
...***...
Kira on.
Kisah ini masih berlanjut, dan kau tidak akan lepas begitu saja dari masalah ini. Kalian yang telah memancing aku untuk keluar dari sana. Akan aku tanggapi dengan baik bagaimana kisah ini. Kau akan dapatkan balasan dari apa yang telah kau lakukan padaku, juga pada Sakurai Senpai. Kalian pikir setelah berhasil membunuh aku dengan cara seperti itu akan menyerah begitu saja?. Kisah ini bukan hanya sampai di situ saja. Pada akhirnya yang akan menang itu adalah aku.
"Saudari nakamoto telah memalukan pembunuhan yang sangat sadis pada seorang korban yang bernama kozara uehara." Daisuke Watanabe saat itu yang berbicara dalam sidang itu. Tentunya ia adalah pihak yang menuntut, dan menyesalkan atas tindakan yang telah dilakukan oleh Sakurai?. "Nakamoto telah membunuhnya, dan saat ini kami masih mencari keberadaan rekannya yang bernama inuzuka kira yang entah berada di mana." Lanjutnya lagi. Hari itu Daisuke Watanabe sangat senang karena ia membacakannya dengan sangat lancarnya. Apalagi saat itu Yamamura Tani, sebagai kepolisian tertinggi hadir sebagai saksi sidang besar yang mereka gelar.
"Kau akan tamat nakamoto kun." Dalam hati Erika Toda sangat senang. "Kemenangan kami di depan mata." Ia bersorak penuh kebahagiaan. "Aku yakin kau akan kembali gila, dan saat itu, aku akan membunuhmu dengan sangat mudahnya." Ia telah merencanakan apa saja yang akan ia lakukan setelah sidang keputusan hakim. "Rasanya aku tidak sabar lagi ingin melakukannya." Dalam hatinya saat ini sangat membara, membayangkan apa saja yang akan ia lakukan pada Sakurai nantinya.
"Malang sekali apa yang kau alami saat ini nakamoto kun. Aku hampir saja menangis membayangkan kau masuk penjara seumur hidup karena telah berani membunuh seseorang dengan sangat sadisnya." Dalam hati Higashi Arashi atau Sayaka yang kini sedang mengamati dan mendengarkan dengan sangat jelas bagaimana keadaan sidang yang sama sekali tidak menguntungkan bagi Sakurai yang tidak memiliki kesempatan untuk membela dirinya selain hanya pasrah saja menerima laporan tentang apa saja yang telah ia lakukan pada saat itu. "Rasanya aku tidak sabar lagi ingin membunuhmu, menampilkan pertunjukan yang lebih sadis lagi dari yang sebelumnya." Ia malah bersemangat membayangkan pembunuhan seperti apa yang akan ia lakukan pada Sakurai nantinya.
"Baiklah. Keputusan telah ditetapkan. Hasil dari sidang ini tidak perlu memakan waktu yang lama lagi." Salah satu hakim yang memutuskan perkaya itu tidak ingin berlama-lama dalam mengambil keputusan.
"Oh?. Apakah ini memang dari akhirnya aku harus menyerahkan diri?." Dalam hati Sakurai benar-benar sangat putus asa. Ia tidak memiliki harapan, karena Kira benar-benar telah meninggalkan dirinya.
Akan tetapi, pada saat itu. Seisi ruangan sidang itu dikejutkan dengan suara dobrakan pintu yang sangat keras. Siapa yang tidak terkejut dengan suara yang sangat keras itu?. Hingga membuat mereka mempelajari apa yang sedang terjadi?. Siapa yang telah berani masuk ke dalam ruangan siang itu dengan kurang ajarnya?.
Deg!!!.
Heh!. Tidak semudah itu kalian membunuhku, dan aku akan datang dengan cara apapun itu. Kita lihat saja, siapa yang pada akhirnya akan tertawa di akhir kisah ini.
Hanya orang-orang tertentu yang menyadari apa yang telah mereka bawa ke ruangan sidang.
__ADS_1
"Peti mati?!." Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Bagaimana mungkin ada tiga orang polisi membawa peti mati?.
"Hei!. Kau ryoma bodoh!." Daisuke Watanabe langsung mendekati Ryoma dengan nada tinggi. "Apa yang kau inginkan dengan membawa peti mati itu?!." Bentaknya lagi.
"Kalian sebaiknya tidak mengganggu sidang ini!." Sasaki Taka sangat terlihat jelas tidak menyukai mereka.
Suasana ruangan sidang saat ini sangat kacau setelah Ryoma, Naoki, dan Hiroshi Aoyama membawa peti mati itu?.
"Untuk apa orang-orang bodoh itu membawa peti mati?." Dalam hati Erika Toda, Jun Hayama, dan Higashi Arashi atau Sayaka sangat heran dengan apa yang telah mereka lakukan. Sungguh sangat luar biasa sekali atas apa yang telah mereka lakukan?.
"Hei!. Kalian bertiga!. Jangan membuat keributan di ruangan ini!." Bentak salah satu jaksa yang melakukan sidang pada hari itu, namun tidak digubris oleh mereka.
"Sakurai san." Ryoma, Naoki, dan Hiroshi Aoyama mendekati Sakurai yang terlihat sangat sedih, patah hati, dan tersiksa.
Deg!!!
Sakurai sangat terkejut dengan apa yang ia dengar pada saat itu.
Sakurai senpai, maaf jika aku datang dalam kondisi seperti itu, tapi aku harap kau memahami situasinya. Aku harap kau mengerti apa yang harus kau lakukan. Jika saja mereka tidak membunuhku dengan cara seperti itu, aku yakin aku bisa membantumu, tapi untuk saat ini bantulah aku untuk bangun terlebih dahulu, setelah ini baru kita hajar mereka sama-sama.
"Kau tidak bercanda?. Kan?." Sakurai tidak mengerti kenapa air matanya semakin menetes ketika ia mendengarkan nama Kira.
"Maaf, karena kami lama membantumu. Kira telah mengetahui semua rencana mereka, sehingga kami harus melakukan hal yang lain untuk menyelamatkannya terlebih dahulu." Ryoma melirik ke arah peti mati yang mereka bawa tadi.
__ADS_1
"Jadi?. Kira ada di dalam sana?." Hatinya sangat sakit. Tentunya ia mengerti apa dengan apa yang dikatakan oleh Ryoma.
"Ya. Mereka hampir saja membunuh Kira." Jawab Naoki dengan berat hati.
"Jadi kira benar-benar hampir mati karena rencana yang telah mereka susun untuk menghentikan apa yang telah aku lakukan selama ini?." Sakurai mendekati peti mati itu.
Sedangkan mereka semua hanya melihat saja apa yang akan dilakukan Ryoma, Naoki dan Hiroshi Aoyama?. Tidak!. Saat itu Daisuke Watanabe dan Sasaki Taka tidak akan membiarkan mereka melakukan apapun. Akan tetapi pada saat itu mereka semua dikejutkan dengan apa yang mereka lihat pada saat itu. Dimana mereka melihat Inuzuka Kira terbaring dalam peti mati itu.
Di dada kirinya ada sebuah pisau yang menancap, tentunya itu membuat mereka semua sangat terbentang dengan apa yang telah mereka lihat.
"Bukankah itu inuzuka kira?!." Daisuke Watanabe berteriak sangat keras.
Deg!!!.
Tentunya teriakan Daisuke Watanabe membuat Erika Toda, Sayaka, Jun Hayama dan Yamamura Tani sangat terkejut. Bukankah seharusnya peti itu telah dibakar dan telah menjadi abu?. Bagaimana mungkin bisa kembali dalam keadaan utuh?. Apa yang terjadi sebenarnya?. Mereka semua bertanya-tanya, karena itu adalah hal yang sangat mustahil jika peti itu masih utuh?. Begitu juga dengan orang yang ada di dalam peti mati itu?. Bagaimana bisa utuh seperti itu?.
Aku telah datang, namun saat ini aku masih koma. Aku yakin mereka sangat terkejut dengan kedatanganku yang seperti itu. Siapapun akan mengetahui bagaimana keadaanku yang sekarang. Mereka pasti bertanya-tanya kenapa aku datang dalam kondisi seperti ini. Terutama mereka yang ingin menyingkirkan aku dari dunia ini supaya aku tidak bisa membantu Sakurai senpai menyelesaikan kasus ini. Jika saja aku bisa melihat raut wajah terkejut mereka, aku ingin tertawa terbahak-bahak sambil berkata. "Aku adalah iblis abadi. Cara yang kalian gunakan sama sekali tidak mempan terhadap diriku, aku rasa percuma saja kalian melakukan itu."
Ya, sepertinya setelah ini akan ada hal yang lebih menarik lagi yang akan terjadi. Simak saja kisah ini ya.
Kira off.
...***...
__ADS_1