MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 98


__ADS_3

...**...


Kira on.


Aku juga memang lahir dari kekuatan iblis, tapi aku biasa mengendalikan iblis yang ada di dalam tubuhku. Tidak akan aku biarkan iblis itu mengendalikan diriku sesuka hatinya. Justru akulah yang harus mengendalikannya dengan kekuatan hati dan pikiran yang aku miliki. Sehingga aku menjadi pemenangnya, akulah yang mutlak memiliki kekuatan itu. Akan aku gunakan untuk yang lebih baik, akan aku hadapi kejahatan yang aku lihat. Bagaimana kekuatan mata iblis itu sebenarnya?. Simak dengan baik kisah ini.


Kira off.


Saat ini team harimau sedang berkumpul di kantor mereka karena rapat pagi ini dibatalkan. Namun yang membuat mereka sedikit ribut itu karena apa yang dikatakan oleh Kira sangat benar, jangan-jangan Kira adalah bos dari penjahat Akazuki Daiji, sehingga ia mengetahui kapan pembunuhan itu terjadi, serta Kira mengetahui bagaimana cara Akazuki Daiji membunuh orang lain.


"Tidak ada kabar adanya korban yang dibunuh malam ini." Satoru Iwata sangat heran dengan itu.


"Tidak ada?!." Atsushi Ichirou dan Koji Isao serentak bertanya.


"Seperti yang dikatakan kira. Memang tidak ada korban malam ini. Tapi bagaimana caranya dia mengetahui itu?." Satoru Iwata sangat heran bagaimana mungkin Kira dapat mengetahui itu?.


"Ini sangat aneh." Mereka sedang fokus memikirkan keanehan itu.


"Aku telah mengatakannya bukan?." Kira yang entah dari mana datangnya malah berkata seperti itu?.


"Hwoh!." Mereka semua sangat terkejut dengan kedatangan Kira yang entah kapan datangnya?. Ia malah duduk santai di kursi biasanya?.


"Sejak kapan kau datang baka inu?!." Satoru Iwata benar-benar marah tingkat dewa pada Kira.


"Aku datang ke sini karena saat pulang aku, ada pesan masuk yang mengatakan tidak diadakan rapat lagi untuk membahas masalah kasus pembunuhan sadis itu. Masalah itu memang kita yang harus selesaikan. Laporkan jika benar-benar telah selesai." Kira menjelaskan pada mereka. "Aku rasa itulah alasan kenapa ketua hitoshi tidak datang ke sini." Bahkan ia menebak alasan kenapa ketuanya tidak datang pada hari ini.


"Jadi kau dapat notifikasi seperti itu juga?." Atsushi Ichirou memperlihatkan pesan itu pada mereka semua.


"Ya. Aku rasa seperti itu. Memang tidak bertanggung jawab sekali." Dengan kesalnya Kira berkata seperti itu.


"Cih!. Berani sekali mereka memperlakukan kita seperti ini." Koji juga melihat pesan singkat itu dengan perasaan mengutuk.


"Senpai. Apakah senpai mau membantuku?." Kira tersenyum kecil menatap mereka semua.


"Hah?!." Mereka sangat terkejut saat Kira mengatakan meminta bantuan?.


"Memangnya bantuan seperti apa yang kau inginkan di saat seperti ini?!." Satoru Iwata merasakan hal yang tidak menyenangkan.


"Akan aku jelaskan." Kira dengan senyuman sok manisnya berkata seperti itu.


Bantuan seperti apa yang ia inginkan?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu Hitoshi Tetsuya yang datang menemui Daisuke Hiroyuki untuk meminta penjelasan kenapa rapat mengenai kasus Akazuki Daiji dibatalkan?.

__ADS_1


"Maaf jika saya datang ke sini untuk bertanya mengenai masalah itu?." Hitoshi Tetsuya ingin meminta penjelasan.


"Aku tahu kau akan datang. Tapi keputusan kami telah bulat. Kalian yang akan menangani kasus itu. Sementara kami akan menangani kasus lain." Dengan santainya ia berkata seperti itu?.


"Tapi?." Hitoshi Tetsuya ingin protes.


"Bukankah itu adalah wilayahmu?!. Jika kau membantah maka nyawa kalian yang akan menjadi jaminannya. Karena kalian tidak bisa menjaga wilayah kalian dengan baik." Jawabnya dengan cepat. "Mereka semua telah menolak untuk membantu karena telah banyak anggota mereka yang terluka, dan bahkan tewas!. Sedangkan kalian masih hidup?!." Itulah alasan yang sesungguhnya.


"Oh?!. Jadi hanya karena itu?." Hitoshi Tetsuya sangat kecewa dengan apa yang ia dengar. Sungguh tidak bertanggungjawab sekali jawaban seperti itu yang keluar dari mulut seorang pemimpin?.


"Jika kau tidak ingin segera berakhir dengan mengenaskan, lebih baik kau selidiki kenapa malam ini pembunuh sadis itu tidak membunuh orang. Aku yakin itu lebih berguna lagi." Itu adalah sebuah ancaman yang diberikan oleh seorang pemimpin pada bawahannya?.


"Tenangkan diri tetsuya. Kau adalah orang yang kuat." Dalam hatinya mencoba untuk menekan perasaan yang ia rasakan pada saat itu. Tanpa banyak bicara lagi ia segera meninggalkan tempat itu.


"Hah?. Dasar tidak sopan, pergi begitu saja dia?." Daisuke Hiroyuki sangat kesal melihat sikap tidak sopan bawahannya itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Kira saat ini sedang berjalan di sebuah tempat. Tempat yang terlihat agak sepi walaupun ini adalah pasar yang dahulunya sangat ramai?. Namun tempat ini hanya tempat orang lewat saja, sehingga tidak banyak yang terlihat di tempat itu.


"Entah kenapa aku merasakan ada aroma yang tidak enak di sini." Tiba-tiba saja hidungnya yang sensitif itu dapat mencium aroma yang sangat tidak enak sama sekali. "Aroma itu seakan-akan terikat dengan kabut merah. Aroma itu seperti permintaan kematian yang sangat sadis." Ia dapat merasakan itu, aroma Kematian yang melekat pada diri seseorang. Kira terus berjalan mengikuti aroma itu dengan penciumannya yang tajam.


"Aroma itu berasal dari-." Aroma itu semakin kuat, dan sangat kuat saat ini membuka pintu sebuah kedai makan. "Orang itu?!." Ia melihat seorang laki-laki yang setengah baya?.


"Ya?. Silahkan masuk." Laki-laki setengah baya itu tersenyum kecil sambil mempersilahkan Kira masuk.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Hitoshi Tetsuya baru saja sampai di kantor. Namun saat ia bertanya keberadaan Kira, tapi orang yang dicari tidak ada di sana.


"Apa?. Kira pergi?." Ia sangat terkejut jika Kira pergi tanpa izin darinya?.


"Ya, setelah meminta kami untuk menceritakan kasus sebelumnya dia pergi setelah itu." Satoru Iwata yang menjawabnya.


"Apakah dia mengatakan pada kalian dia mau pergi kemana?." Hitoshi Tetsuya sangat heran dengan kelakuan anak buahnya yang satu itu.


"Hum?." Mereka nampak berpikir kemana Kira pergi?.


"Kemana dia?." Mereka tidak bisa menebak kemana Kira akan pergi.


"Bagaimana ketua?. Apakah berhasil negosiasi dengan pemimpin tertinggi?." Atsushi Ichirou bertanya seakan-akan ia ingin mengalihkan pemikiran mereka tentang keberadaan Kira yang tidak diketahui kemana.

__ADS_1


"Tidak berhasil. Maafkan aku." Hitoshi Tetsuya sangat kecewa, ia gagal melakukan negosiasi itu.


"Oh?!. Tamatlah kita semua." Satoru Iwata tidak bisa membayangkan nasib buruk seperti apa yang akan menimpa dirinya nantinya.


...****...


Sedangkan orang yang dicari?.


Kira saat ini sedang meneliti dengan baik, menelusuri seluk beluk yang ada di dalam pikiran lelaki yang kini ia tatap dengan senyuman ramah?.


"Kedai ini sangat sepi. Apakah memang seperti ini?." Sekedar basa-basi ia bertanya seperti itu. Tentunya sambil menikmati secangkir minuman hangat yang ia pesan.


"Mungkin mereka telah bosan dengan masakan ini. Sejak masakan instan tersaji di era ini, makanan ini jadi tidak diminati lagi karena terlalu lama menunggu." Itu adalah curhatannya sebagai seorang pedagang yang masih mempertahankan budaya lama.


"Itu karena anda tidak bisa melupakan kematian seseorang yang sangat berharga bagi anda. Sehingga anda melakukan banyak kesalahan, meskipun dendam anda telah dibalas kan oleh knife blood." Itulah yang ia lihat dari sorot mata yang menyimpan kesedihan itu.


Deg!.


"Si-si-siapa kau?." Lelaki itu sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kira. Bagaimana ia bisa mengetahui itu?.


"Aku adalah anggota kepolisian. Tentunya aku mendengarkan pengakuan dari mulutmu tentang pertemuan mu dengan pembunuh knife blood itu di gunung kabut merah." Kira mengeluarkan id card miliknya. Membuat laki-laki itu sangat terkejut. Bagaimana mungkin polisi itu bisa mengetahui apa yang ia sembunyikan selama ini?. Simak terus ceritanya.


...***...


Hutan Gunung Kabut Merah.


Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memasuki hutan itu, dan memiliki tujuan yang berbahaya saja yang dapat masuk ke sana. Salah satunya dia yang ingin meminta bantuan lada Akazuki Daiji yang ingin membunuh seseorang.


"Jadi kau ingin aku membunuh dia?." Ia melihat foto itu dengan senyuman lebar.


"Aku ingin kau membunuh dia." Ia sangat yakin dengan apa yang ia inginkan. "Karena dia telah menipu aku, hingga aku mengalami kebangkrutan. Aku ingin kau bunuh dia!." Sorot mata itu dipenuhi dengan kebencian yang mendalam. "Akan aku bayar kau berapapun setelah aku mendapatkan kembali hartaku padanya!." Itulah janjinya. Hatinya saat ini dipenuhi oleh rasa sakit yang membuatnya merasa sesak dan sulit untuk bernafas atas apa yang telah ia terima dari penjahat yang telah menipunya.


"Kau tidak perlu membayar ku. Aku tidak suka dengan uang. Aku lebih suka dengan darah." Akazuki Daiji menyeringai lebar. Ia tidak pernah menginginkan bayaran dari siapapun yang memintanya membunuh orang lain.


"Darah?." Ia heran dengan permintaan itu.


"Berikan aku darahmu setetes saja. Maka aku akan membunuhnya sesuai dengan apa yang kau inginkan." Senyumannya itu adalah senyuman seorang psikopat tingkat atas.


"Baik!. Baik!. Akan aku berikan darahku!." Jika hanya seperti itu ia akan melakukannya, dengan senang hati ia akan melakukan itu.


"Itu keputusan yang sangat bijak." Ia terkekeh kecil saat ia membayangkan setetes darah yang masuk ke dalam pisau merahnya itu.


Apakah yang terjadi sebenarnya?. Apa yang diinginkan Akazuki Daiji di dalam hidupnya?. Kenapa ia membunuh seseorang hanya karena permintaan orang lain?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta.


Next halaman.

__ADS_1


...***...


__ADS_2