MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 104


__ADS_3

...***...


Kira on.


Sebaiknya kau memang tidak usah berbohong. Karena tidak ada gunanya kau berbohong jika apa yang kau lakukan nantinya akan mendatangkan petaka untukmu sendiri. Hidup jujur saja kau masih ditipu oleh orang lain. Apalagi jika kau hidup dalam kebohongan yang sangat luar biasa. Kau akan dikejar oleh orang-orang yang menuntut tanggung jawab padamu. Jadi jangan anggap remeh dunia ini hanya karena ambisi yang tidak berguna mu itu, serta pikiranmu yang masih dangkal yang mengatakan dunia ini dalam genggaman ku. Maka kita lihat siapa yang akhirnya mencengkram dirimu sendiri jika kau masih bersikap sombong dengan berkata seperti itu.


Kira off.


Di kantor Kepolisian Kota Higashiyama.


Saat ini mereka sedang menginterogasi Yamamoto Shohei yang masih saja belum mengakui jika dirinya telah melakukan kesalahan. Padahal semua bukti telah mereka perlihatkan namun masih saja menghindari tuduhan itu?.


"Sebaiknya kau tidak usah berbohong. Kami mengetahui semua yang kau lakukan." Satoru Iwata sangat marah karena Yamamoto Shohei masih saja tidak mau mengakuinya.


"Apa yang kalian ketahui tentang diriku?!. Aku yakin kalian hanyalah menggertak aku saja. Aku yakin kalian sedang butuh uang karena kalian tidak bisa menangkap akazuki daiji." Yamamoto Shohei malah berkata seperti itu?. Apakah dia ingin memancing amarah mereka semua?.


"Kau!." Satoru Iwata benar-benar hampir terbawa amarah mendengarkan ucapan itu.


"Kau apa?!." Ia malah menantang Satoru Iwata seperti itu.


"Ketua, kami telah membawanya ke sini." Saat itu Koji Isao dan Atsushi Ichirou baru saja datang membawa Kirihata Nozomi.


"Kau?!." Kirihata Nozomi dan Yamamoto Shohei sangat terkejut saat itu.


"Ho?. Dua orang saling mengenal telah bertemu." Hitoshi san sangat kagum melihat itu.


"Aku tidak berbohong, kan?." Koji Isao tersenyum kecil pada Kirihata Nozomi. "Kami memang telah menangkap yamamoto shohei, orang yang telah menipumu puluhan juta dolar." Lanjutnya lagi sambil menyuruh Kirihata Nozomi duduk di samping Yamamoto Shohei.


"Ya. Terima kasih." Ia tidak mengerti bagaimana situasi seperti itu, tapi saat ini ia menyadari ada hal yang bisa ia selesaikan di sini?.


"Hum?. Kau ternyata menipu?." Hitoshi Tetsuya memperhatikan Yamamoto Shohei yang terlihat masih sombong?. "Diam-diam orang terpandang sepertimu menipu?." Ia hampir tekan percaya ada orang yang seperti itu. "Harusnya kami membiarkanmu menjadi target akazuki daiji. Tapi maaf saja, aku tidak akan bisa lari begitu saja karena kasus yang menimpamu banyak sekali." Hitoshi Tetsuya sangat benci dengan tipe seseorang yang seperti itu. "Tapi, humph. Aku bisa mengorbanmu sebagai umpan agar akazuki daiji menampakkan dirinya nantinya. Kau akan aku jadikan tumbal untuk memancing keluar akazuki daiji. Hum, hum, hum, itu ide yang tidak buruk." Ia mengangguk-angguk kepalanya sambil membayangkan apa yang ia lakukan atas apa yang ia ucapkan pada saat itu.


"Ketua, kau sangat mengerikan juga jika mengancam seseorang." Dalam hati Koji Isao, Atsushi Ichirou, dan Satoru Iwata merinding membayangkan apa yang dikatakan ketua mereka.


Namun saat itu mereka melihat kedatangan Kira, orang yang sangat mereka tunggu-tunggu dalam interogasi penting ini.


"Ho?. Sudah datang ternyata?." Kira masuk dan melihat dua orang yang ingin ia lihat bagaimana perekaman masa lalu yang telah mereka lakukan.


"Kira?. Kau sudah datang akhirnya." Koji Isao sangat terkejut melihat kedatangan Kira.


"Tapi jalanmu sudah normal?." Atsushi Ichirou memperlihatkan Kira yang tidak pincang sama sekali. "Kakimu sudah sembuh?." Ia sangat heran dengan kondisi Kira yang sangat sehat segar bugar.

__ADS_1


"Berisik!. Sebagainya jangan bahas yang lain dulu." Kira malah melotot tajam ke arah Atsushi Ichirou. Rasanya ia sangat menyesal bertanya seperti itu pada Kira.


"Ho?. Seram sekali." Atsushi Ichirou sampai menutup matanya karena tidak kuat melihat mata Kira yang sangat mengerikan.


"Kali ini biar aku lihat apa saja yang telah mereka sembunyikan dariku." Kira kali ini melihat ke arah Yamamoto Shohei dan Kirihata Nozomi. "Akan aku lihat sejauh mana mereka merekam semua yang telah mata jelek ini melihat hal yang jelek." Ia menyunggingkan senyumnya, membuat penampilannya semakin menyeramkan.


Apakah mereka akan selamat dari iblis kematian seperti Kira?. Simak dengan baik kisah ini.


...***...


Hutan Gunung Kabut Merah.


Akazuki Daiji saat ini masih gelisah karena tangannya?. Namun ia tidak merasakan sakit seperti sebelumnya, itu membuatkan sedikit bersemangat walaupun belum bisa beraksi seperti sebelumnya?."


"Tangan kananku sebentar lagi sembuh. Aku yakin sebentar lagi akan sembuh." Ia terus mengucapkan kata itu seperti mantram yang memberikan kekuatan padanya.


Ketika ia sedang fokus, tiba-tiba saja dari luar ada yang memanggil namanya dengan suara yang sangat keras.


"Akazuki daiji!. Ada tamu yang datang padamu!." Black memanggilnya dengan suara yang sangat keras.


"Tamu?." Ia bertanya pada dirinya sendiri. "Apakah dia akan memintaku untuk membunuh seseorang lagi?." Ia berjalan keluar dari rumah kecil itu, namun ia masih ragu ingin melangkah keluar.


"Akazuki daiji!. Apakah kau berada di di dalam?." Black kembali memanggil Akazuki Daiji. "Akazuki daiji!. Jawab aku!." Black sepertinya sangat tidak sabaran sebelum Akazuki Daiji keluar.


"Ba-ba-bagaimana mungkin itu bisa terjadi?." Dark sangat histeris dengan itu. Ia tidak menduga itu terjadi.


"Kau jangan hanya bisa bertanya saja. Carikan aku obat untuk menyembuhkan luka ini!." Bentak Akazuki Daiji tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang ia tahan beberapa hari ini?.


"Baiklah, akan aku carikan." Dark langsung meninggalkan tempat itu, ia segera mencari obat yang dapat ia gunakan untuk menyembuhkan tangan Akazuki Daiji.


"Lalu bagaimana dengan dia?." Tunjuk Black pada seorang laki-laki yang terlihat takut. Ia tidak menduga akan menemui Akazuki Daiji hanya untuk meminta laki-laki iblis itu untuk membunuh musuhnya.


"Tinggalkan saja nama dan foto wajah orang yang ingin aku bunuh. Setelah itu kau pergi dari hutan ini." Akazuki Daiji belum bisa bergerak karena tangannya masih sakit.


"Tapi aku ingin kau mengerjakan malam ini." Lelaki itu memberanikan dirinya.


"Kalau begitu nyawamu saja yang aku bunuh hari ini juga." Akazuki Daiji malah mengancam orang itu, senyumannya adalah senyuman iblis yang sedang haus akan darah. Tentunya melihat itu orang itu sangat ketakutan yang luar biasa.


"Ba-baiklah. Akan aku tinggalkan." Ia segera meninggalkan apa yang diinginkan oleh Akazuki Daiji. Ia tidak mau mati di tangan Akazuki Daiji yang tanpa segan-segan akan membunuh seseorang.


"Memangnya apa yang telah terjadi padamu akazuki daiji?." Dark sangat penasaran dengan itu. "Siapa yang telah membuatmu terluka?." Ia bertanya lagi.

__ADS_1


"Tidak biasanya kau terluka." Hazard sangat heran dengan kejadian yang tidak biasa itu.


"Apakah kau bertemu dengan lawan yang kuat?." Dark kembali bertanya.


"Aku memang bertemu dengan lawan yang sangat kuat. Dia telah melukai tanganku seperti ini." Jawabnya sambil memperhatikan tangannya yang kini terlihat bolong?.


"Dia cukup berani juga melawanmu. Aku yakin dia. Bukan orang yang biasa." Hazard merasakan itu.


"Apakah kau akan berhadapannya lagi?." Dark menebak apa yang akan dihadapi Akazuki Daiji nantinya.


"Aku yakin itu. Karena dia adalah seorang anggota kepolisian." Akazuki Daiji juga tidak membantah itu, ia pun sangat yakin dengan itu.


"Anggota kepolisian?." Hazard dan Dark terkejut mendengarkan apa yang dikatakan Akazuki Daiji.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.


...***...


Kantor kepolisian.


Saat ini Kira dan Satoru sedang menginterogasi Yamamoto Shohei dan Kirihata Nozomi yang saling terhubung masalah yang mereka hadapi. Sedangkan Hitoshi Tetsuya, Atsushi Ichirou dan Koji Isao menunggu di luar?.


"Dia yang telah menipuku. Dia berkata jika aku berhasil menjual beberapa benda antik itu, maka aku akan mendapatkan keuntungan atas apa yang telah aku jual, tapi kenyataannya barang antik itu adalah palsu!." Kirihata Nozomi menceritakan apa yang telah ia alami.


"Nah?. Bagaimana pendapatmu?." Kira melemparkan pertanyaan itu pada Yamamoto Shohei.


"Aku tidak mungkin menjual barang palsu. Aku memberikannya yang asli." Ia masih saja belum mau mengakui apa yang telah ia lakukan?.


"Kau memang memberikan barang yang asli padanya. Tapi itu untuk contoh saja." Kira sangat heran karena Yamamoto Shohei belum saja mengakui perbuatannya. "Akan tetapi barang yang kau kirimkan padanya adalah barang palsu." Kira benar-benar geram karena itu.


"Hah?!." Yamamoto Shohei sangat terkejut, dan itu memang ia lakukan. Tapi bagaimana mungkin polisi yang duduk di hadapannya ini mengetahuinya?.


"Kau tidak usah terkejut seperti itu, karena memang itulah kenyataannya. Bahkan kau sendiri yang menyaksikan anak buahmu yang membuat barang palsu itu." Kira benar-benar terbawa amarah. "Apakah perlu aku panggil mereka semua, memaksa mereka semua agar mengatakan kejahatan yang telah kau lakukan?." Lanjutnya lagi, namun ia berusaha untuk menahan amarah yang ia rasakan saat itu.


"Kira. Kau mengetahui segalanya?." Satoru Iwata saja tidak percaya jika Kira mengetahui dengan sangat pasti dan sangat yakin?.


"Aku ini adalah akuma rinku. Iblis yang memilki kemampuan penghubung dua dunia. Akuma rinku, itu adalah nama jati diriku yang sebenarnya." Jawabnya dengan senyuman yang paling mengerikan. Sehingga membuat Satoru Iwata, Kirihata Nozomi, dan Yamamoto Shohei yang melihat itu merinding takut. Bagaimana mungkin ada seorang anggota kepolisian yang menyeramkan seperti Kira?.


"Jangan-jangan dia memang seorang iblis yang menyamar jadi polisi?. Ini sangat tidak baik untuk jantungku." Dalam hatinya sangat tidak baik untuk melihat penampilan Kira yang yang menyeramkan saat ini. Rasanya Satoru Iwata ingin keluar dengan segera dari ruangan itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana lanjutan interogasi mereka setelah ini?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini akan berakhir.

__ADS_1


Next halaman.


...***...


__ADS_2