MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 24


__ADS_3

...***...


...Kira on....


Hai, pembaca tercinta. Apakah masih menikmati kisah ini dengan baik?. Aku harap masih menikmati kisah ini. Terima kasih atas dukungannya. Sepertinya pada episode sebelumnya, aku dan sakurai senpai sedang dijebak. Akan aku gunakan kekuatan mataku untuk melihat apa yang terjadi di sana. Tapi sayangnya kami malah dibawa ke penjara oleh kedua polisi itu. Tapi tenang saja, aku akan memikirkan caranya agar aku bisa melihat apa yang terjadi nantinya. Karena itu mohon dukungannya ya pembaca tercinta. Supaya lebih semangat lagi melakukan pekerjaan ini. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta. Semoga kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti.


Kira off.


Saat ini Kira dan Sakurai di tahan di penjara Kepolisian Amekaze karena dugaan pembunuhan yang telah mereka lakukan di kontrakan Takahashi Mizuki. Sehingga keduanya saat ini menerima banyak pertanyaan?.


"Keluarkan identitas yang kalian miliki." Dengan suara yang tidak ramah ia berkata pada Sakurai dan Kira.


"Kau bisa membacanya dengan benar." Sakurai mengeluarkan tanda pengenalnya.


"Widih!. Ternyata kau seorang polisi juga?." Ia sedikit terkejut melihat identitas nama yang mereka perlihatkan padanya. "Nakamoto Sakurai?. Dan kau?. Inuzuka kira?. Nama yang aneh." Matsunaga Shohei membaca nama yang tertera di name tag.


"Nama ini sangat berharga, jadi jangan remehkan namaku dengan pikiran anehmu." Kira hanya tersenyum kecil saja. Ia memang tidak mau menunjukkan nama aslinya siapa pada siapapun, bahkan pada Sakurai sekalipun. "Inuzuka kira itu adalah nama yang sangat keren. Akan aku gigit kalian!." Ucapnya dengan nada bercanda. Akan tetapi, sepertinya mereka sama sekali tidak suka dengan candaan yang dilayangkan Kira.


"Heh!." Sakurai hanya mendengus kecil. Ia sangat kesal sekali dengan apa yang mereka lakukan padanya. Ia menyimpan kembali nama tanda pengenal yang ia miliki.


"Tapi bagaimana bisa seorang kepolisian bisa terjebak dalam kasus pembunuhan?. Apa yang kalian inginkan dari penjahat kelas tinggi seperti takahashi mizuki?." Hirogashi Ken penasaran dengan keterlibatan mereka dalam kasus itu. "Apa yang membuat kalian sampai ke wilayah ini?." Lanjutnya.


"Katakan pada kami dengan baik, jika kalian ingin pergi dari sini dalam keadaan aman." Matsunaga Shohei seperti sedang mengancam keduanya.


"Dia salah satu pelaku dari kasus undangan berdarah. Sepuluh tahun yang lalu dia telah membunuh kepolisian tertinggi di kawasan higashiyama." Jawab Sakurai sambil berusaha menekan perasaan yang ia rasakan saat ini. "Tentu saja aku mencarinya karena dia telah melakukan kejahatan yang sangat luar biasa!." Sakurai sangat emosi. "Aku adalah satu-satunya orang yang selamat dalam kasus itu!. Tentunya dia harus bertanggungjawab atas apa yang telah dia lakukan!." Sakurai kembali teringat dengan masalah itu.


"Tidak aku sangka higashiyama yang terkenal memiliki masalah yang rumit, hingga sepuluh tahun berlalu masih saja belum selesai." Matsunaga Shohei heran dengan kasus yang mereka tangani. "Dan kau satu-satunya orang yang selamat dalam kasus itu?. Sungguh luar biasa sekali." Miris memang, siapa yang bisa melupakan kejadian itu.


"Aku jauh lebih heran lagi. Bagaimana mungkin kota amekaze bisa bekerjasama dengan para penjahat untuk melakukan kelangsungan hidup?. Sangat luar biasa sekali, hidup berdampingan dengan para pelaku kejahatan, asalkan tidak melakukan kejahatan di wilayah sendiri itu tidak masalah." Kira menatap lekat mata Matsunaga Shohei. Sepertinya ia sedang menyelami alam bawah sadarnya untuk mengorek beberapa informasi.


"Hoi!." Hirogashi Ken dan Matsunaga Shohei sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira. "Bagaimana mungkin kau mengetahui rahasia yang kami simpan di kawasan ini?." Ia mengarahkan pistol ke arah kepala Kira. "Pasti kau telah mencari informasi tentang kawasan ini sebelum kau kemari bukan?." Dengan geram ia mengancam Kira. "Kau tidak akan aku biarkan pergi dari sini dengan aman." Seketika ia panik.


"Heh!. Sepertinya kalian sangat menarik sekali. Sejauh mana kalian mengetahui tentang kawasan ini?. Jika tidak menjawabnya dengan benar, maka kalian tidak akan bisa lolos dari sini dengan aman." Matsunaga Shohei mengancam Kira dan Sakurai.


"Kau tidak usah mengancam kami." Mata kira menatap nyalang ke arah Matsunaga Shohei. Membuatnya bergetar merinding melihat mata merah miliki Kira. Sedangkan Sakurai hanya diam saja, toh semuanya akan dibereskan oleh Kira, jadi ia hanya tinggal menerima bersih saja. "Aku juga memiliki senjata yang dapat menembus kepala kalian, loh?. Bang!." Kira mengarahkan jari telunjuknya seakan-akan itu adalah senapan sungguhan ke arah kepala Matsunaga Shohei.


"Katakan!." Matsunaga Shohei mencoba mengabaikan apa yang dikatakan oleh Kira.

__ADS_1


"Kedatangan kami ke sini bukan mencari kerusuhan. Jika kalian berani menghalangi kami mencari tahu kebenaran dari takahashi mizuki, maka aku yang akan melenyapkan kalian di kawasan kalian sendiri." Kira tidak main-main lagi, ia tidak mau membuat Sakurai terlalu lama menunggu kabar baik dari kasus yang sedang ia atasi saat ini.


Deg!!!.


"Terserah kalian saja." Matsunaga Shohei hanya pasrah saja. Baru saja ia melihat iblis menyeramkan mencoba menekannya?.


"Apakah itu tidak apa-apa matsunaga san?." Hirogashi Ken sedikit cemas.


"Aku juga ingin melihat, siapa yang telah membunuh takahashi mizuki terbunuh di kontrakannya." Meskipun sebagai penjahat, ia juga berhak melindungi orang-orang yang berada di kawasan Amekaze. "Jika kau bisa membuktikan apa yang terjadi pada takahashi mizuki, maka kalian boleh pergi dari sini." Lanjutnya lagi.


"Matsunaga san." Hirogashi Ken tidak percaya jika ketuanya akan berkata seperti itu.


"Hoo!. Boleh juga." Kira menyeringai lebar. "Tapi sebelum itu ada yang ingin aku pastikan dari kasus yang telah dilakukan takahashi dalam kasus undangan berdarah. Aku ingin melihat semua orang yang terlibat dalam kasus besar itu. Jadi, sebelum kita pergi ke kontrakan takahashi mizuki, aku ingin melihat jasadnya sebentar." Itulah permintaan Kira.


"Apa kau sudah gila?. Dia sudah tewas, lalu bagaimana dengan kau bisa bertanya padanya siapa saja yang terlibat dalam masalah itu?." Matsunaga Shohei merasa dipermainkan oleh Kira, ia sangat kesal dengan apa yang dikatakan oleh Kira.


"Kau jangan seenaknya saja bertindak!. Tidak mungkin kau bisa melakukan itu pada orang yang telah tewas!. Kau pikir kau ini siapa?!." Dengan kesalnya ia membentak Kira dengan suara yang sangat keras.


"Kalian tidak panik seperti itu. Dia bisa melakukan apa yang ia mau." Sakurai tidak mau berkata banyak. Baginya menemukan kebenaran dari kasus undangan berdarah sangatlah penting.


"Jelas-jelas itu sudah gila!. Tidak yang bisa melakukan itu selain orang gila!." Hirogashi Ken marah dan masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Kira.


"Terkadang aku juga ingin mengetahuinya, bagaimana kira melakukan itu." Dalam hati Sakurai juga penasaran. Namun ia tidak mau menghambat Kira menemukan bukti itu hanya karena pertanyaannya yang sama sekali tidak membantu Kira menemukan kebenaran itu.


Sakurai on.


Kira memang memperlihatkan padaku bagaimana ia melakukan itu. Aku ingin bertanya padanya, namun sepertinya aku juga enggan. Bagiku, hanya dia satu-satunya harapan yang aku miliki. Aku tidak peduli dia mau melakukan dengan cara apa untuk menemukan kebenaran itu. Apakah aku egois?. Ya, sebut saja seperti itu. Kira juga tidak keberatan untuk melakukannya. Dia bahkan berjanji akan menyelesaikan kasus ini. Karena itulah aku harus percaya dengan apapun yang ia lakukan tanpa mencari-cari alasan hanya untuk menghambat pekerjaannya saja. Aku tidak mau itu terjadi, dan akhirnya aku hanya akan menelan pil pahit saja. Kira, aku percayakan semua beban masalah yang terjadi selama ini padamu.


Sakurai off.


Apakah memang Kira bisa membuktikan itu?. Temukan jawabannya.


...***...


Sementara itu di sisi lain.


Sayaka saat ini sedang menemui Nyonya X. Ia juga sedang bosan jika berada di kantor, karena Sakurai dan Kira tidak ada di sana. Lagipula ada hal penting yang ingin ia dengar dari Nyonya X mengenai rencana mereka selanjutnya. Ia juga harus cepat bergerak, karena mereka tidak ingin kalah dari Inuzuka Kira.

__ADS_1


"Jadi mereka berdua telah memang menuju amekaze?." Nyonya X tersenyum mengejek di balik topengnya itu.


"Sepertinya seperti itu. Mereka benar-benar melakukannya. Saya tidak menduga mereka akan melangkah sejauh ini demi menemukan kebenarannya." Sayaka tersenyum kecil membayangkan bagaimana mereka yang bersemangat melakukan itu semua. "Bahkan kami disuruh kembali oleh anjing itu." Lanjutnya.


"Tapi." Nyonya X terlihat sangat santai, menikmati apa yang akan terjadi pada Sakurai dan Kira. "Mereka tidak akan bisa membawa takahashi mizuki dari sana, karena dia telah mati di tangan mereka." Nyonya X tertawa kecil sambil membayangkan apa yang akan mereka terima jika bertemu dengan Takahashi Mizuki?.


"Hihihi!. Saya yakin mereka akan kecewa, dan menyadari jika takahashi mati karena membuka pintu itu." Sayaka juga tertawa senang membayangkan bagaimana reaksi mereka saat itu.


"Heh!. Mudah sekali menipu mereka." Nyonya X dapat membayangkan bagaimana raut wajah mereka setelah mengetahui kebenaran itu.


"Lalu apa yang akan nyonya lakukan setelah ini?. Apakah kita harus menyingkirkan sisanya?." Dalam tawanya ia masih ingat dengan beberapa orang lainnya yang terlibat dalam kasus itu.


"Jangan terlalu terburu-buru. Mari kita buat drama yang lebih menarik lagi." Sepertinya ia mendapatkan ide yang lebih menarik lagi. "Aku ingin melakukan hal yang berbeda dari yang sebelumnya." Nyonya X tampak bersemangat.


"Sepertinya nyonya memiliki rencana yang lebih menarik untuk membuat mereka kesulitan." Sayaka dapat menangkap adanya rencana menarik dari Nyonya X.


"Ya, tentu saja. Tidak akan aku biarkan mereka menemukan kebenaran dari kasus ini. Aku tidak ingin mengetahui siapa dalang dibalik semua ini." Ya, tentu saja ia tidak mau itu sampai terjadi. Itu akan sangat merugikan dirinya nantinya. "Lalu bagaimana menurutmu si anjing itu?. Apakah kau telah menemukan identitas aslinya?. Siapa dia sebenarnya?." Nyonya X ternyata memerintahkan Sayaka untuk mencari tahu siapa Kira sebenarnya?.


"Apa yang ingin nyonya lakukan padanya?. Apakah nyonya akan melenyapkannya dengan mencari tahu siapa dia di masa lalu?." Sayaka masih bertanya-tanya kenapa wanita itu ingin mengetahui identitas asli Kira?.


"Aku hanya ingin memastikan bahwa dia sebenarnya adalah iblis penghubung antara masa lalu dan masa depan." Jawabnya dengan pelan. "Aku yakin dia memiliki kekuatan itu, serta kekuatan mata iblis yang sangat berbahaya untuk mengungkapkan apa yang telah kita lakukan selama ini." Itulah yang ia khawatirkan.


"Apa?. Iblis penghubung antara masa lalu dan masa depan?. Apa maksudnya itu?. Sangat tidak masuk akal." Sayaka merasa heran dengan apa yang dikatakan wanita itu padanya. "Bukankah itu kekuatan yang sangat tinggi?. Bagaimana mungkin tipe iblis seperti itu malah dimiliki oleh anjing sialan itu?. Ini akan menjadi ancaman yang sangat berbahaya." Dalam hati Sayaka tidak menyangka akan berhadapan dengan seseorang yang memiliki kemampuan diatasnya?.


"Apakah kau tidak melihatnya sayaka?. Apakah kau tidak merasakan hawa yang berbeda darinya?." Balasnya sambil mengingat bagaimana Kira jika ia sedang mengawasi seseorang. "Jika kau adalah iblis pembunuh haus akan darah, maka dia adalah iblis penghubung antara masa lalu dengan masa depan. Kekuatan itu sangat merepotkan untuk kita hadapi." Lanjutnya lagi.


"Begitu banyak tipe iblis di dunia ini yang membantu manusia?. Bahkan dia sendiri iblis?." Sayaka tersenyum kecil mengingat ia sendiri adalah iblis yang bersembunyi dibalik sikap seorang manusia?. Sudah berapa banyak nyawa manusia melayang karena apa yang ia lakukan selama ini?. Membunuh orang lain tanpa sebab, membunuh banyak orang dengan hasrat yang tidak wajar. Apakah itu disebut manusia?.


"Ya, bahkan aku juga disebut iblis hasrat perasaan menyaksikan pembunuhan yang sadis." Ia dapat merasakan gejolak itu dari dirinya. "Tapi kira berbeda. Dia berbeda dengan kita sayaka. Aku dapat melihat matanya yang berbeda dengan kita. Aku melihat dia memiliki kemampuan yang aneh. Karena itulah aku ingin menghentikannya, supaya dia tidak menghalangi jalan yang aku tempuh selama ini." Tiba-tiba saja perasaanya menjadi berkobar. Jika ia berhasil menemukan masa lalu kira, mungkin ia bisa menemukan cara menyingkirkan Kira dari sisi Sakurai.


"Jadi saat ini kira adalah ancaman untuk kita?." Sayaka memang merasakan itu. "Kalau begitu saya akan segera mencari tahu siapa dia yang sebenarnya." Sayaka tentunya akan melakukan apapun untuk wanita itu.


Nyonya X on.


Aku tidak menyangka, jika orang yang akan menghalangi langkahku dalam melakukan kejahatan termanis adalah seorang iblis juga. Sungguh sangat menyebalkan, dan ingin segera membunuhnya. Pasti sangat menyenangkan jika aku bisa membunuhnya. Tapi sepertinya dia tidak mudah untuk dibunuh dengan cara yang biasa. Buktinya orang yang aku kirim untuk membunuhnya dengan cara menembak jantungnya, namun dia masih hidup. Sungguh tipe iblis yang sangat luar biasa, namun sangat merepotkan. Akan aku cari cara untuk membunuhnya setelah ini. Aku tidak ingin dia menjadi penghalangku nantinya. Tunggu saja kau anjing sialan. Akan aku bunuh kau dengan cara apapun.


Nyonya X off.

__ADS_1


Gejolak emosi yang sangat luar biasa yang ia rasakan pada saat itu. Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Apakah rencana pembunuhan adalah jalannya?. Apa yang akan mereka lakukan untuk membunuh Inuzuka Kira agar tidak menjadi penghalang mereka dalam kasus pembunuhan yang mereka lakukan? Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2