nama satu sama lain, terbatuk darah?. Karena merasakan sakit yang sama. Hingga akhirnya keduanya tidak sadarkan diri?.
"Hoi!. Nakamoto!." Daisuke Watanabe dan Sasaki segera mendekati Sakurai, karena tidak ada pergerakan darinya. Tentunya itu membuat keduanya sangat panik.
"Hoi!. Bangun!." Keduanya berusaha untuk membangunkan Sakurai. Akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali.
Sedangkan di tempat Kira?.
Darahnya telah merembet kemana-mana, ia juga tidak bergerak lagi. Wajahnya terlihat sangat pucat, sepertinya Kira telah tewas karena ditikam oleh Erika Toda.
__ADS_1
Apakah ini adalah akhir dari keduanya?. Apakah keduanya tidak bisa melanjutkan dari kisah ini?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya, temukan jawabannya.
...***...