
...***...
Kira on.
Harapan manusia hanyalah punya harapan yang akan ia pertahankan. Apakah manusia tidak boleh berharap?. Kenapa harapan itu terasa sangat menyakitkan?. Dan bahkan terasa menyakitkan jika berharap pada sesuatu yang tidak pasti. Rasanya hidup ini serba salah, berharap tidak akan dilahirkan pun itu salah. Karena sejak lahir saja telah ditentukan harus berjalan ke arah mana, dan akan berakhir seperti apa. Apakah menuju jalan kegelapan juga salah satu takdir?. Apakah itu bisa disebut takdir?. Tapi takdir seperti apa?. Katakan padaku takdir menuju kegelapan itu takdir baik atau takdir buruk?. Katakan padaku yang tidak mengerti apa-apa ini. Bagaimana lanjutan kisah ini?. Simak terus ceritanya.
Kira off.
Di kantor kepolisian kota Higashiyama.
Mereka semua tidak menduga jika kira telah menikah dan memiliki anak. Kira memangku putrinya, ia kini sedang bermain catur bersama Satoru Iwata, tak lupa ada Hitoshi Tetsuya yang ikut dalam permainan itu.
"Iyosh!. Anak ayah memang pintar." Kira memuji anaknya ketika berhasil memakan salah satu catur milik Satoru Iwata.
"Hihihi!. Pastinya dong." Chitose sangat percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki.
"Olala. Malah kalah sama anak kecil." Satoru Iwata sangat kecewa karena ia kalah begitu dengan mudahnya.
"Kau ini sangat memalukan sekali." Hitoshi Tetsuya tidak menyangka jika anak buahnya itu akan kalah dengan seorang anak kecil.
"Hahaha. Mau bagaimana lagi?." Dalam hatinya sangat miris dengan itu.
Namun pada saat yang sama tak jauh dari mereka yang sedang duduk bermain catur, Koji Isao dan Atsushi Ichirou sedang duduk bersama dengan Inuzuka Sayuri. Mereka masih penasaran hubungan inuzuka kira dan inuzuka Sayuri.
"Anda beneran istri inuzuka kira?." Koji Isao kembali menanyakan seperti itu
"Saya memang istrinya inuzuka kira." Jawab inuzuka Sayuri.
"Anda sudah menikah berapa tahun dengannya?." Atsushi Ichirou masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.
"Hampir sepuluh tahun saya menikah dengan inuzuka kira." Inuzuka Sayuri merasa tidak enak hati dengan pertanyaan mereka itu.
"Sepuluh tahun?." Koji Isao dan Atsushi Ichirou sangat terkejut mendengarkan ucapan Inuzuka Sayuri.
"Tapi apa yang membuatmu jatuh cinta pada manusia datar dan gila seperti kira?." Atsushi Ichirou sedikit aneh dengan apa yang terjadi. Apakah cinta memang buta sehingga seseorang tidak dapat melihat dan menilai orang yang akan dicintainya itu?.
"Hahaha!. Aku juga tidak tahu tapi dia adalah tipe laki-laki yang bertanggung dalam hal apapun, termasuk dalam tugasnya sebagai seorang polisi yang berani mengambil risiko untuk mengalahkan penjahat besar." Sayuri tentunya memuji suaminya dengan penuh kebanggaan.
"Bertanggung jawab ya?." Keduanya merasa tersinggung dengan apa yang telah dikatakan oleh Inuzuka Sayuri. Sebab mereka selama ini sangat tidak serius dalam mengatasi Akazuki Daiji.
Namun pada saat itu ada pertanyaan yang dilontarkan oleh Satoru Iwata pada Inuzuka Chitose. "Hai anak manis beneran anak dari ini suka kira?. Itulah yang ia tanyakan pada chitose.
Chitose mengamati dan melihat apa saja yang ada di dalam mata Satoru Iwata. "Paman, aku katakan padamu satu hal ya?. Meragukan seseorang itu rasanya sangat menyakitkan. Jika paman tidak percaya?. Setidaknya paman jangan berikan kesan yang buruk pada seseorang." Chitose dapat melihat apa yang ada di dalam mata itu. "Paman harusnya malu, karena paman tidak bisa bertindak dengan benar. Paman takut mati karena paman tidak bisa berhadapan dengan seorang pembunuh yang kejam itu." Chitose melihat semuanya sehingga ia mengatakan apa yang ia lihat pada saat itu.
"Aih!. Jangan dilihat yang buruknya nak." Kira segera menutup mata anaknya agar tidak melihat apa yang ada di dalam mata Satoru Iwata.
"Eh?." Satoru iwata dan hitoshi Tetsuya sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Chitose.
__ADS_1
"Lupakan!. Dia memang bisa melihat apa yang disembunyikan seseorang." Kira merasa tidak enak. "Ini adalah bukti jika chitose chan adalah anakku." Kira tersenyum lebar menatap keduanya yang merasa menang ketika mendengarkan ucapan anaknya. "Jadi jangan tatap matanya, karena dia akan melihat semua yang buruk tentang seseorang yang dilihat matanya." Kira sedikit menjelaskan tentang kehebatan yang dimiliki oleh anaknya itu.
"He?. Nemang generasi yang sangat menyeramkan." Dalam hati Satoru Iwata tidak percaya dengan itu.
"Anaknya saja menyeramkan?. Apalagi bapaknya?." Dalam hati Hitoshi Tetsuya sedikit merinding melihat kemampuan mereka yang sangat tidak wajar itu.
"Ayah?. Jangan tutup mataku. Aku ingin melihat mereka yang jahat pada ayah." Chitose sangat kesal karena mereka tidak mau membantu ayahnya dalam melakukan hal yang sangat berbahaya.
"Tidak boleh ya?. Ayah tidak mengizinkan chitose chan untuk melakukan itu." Kira melarang keras, ia takut anaknya akan dipengaruhi oleh kegelapan yang ada pada mereka nantinya.
"Aku mohon buka mataku ayah." Chitose sangat memohon pada Kira.
"Tapi chitose chan janji pada ayah, agar tidak melihat mata mereka lagi. Karena polisi memiliki pekerjaan yang sangat berbahaya. Dengarkan apa yang ayah katakan." Kira hanya tidak ingin anaknya melihat hal yang aneh-aneh pada diri mereka, cukup ia saja yang mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"Um. Baiklah ayah chitose akan mengikuti apa yang ayah katakan." Chitose setuju dengan apa yang dikatakan ayahnya.
"Janji ya?." Kira hanya ingin memastikan anaknya tidak akan membohongi dirinya.
"Janji." Balasnya dengan sepenuh hati.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
...***...
Hutan gunung kabut merah.
Saat itu Akazuki Daiji sedang memperhatikan alam sekitarnya, tidak biasanya ia duduk di luar sambil memperhatikan bagaimana kondisi hutan gunung merah pada saat itu. Entah karena ia frustasi atau bagaimana, sehingga ia mengingat masa-masa pertama kali ia sampai di sana. Semuanya ia ingat, kenangan yang membuatnya merasakan gejolak ingin membunuh seseorang.
...***...
Saat ini Kira dan Sayuri sedang menuju jalan pulang, tentunya ia menggunakan mobil miliknya menuju ke rumah, sementara itu anaknya chitose tertidur di belakang.
"Aku sangat khawatir padamu, apalagi chitose mengatakan, jika kau akan berhadapan dengan seseorang yang memiliki kemampuan membunuh yang sangat mengerikan." Akhirnya Sayuri mengatakan apa yang ia rasakan, bagaimana perasaan cemasnya ketika anaknya berkata seperti itu padanya.
"Jadi dia sudah dapat melihatnya?. Ternyata ia memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dari apa yang aku duga." Tentunya kira sangat terkejut dengan kemampuan anaknya yang seperti itu. Darah Akuma telah mengalir di dalam darah anaknya.
"Ya seperti itulah yang terjadi. Chitose sungguh sangat khawatir padamu. Dia benar-benar mewarisi semua kekuatan yang kau miliki." Balas Sayuri dengan berat hati, namun ia tidak bisa menolak kenyataan itu bahwa anaknya memiliki kemampuan yang sama dengan ayahnya atau bahkan sedikit lebih.
"Jadi seperti itu ya?. Maafkan aku, karena aku juga tidak bisa menghentikan itu. Kemampuan itu akan terus berkembang nantinya, termasuk yang akan lahir ini." Kira sempat mengelus perut istrinya yang kini membesar. Turunan dari ayah memang sangat besar sehingga kekuatan ayah akan mengalir pada anaknya.
"Mau bagaimana lagi." Sayuri memang telah pasrah akan itu. "jika memang seperti itu yang terjadi aku pun tidak bisa menolaknya." Hanya itu yang bisa ia katakan pada suaminya.
'Terima kasih karena kau selalu memahamiku sayuri. Rasanya aku ingin segera menyelesaikan masalah ini, supaya aku bisa bermesraan denganmu lagi." Kira malah terkekeh kecil Karena rasa rindu pada orang-orang yang ia cintai.
Plak!.
Sayuri memukul sedikit kuat tangan suaminya itu. Ia spontan melakukan itu, sedangkan Kira sangat terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya.
__ADS_1
"Urusai!. Baka!." Sayuri sedikit terkejut mendengarkan ucapan suaminya itu, sehingga ada rona merah yang menghiasi pipinya ketika kira mengatakan bermesraan dengannya
"Hihihi maafkan aku ya?." Kira sepertinya sedang menggoda istrinya sendiri. Rasanya sudah lama ia tidak melihat istrinya yang tersipu malu seperti itu. Sungguh, saat ini ia hanya ingin bersama dengan istrinya.
"Tidak mau!." Sayuri berpura-pura ngambek. Itu karena ia sedang menahan perasaan rindu yang sedang membuncah di dalam hatinya.
"Terima kasih." Kira malah membalas seperti itu karena ia percaya jika istrinya tidak seperti itu. Istrinya itu benar-benar tidak menolak keinginannya. Ia sangat paham bagaimana sifat Sayuri yang sesungguhnya. Itulah yang membuatnya semakin jatuh cinta pada istrinya.
"Hmph!." Sayuri benar-benar berpura-pura mengamuk di hadapan suaminya itu. Namun saat itu jantungnya sedang berdebar-debar mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya. Ia juga ingin bermesraan dengan suaminya yang saat ini sedang sibuk mengurus masalah yang sangat rumit, apalagi kalau bukan tentang kasus Akazuki Daiji.
Namun pada saat itu kira melihat seseorang yang ia kenal, sehingga ia menghentikan mobilnya ke pinggir jalan. Karena ia ingin memastikan Apakah orang itu benar-benar orang yang ia kenal sebelumnya.
"Oh?." Kira benar-benar mengenal orang itu.
"Ada apa?." Sayuri sedikit heran dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Aku turun sebentar, karena ada seseorang yang ingin aku hampiri. Seseorang yang kehilangan orang yang dicintainya." Jawab kira agar Sayuri tidak curiga padanya.
"Baiklah aku harap jangan terlalu lama, kasihan pada chitose yang tertidur di mobil. Pasti tidak nyaman baginya." Ia melihat ke arah anaknya yang masih tertidur dengan sangat nyaman.
"Aku tidak akan lama, tunggu sebentar." Setelah berkata seperti itu Kira turun untuk melihat orang itu.
"Permisi?." Dengan hati-hati ya ingin mendekati orang itu.
"Pak polisi?." Ternyata orang itu masih ingat dengan Kira. "Apakah pak polisi sedang melakukan tugas?." Ia bertanya kepada Kira.
"Hanya kebetulan saja dan saya melihat Nyonya berada di sini." Jawabnya.
"Aku sedang jalan-jalan sambil kenangan yang ada di sini bersama suamiku." Balas Azumi. "Apakah kau telah mengetahui alasan kenapa akazuki daiji membunuh suamiku?." Ternyata ia masih ingat dengan pertanyaan itu, karena ia sangat tidak terima jika suaminya dibunuh oleh orang lain.
"Agak berat aku mengatakan padamu azumi san." Hatinya sedikit miris mengingat kenyataan itu.
"Jadi apa yang membuat suamiku dibunuh oleh akazuki daiji?. Katakan saja padaku, aku akan mendengarkannya." Azumi benar-benar ingin mendengarkan penyebab Akazuki Daiji membunuh suaminya.
"Dengan berat hati aku katakan, jika alasan yang sebenarnya adalah ada seseorang yang meminta akazuki daiji untuk membunuh suamimu." Kira mencoba menjelaskan itu.
"Ada seseorang yang meminta akazuki daiji membunuh suamiku?." Azumi belum mengerti dengan penjelasan itu. "Memangnya apa yang telah dilakukan oleh suamiku?. Sehingga seseorang meminta akazuki daiji membunuhnya?." Tentunya ada penyebab dan alasan kenapa orang itu meminta Akazuki Daiji melakukan itu.
"Itu semua karena tuan takahashi arata telah melakukan perdagangan manusia." Jawab Kira. "Salah satu korban ingin balas dendam, karena anaknya dijual oleh suami anda. Suami anda telah melakukan perdagangan manusia dengan sangat keji, sehingga keluarga korban meminta akazuki daiji membunuhnya. Karena anak mereka ditemukan tewas di tempat yang sangat mengerikan." Kira telah menjelaskan alasan itu.
"Jadi itu adalah balas dendam?." Azumi tidak menyangka jika suaminya melakukan pekerjaan yang sangat berbahaya.
"Aku rasa memang seperti itu azumi san." Kira melihat raut wajah sedih dari wanita itu, namun ia juga tidak bisa membantunya. "Maafkan aku, karena aku belum bisa mengatakan padamu. Alasan yang sebenarnya setelah menyelidiki masalah itu, sungguh maafkan aku." Kira merasa menyesal karena tidak bisa menjelaskan masalah itu.
Azumi hanya terdiam sambil menahan tangisnya, karena ia tidak menduga jika suaminya telah melakukan hal yang sangat jahat. Sehingga ia menjadi incaran orang-orang yang sangat dendam padanya. Otu adalah hal yang wajar jika seseorang dendam pada suaminya, karena suaminya telah menjual orang lain dan orang itu telah dibunuh. Hatinya sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh suaminya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya, simak terus cerita ini. Karena masalah ini belum selesai dan masih berlanjut hingga pada saat nanti yang ditentukan waktu.
__ADS_1
Next.
...**...